Gambar: mirror.co.uk
Devide at impera artinya memecah-belah untuk berkuasa. Itulah yang dilakukan Belanda untuk berkuasa di Nusantara. Orang-orang baik menganggap tindakan demikian selain kejam dan pengecut juga tidak bermoral. Menara Babel adalah kisah devide at impera yang dilakukan oleh TUHAN (YHWH) agar diri-Nya berkuasa atas manusia. Aneh bin ajaib! Alih-alih MENCELA umat Kristen justru mengagul-agulkan YHWH. Itu sebabnya Menara Babel adalah salah satu kisah yang paling sering diceritakan oleh guru sekolah Minggu dalam nama Yesus untuk kemuliaan Allah. Continue reading
Meskipun masih menjadikan Alkitab sumber pustakanya namun mereka tidak menjadikannya standar kebenaran lagi. Itu sebabnya, mengutip ayat Alkitab UTARA namun kotbahnya SELATAN. Menjilat Allah setinggi langit dan menghujat Iblis habis-habisan. Itukah standar kebenaran kebanyakan sarjana teologi reformed generasi ini yang juga dianut oleh Ev. Bakti Anugerah? Teologi Reformed pasti benar. John Calvin dan Stephen Tong dan teolog reformed lainnya mustahil salah. Itu sebabnya, pengkotbah yang menyebut nama John Calvin atau Stephen Tong atau teolog reformed lainnya, pasti benar ajarannya. Di samping itu, yang kotbahnya membuat saya sukacita, pastilah diurapi Allah. Itu pulakah standar kebenaran kebanyakan umat Kristen reformed yang juga dianut oleh kebanyakan anggota jemaat Gereja Reformed Injili Indonesia?
Setelah sekian lama hilang dari peredaran karena dagangan mereka nggak laris sebab ketahuan SESATNYA (bertentangan dengan ajaran Alkitab) maka akhir-akhir ini kaum namais alias para penyembah NAMA alias para penyembah BERHALA YHWH yang PUBER telat ptantang ptenteng mengajarkan ajaran BASUK bahwa umat Kristen tidak boleh menggunakan kata Allah sebab YHWH adalah NAMA pribadi yang tidak boleh diterjemahkan. Blog ini saya tulis khusus untuk MEMBUNGKAM kaum namais puber telat tersebut karena mereka benar-benar menyebalkan. LAGAK setinggi langit namun PENGETAHUANNYA kosong melompong. 
