YHWH Menjilat Muntah-Nya Sendiri


Biarkan PEMBUAL terus membual sampai menyangkal BUALANNYA sendiri. Itulah cara gampang membongkar kedok PEMBUAL. YHWH membual? Benar! Anda ingin menyangkalnya? Mustahil! Kenapa demikian? Karena Perjanjian Lama mencatatnya dengan TEGAS dan GAMBLANG. Anda bisa menolaknya namun mustahil menyangkal kebenaran yang tercatat di dalam Alkitab. Bila memang demikian, kenapa para pengkotbah tidak pernah mengajarkannya? Saya tidak tahu! Mungkin mereka tidak memahaminya atau menolak untuk memahaminya.

Yefta Anak Sundal

Seorang anak haram janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN. Ulangan 23:2

Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead. Hakim-Hakim 11:1

Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain.” Hakim-Hakim 11:2

Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia. Hakim-Hakim 11:3

Kata Yefta kepada para tua-tua Gilead: “Jadi, jika kamu membawa aku kembali untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka kepadaku, maka akulah yang akan menjadi kepala atas kamu?” Hakim-Hakim 11:9

Lalu kata para tua-tua Gilead kepada Yefta: “Demi TUHAN yang mendengarkannya sebagai saksi  antara kita: Kami akan berbuat seperti katamu itu.” Hakim-Hakim 11:10

Maka Yefta ikut dengan para tua-tua Gilead, lalu bangsa itu mengangkat dia menjadi kepala dan panglima mereka. Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya m  itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa. Hakim-Hakim 11:11

Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon. Hakim-Hakim 11:29

Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, Hakim-Hakim 11:30

maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran.” Hakim-Hakim 11:31

Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya. Hakim-Hakim 11:32

YHWH menetapkan haram jadah tidak boleh masuk jemaat TUHAN (YHWH). Anak sundal pasti anak HARAM. Yefta adalah anak sundal alias anak haram alias haram jadah. Selain haram jadah Yefta juga kepala rampok. Bukan saja masuk jemaat TUHAN namun Yefta pun menjadi HAKIM bangsa Israel. Melanggar ketetapan-Nya sendiri. Bukankah itu berarti YHWH menjilat muntah-Nya sendiri? Benar!

Saya tahu, para Calvinis akan bilang, TUHAN yang mahadaulat tidak takluk pada ketetapan-Nya sendiri. Bila ajaran para Calvinis itu benar, kenapa YHWH tidak menghukum para tua-tua Gilead yang membujuk Yefta si haram jadah untuk menjadi Hakim mereka? Bukankah dengan membujuk Yefta menjadi pemimpin mereka sama dengan melanggar ketetapan YHWH? Anak haram janganlah masuk jemaah TUHAN? Jangan masuk dari hongkong?

Daud Anak Moab

Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya, Ulangan 23:3

karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, dan karena mereka mengupah Bileam  bin Beor dari Petor di Aram-Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya engkau. Ulangan 23:4

Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai. Rut 1:22

Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.” Rut 2:2

Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Rut 4:13

Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: “Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki”; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud. Rut 4:17

Rut adalah perempuan Moab. Anaknya bernama Obed, cucunya bernama Isai dan cicitnya bernama Daud. Daud adalah keturunan ke 4 orang Moab. Bila YHWH konsisten seharusnya Daud tidak boleh masuk jemaat TUHAN (YHWH). Namun apa yang terjadi? YHWH menjilat muntah-Nya sendiri. Selain menjadikan Daud raja Israel, Daud juga diberi jabatan nabi bahkan Imam.

Beberapa Calvinis berusaha membela YHWH dengan mengajarkan bahwa bangsa Israel menganut budaya PATRIARKAL. Boas adalah orang Israel itu sebabnya semua keturunannya adalah orang Israel walau pun istrinya orang Moab. Oleh karena itu, walaupun piutnya, Rut, orang Moab namun Daud BOLEH masuk jemaah TUHAN bahkan menjadi raja Israel dan diberkati oleh YHWH sehingga menjadi raja Israel yang paling agung.

