Saya Bloon Youdongo SBY


Gambar: jpnn.com

SBY: Ini adalah perayaan Natal Nasional terakhir yang saya hadiri sebagai Presiden Republik Indonesia. Meskipun, nanti saya akan menjadi warga negara biasa, tetapi komitmen saya tetap kuat untuk ikut memperjuangkan terwujudnya Indonesia yang semakin toleran, rukun dan damai, serta bebas dari diskriminasi. Continue reading

Bengcu Menggugat World Statesman Award PRA-aksi Untuk SBY


Gambar: viva.co.id

Karena belum pernah melakukan hal-hal yang PATUT dihargai dengan World Statesman Award, kenapa SBY menerimanya? Ada kartu PASKA bayar ada kartu telepon PRA bayar. Kita anggap saja SBY menerima World Statesman Award PRA aksi. Artinya, MENERIMA penghargaan dulu baru BERAKSI nanti. Karena demikian, maka bila memang JANTAN, SBY harus segera MELAKSANAKAN yang dia pidatokan. Bila memang KSATRIA maka MUI harus MENDUKUNG SBY melaksanakan yang dia pidatokan. Bila tidak demikian maka kembali satu sandiwara politikus Indonesia mencari PUJIAN dengan MENCURI kebajikan telah SUKSES dipentaskan di panggung dunia. Continue reading

Bengcu Menggugat World Statesman Award Bagi SBY


GAMBAR: wartanews.com

Kerabatku sekalian, Susilo Bambang Yudoyono akan menerima dengan senang hati PENGHARGAAN dari Statesman Award dari Appeal of Conscience Foundation. Berikut ini adalah PENGHARGAAN yang hai hai berikan kepada SBY yang terhormat dan Rabbi Arthur Schneier yang mulia sehubungan dengan penghargaan tersebut. Continue reading

Indonesia Berhasil Merusak Citra Agama Import di PBB


“Wow, selamat ya! Akhirnya MAYORITAS bangsa Indonesia berhasil MERUSAK CITRA agama IMPORT di PBB. Ini kesempatan bagi agama LOKAL Indonesia untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bersaing dengan agama-agama MANCANEGARA di kancah Internasional.” Continue reading

Susilo Bambang Yudoyono (SBY) itu Presiden Bukan Preman


Saya hai hai, MENDUKUNG rencana Pemerintah Indonesia untuk MENGHAPUS subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) namun MENENTANG para penguasa yang MENIPU rakyat dengan memutar balik FAKTA. SUBSIDI BBM itu ibarat seorang nelayan yang menjual ikan TANGKAPANNYA ke tetangganya dengan harga Rp. 4.500,-  per Kg, padahal dia bisa menjualnya di pasar lelang dengan harga Rp. 10.000,- per Kg. Tindakan NELAYAN itu disebut menjual dengan harga DISKON Rp. 5.500,- per Kg atau SUBSIDI Rp. 5.500,- per Kg. Nelayan tersebut sama sekali TIDAK perlu MENGELUARKAN uang Rp. 5.500,- per Kg ikan yang dibeli oleh tetangganya. Namun, nelayan itu kehilangan kesempatan untuk MENDAPATKAN uang Rp. 5.500,-  per Kg ikan yang dibeli oleh tetangganya. Itu berarti ucapan “PEMERINTAH tidak punya uang untuk MEMBAYAR subsidi BBM.” Yang dikeluarkan oleh para PENGUASA adalah OMONG KOSONG alias PEPESAN KOSONG belaka. UCAPAN demikian adalah PENIPUAN karena menganggap rakyat BODOH. Continue reading