Meskipun masih menjadikan Alkitab sumber pustakanya namun mereka tidak menjadikannya standar kebenaran lagi. Itu sebabnya, mengutip ayat Alkitab UTARA namun kotbahnya SELATAN. Menjilat Allah setinggi langit dan menghujat Iblis habis-habisan. Itukah standar kebenaran kebanyakan sarjana teologi reformed generasi ini yang juga dianut oleh Ev. Bakti Anugerah? Teologi Reformed pasti benar. John Calvin dan Stephen Tong dan teolog reformed lainnya mustahil salah. Itu sebabnya, pengkotbah yang menyebut nama John Calvin atau Stephen Tong atau teolog reformed lainnya, pasti benar ajarannya. Di samping itu, yang kotbahnya membuat saya sukacita, pastilah diurapi Allah. Itu pulakah standar kebenaran kebanyakan umat Kristen reformed yang juga dianut oleh kebanyakan anggota jemaat Gereja Reformed Injili Indonesia?
Memberanikan diri bertanya, tentang kesalehan Ayub, di dalam kotbahnya tanggal 12 Februari 2012, Ev. Bakti Anugrah, MA mengajarkan:
Kesalehan menjadi sesuatu yang langka di zaman kita. Barang langka cenderung menjadi mahal atau dianggap aneh. Seorang yang saleh itu dapat menjadi aneh di tempat di mana kekudusan itu langka terjadi. Ayub mungkin merupakan tokoh yang paling tua bahkan mungkin sebelum Abraham. Jadi sebelum Allah mengikat perjanjian dengan Abraham dalam Kejadian 15, Allah telah menyatakan Diri-Nya kepada Ayub. Ayub tinggal di tanah Us. Ayub adalah seorang yang saleh dan jujur. Kitab ini mau menunjukkan bahwa di dalam dunia di mana kejahatan terjadi, orang-orang benar mungkin akan mengalami penderitaan yang tidak adil. Tuhan mengizinkan hal ini terjadi dan Tuhan yakin dengan iman percaya anak-anak-Nya. Meskipun si jahat mencobai anak-anak-Nya sampai habis namun mereka tetap percaya kepada Tuhan. Inilah Ayub.
Ayub adalah seorang benar tetapi bukan berarti ia tidak memiliki pergumulan iman. Ayub bergumul mengerti maksud Tuhan yang tidak diungkapkan. Ayub pasal 1 & 2 tidak pernah diketahui oleh Ayub sendiri, kitalah yang tahu. Pasal 1 dimulai dengan pendahuluan kesalehan Ayub di bumi. Pasal 1 & 2 merupakan pasal yang begitu penting untuk mengerti seluruh kitab Ayub.
Ayub diperkenalkan sebagai seorang yang takut akan Tuhan, ia menjauhi kejahatan dan hidupnya dilimpahi dengan kemakmuran. Takut akan Tuhan adalah dasar dari hikmat, dari pengertian. Ini tema utama khususnya kitab Amsal. Pengertian takut akan Tuhan di sini lebih kepada bijaksana dalam orang yang hidup takut akan Tuhan. Ayub dicatat sebagai seorang yang saleh (blameless) dan jujur (upright) atau tidak ada kesalahannya dan lurus. Kata saleh di sini mengacu pada kematangan rohani dan integritas hidupnya. Sebagai anak-anak Tuhan, hidup kita seharusnya mengarah kepada blameless. Seringkali kita hidup tanpa integritas, apa yang kita percayai dan sikap hidup kita terlalu berbeda jauh, kita menjadi orang yang munafik. Ayub tidak demikian. Apa yang ia ketahui itulah yang ia hidupi. Sedangkan kata upright berhubungan dengan bagaimana Ayub menghadapi hidupnya dalam cara Tuhan, lurus mengikuti jalur (seperti kereta api yang berjalan di dalam relnya). Ayub tahu jalurnya dan ia hidup mengikutinya. Ia menjauhi kejahatan dan takut akan Tuhan. Keempat karakter ini dimiliki Ayub.
Kadang-kadang dalam ancaman dan kesulitan hidup, kita cenderung lebih takut kepada manusia dari pada kepada Tuhan. Tuhan sudah mengingatkan jangan takut kepada manusia yang dapat membinasakan tubuhmu tetapi tidak dapat membinasakan rohmu, tetapi takutlah kepada Dia yang dapat membinasakan baik tubuh maupun rohmu. Calvin mengatakan ketakutan terhadap kematian bagi orang percaya adalah suatu kesesatan. Banyak anak Tuhan yang tidak memiliki keberanian menghadapi kematian. Inilah dilema kita. Di satu sisi kita percaya Tuhan tetapi di sisi lain kita lebih memikirkan untung rugi bagi diri kita, kenyamanan, keamanan diri sendiri sehingga kita sulit untuk hidup benar dan takut akan Tuhan. Ayub tidak demikian.
Ayub juga seorang yang kaya dan berkelimpahan. Ayub punya 10 anak, 7 anak laki-laki, 3 anak perempuan. 10 dan 7 merupakan angka kegenapan dan kesempurnaan. Harta Ayub begitu banyak, bahkan untuk ukuran zaman kita sekarang. Ayub dicatat sebagai seorang terkaya dari semua orang di sebelah Timur. Ini jarang terjadi. Banyak orang kaya hidupnya tidak takut akan Tuhan. Tidak demikian halnya dengan Ayub.