Putri sulung Lot meniduri bapaknya, maka mengandunglah dia lalu melahirkan seorang anak lelaki yang dinamai Moab. Dialah generasi pertama suku Moab. Putri bungsu Lot meniduri bapaknya, maka mengandunglah dia lalu melahirkan seorang anak lelaki yang dinamakan Ben-Ami. Dialah bapak kaum Amon. Apabila para Calvinis itu tidak membual sehingga yang diajarkannya benar, itu berarti yang tidak boleh masuk jemaat TUHAN adalah Moab dan Ben-Ami anak sekaligus cucu Lot sampai keturunan mereka yang ke sepuluh. Keturunan Moab dan Amon yang ke sebelas dan selanjutnya bebas masuk jemaat TUHAN. Itu berarti YHWH adalah pembual atau tolol sekali karena ketetapan-Nya melarang 10 generasi Moab dan Amon menjadi jemaat TUHAN dibuat setelah yang bersangkutan MATI bahkan tubuhnya telah membusuk jadi tanah. Silahkan pilih: YHWH menjilat muntah-Nya sendiri atau Dia tolol sekali. Ha ha ha ha ha …

Rehabeam Anak Moab dan Amon

Adapun Rehabeam, anak Salomo, ia memerintah di Yehuda. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon. 1 Raja-raja 11:33

Kemudian Rehabeam mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon. Maka Abiam, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. 1 Raja-raja 14:31

Rehabeam adalah keturunan ke 6 dari Rut orang Moab dan keturunan pertama orang Amon istri Salomo. Keturunan Moab dan Amon yang tidak boleh menjadi jemaat TUHAN menjadi raja bangsa Israel? Itu sebabnya hai hai bilang, “Silahkan memilih yang anda sukai, YHWH menjilat muntah-Nya sendiri atau Dia tolol sekali.” Boleh juga menganggap YHWH sudah tua dan pikun sehingga Dia lupa ketetapan-Nya sendiri. Ha ha ha ha ….

YHWH Membual Karena Bileam  Tidak Pernah Mengutuk Israel

karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, dan karena mereka mengupah Bileam  bin Beor dari Petor di Aram-Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya engkau. Ulangan 23:4

Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau. Ulangan 23:5

Selama engkau hidup, janganlah engkau mengikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka sampai selama-lamanya. Ulangan 23:6

Ketika itu Balak bin Zipor, raja Moab, bangkit berperang melawan orang Israel. Disuruhnya memanggil Bileam bin Beor untuk mengutuki kamu. Yosua 24:9

Tetapi Aku tidak mau mendengarkan Bileam, sehingga iapun memberkati kamu. Demikianlah Aku melepaskan kamu dari tangannya. Yosua 24:10

Pdt. Budi Asali MDiv pendiri Golgota Ministry dan pendeta GKRI Golgota (Gereja Kristus Rahmani Indonesia), alumni Reformed Theological Seminary (RTS), Jackson, Mississippi, United States of America, mengaku dirinya Calvinis sejati. Dia mengajarkan bahwa Bileam mengutuk bangsa Israel namun YHWH mengubah kutukannya menjadi berkat. Dia menggunakan ayat-ayat tersebut di atas sebagai sumber pengajarannya. Budi Asali bukan orang bodoh itu sebabnya dia mustahil tidak tahu tentang ayat-ayat di bawah ini. Dia memilih untuk meyakini BUALAN YHWH dari pada kebenaran ajaran Alkitab. Itu sebabnya hai hai menyebutnya tolol sekali.

Balak bin Zipor melihat segala yang dilakukan Israel kepada orang Amori. Bilangan 22:2

Raja ini mengirim utusan kepada Bileam in Beor, ke Petor yang di tepi sungai Efrat, ke negeri teman-teman sebangsanya, untuk memanggil dia, dengan pesan: “Ketahuilah, ada suatu bangsa keluar dari Mesir; sungguh, sampai tertutup permukaan bumi olehnya, dan mereka sedang berkemah di depanku. Bilangan 22:5

Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk.” Bilangan 22:6

Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak. Bilangan 22:7

Lalu berkatalah Bileam kepada mereka: “Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku.” Maka tinggallah pemuka-pemuka Moab itu pada Bileam. Bilangan 22:8

Bileam adalah nabi YHWH, itu sebabnya dia MENCARI kehendak TUHAN (YHWH) ketika Balak bin Zipor, raja Moab mengutus tua-tua Moab dan Midian untuk membujuknya mengutuki orang Israel.

