Bukan Iblis Namun TUHAN Yang Mencelakai Ayub


Hasil gambar untuk Ev. Bakti AnugrahMeskipun masih menjadikan Alkitab sumber pustakanya namun mereka tidak menjadikannya standar kebenaran lagi. Itu sebabnya, mengutip ayat Alkitab UTARA namun kotbahnya SELATAN. Menjilat Allah setinggi langit dan menghujat Iblis habis-habisan. Itukah standar kebenaran kebanyakan sarjana teologi reformed generasi ini yang juga dianut oleh Ev. Bakti Anugerah? Teologi Reformed pasti benar. John Calvin dan Stephen Tong dan teolog reformed lainnya mustahil salah. Itu sebabnya, pengkotbah yang   menyebut nama John Calvin atau Stephen Tong atau teolog reformed lainnya, pasti benar ajarannya. Di samping itu, yang kotbahnya membuat saya sukacita, pastilah diurapi Allah. Itu pulakah standar kebenaran kebanyakan umat Kristen reformed yang juga dianut oleh kebanyakan anggota jemaat Gereja Reformed Injili Indonesia? Continue reading

Menikmati Sandra


“Sandra (bukan nama sebenarnya) memang hitam tetapi cantik, Sandra (bukan nama sebenarnya) adalah jelita di antara wanita.” Itulah caraku menggoda Sandra (bukan nama sebenarnya), sebenarnya bukan menggoda, tetapi memujinya. Setiap kali mendengar pujianku itu, dia melotot. Anehnya, ketika melotot dia malah tambah jelita, itu sebabnya, ketika dia melotot, aku juga melotot. Dia melotot sok marah, aku melotot terpesona. Sandra (bukan nama sebenarnya) memang jago melotot. Di antara teman-teman kuliahku hanya aku satu-satunya orang yang mampu mengalahkan dia dalam adu melotot. Dan hanya aku, dia dan Tuhan yang tahu, kenapa aku selalu mengalahkannya dalam adu melotot, aku main curang. Setiap kali adu melotot, setelah sekian lama saling melotot, aku lalu menurunkan pandangan mataku satu setengah jengkal ke bawah, beberapa detik kemudian, dia pasti mengaku kalah dengan tersipu-sipu sambil mengumpat, “Dasar orang gila!” Pada saat-saat tertentu, dia benar-benar marah dan menghunjamkan kukunya yang runcing, mencengkram lenganku sampai aku meringis kesakitan dan minta ampun. Continue reading