Anak-anak Ayub senang berpesta secara bergantian. Setelah berpesta Ayub memanggil anak-anaknya dan mempersembahkan korban bagi mereka. Ayub berfungsi sebagai imam bagi keluarganya. Meskipun ia kaya dan memiliki segala sesuatu, ia melakukan kewajiban sebagai kepala keluarga dengan begitu serius. Ayub takut kalau-kalau anak-anaknya berbuat dosa waktu berpesta. Waktu Ayub mempersembahkan korban bagi anak-anaknya ini bukan karena ia tahu dengan persis dosa yang dilakukan anak-anaknya itu. Ayub melakukannya untuk dosa-dosa yang tidak kelihatan, Ayub takut kalau anak-anaknya mengutuki Tuhan dalam hatinya. Mungkin Ayub mempersembahkan korban setiap hari. Ayub takut Allah dihujat oleh anak-anaknya. Ayub begitu mengasihi anak-anaknya. Hal ini kelihatan dari cara Ayub memperhatikan kerohanian anak-anaknya.
Kini kecelakaan terjadi dalam hidup Ayub. Suatu hari datanglah anak-anak Tuhan menghadap Tuhan dan juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” Kalimat dalam ayat 1 diulang semua oleh Tuhan.
(Ayat 9-11) Pertanyaan iblis adalah meragukan motivasi Ayub. Iblis beranggapan bahwa Ayub mengasihi Tuhan karena ia punya sesuatu. Jika ia tidak punya apa-apa, apakah Ayub masih takut akan Tuhan? Tuhan menyatakan bahwa Ayub adalah hamba-Nya. Hamba di sini lebih dari sekedar budak. Hamba di sini mengacu kepada ikatan perjanjian (kovenan) antara Tuhan dan Ayub dimana Allah sebagai Tuhan dan Ayub sebagai umat. Ikatan ini biasanya didahului dengan suatu sumpah. Kata ini melambangkan suatu ikatan yang begitu kuat sampai Ayub begitu mengasihi Tuhan. Tetapi setan mempertanyakan hal ini. Di sinilah kunci awal dari kesulitan Ayub. Tuhan menguji Ayub sekaligus memberinya kesempatan untuk menyatakan kemuliaan-Nya.
Tujuan hidup manusia yang utama adalah memuliakan dan menikmati Tuhan. Inilah yang dibalikkan oleh setan. Setan ingin merebut kemuliaan Tuhan. Caranya adalah dengan membuat manusia tidak lagi menikmati Tuhan. Setan tidak peduli apakah kita takut kepada dia atau tidak, yang setan inginkan adalah kita tidak takut lagi kepada Tuhan, kita tidak menikmati Tuhan. Ini yang setan lakukan terhadap Ayub dan juga kita. Masih dapatkah kita memuji Tuhan waktu kita kehilangan orang yang kita kasihi, kehilangan anak, kehilangan seluruh harta benda kita atau ditimpa sakit penyakit dan kesulitan yang hebat? Atau kutukan sudah keluar sedikit dari mulut kita? Inilah yang dicari setan.
(Ayat 8) Tuhan yang mulai bertanya kepada iblis. Kemudian kita berkata dalam hati, ‘untung saya tidak sesaleh Ayub. Jika hidup saya saleh maka akan diuji Tuhan seperti Tuhan menguji Ayub’. Inilah kejahatan kita. Mungkin hidup kita tidak saleh karena selama ini kita sudah menjadi temannya setan dan hidup seperti setan. Kej.3:15 sudah mengatakan bahwa akan ada peperangan yang terus-menerus antara keturunan perempuan dan keturunan ular. Jika kita adalah anak-anak Tuhan maka pasti kita menjadi musuh dari keturunan ular (iblis) dan terjadi peperangan. Tidak ada perang aman. Hidup Ayub tidak lancar. Tuhan ingin membuktikan bahwa Ayub betul-betul mengasihi Tuhan bukan karena berkat yang ia terima tetapi karena ia berada dalam hubungan kovenan yang tidak dapat dilepaskan.
Si penuduh itu mengatakan Ayub munafik. Pertama harta benda Ayub dihabiskan kemudian lembu sapi, kambing domba, lalu budak-budak Ayub semuanya habis. Masih belum cukup, 10 anak Ayub pun mati sekaligus dalam sekejap. Ayub, yang tadinya memiliki segala sesuatu dengan sempurna, kini ia punya apa? Hilang semua! Dari sekian banyak harta benda, budak-budak, dan 10 anak, kini tersisa 4 orang budak yang melaporkan musibah demi musibah itu kepada Ayub.
Hal pertama yang Ayub lakukan bukanlah mencari orang-orang Kasdim itu, atau menuntut arsitek yang membuat bangunan sampai rubuh menimpa anak-anaknya tetapi Ayub mengoyakkan jubahnya, mencukur kepalanya. Ini menandakan kesedihannya yang begitu dalam. Ayub jelas begitu mengasihi anak-anaknya. Jika tidak sayang untuk apa ia mempersembahkan korban bakaran setiap kali seusai pesta yang dilakukan anak-anaknya? Ayub mengoyakkan jubahnya, menangis, memasang abu di kepalanya dan mengatakan, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Bagian ini begitu kontras dengan apa yang dikatakan setan. Apa yang diinginkan setan gagal. Waktu semua diambil Ayub bukannya mengutuki Tuhan tetapi justru memuji Tuhan. Kalimat ini sulit dikatakan jika bukan oleh seorang yang punya ikatan perjanjian dengan Tuhan. Tidak gampang. Jika anak atau istri kita diambil Tuhan bagaimana? Bisakah kita memuji Tuhan? Ayub lulus tes.
