Kematian Kristus Membatalkan Hukum Taurat?


Hukum Taurat memiliki dua fungsi utama yaitu PENUNTUN (guru) dan PENUNTUT (hakim). Alkitab mengajarkan bahwa Kristus adalah PENUNTUN (guru) bagi manusia menggantikan hukum Taurat. Setelah kenaikan Kristus ke Sorga, Roh Kudus menggantikan tugasnya sebagai PENUNTUN umat manusia. Hukum Taurat walaupun tidak menjadi PENUNTUN lagi namun tetap adalah PENUNTUT. Ketika Hukum Taurat MENUNTUT, Kristus MEMBELA kita. Ketika Hukum Taurat MENGHUKUM atau MEMVONIS Kristus MENEBUS kita. Apabila Hukum Taurat BATAL bukankah itu berarti manusia tidak perlu DIBELA dan DITEBUS karena TIDAK ada yang MENUNTUT dan MENGHUKUM atau MEMVONIS? Hukum Taurat tidak akan BERLAKU lagi pada hari kiamat karena pada hari itu Kristus menggantikannya menjadi PENUNTUT (hakim) untuk menjatuhkan VONIS. Itulah kebenaran ajaran Alkitab. Continue reading

Aku Tidak Percaya Mukjizat 2


Allah BERKUASA untuk melakukan hal-hal yang menyimpang dari hukum alam. Allah berdaulat untuk melanggar hukum-hukum alam yang telah ditetapkan-Nya.

MUJIZAT adalah kejadian yang menyimpang dari hukum alam karena intervensi Allah.

Itulah yang umumnya dipahami oleh banyak orang Kristen dari generasi ke generasi. Pemahaman demikian bertentangan dengan ajaran Alkitab.

MUJIZAT terjadi dari hari pertama hingga hari ke enam. Setelah hari ke enam, tidak ada lagi mujizat. Bila anda percaya bahwa MUJIZAT masih terjadi setelah hari ke enam, apalagi anda mengklaim mengalami atau melakukan Mujizat setelah hari keenam, itu hanya membuktikan satu hal. Anda tidak memahami arti kata MUJIZAT itu sendiri. Continue reading

MINGGIR! Demokrat Mau Lewat!


Pemilihan Umum 9 April 2008 sudah berlalu walaupun hingga hari ini, 09 Mey 2009  penghitungan suaranya belum selesai, namun beberapa jam setelah Pemilu berlangsung, hasil perhitungan cepat (quick count) sudah dapat diketahui. GOLPUT MENANG MUTLAK! Pemilu kali ini tidak segegap-gempita pemilu-pemilu sebelumnya karena partai-partai yang bertarung tidak mengerahkan masa untuk melakukan arak-arakan keliling kota. Selama tahun 2007 hingga 2008 saya sempat mengunjungi beberapa kota di pulau Jawa dan Sumatera. Dalam perjalanan tersebut, salah satu hal yang saya amati adalah keberadaan kantor-kantor partai politik dan kegiatan mereka. Selama itu pula saya membaca berita-berita tentang partai-partai yang akan bertarung. Ketika ngobrol tentang pemilu tahun 2009 saya sering mengucapkan kata. MINGGIR! Demokrat Mau Lewat! Continue reading