Unknown's avatar

About hai hai bengcu

Hanya seorang Tionghoa Kristen.

Mungkinkah Itu Mujizat Palsu Philip Mantofa?


Gambar: twitter.com

Menguji kesaksian mujizat bukan menguji apakah Allah mampu melakukan mujizat atau tidak? Menguji kesaksian mujizat bukan menguji apakah mujizat masih terjadi atau tidak? Menguji kesaksian mujizat adalah menguji apakah KESAKSIAN mujizat tersebut adalah kisah NYATA atau pepesan kosong belaka? Menguji kesaksian mujizat kesembuhan adalah menguji apakah MUJIZAT kesembuhan yang disaksikan itu memang benar-benar terjadi atau mujizat PALSU? Pengujian kesaksian mujizat kali ini membuktikan bahwa Philip Mantofa membuat KONSPIRASI untuk MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU. Continue reading

Kita Harus MENGUJI dan Memegang Yang Baik


Gambar: dna.com

Gambar: dna.com

UJILAH dan PEGANGLAH yang BAIK. Itulah inti ajaran Kristen. HARI sabat DICIPTAKAN untuk MANUSIA bukan MANUSIA diciptakan untuk hari sabat. Artinya: SEMUA ketetapan dibuat untuk KEBAIKAN manusia BUKAN untuk MEMBUAT manusia MENDERITA. Berikut ini adalah obrolan saya dengan seseorang. Sebut saja dia TEMAN.

Teman:  Anda anti poligami?

Haihai:  ya. maksud saya, poligami boleh asal istri setuju

Teman:  Ooo Salah satunya

Haihai: maksud anda? Continue reading

Suatu Sore


Maret merah, 83
Untuk kamu
Alfa november golf staff

Ia datang begitu saja, tanpa kuundang. Ia duduk tanpa kupersilahkan, lalu diam. Tanpa menggubris pertanyaanku. “Ada perlu apa datang ke sini?”

Lima belas menit ia duduk, diam. Air jeruk yang kusuguhkan sudah setengahnya yang berpindah ke dalam perutnya. Sudah beberapa kali aku mengulangi pertanyaanku, menanyakan keperluannya datang ke rumahku. Tak satupun dijawabnya. Aku memandanginya dengan gelisah. Entah karena kedatangannya yang tidak biasanya, entah karena tingkahnya yang aneh, menyebalkan. Continue reading

Pendeta Setiawan Oetama Di Mata Seorang Tionghoa Kristen


Gambar: GKI Samanhudi

Gambar: GKI Samanhudi

Hari Jumat sekitar jam tiga sore. Di Yerusalem. Di atas bukit Golgota. Di Atas salib. Sekitar dua ribu tahun yang lalu. Ketika nyawa-Nya terancam Yesus justru berdoa, “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu yang dilakukannya.” Sok pahlawan! Sok murah hati! Dua puluh sekian tahun yang lalu, di GKI Cicurug. Beberapa orang jemaat menuntut Pdt. Setiawan Oetama minta maaf atau mereka akan meninggalkan GKI Cicurug. Aneh bin ajaib! Pdt Setiawan minta maaf yang berarti mengakui PELANGGARAN yang tidak dilakukannya. Pengecut! Takut gereja kehilangan uang persembahan! Perlu bertahun-tahun bagi saya untuk bisa memahami tindakan Pdt. Setiawan di GKI Cicurug. Perlu puluhan tahun bagi saya untuk mampu memahami tindakan Yesus di atas kayu salib. Continue reading