Bukan berarti Ayub tidak berdosa sama sekali (bdk. 13:26; 14:16,17) tetapi seperti yang dicatat dalam ayat 5, Ayub begitu cepat membereskan dosanya di hadapan Tuhan. Ini yang menyebabkan ia dicatat sebagai orang benar. Ayub bukan super hero. Ayub adalah manusia biasa tetapi ia cepat menyelesaikan dosanya. Anaknya saja yang masih belum pasti berbuat dosa (baru kemungkinan) langsung dibereskan Ayub di hadapan Tuhan, apalagi jika ia sendiri berbuat dosa. Ini yang membuat hati Ayub begitu dekat dengan Tuhan. Calvin mengatakan orang kudus bukan orang yang tidak memiliki dosa sama sekali tetapi orang yang peka akan dosanya yang paling kecil sekalipun. Seharusnya kita memiliki hati yang peka seperti Ayub ini. Berapa banyak hidup dan kata-kata kita yang tidak memuliakan Tuhan? Cepatlah kita bertobat. Itu sebabnya Ayub tahu bahwa semua berasal dari Tuhan dan Ia berhak mengambil semuanya kembali. Kesadaran semacam ini adalah kesadaran seorang yang hatinya tidak terletak pada hartanya. Hatinya hanya terikat pada Tuhan yang memberikan harta. Jika hati kita ditaruh pada harta benda, pada orang yang kita kasihi, masihkah kita memuliakan Tuhan pada waktu semua itu diambil oleh Tuhan? Ini tujuan setan. Setan mau membuat kita tidak memuliakan dan menikmati Tuhan.
(Ayb.2:1-3) Di dalam kedaulatan Tuhan, Dialah yang menyebabkan segala sesuatu terjadi (first cause), setan adalah secondary cause (Ayb.2:4-7). Di sini bukan berarti Tuhan dapat dibujuk oleh setan. Justru bagian ini mau menyatakan bahwa semua yang dilakukan oleh iblis haruslah dengan persetujuan Allah. Setan begitu tekun mengejar Ayub supaya mengutuki Tuhan. Iblis berkata, “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” Ujian Tuhan kepada Ayub begitu besar.
(Ayat 9) Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” Dalam keadaan seperti ini, secara manusiawi perkataan istri Ayub sangat bisa dimengerti. Namun Ayub menjawab istrinya, “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Kata perempuan gila di sini lebih tepat diterjemahkan bodoh (ada hubungan dengan mereka yang menghujat nama Tuhan). Ayub mengingatkan istrinya supaya jangan berkata seperti orang yang menghujat Tuhan.
Kisah Ayub jadi peringatan bagi kita. Kekayaan, anak istri, kesehatan, semua dari Tuhan. Masihkah kita memuji Tuhan waktu semuanya ini diambil oleh Tuhan? Ayub menjaga kekudusannya di hadapan Tuhan. Dalam seluruh kitab ini tujuan setan hanya satu yaitu ia ingin membuat Ayub mengutuki Tuhan. Ayub tidak melakukannya. Betapa indahnya kerohanian seperti ini yang tidak dipengaruhi keadaan miskin atau kaya, sehat atau sakit. Penilaian Tuhan terhadap Ayub terbukti benar. Ayub masih memuliakan Tuhan. Jika kita emas murni, jika kita anak Tuhan, kita tidak perlu takut dengan api pengujian. Yakobus mengatakan ujian iman adalah penting untuk membuktikan kemurnian iman kita. Bersiap-siaplah menghadapi ujian Tuhan dan menyatakan kemuliaan-Nya. Tuhan tidak pernah salah. Kita punya pengharapan melampaui keadaan kita yang sekarang. Masihkah kita berkata, “Tuhan saya tahu ini berat, tetapi saya tidak mau mengutuki Tuhan. Aku tahu hidupku adalah untuk memuliakan Tuhan.” (Ringkasan belum diperiksa pengkotbah. VP)
Bengcu Menggugat:
Alkitab harus dipahami, tidak boleh ditafsirkan karena Alkitab ditulis untuk dipahami, bukan ditafsirkan. Memahami artinya mengerti benar. Manafsirkan artinya menangkap maksud perkataan tidak apa adanya saja namun mengutarakan pikiran sendiri atas suatu perkataan. Mengajarkan yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya MEMBUAL. Mengajarkan yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya menyesatkan. Itulah kebenarannya! Sayang sekali kebanyakan pengkotbah Kristen sudah melupakan kebenaran demikian. Itu sebabnya mereka menceritakan dongeng sebagai ajaran Alkitab. Itu sebabnya kebanyakan anggota jemaat menolak kebenaran karena kecanduan dongeng.
YHWH Bukan Elohiym
Bakti Anugrah: Suatu hari datanglah anak-anak Tuhan menghadap Tuhan dan juga Iblis.
Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah (Elohiym) menghadap TUHAN (YHWH) dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Ayub 1:6
Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. Kejadian 6:19-20
Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. Kejadian 7:2-3
YHWH bukan Elohiym. TUHAN bukan Allah. Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah namun banyak orang yang pernah bertemu dengan YHWH. Itulah bukti YHWH mustahil Elohiym. TUHAN bukan Allah.
Kejadian 6:19-20 adalah firman Allah kepada Nuh sedangkan Kejadian 7:2-3 adalah firman TUHAN. Itulah BUKTI bahwa YHWH bukan Elohiym. Keduanya tidak ESA itu sebabnya firman-Nya berbeda.
Ev. Bakti Anugerah bukan satu-satunya teolog yang tidak tahu bahwa YHWH bukan Allah.
Kebanyakan teolog reformed tidak tahu kebenaran demikian karena mereka tidak belajar Alkitab dengan cara yang benar itu sebabnya tidak memahaminya dengan benar.
Tidak perlu membedakan TUHAN dan Allah karena ketiga-Nya ESA? Bila demikian maka mengajarkan Allah Bapa mati disalib lalu mati sama benarnya dengan mengajarkan Yesus mati disalib sampai mati?
