Walikota Bogor dan Gubernur Serta Mendagri Membohongi Publik


GAMBAR: Suarapembaruan.com

Berkali-kali dalam berbagai kesempatan, Walikota Bogor Diani Budiarto dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serta Menteri Dalam Negeri Gamawam Fauzi menyatakan tindakan Walikota Bogor mencabut IMB Gereja Yasmin adalah BENAR di mata HUKUM, itu sebabnya GKI Yasmin tidak berani menjalankan FATWA Mahkamah Agung RI (MA RI) agar MENGAJUKAN upaya hukum gugatan ke Pengadilan yang berwenang yurisdiksinya bila MERASA dirugikan. Bagi yang MENGERTI hukum, tindakan Diani Budiarto dan Ahmad Heryawan serta Gamawam Fauzi demikian adalah PEMBOHONGAN publik namun bagi masyarakat awam yang tidak paham hukum PEMBOHONGAN publik demikian justru nampak LOGIS dan BENAR adanya. Continue reading

Dung Dung Pret Mau Relokasi Bersyarat


gambar: goodreads.com

“Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” bilang: Sinode GKI memperhatikan kepentingan GKI yang lebih luas bahkan kepentingan NASIONAL, kepentingan BANGSA itu sebabnya menggunakan cara Kristiani yang ELEGAN dengan prinsip MENGOSONGKAN diri untuk MENGALAH meskipun MENANG di pengadilan agar tidak memberi AMUNISI kepada pihak lain untuk MENYERANG gereja. Makanya Sinode GKI memaksa jemaat GKI Yasmin menghentikan aksi Kebaktian Bagi Negeri di depan Istana yang ditunggangi LSM dan partai politik dan politikus dan negara asing karena SIKAP yang diekspresikan GKI Yasmin menjadi AMUNISI bagi pihak lain untuk MENYERANG gereja dengan mempermasalahkan gereja yang tidak punya IMB dan mempersulit pengurusan IMB gereja. Selanjutnya Sinode GKI akan menanggapi usul RELOKASI walikota Bogor dengan mengubah fungsi gereja GKI Yasmin menjadi MONUMEN tempat diskusi KEBANGSAAN atau RELOKASI dengan syarat: Lokasinya disetujui GKI, tanahnya harus milik GKI dan IMB GKI Yasmin Relokasi harus TERBIT sesuai dengan WAKTU yang ditentukan GKI. Continue reading

FATWA Mahkamah Agung Bukan 1001 Mimpi


Gambar: wikipedia.org

Gamawan Fauzi dan FORKAMI (Forum Komunikasi Muslim Indonesia) mewartakan bahwa Walikota Bogor sudah melaksanakan Putusan Mahkama Agung dan melakukan hal yang benar di mata hukum dengan mencabut IMB GKI Yasmin. Keduanya pun menuduh GKI Yasmin menyembunyikan sebagian FATWA Mahkamah Agung RI untuk mengelabui masyarakat bahkan FORKAMI menambahkan GKI Yasmin pun mengelabui Ombudsman Republik Indonesia. Apakah yang diwartakan oleh Gamawan Fauzi dan FORKAMI adalah FAKTA atau PEPESAN kosong belaka? Continue reading