Kaum Penyembah Nama Puber Telat


Gambar: englishfromfriends.com

Setelah sekian lama hilang dari peredaran karena dagangan mereka nggak laris sebab ketahuan SESATNYA (bertentangan dengan ajaran Alkitab) maka akhir-akhir ini  kaum namais alias para penyembah NAMA alias para penyembah BERHALA YHWH yang PUBER telat ptantang ptenteng mengajarkan ajaran BASUK bahwa umat Kristen tidak boleh menggunakan kata Allah sebab YHWH adalah NAMA pribadi yang tidak boleh diterjemahkan. Blog ini saya tulis khusus untuk MEMBUNGKAM kaum namais puber telat tersebut karena mereka benar-benar menyebalkan. LAGAK setinggi langit namun PENGETAHUANNYA kosong melompong. Continue reading

YHWH Menjilat Muntah-Nya Sendiri


Biarkan PEMBUAL terus membual sampai menyangkal BUALANNYA sendiri. Itulah cara gampang membongkar kedok PEMBUAL. YHWH membual? Benar! Anda ingin menyangkalnya? Mustahil! Kenapa demikian? Karena Perjanjian Lama mencatatnya dengan TEGAS dan GAMBLANG. Anda bisa menolaknya namun mustahil menyangkal kebenaran yang tercatat di dalam Alkitab. Bila memang demikian, kenapa para pengkotbah tidak pernah mengajarkannya? Saya tidak tahu! Mungkin mereka tidak memahaminya atau menolak untuk memahaminya. Continue reading

YHWH Memang Teroris


Karena sombong Daud pun menghitung bangsa Israel. YHWH marah lalu memberi Daud kesempatan memilih satu dari tiga hukuman baginya. Daud memang saleh itu sebabnya dia memilih jatuh ke tangan YHWH. Berdasarkan pilihan Daud YHWH pun memusnahkan orang-orang Israel. 70.000,- orang mati pada hari pertama. Itulah ajaran sesat yang dikhotbahkan dari mimbar-mimbar gereja sejak dahulu kala dan diyakini umat Kristen sebagai kebenaran sampai hari ini.  Bila ajaran tersebut di atas sesat lalu apa yang sesungguhnya terjadi? Teroris adalah mereka yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut dengan tujuan memeras sambil mengagul-agulkan diri sebagai pahlawan. YHWH yang mulia dan Daud yang terhormat adalah TERORIS. Mereka  bekerja sama untuk meneror orang-orang Israel. Di bawah ini adalah fakta-fakta kelicikan dan angkara murka mereka. Continue reading