Tidak Ada Perjanjian TUHAN dan Ayub
Bakti Anugrah: Ayub mungkin merupakan tokoh yang paling tua bahkan mungkin sebelum Abraham. Jadi sebelum Allah mengikat perjanjian dengan Abraham dalam Kejadian 15, Allah telah menyatakan Diri-Nya kepada Ayub.
Bakti Anugrah: Tuhan menyatakan bahwa Ayub adalah hamba-Nya. Hamba di sini lebih dari sekedar budak. Hamba di sini mengacu kepada ikatan perjanjian (kovenan) antara Tuhan dan Ayub di mana Allah sebagai Tuhan dan Ayub sebagai umat. Ikatan ini biasanya didahului dengan suatu sumpah. Kata ini melambangkan suatu ikatan yang begitu kuat sampai Ayub begitu mengasihi Tuhan.
Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN (YHWH) menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa (El Shadday), hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak. Kejadian 17:1-2
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Ayub 42:5
Allah alias Elohiym alias El Elyown tidak mengikat perjanjian dengan Abraham. Yang mengikat perjanjian dengan Abraham adalah El Shadday alias YHWH alias TUHAN.
Ayub 42:5 di atas adalah bukti bahwa YHWH tidak membuat perjanjian dengan Ayub, itu sebabnya Ayub mengaku hanya mendengar tentang-Nya dari kata orang. Tidak ada satu ayat alkitab pun yang mencatat kisah YHWH membuat perjanjian dengan Ayub. Ajaran YHWH membuat perjanjian dengan Ayub benar-benar ngaco-belo!
Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: “Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.” Ayub 1:17
datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.” Ayub 1:15
TUHAN menyuruh gerombolan-gerombolan Kasdim, gerombolan-gerombolan Aram, gerombolan-gerombolan Moab dan gerombolan-gerombolan bani Amon melawan Yoyakim; Ia menyuruh mereka melawan Yehuda untuk membinasakannya sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan para hamba-Nya, yaitu para nabi. 2 Raja-raja 25:4
Keturunan Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan Dedan. 1 Tawarikh 1:32
Ketika ketiga sahabat Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka datanglah mereka dari tempatnya masing-masing, yakni: Elifas, orang Teman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat untuk mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia. Ayub 2:11
Inilah keturunan Esau, bapa orang Edom, di pegunungan Seir. Nama anak-anaknya ialah: Elifas, anak Ada isteri Esau; Rehuel, anak Basmat h isteri Esau. Anak-anak Elifas ialah Teman, Omar, Zefo, Gaetam dan Kenas. Kejadian 36:9-11
Ayub hidup sebelum Abraham? Mustahil! Kenapa demikian? Karena Suku Kasdim dan Syeba serta Suah baru ada setelah Abraham. Bangsa Shyeba dan Suah adalah keturunan Abraham dari Ketura. Bangsa Teman adalah keturunan Esau. Ajaran Ayub hidup sebelum Abraham benar-benar ngaco-belo!
Angka Kegenapan Dan Kesempurnaan
Bakti Anugrah: 10 dan 7 merupakan angka kegenapan dan kesempurnaan
Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan bahwa angka 10 dan 7 merupakan angka kegenapan dan kesempurnaan. Bila demikian, dari mana Ev. Bakti Anugerah mendapatkan ajaran demikian? Dari hongkong kali?
Hedonisme Kristen
Bakti Anugrah: Tujuan hidup manusia yang utama adalah memuliakan dan menikmati Tuhan.
John Piper menyebut dirinya Hedonis Kristen alias orang Kristen yang memuja dan mengejar kenikmatan. Lebih lanjut dia mengajarkan bahwa: Tujuan utama Allah adalah memuliakan Allah dan menikmati diri-Nya sendiri selama-lamanya. Tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah dengan menikmati Dia selamanya.
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah dunia (erets) dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:28
Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mencatat ajaran John Piper. Kejadian 1:28 menyatakan bahwa tujuan utama manusia adalah beranakcucu, menaklukkan dunia dan berkuasa atas segala makluk. Dari mana John Piper mendapatkan ajarannya? Dari hongkong kali?
Mengajarkan yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya membual. Mengajarkan yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya menyesatkan.
YHWH dan Bakti Anugerah Sama-sama Membual
Bakti Anugerah: Di sini bukan berarti Tuhan dapat dibujuk oleh setan. Justru bagian ini mau menyatakan bahwa semua yang dilakukan oleh iblis haruslah dengan persetujuan Allah. Setan begitu tekun mengejar Ayub supaya mengutuki Tuhan.
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? 1:9
Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. 1:10
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” Ayub 1:11
Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN. Ayub 1:12
Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” Ayub 2:3
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Ayub 2:4
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” Ayub 2:5
Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” Ayub 2:6
Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya. Ayub 2:7
Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas. Ayub 42:11
Kisah Ayub sangat gamblang, itu sebabnya mudah sekali memahaminya. Ketika YHWH mengagul-agulkan kesalehan dan kejujuran Ayub, Iblis menyatakan Ayub yang belum TERUJI tidak layak dipuji. Iblis lalu menggoda YHWH untuk mencobai Ayub. YHWH lalu menyatakan memberi kuasa kepada Iblis untuk mencelakai Ayub, namun, YHWH kemudian mengaku bahwa Dialah mencelakai Ayub tanpa alasan karena termakan BUJUKAN Iblis. Pengakuan YHWH adalah bukti bahwa Iblis TIDAK mencelakai Ayub sama sekali.
Bila yang mencelakai Ayub adalah YHWH, kenapa Dia menyatakan memberi kuasa kepada Iblis? Bila memberi kuasa kepada Iblis untuk mencelakai Ayub, kenapa YHWH mengaku diri-Nya yang mencelakai Ayub?
