Kegelisahan Sang Apologet Jalanan


FOTO: Ita Siregar

Menuruti garis keturunannya sebagai seorang Tionghoa, hai hai bengcu mempelajari kitab dan tradisi leluhur dan tidak berupaya menghapusnya hanya karena ia beragama Kristen. Menerima takdirnya yang lain sebagai pengikut Kristus, tidak lantas membuat penulis buku ini menjadi lemah menghadapi perilaku pemimpin agama yang dianggapnya tidak lagi setia pada teks Kitab Suci. Keberanian penulis dalam mengaitkan teks kedua kitab dengan kondisi mutakhir, lalu memunculkan makna baru, merupakan kepekaan yang mengagumkan. Dan lahirnya buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh ini (Atma Bina Semesta, 2013), lebih merupakan berbagi kegelisahan atas apa yang dialami dan dilihat penulis sedikitnya dalam tujuh tahun belakangan. Continue reading

Buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen


SampulbengcuPukulan yang tidak mematikan membuat yang dipukul semakin kuat. Itulah alasan kenapa buku ini tidak jadi terbit tahun 2006 yang lalu. Diperlukan waktu tujuh tahun untuk menggali Alkitab lebih dalam lagi dan menguji lebih banyak kesaksian lagi serta diuji lebih banyak orang lagi. Itu sebabnya yang tertulis di dalam buku ini benar-benar tidak takut diuji bahkan dipuji karena sudah berkali-kali diuji ratusan orang. Continue reading