FATWA Mahkamah Agung Bukan 1001 Mimpi


Gambar: wikipedia.org

Gamawan Fauzi dan FORKAMI (Forum Komunikasi Muslim Indonesia) mewartakan bahwa Walikota Bogor sudah melaksanakan Putusan Mahkama Agung dan melakukan hal yang benar di mata hukum dengan mencabut IMB GKI Yasmin. Keduanya pun menuduh GKI Yasmin menyembunyikan sebagian FATWA Mahkamah Agung RI untuk mengelabui masyarakat bahkan FORKAMI menambahkan GKI Yasmin pun mengelabui Ombudsman Republik Indonesia. Apakah yang diwartakan oleh Gamawan Fauzi dan FORKAMI adalah FAKTA atau PEPESAN kosong belaka? Continue reading

GKI Yasmin Tidak Melanggar Tata Gereja


Beberapa bunglon GKI yang menyangka dirinya BUAYA menghasut jemaat GKI untuk menentang bahkan menekan Majelis Jemaat GKI untuk MELARANG Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa yang dilakukan oleh GKI Yasmin di depan Istana. Apa tujuan GKI Yasmin mengadakan Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa di depan Istana setiap dua minggu sekali? MENGGUGAH pemerintah pusat dan pemerintah kota serta pemerintah daerah untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan MENAATI dan MENEGAKKAN hukum NKRI. Pemerintah seharusnya memberi teladan kepada rakyat untuk menaati HUKUM, bukannya memberi contoh melanggar hukum dengan semana-mena. MENGGUGAH kesadaran berbangsa dan bernegara seluruh bangsa Indonesia dengan ikut serta secara aktif MENEGAKKAN hukum dengan MENAATI hukum dan ikut serta MENGGUGAH pemerintah untuk MENAATI HUKUM dan menjalankan fungsinya sebagai PENEGAK hukum dengan MENEGAKKAN HUKUM Negara Kesatuan Republik Indonesia. Continue reading

Bunglon GKI Mau Voting Relokasi Gereja Yasmin


Kami Beribadah di sini karena Gereja kami DISEGEL TANPA ALASAN oleh PEMKOT Bogor. Pemerintah seharusnya MENEGAKKAN hukum. PENGUASA seharusnya menjadi TELADAN dalam MENAATI hukum. ilustrasi: http://tulisanfatih.wordpress.com

Saya mendengar suara burung yang bercerita tentang beberapa BUNGLON GKI yang menyangka dirinya BUAYA hanya karena telah di utus oleh gerejanya untuk MELAKUKAN beberapa pekerjaan  dan untuk membedakan yang satu dengan yang lainnya, mereka pun diberi gelar alias JABATAN. Menyangka diri bijaksana padahal TOLOL. Mengagul-agulkan diri pahlawan padahal MENGKHIANATI jamaat. Mengaku diri gembala namun melakukan PREMANISME kepada jemaat. Setelah puas MENGHASUT mereka pun MENEKAN Majelis JEMAAT melakukan VOTING agar GKI Yasmin menerima usulan RELOKASI dari Walikota Bogor. Karena rapat Majelis Jemaat nggak QUORUM, maka BUAYA-BUAYA sialan itu pun NGACIR dan berjanji akan datang lagi sambil tak lupa menghasut dan menekan Jemaat yang setiap minggu URUNAN untuk MEMBAYAR gaji mereka untuk MEMATUHI kehendak mereka. Aneh bin Ajaib. BUNGLON GKI menyangka dirinya BUAYA lalu mendikte MAJIKAN yang MENGGAJI mereka? MENGENASKAN! Continue reading