Biarkan pembual terus membual sampai menyangkal bualannya sendiri. YHWH berlagak memberi kuasa kepada Iblis agar anak-anak Allah menyangka iblislah yang mencelakai Ayub? YHWH lalu menyangkal bualannya dengan MENGAKU diri-Nya mencelakai Ayub tanpa alasan karena terbujuk oleh Iblis?
Mungkinkah pada saat YHWH berkata, “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya,” dan “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” Dia hanya mengucapkannya padahal Allah alias Elohiym yang berkata-kata? Seperti keledai Bileam berkata-kata namun YHWH yang bicara? Bila hal demikian yang terjadi, itu berarti Allah yang tidak kelihatan BERBICARA melalui YHWH. YHWH mendapatkan kuasa untuk mencelakai Ayub dari Allah.
Di Perjanjian Lama, tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mencatat kisah Iblis BEREBUT kemuliaan dengan YHWH. Yang tercatat adalah YHWH minta bangsa Yahudi menyembah-Nya sebagai satu-satunya Allah. Juga tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mencatat kisah Iblis tekun mengejar Ayub supaya mengutuki Tuhan.
Keturunan Perempuan VS Keturunan Ular
Bakti Anugrah: Mungkin hidup kita tidak saleh karena selama ini kita sudah menjadi temannya setan dan hidup seperti setan. Kejadian 3:15 sudah mengatakan bahwa akan ada peperangan yang terus-menerus antara keturunan perempuan dan keturunan ular. Jika kita adalah anak-anak Tuhan maka pasti kita menjadi musuh dari keturunan ular (iblis) dan terjadi peperangan.
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kejadian 3:15
Yang tercatat dalam Kejadian 3:15 adalah permusuhan antara keturunan perempuan dan keturunan ULAR. Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mencatat tentang anak-anak TUHAN pasti menjadi musuh dari keturunan ular (iblis) dan terjadi peperangan. Bila demikian, dari mana Bakti Anugerah mendapatkan ajaran demikian? Dari hongkong kali?
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; Ibrani 2:14
Iblis alias Satan sudah dimusnahkan! Bila demikian, kenapa Ev. Bakti Anugerah mengajarkan tentang menjadi temannya setan dan hidup seperti setan? Karena dia tidak belajar Alkitab baik-baik bukan mungkin karena dia sudah menukar kebenaran ajaran Alkitab dengan dongeng?
NB.
Untuk membaca blog-blog lain yang berhubungan dengan GRII, silahkan klik di SINI
Untuk membaca blog-blog tentang YHWH yang lain, silahkan klik di SINI.
Mas Zero, replynya ada di atas, jadi satu sama reply ke Bengcu ya. Thanks.
@ mas Kalebyosua, mas ini baca thread sepotong-potong toh? (-_-“) Mbok ya baca dari atas…..
Makanya justru saya itu mau nanya ke Ko Bengcu. Dia itu Kristen karena apa? Karena dia percaya kalau Iblis sudah ga ada.
Makanya saya tanya ke dia, kalau memang Iblis sudah gak ada, musnah, tiada, kita sekarang orang Kristen ini ngapain masih belajar? Kuno banget dan tidak berguna donk Alkitab kalau sudah tidak ada esensinya sampai detik ini?
Perlu saya tambahkan ya, saya gak mau ah ngikutin Iblis.
Saya jadi Kristen bukan karena takut sama Iblis. Justru karena saya ikut Tuhan, makanya saya jadi Kristen.
Dan saya belajar, ayat Alkitab menulis Yesus memusnahkan dia, yang berkuasa atas maut, karena dibuktikan kalau Dia bisa bangkit dari maut. Dia ada di atas kuasa Iblis.Iblis yang tadinya berkuasa atas Dia, tidak lagi berkuasa.
Dan Yesus menyatakan, jika mau selamat, ya percaya sama Dia. Kalau Iblisnya kita sudah tidak ada, untuk apalagi?
Makanya saya itu nanya, kenapa Ko Bengcu jadi Kristen…..
Dicerna lagi donk comment saya….
@Nancy Indrawati, saya lanjutkan disini ya…
Anda mengatakan :
Dan saya belajar, ayat Alkitab menulis Yesus memusnahkan dia, yang berkuasa atas maut, karena dibuktikan kalau Dia bisa bangkit dari maut. Dia ada di atas kuasa Iblis.Iblis yang tadinya berkuasa atas Dia, tidak lagi berkuasa.
Anda sendiri yang mengatakan ayat Alkitab menulis Yesus memusnahkan dia yang berkuasa atas maut, itu berarti penguasa maut sudah musnah bukan? Jangan disamakan antara memusnahkan dengan mengalahkan maut. Yesus bangkit karena Ia mengalahkan maut (dalam arti maut tidak bisa menahan Yesus ketika Yesus dibangkitkan), bukan karena memusnahkan maut.
Anda mengatakan :
Dan Yesus menyatakan, jika mau selamat, ya percaya sama Dia. Kalau Iblisnya kita sudah tidak ada, untuk apalagi?
Saya kurang nangkap maksud anda mengatakan “iblisnya kita”. Apakah kita manusia memiliki iblis? Tapi mungkin yang anda maksudkan iblis yang membujuk, mempengaruhi, merasuki manusia sehingga selalu melawan Tuhan dengan melakukan dosa.
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Roma 12:2
Berubahlah oleh pembaharuan budimu, itu yang membuat kita dapat melakukan kehendak Tuhan, bukan masalah iblis ada atau tidak. Jadi meskipun tidak ada iblis, Alkitab tetap diperlukan agar manusia memiliki standar untuk memperbaharui budinya, dengan kata lain dapat mengenal kebenaran.
