suatu hari sang naga berhenti bertarung lalu turun dari lian bu tia
kepada burung hong dia berkata, “Saatku terbang ke langit tiba.”
burung hong menatap pilu, “Pulanglah, percaya padaku.”
tujuh naga satu hong kecil, naga terkecil umurnya dua tahun Continue reading
Tag Archives: AAA
Puisi Tanpa Kanvas dan Pigura
Pelacur sampai ke sumsum tulang
melacur hingga tulang belulang
masih adakah tempat untuk cinta? Continue reading
Natal Pertama
NATAL pertama berhenti kerja jalan terlunta
di tanah kelahiran tak punya uang tak ada tempat bernaung perut membusung mengemis belas kasihan
di kandang hewan saling menghangati terpaksa rela tak punya pilihan
seribu tanya senyap seribu ragu sia-sia janji indah hanya janji dingin, bau, sepi
pun tahu sia sia menangis juga luka hati muncratkan darah suamiku malang, kasihan bukankah salah bunda? sejak awal sudah terluka istriku bukan istriku harga diri benang basah inikah cinta? lelaki lemah sedunia
pun tahu pahit kukunyah juga lelaki tanpa nyalikah aku atau lelaki hati samudera? percuma memilih Continue reading
Mei Hitam Kelam
sekarang kita tahu
dibalik awan langit selalu biru
sang Khalik tak pernah tak peduli
Ada banyak luka,
Mei datang
kembali mengucurkan darah
luka di atas luka
jangan melukai lagi
bijaksana Continue reading
