
Gambar: Satu harapan.com
Pertama-tama saya ingin menyatakan penghargaan saya atas usaha saudara saya, Hai Hai Beng Cu, yang telah bekerja keras untuk menerbitkan buku ini. Melihat isi buku dan tebalnya, saya membayangkan Hai Hai sudah menghabiskan banyak sekali waktu – entah berapa tahun – untuk menggali isi Alkitab dan menggumuli pertanyaan-pertanyaan yang muncul di dalam hatinya. Saya jarang sekali menemukan anggota gereja seperti Hai Hai yang mempunyai ketekunan untuk menggali isi Alkitab dengan sungguh-sungguh serius, mencoba menggali kata-katanya dalam bahasa aslinya, bahasa Ibrani dan Yunani, dst. Continue reading

Peluncuran sekaligus diskusi buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh, Di Mata Seorang Tionghoa Kristen, diboikot beberapa gereja di Medan. Perhelatan di kafe Ye Xiang Coffee, Komplek Asia Mega Mas Medan, pada 25 Agustus 2013 itu hanya dihadiri beberapa orang. Tokoh gereja dan sarjana teologi yang diundang, tidak muncul. 