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Yakobus 1:14
Menurut anda manusia melakukan dosa karena iblis? manusia melakukan dosa karena pencobaan oleh keinginannya sendiri. Ada atau tidak adanya iblis tidak akan mempengaruhi manusia melakukan dosa atau tidak.
Dari mana anda tahu kalau mau selamat harus percaya Yesus jika anda tidak punya Alkitab?
Nancy inderawati, anda bilang alkitab berkontradiksi..? atau membual..? karena masalah Yesus dan Bapa Nya..?
rupanya waktu ini belum sampai kepada anda ya…
Yohanes 14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
bukankah karena itulah walaupun
Kisah Para Rasul 22:4 Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.
akan tetapi dikatakan :
Kisah Para Rasul 22:7 Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?
Nancy Indrawati: Ko Bengcu dan Mas Zero…Kalian belum (atau tidak bisa?) menjawab saya. Jika Yesus bukan pribadi dari Allah, mengapa Dia BERANI claim di ayat :
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Yohanes 14:7
Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Yohanes 14:8
Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Yohanes 14:9
Nancy Indrawati: -> Apakah Dia berbohong? Mengaku-ngaku?
Nona, baca dengan TELITI dan HATI-HATI! JANGAN main TAFSIR! Tidak ada SATU kata maupun kalimat dalam ayat-ayat di atas yang mencatat KISAH Yesus MENGKLAIM diri-Nya adalah Allah.
Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Yohanes 14:10
Nancy Indrawati: -> Apakah Dia berbohong? Mengaku-ngaku?
Yesus tidak berbohong. Para sarjana teologilah yang BERBOHONG bahwa ayat di atas mencatat KISAH Yesus MENGAKU diri-Nya Allah. Andalah yang BERBOHONG kepada diri sendiri dan orang lain bahwa ayat di atas mencatat kisah Yesus mengaku diri-Nya adalah Allah.
Nancy Indrawati: dan ayat-ayat selanjutnya, kalian bisa menyanggah? Ada lagi :
Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Kolose 2:8
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, Kolose 2:9
Nancy Indrawati: -> kepenuhan Allah ada di dalam siapa? Dia = KRISTUS. Dinyatakan tegas kalau PENUH, bukan separo, bukan secuil.
Nona, KEPENUHAN Allah itu artinya apa? Ha ha ha ha …. Anda pasti MENAFSIRKANNYA sebagai SELURUH Allah, bukan? ketika SELURUH anda BERDIAM di dalam MOBIL, apakah MOBIL adalah Nancy Indrawati? Apakah mobil dan Nancy Indrawati adalah DWITUNGGAL?
Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Yohanes 17:22
MEREKA menjadi SATU sama SEPERTI Kita adalah SATU! Nancy Indrawati yang MULIA, ternyata anda dan hai hai ESA lho? ha ha ha ha …
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia Yohanes 6:56
Wow …. Jadi Yesus dan hai hai itu DUA PRIBADI dalam SATU hakekat lho. ha ha ha ,…
Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu Yohanes 14:20
Wow ….. Ternyata hai hai dan Yesus serta BAPAKNYA adalah TRITUNGGAL lho. ha ha ha ha …
Nancy Indrawati: Crucial banget ya untuk kalian mengkaji satu kalimat simple, Yohanes 10:30 : Aku dan Bapa adalah satu.
@Nancy Indrawati, anda benar, Crucial banget ya untuk kalian mengkaji satu kalimat simple, Yohanes 10:30 : Aku dan Bapa adalah satu. Juga crucial lho untuk menguji satu kalimaat simple, Yohanes 14:20: Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
@bezero, emang banyak hal besar terjadi, ada yudas yg mengkhianati, ada Yesus ditinggal murid2nya, ada petrus mengkhianati, ada 7 perkataan salib, ada menyerahan diri kepada Bapa, ingat, Yesus menyerahkan nyawanya bukan mati seperti kita.. dari peristiwa2 itu manakah yg anda pilih sebagai cawan?
@hai2: soal ‘cawan’ saya rasa penjelasan nancy sudah cukup jelas tapi kalo anda masih keukeuh harus ada yg tertulis di Alkitab ya anda tentu tidak sebodoh itu, masa cawan aja tidak tau?? yah cawan untuk minum itu, mungkin ada salah satu murid Yesus yg membawa cawan perjamuan kalii.. yg TERTULIS kan memang cawan, beres kan? hahahahahaha
Nona, baca dengan TELITI dan HATI-HATI! JANGAN main TAFSIR! Tidak ada SATU kata maupun kalimat dalam ayat-ayat di atas yang mencatat KISAH Yesus MENGKLAIM diri-Nya adalah Allah.
-> @ Ko Bengcu, koko ini ga sadar sedang bertentangan dengan diri sendiri?
Koko selalu bilang, baca Alkitab harus baca apa yang tertulis.
Alkitab jelas bilang ” Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Yohanes 14:7 “.
TERCATAT pula Filipus minta Yesus menunjukkan pada dia, Bapa itu mana?
Yesus TERCATAT menjawab, “Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Yohanes 14:9”
Kok Ko Bengcu bisa mengira saya menafsirkan sih? (o_O) Itu tercatat demikian jelas lho ko… Saya mau menafsirkan bagaimana, wong sudah tercatat demikian?
+++
Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Yohanes 14:10
Nancy Indrawati: -> Apakah Dia berbohong? Mengaku-ngaku?
Yesus tidak berbohong. Para sarjana teologilah yang BERBOHONG bahwa ayat di atas mencatat KISAH Yesus MENGAKU diri-Nya Allah. Andalah yang BERBOHONG kepada diri sendiri dan orang lain bahwa ayat di atas mencatat kisah Yesus mengaku diri-Nya adalah Allah.
-> Again, isn’t it clear enough? Jelas Alkitab mencatat, Yesus bilang kalau Bapa ada didalam Dia.
