Sejarah Tuhan Dan Allah


Gambar: wikipedia.org

Yang pertama diterjemahkan ke dalam bahasa Nusantara (Melayu) adalah kitab Matius.  Diterjemahkan tahun 1612 oleh seorang pedagang Belanda bernama Albert Conelisz Ruyl yang mendarat di Nusantara, Batavia tahun 1600. Kitab Matius terjemahan Ruyl itu lalu dicetak oleh Jan Jacobiz Palenstein pada tahun 1629. Yang kedua diterjemahkan adalah kitab Markus yang dicetak pada tahun 1638. Untuk keperluan penerjemahan Alkitablah Albert Conelisz Ruyl menambahkan huruf H pada kata TUAN sehingga menjadi TUHAN untuk digunakan secara khusus bagi Yesus. Ruyl juga menghilangkan lafal U (W) dan mengganti lafal O menjadi A dalam lafal AULLOH  (AWLLOH) yang digunakan oleh umat Islam sehingga menjadi ALLAH untuk menerjemahkan kata Yunani THEOS. Continue reading

YHWH Menjilat Muntah-Nya Sendiri


Biarkan PEMBUAL terus membual sampai menyangkal BUALANNYA sendiri. Itulah cara gampang membongkar kedok PEMBUAL. YHWH membual? Benar! Anda ingin menyangkalnya? Mustahil! Kenapa demikian? Karena Perjanjian Lama mencatatnya dengan TEGAS dan GAMBLANG. Anda bisa menolaknya namun mustahil menyangkal kebenaran yang tercatat di dalam Alkitab. Bila memang demikian, kenapa para pengkotbah tidak pernah mengajarkannya? Saya tidak tahu! Mungkin mereka tidak memahaminya atau menolak untuk memahaminya. Continue reading