Kemudian datanglah Allah kepada Bileam serta berfirman: “Siapakah orang-orang yang bersama-sama dengan engkau itu?” Bilangan 22:9

Dan berkatalah Bileam kepada Allah: “Balak bin Zipor, raja Moab, mengutus orang kepadaku dengan pesan: Bilangan 22:10

Ketahuilah, ada bangsa yang keluar dari Mesir, dan permukaan bumi tertutup olehnya; karena itu, datanglah, serapahlah mereka bagiku, mungkin aku akan sanggup berperang melawan mereka dan menghalau mereka.” Bilangan 22:11

Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: “Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati.” Bilangan 22:12

Bangunlah Bileam pada waktu pagi, lalu berkata kepada pemuka-pemuka Balak: “Pulanglah ke negerimu, sebab TUHAN tidak mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu.” Bilangan 22:13

Lalu berangkatlah pemuka-pemuka Moab itu dan setelah mereka sampai kepada Balak, berkatalah mereka: “Bileam menolak datang bersama-sama dengan kami.” Bilangan 22:14

Bileam menaati firman YHWH. Itu sebabnya dia menolak permintaan tua-tua Moab dan Midian yang diutus oleh Balak bin Zipor raja Moab.

Tetapi Balak mengutus pula pemuka-pemuka lebih banyak dan lebih terhormat dari yang pertama. Bilangan 22:15

Setelah mereka sampai kepada Bileam, berkatalah mereka kepadanya: “Beginilah kata Balak bin Zipor: Janganlah biarkan dirimu terhalang-halang untuk datang kepadaku, Bilangan 22:16

sebab aku akan memberi upahmu sangat banyak, dan apapun yang kauminta dari padaku, aku akan mengabulkannya. Datanglah, dan serapahlah m  bangsa itu bagiku.” Bilangan 22:17

Tetapi Bileam menjawab kepada pegawai-pegawai Balak: “Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah TUHAN, Allahku. Bilangan 22:18

Oleh sebab itu, baiklah kamupun tinggal di sini pada malam ini, supaya aku tahu, apakah pula yang akan difirmankan TUHAN kepadaku.” Bilangan 22:19

Datanglah Allah kepada Bileam pada waktu malam serta berfirman kepadanya: “Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan.” Bilangan 22:20

Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab. Bilangan 22:21

Bileam pergi untuk menemui Balak bin Zipor bukan karena keinginannya sendiri namun demi menaati firman YHWH yang menyuruhnya pergi.

Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia. Bilangan 22:22

Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan. Bilangan 22:23

Kemudian pergilah Malaikat TUHAN berdiri pada jalan yang sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah-menyebelah. Bilangan 22:24

Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN, ditekankannyalah dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula. Bilangan 22:25

Berjalanlah pula Malaikat TUHAN terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yang sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri. Bilangan 22:26

Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat. Bilangan 22:27

Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: “Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?” Bilangan 22:28

Jawab Bileam kepada keledai itu: “Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang.” Bilangan 22:29

Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: “Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?” Jawabnya: “Tidak.” Bilangan 22:30

Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud. Bilangan 22:31

Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan. Bilangan 22:32

Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup.” Bilangan 22:33

Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: “Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang.” Bilangan 22:34

Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan.” Sesudah itu pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu. Bilangan 22:35

Bileam pergi karena YHWH menyuruhnya pergi. Bukankah itu berarti YHWH tidak punya alasan untuk berang kepadanya? Namun itulah yang terjadi. YHWH tidak konsisten alias menjilat ludah-Nya sendiri. Bileam sama sekali tidak melihat YHWH itu sebabnya dia memukul keledainya karena menyangkanya mempermainkan dirinya. YHWH benar-benar kekanak-kanakkan dengan perbuatan-Nya tersebut. Bileam adalah nabi yang saleh, oleh karena itu ketika melihat Malaikat YHWH dan tahu bahwa Dia menentang kepergiannya, dengan senang hati dia mau pulang. Namun YHWH menyuruh-Nya tetap pergi untuk menyampaikan kata-kata-Nya kepada Balak Bin zipor raja orang Moab.

Dan berkatalah Balak kepada Bileam: “Bukankah aku sudah mengutus orang memanggil engkau? Mengapakah engkau tidak hendak datang kepadaku? Sungguhkah tidak sanggup aku memberi upahmu?” Bilangan 22:37

Tetapi berkatalah Bileam kepada Balak: “Ini aku sudah datang kepadamu sekarang; tetapi akan mungkinkah aku dapat mengatakan apa-apa? Perkataan yang akan ditaruh Allah ke dalam mulutku, itulah yang akan kukatakan.” Bilangan 22:38

Apakah Bileam bersedia mengutuk bangsa Israel seperti yang dikehendaki oleh Balak? Tidak! Bileam menyatakan dengan tegas bahwa dia hanya akan mengatakan perkataan yang ditaruh Allah ke dalam mulutnya.