Ini yang memaksa siapa ya? (o_O) Kalau para sarjana teologi yakin akan ayat tertulis itu, kalau saya juga yakin akan ayat yang tertulis itu, kenapa yang disebut pembohong kami? Bukan Yesus? Padahal yang tertulis pernyataan itu, pernyataan dari Yesus sendiri. Saya ulangi lagi ya, Yesus TERCATAT menjawab, “Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Yohanes 14:9”
Koko bisa menjelaskan lebih jauh tidak teori koko? Bukankah justru yang kami kemukakan itu tertulis dan tercatat dengan jelas, koko adalah penafsiran?
+++
Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Kolose 2:8
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, Kolose 2:9
Nona, KEPENUHAN Allah itu artinya apa? Ha ha ha ha …. Anda pasti MENAFSIRKANNYA sebagai SELURUH Allah, bukan? ketika SELURUH anda BERDIAM di dalam MOBIL, apakah MOBIL adalah Nancy Indrawati? Apakah mobil dan Nancy Indrawati adalah DWITUNGGAL?
-> O jadi Koko sendiri menafsirkannya sebagai Allah “merasuki” Yesus? Tolong donk koko, saya mau belajar jika yang koko bicarakan itu benar. Adakah ayat di Alkitab yang bilang begitu?
Anda terlalu literal kayanya. Kalau anda membandingkan dengan ilustrasi mobil, ya memang.
Saya naik mobil karena mau menuju sesuatu. Karena mobil itu adalah sarana. Apakah mobil itu adalah saya? Mobil itu benda mati, sedangkan Yesus adalah pribadi yang hidup.
Baca Ibrani 1:1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Anda melihatnya dalam kacamata manusia. Padahal tujuan Allah tidak pernah seperti manusia. Allah itu memakai wujud Yesus sebagai sarana. Alat Allah untuk menebus dosa adalah memang harus turun dalam bentuk Yesus.
Yesus memang ada fungsi sebagai sarana, tetapi baca kalimat terakhir “OLEH Dia, Allah telah menjadikan alam semesta.” Jika Yesus hanya sekedar ahli waris, tentunya kata yang digunakan bukan OLEH Dia, tapi UNTUK Dia. Jika Yesus dan Allah adalah pribadi yang sangat-sangat terpisah dan berbeda, tidak seharusnya kata yang digunakan adalah OLEH.
Baca Yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”
Saya tidak menyanggah kebenaran Alkitab, karena justru memang banyak ayat yang menunjukkan kalau Allah itu tidak hanya satu pribadi. Tapi memang ada 2 kodrat di dalam diri Yesus. Fungsi-Nya sebagai Tuhan, tidak berkurang meskipun Dia menjadi manusia, dan fungsinya sebagai manusia, sebagai pengorbanan diri menebus dosa manusia, bekerja secara beriringan. Yohanes jelas MENULIS bahwa “Firman itu BERSAMA-SAMA DENGAN Allah DAN Firman itu ADALAH Allah.”, apakah Yohanes mistype?
-> Perkataan Elisabet yang ditujukan kepada Bunda Maria, dalam Luk 1:42: “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” Jika Yesus hanya manusia biasa, tentu Elisabet tidak berkata demikian.
Elisabet jelas bilang kalau “TUHANKU”.
-> ( Yoh 8:58 ) Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia adalah Allah dengan mengatakan : Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
Jika Ia “hanya” manusia biasa, Ia tidak dapat berkata demikian, sebab sebagai manusia biasa Ia tidak mungkin ada sebelum Abraham.
-> Yoh 13:13, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” = Pengakuan Yesus lagi untuk ke-SEKIAN KALINYA, jika Dia adalah Guru dan TUHAN. Tidak ada penafsiran, jelas ini pernyataan. Apa masih mungkin bisa ditafsirkan lain?
-> Nubuat Yesaya 9:5 : Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Tidak ada kata “anak” dalam nama yang disitu. Anak yang lahir itu LANGSUNG jika anak yang lahir itu adalah Penasihat Ajaib, ALLAH yang Perkasa, …..
Yesus (anak yang lahir itu) sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia. Kalau Yesus bukan Allah, berarti nubuat nabi Yesaya yang TERTULIS salah?
Memang justru karena keunikan-Nya itu, di sepanjang sejarah banyak orang berusaha menyederhanakannya, namun malah akhirnya tidak konsisten dengan ajaran Alkitab itu sendiri.
Bukankah kita harus selalu kembali kepada apa yang DITULISKAN di Alkitab? Lha kalau Alkitab sendiri MENCATAT demikian, apa lagi yang bisa ditafsirkan selain memang Yesus adalah Allah?
+++
Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Yohanes 17:22
MEREKA menjadi SATU sama SEPERTI Kita adalah SATU! Nancy Indrawati yang MULIA, ternyata anda dan hai hai ESA lho? ha ha ha ha …
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia Yohanes 6:56
Wow …. Jadi Yesus dan hai hai itu DUA PRIBADI dalam SATU hakekat lho. ha ha ha ,…
-> Tidak. Janganlah kita bermegah diri, karena kita tetap tidak sama dengan Yesus.
Gal 4:4-5: “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.” Maka dari ayat ini terlihat bagaimana Rasul Paulus membedakan Yesus sebagai Anak Allah yang diutus oleh Allah Bapa, sedang kita adalah anak yang ‘diangkat’ karena ditebus oleh Kristus Anak-Nya yang Tunggal.
-> Kenapa kita menyamakan persatuan kita bersama Tuhan adalah pasti sama dengan kesatuan Yesus dan Allah? Anda perlu membaca lebih lanjut lagi disini : http://www.sarapanpagi.org/aku-dan-bapa-adalah-satu-vt733.html
Lengkap disitu ada pula kata dari bahasa ASLINYA Yunani.
