Hari Ke 3 = Sesudah 3 Hari = 3 Hari 3 Malam Adalah Ajaran Sesat


Kenapa MENAFSIRKAN Alkitab? Seseorang menafsirkan Alkitab karena dia tidak mengerti atau menganggap yang tercatat tidak logis. Karena tidak paham maka dia pun menafsirkannya agar mengerti. Karena menganggap yang tercatat tidak logis maka dia pun menafsirkannya supaya logis. Apa pun alasannya, menafsirkan Alkitab berarti membuang peluang untuk memahaminya dengan benar. Kenapa demikian? Karena MENAFSIRKAN artinya menangkap maksud perkataan (kalimat) tidak menurut apa adanya saja, melainkan diterapkan juga apa yang tersirat (dengan mengutarakan pendapatnya sendiri).  Tidak perlu menjadi GENIUS untuk mengerti bahwa frasa “3 hari 3 malam” dan “hari ke 3” serta “sesudah 3 hari” artinya berbeda-beda. Tidak perlu memiliki gelar yang lebih panjang dari namanya untuk mengetahui bahwa ajaran ngaco-belo “3 hari 3 malam” dan “hari ke 3” serta “sesudah 3 hari” memiliki arti yang sama mustahil ajaran Alkitab.  Namun, kenapa para teolog bahkan Pdt. Budi Asali Mdiv dan Esra Alfres Soru STh yang menggelari dirinya Reformed SEJATI justru mengajarkan ajaran KONYOL demikian? Continue reading