Lalu pergilah Bileam bersama-sama dengan Balak dan sampailah mereka ke Kiryat-Huzot. Bilangan 22:39

Balak mengorbankan beberapa ekor lembu sapi dan kambing domba dan mengirimkan sebagian kepada Bileam dan kepada pemuka-pemuka yang bersama-sama dengan dia. Bilangan 22:40

Keesokan harinya Balak mengambil Bileam dan membawa dia mendaki bukit Baal. Dari situ dilihatnyalah bagian yang paling ujung dari bangsa Israel. Bilangan 22:41

Lalu berkatalah Bileam kepada Balak: “Dirikanlah bagiku di sini tujuh mezbah dan siapkanlah bagiku di sini tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan.” Bilangan 23:1

Balak melakukan seperti yang dikatakan Bileam, maka Balak dan Bileam mempersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah itu. Bilangan 23:2

Sesudah itu berkatalah Bileam kepada Balak: “Berdirilah di samping korban bakaranmu, tetapi aku ini hendak pergi; mungkin TUHAN akan datang menemui aku, dan perkataan apapun yang dinyatakan-Nya kepadaku, akan kuberitahukan kepadamu.” Lalu pergilah ia ke atas sebuah bukit yang gundul. Bilangan 23:3

Maka Allah menemui Bileam, lalu Bileam berkata kepada-Nya: “Ketujuh mezbah itu telah kuatur, dan kupersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah.” Bilangan 23:4

Kemudian TUHAN menaruh perkataan ke dalam mulut  Bileam dan berfirman: “Kembalilah kepada Balak dan katakanlah  demikian.” Bilangan 23:5

Ketika ia kembali, maka Balak masih berdiri di situ di samping korban bakarannya, bersama dengan semua pemuka Moab. Bilangan 23:6

Lalu Bileam mengucapkan sanjaknya, katanya: “Dari Aram aku disuruh datang oleh Balak, raja Moab, dari gunung-gunung sebelah timur: Datanglah, katanya, kutuklah bagiku Yakub, dan datanglah, kutuklah Israel. Bilangan 23:7

Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah? Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk TUHAN? Bilangan 23:8

Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa   kafir. Bilangan 23:9

Siapakah yang menghitung debu Yakub dan siapakah yang membilang bondongan-bondongan Israel? Sekiranya aku mati seperti matinya orang-orang jujur dan sekiranya ajalku seperti ajal mereka!” Bilangan 23:10

Lalu berkatalah Balak kepada Bileam: “Apakah yang kaulakukan kepadaku ini? Untuk menyerapah musuhkulah aku menjemput engkau, tetapi sebaliknya engkau memberkati mereka.” Bilangan 23:11

Tetapi ia menjawab: “Bukankah aku harus berawas-awas, supaya mengatakan apa yang ditaruh TUHAN ke dalam mulutku?” Bilangan 23:12

Bileam hanya menyerapah yang diserapah Allah dan mengutuk yang dikutuk YHWH dan memberkati yang diberkati oleh YHWH, itu sebabnya baik serapahnya maupun kutukannya juga berkatnya selalu manjur.
Lalu Balak berkata kepadanya: “Baiklah pergi bersama-sama dengan aku ke tempat lain, dan dari sana engkau dapat melihat bangsa itu; engkau akan melihat hanya bagiannya yang paling ujung, tetapi seluruhnya tidak akan kaulihat; serapahlah mereka dari situ bagiku.” Bilangan 23:13

Lalu dibawanyalah dia ke Padang Pengintai, ke puncak gunung Pisga; ia mendirikan tujuh mezbah dan mempersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah itu. Bilangan 23:14

Kemudian berkatalah ia kepada Balak: “Berdirilah di sini di samping korban bakaranmu, sedang aku hendak bertemu dengan TUHAN di situ.” Bilangan 23:15

Lalu TUHAN menemui Bileam dan menaruh perkataan ke dalam mulutnya, dan berfirman: “Kembalilah kepada Balak dan katakanlah demikian.” Bilangan 23:16

Ketika ia sampai kepadanya, Balak masih berdiri di samping korban bakarannya bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab. Berkatalah Balak kepadanya: “Apakah yang difirmankan TUHAN?” Bilangan 23:17

Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Bangunlah, hai Balak, dan dengarlah; pasanglah telingamu mendengarkan aku, ya anak Zipor. Bilangan 23:18

Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? Bilangan 23:19

Ketahuilah, aku mendapat perintah untuk memberkati, dan apabila Dia memberkati, maka aku tidak dapat membalikkannya. Bilangan 23:20

