Diofisitisme (Diophysitism) berasal dari bahasa Gerika: Dyophysite. Artinya DUA HAKEKAT. Two nature. Diofisitisme adalah doktrin yang mengajarkan bahwa Yesus memiliki SATU pribadi dan DUA hakekat. Kedua hakekat Yesus itu adalah: Satu hakekat Allah (ilahi) dan satu hakekat MANUSIA. Walaupun berpadu namun kedua hakekat Yesus tidak menyatu. Continue reading
Category Archives: Yesus
Inilah Anak-Ku yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan Bukan Yesus
Lalu terdengarlah suara dari sorga (ouranon) yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Matius 3:17
Lalu terdengarlah suara dari sorga (ouranon): “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Markus 1:11
dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit (ouranou): “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Lukas 3:21-22 Continue reading
Yesus Satu Pribadi Dua Hakekat Adalah Berhala
SOLA SCRIPTURA! Hanya Alkitab! Itulah yang diagul-agulkan oleh para teolog Kristen dari generasi ke generasi sejak 500 tahun yang lalu. Sacra scriptura sui ipsus interpres! Kitab suci menyatakan dirinya sendiri! Itulah yang mereka bangga-banggakan sejak 500 tahun yang lalu. Aneh bin ajaib! Walaupun getol sekali menyerukan kedua SLOGAN tersebut di atas namun para teolog, alih-alih memahami dan mengajarkan ajaran Alkitab tentang Yesus justru kekeh jumekeh melestarikan PENGAKUAN IMAN CHALCEDON yang merupakan kesepakatan konsili Chalcedon tahun 451 untuk SESAT dan MENYESATKAN manusia. Mereka yang pernah menonton film tentang makluk luar angkasa (Alien) sebagai PARASIT alias BENALU yang merasuki tubuh manusia sebagai INANG-nya pasti mudah sekali memahami doktrin Yesus SATU pribadi DUA hakekat dalam pengakuan iman Chalcedon. Continue reading
Hari Ke 3 = Sesudah 3 Hari = 3 Hari 3 Malam Adalah Ajaran Sesat
Kenapa MENAFSIRKAN Alkitab? Seseorang menafsirkan Alkitab karena dia tidak mengerti atau menganggap yang tercatat tidak logis. Karena tidak paham maka dia pun menafsirkannya agar mengerti. Karena menganggap yang tercatat tidak logis maka dia pun menafsirkannya supaya logis. Apa pun alasannya, menafsirkan Alkitab berarti membuang peluang untuk memahaminya dengan benar. Kenapa demikian? Karena MENAFSIRKAN artinya menangkap maksud perkataan (kalimat) tidak menurut apa adanya saja, melainkan diterapkan juga apa yang tersirat (dengan mengutarakan pendapatnya sendiri). Tidak perlu menjadi GENIUS untuk mengerti bahwa frasa “3 hari 3 malam” dan “hari ke 3” serta “sesudah 3 hari” artinya berbeda-beda. Tidak perlu memiliki gelar yang lebih panjang dari namanya untuk mengetahui bahwa ajaran ngaco-belo “3 hari 3 malam” dan “hari ke 3” serta “sesudah 3 hari” memiliki arti yang sama mustahil ajaran Alkitab. Namun, kenapa para teolog bahkan Pdt. Budi Asali Mdiv dan Esra Alfres Soru STh yang menggelari dirinya Reformed SEJATI justru mengajarkan ajaran KONYOL demikian? Continue reading