Persatuan kita dengan Tuhan, dan kesatuan Yesus dengan Tuhan, tidak bisa disamakan. Kita menyatu dalam persekutuan dengan Tuhan, tapi Yesus dan Allah memang sudah satu sejak dari awalnya.
“Mereka MENJADI satu” = yang tadinya tidak bersama, akan bersama.
“sama SEPERTI” = meskipun sama tapi seperti, mirip, tidak TOTALITAS sama. Bola sepakbola seperti bola volley ya, sama-sama bulat. Tapi berbeda.
“Kita ADALAH satu” = adalah adalah mutlak sama.
Sungguh tidak mudah memang untuk mengerti Firman Tuhan.
Hendaknya ko Bengcu bergumul lagi, berdoa, minta hikmat, apakah Ko Bengcu ini menyatakan Alkitab itu mencatat KESALAHAN?
PS : Saya TIDAK MULIA. Soli deo Gloria. Segala kemuliaan dan pujian hanya bagi Tuhan.
Ko Kaleb,
kayanya kita ini sejalan lho. Kenapa saya dikontra ya?
Betul yang saya maksudkan itu demikian seperti yang Anda kemukakan. Memang Yesus bangkit karena Ia mengalahkan maut (dalam arti maut tidak bisa menahan Yesus ketika Yesus dibangkitkan), bukan karena memusnahkan maut.
Tapi kan menurut Ko Bengcu bilang, karena tertulis di Alkitab begitu, ya berarti Iblis sudah musnah sama sekali sudah tidak ada sekarang ini.
Kita sering kali menganggap “musnah” itu selalu hilang, lenyap. Padahal musnah bisa juga diartikan sebagai hancur.
Misalnya kalimat “Harta kekayaannya dan rumahnya musnah dilalap api.” Apakah hilang? Iya hilang esensinya. Tapi masih ada bekasnya kan, misalnya puing-puing atau abunya.
Yang dimusnahkan Yesus adalah KUASAnya yakni maut, bukan sosok Iblisnya.
Ibrani 2:15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya ke kepada maut.
Matius 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya
Kalau Iblis binasa, kenapa apinya kekal?
Ibarat lain kalau kita masak air, airnya sudah habis, kita mau terus nyalain kompor?
Tafsiran? Mungkin. Tapi karena di Alkitab ada.
Betul, manusia melakukan dosa karena pencobaan oleh keinginannya sendiri. Manusia melakukan dosa bukan karena Iblis. Tapi karena keinginannya TIDAK MENURUT pada apa maunya Tuhan.
Sudah saya jelaskan sebelumnya di reply ke ko Bengcu mengenai dosa. Dosa tidak sekedar berbuat jahat. Tapi jika kita tidak MENURUTI maunya Tuhan (yang secara langsung adalah maunya Iblis supaya kita TIDAK TURUT kepada Tuhan), kita berdosa. Itulah Iblisnya kita. Secara tidak langsung kita MENGADAKAN kuasa Iblis (kita bisa masuk ke dalam maut), jika kita tidak sejalan dengan maunya Tuhan. Tafsiran? Mungkin. Tapi karena di Alkitab ada tertulis demikian.
Aneh memang, kenapa Iblis yang sudah dimusnahkan, masih ada pengaruhnya di jaman kita sekarang ini? Tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, kontradiksi dalam Alkitab bukan berarti ada kesalahan.
Mungkin penjelasan saya tidak sempurna, karena sebenarnya saya tidak terlalu pintar untuk berargumen.
Makanya justru ada Alkitab lah, saya mengerti kalau dosa tidak sekedar mencuri, membunuh, perang sama setan, dll. Karena ada Alkitablah, saya mengerti kalau hidup kekal , tidak mati dalam maut, hanya ada kalau kita percaya kepada Yesus.
Sola gratia.
@Nancy Indrawati
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Ibrani 2:14-15.
Anda hanya mengutip ibrani 2 ayat 15 saja. Kalau mau dibaca dari ayat 14, maka pengertiannya akan berbeda. Jelas dikatakan bahwa yang musnah adalah Iblis bukan kuasanya alias maut. Tidak mudah memang mempercayai bahwa iblis sudah musnah, karena sudah dari kecil kita di didik mengenai adanya iblis. Tapi kalau memang Alkitab menuliskannya demikian, kenapa tidak berani untuk menerimanya? apalagi kita mengakui Alkitab sebagai kebenaran.
Menurut hai hai memang iblis sudah musnah sama sekali, alias sudah tidak ada. Sebenarnya untuk hal ini masih agak sulit buat saya menerimanya, karena Alkitabpun mencatat adanya hukuman untuk iblis di neraka, sementara hai hai memiliki pengertian yang berbeda tentang surga dan neraka.
Saya menerima iblis musnah dalam arti sudah tidak ada lagi di dunia kita saat ini. Musnahnya iblis adalah sudah dihapuskan dari dunia ini, tapi mungkin masih ada di suatu tempat untuk menerima penghukuman seperti ayat Matius 25:41 yang anda kutip, dalam hal ini saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut, karena pemahaman saya belum sampai kesana.
Anda mengakui musnah bisa diartikan hilang esensinya tapi masih ada bekasnya, mengapa anda tidak berani mengakui iblis sudah musnah, dan yang tersisa adalah bekasnya saja yang masih sering dipercaya manusia.
Aristoteles sudah lama mati dan bisa dibilang sudah musnah dari dunia ini, tapi ajarannya masih ada dan dipercaya sampai saat ini. Ajaran aristoteles adalah bekas dari keberadaannya dulu, dan itu tidak menunjukkan bahwa aristoteles masih ada sampai hari ini.