Tidak ada ditengok kepincangan di antara keturunan Yakub, dan tidak ada dilihat kesukaran di antara orang Israel. TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka. Bilangan 23:21

Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan, Bilangan 23:22

sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel. Pada waktunya akan dikatakan kepada Yakub, begitu juga kepada Israel, keajaiban yang diperbuat Allah: Bilangan 23:23

Lihat, suatu bangsa, yang bangkit seperti singa betina, dan yang berdiri tegak seperti singa jantan, yang tidak membaringkan dirinya, sebelum ia memakan mangsanya dan meminum darah dari yang mati dibunuhnya.” Bilangan 23:24

Lalu berkatalah Balak kepada Bileam: “Jika sekali-kali tidak mau engkau menyerapah mereka, janganlah sekali-kali memberkatinya.” Bilangan 23:25

Tetapi Bileam menjawab Balak: “Bukankah telah kukatakan kepadamu: Segala yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kulakukan.” Bilangan 23:26

Untuk kali keduanya Bileam sama sekali tidak mengutuk bangsa Israel sebab dia adalah nabi YHWH yang hanya mengutuk dan memberkati yang dikutuk dan diberkati oleh YHWH. Bileam hanya mengatakan yang difirmankan oleh YHWH kepadanya untuk dikatakan.

Kemudian berkatalah Balak kepada Bileam: “Marilah aku akan membawa engkau ke tempat  lain; mungkin benar di mata Allah bahwa engkau menyerapah mereka bagiku dari tempat itu.” Bilangan 23:27

Lalu Balak membawa Bileam ke puncak gunung Peor, yang menghadap Padang Belantara. Bilangan 23:28

Berkatalah Bileam kepada Balak: “Dirikanlah bagiku di sini tujuh mezbah dan siapkanlah di sini bagiku tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan.” Bilangan 23:29

Lalu Balak melakukan seperti yang dikatakan Bileam, maka ia mempersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah itu. Bilangan 23:30

Ketika dilihat Bileam, bahwa baik di mata TUHAN untuk memberkati Israel, ia tidak mencarikan pertanda lagi seperti yang sudah-sudah, tetapi ia menghadapkan mukanya ke arah padang gurun. Bilangan 24:1

Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia. Bilangan 24:2

Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; Bilangan 24:3

tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Bilangan 24:4

Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! Bilangan 24:5

Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air. Bilangan 24:6

Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan. Bilangan 24:7

Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan. Bangsa-bangsa yang menjadi lawannya akan ditelannya habis, dan tulang-tulang mereka akan dihancurkannya dan akan ditembaknya tembus dengan panah-panahnya. Bilangan 24:8

Ia meniarap dan merebahkan diri sebagai singa jantan, dan sebagai singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau!” Bilangan 24:9

Lalu bangkitlah amarah Balak terhadap Bileam dan dengan meremas-remas jarinya berkatalah ia kepada Bileam: “Untuk menyerapah musuhku aku memanggil engkau, tetapi sebaliknya sampai tiga kali engkau memberkati mereka. Bilangan 24:10

Oleh sebab itu, enyahlah engkau ke tempat kediamanmu; aku telah berkata kepadamu aku telah bermaksud memberi banyak upah kepadamu, tetapi TUHAN telah mencegah engkau memperolehnya.” Bilangan 24:11

Tetapi berkatalah Bileam kepada Balak: “Bukankah telah kukatakan juga kepada utusan-utusan yang kaukirim kepadaku: Bilangan 24:12

Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup melanggar titah TUHAN dengan berbuat baik atau jahat atas kemauanku sendiri; apa yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kukatakan. Bilangan 24:13

Dan sekarang, aku ini sudah hendak pergi kepada bangsaku; marilah kuberitahukan kepadamu apa yang akan dilakukan bangsa itu kepada bangsamu di kemudian hari.” Bilangan 24:14

Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; Bilangan 24:15

tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Bilangan 24:16

Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set. Bilangan 24:17

Maka Edom akan menjadi tanah pendudukan dan Seir akan menjadi tanah pendudukan –musuh-musuhnya itu. Tetapi Israel akan melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa, Bilangan 24:18

dan dari Yakub akan timbul seorang penguasa, yang akan membinasakan orang-orang yang melarikan diri dari kota.” Bilangan 24:19

Ketika ia melihat orang Amalek, diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Yang pertama di antara bangsa-bangsa ialah Amalek, tetapi akhirnya ia akan sampai kepada kebinasaan.” Bilangan 24:20

Ketika ia melihat orang Keni, diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Kokoh tempat kediamanmu, tertaruh di atas bukit batu sarangmu, Bilangan 24:21

namun orang Keni akan hapus; berapa lama lagi maka Asyur akan menawan engkau?” Bilangan 24:22

Diucapkannyalah juga sanjaknya, katanya: “Celaka! Siapakah yang akan hidup, apabila Allah melakukan hal itu? Bilangan 24:23

Tetapi kapal-kapal akan datang dari pantai orang Kitim, mereka akan menindas Asyur dan menindas Heber, lalu iapun juga akan sampai kepada kebinasaan.” Bilangan 24:24

Lalu bersiaplah Bileam dan pulang ke tempat kediamannya; dan Balakpun pergilah juga. Bilangan 24:25

Tiga kali Balak membujuk Bileam untuk menyerapah dan mengutuk bangsa Israel namun 5 kali Bileam menyatakan bahwa dia adalah nabi YHWH yang hanya mengatakan apa yang difirmankan oleh YHWH kepadanya untuk dikatakan. Bilangan 22:1-24:25 mencatat dengan tegas dan gamblang bahwa Bileam sama sekali tidak berniat juga tidak berdoa agar YHWH mengutuk bangsa Israel. Bileam juga sama sekali tidak menyerapah apalagi mengutuk bangsa Israel. Kenapa di dalam Ulangan 23:5 TUHAN membual bahwa Dia tidak mau mendengarkan Bileam dan mengubah kutuk Bileam menjadi berkat bagi bangsa Israel? Kenapa di dalam Yosua 24:10 kembali TUHAN membual bahwa Dia tidak mendengarkan Bileam sehingga Bileam pun memberkati bangsa Israel? Kenapa TUHAN menyangkal firman-Nya sendiri melalui Bileam bahwa MUSTAHIL menyerapah yang tidak diserapah Allah dan mengutuk yang tidak dikutuk YHWH? Karena Dia ingin mencari pujian dari bangsa Israel walau pun harus mencuri kebenaran.

Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. Ulangan 18:20

Mustahil penulis kitab Bilangan, Ulangan dan Yosua MEMBUAL atau salah CATAT sebab bila mereka terlalu berani untuk mencatat yang tidak diperintahkan TUHAN untuk ditcatatnya, dia harus mati. Dia pasti mati dibunuh YHWH. Apa yang sesungguhnya terjadi? Tidak sulit untuk menyimpulkannya. YHWH MEMBUAL untuk mencari pujian dari bangsa Israel dengan mencuri kebajikan.

Anda bisa menolak kebenaran ajaran Alkitab namun mustahil menyangkalnya.

Untuk membaca blog-blog tentang YHWH yang lain, silahkan klik di SINI.

282 thoughts on “YHWH Menjilat Muntah-Nya Sendiri

  1. Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia. Bilangan 22:22
    Ini ayat yang membingungkan, kenapa sesudah menyuruh, tetapi kemudian marah ketika perintah dituruti.

    Menurut catatan saya, ini kedua kali YHWH ingin membunuh tanpa sebab.
    Yang pertama waktu ingin membunuh musa di depan kemah, malam hari, tanpa sebab.

    • Bila anda pelajari lagi maka akan nampak ada DUA oknum yang bicara kepada Bileam. Yang satu ELOHIM dia menyuruh Bileam pergi. Yang satu lagi adalah YHWH, dia yang menghadang Bileam.

      • shalom, mo reply: dpt dikatakan disini bhw yg dimaksud itu bukan dua oknum, tetap SATU aja yg berbicara ke Bileam. ELOHIM dpt diartikan: Pencipta dari bhs Ibrani, dan YAHWEH adalah Nama Pribadi,. Elohim adlh gelar dari YAHWEH.

        • Kisanak, sebaiknya anda klik di SINI untuk membaca blog-blog hai hai tentang YHWH dan ELOHIM. Kalau setelah membaca semuanya anda masih penasaran untuk MENGAJAR, silahkan dech. Ha ha ha ha …

  2. Pingback: Catatan Seorang Teman Kristiani; “YHVH Adalah Pembual”? | KAJIAN BEBAS LINTAS LOGIKA

  3. Apakah tidak ada kemungkinan lain dalam mempertimbangkan faktor keturunan? Ruth orang Moab adalah perempuan, demikian juga Naama orang Amon. Bukannya faktor keturunan adalah dari laki-laki?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.