Meskipun masih menjadikan Alkitab sumber pustakanya namun mereka tidak menjadikannya standar kebenaran lagi. Itu sebabnya, mengutip ayat Alkitab UTARA namun kotbahnya SELATAN. Menjilat Allah setinggi langit dan menghujat Iblis habis-habisan. Itukah standar kebenaran kebanyakan sarjana teologi reformed generasi ini yang juga dianut oleh Ev. Bakti Anugerah? Teologi Reformed pasti benar. John Calvin dan Stephen Tong dan teolog reformed lainnya mustahil salah. Itu sebabnya, pengkotbah yang menyebut nama John Calvin atau Stephen Tong atau teolog reformed lainnya, pasti benar ajarannya. Di samping itu, yang kotbahnya membuat saya sukacita, pastilah diurapi Allah. Itu pulakah standar kebenaran kebanyakan umat Kristen reformed yang juga dianut oleh kebanyakan anggota jemaat Gereja Reformed Injili Indonesia?
Memberanikan diri bertanya, tentang kesalehan Ayub, di dalam kotbahnya tanggal 12 Februari 2012, Ev. Bakti Anugrah, MA mengajarkan:
Kesalehan menjadi sesuatu yang langka di zaman kita. Barang langka cenderung menjadi mahal atau dianggap aneh. Seorang yang saleh itu dapat menjadi aneh di tempat di mana kekudusan itu langka terjadi. Ayub mungkin merupakan tokoh yang paling tua bahkan mungkin sebelum Abraham. Jadi sebelum Allah mengikat perjanjian dengan Abraham dalam Kejadian 15, Allah telah menyatakan Diri-Nya kepada Ayub. Ayub tinggal di tanah Us. Ayub adalah seorang yang saleh dan jujur. Kitab ini mau menunjukkan bahwa di dalam dunia di mana kejahatan terjadi, orang-orang benar mungkin akan mengalami penderitaan yang tidak adil. Tuhan mengizinkan hal ini terjadi dan Tuhan yakin dengan iman percaya anak-anak-Nya. Meskipun si jahat mencobai anak-anak-Nya sampai habis namun mereka tetap percaya kepada Tuhan. Inilah Ayub.
Ayub adalah seorang benar tetapi bukan berarti ia tidak memiliki pergumulan iman. Ayub bergumul mengerti maksud Tuhan yang tidak diungkapkan. Ayub pasal 1 & 2 tidak pernah diketahui oleh Ayub sendiri, kitalah yang tahu. Pasal 1 dimulai dengan pendahuluan kesalehan Ayub di bumi. Pasal 1 & 2 merupakan pasal yang begitu penting untuk mengerti seluruh kitab Ayub.
Ayub diperkenalkan sebagai seorang yang takut akan Tuhan, ia menjauhi kejahatan dan hidupnya dilimpahi dengan kemakmuran. Takut akan Tuhan adalah dasar dari hikmat, dari pengertian. Ini tema utama khususnya kitab Amsal. Pengertian takut akan Tuhan di sini lebih kepada bijaksana dalam orang yang hidup takut akan Tuhan. Ayub dicatat sebagai seorang yang saleh (blameless) dan jujur (upright) atau tidak ada kesalahannya dan lurus. Kata saleh di sini mengacu pada kematangan rohani dan integritas hidupnya. Sebagai anak-anak Tuhan, hidup kita seharusnya mengarah kepada blameless. Seringkali kita hidup tanpa integritas, apa yang kita percayai dan sikap hidup kita terlalu berbeda jauh, kita menjadi orang yang munafik. Ayub tidak demikian. Apa yang ia ketahui itulah yang ia hidupi. Sedangkan kata upright berhubungan dengan bagaimana Ayub menghadapi hidupnya dalam cara Tuhan, lurus mengikuti jalur (seperti kereta api yang berjalan di dalam relnya). Ayub tahu jalurnya dan ia hidup mengikutinya. Ia menjauhi kejahatan dan takut akan Tuhan. Keempat karakter ini dimiliki Ayub.
Kadang-kadang dalam ancaman dan kesulitan hidup, kita cenderung lebih takut kepada manusia dari pada kepada Tuhan. Tuhan sudah mengingatkan jangan takut kepada manusia yang dapat membinasakan tubuhmu tetapi tidak dapat membinasakan rohmu, tetapi takutlah kepada Dia yang dapat membinasakan baik tubuh maupun rohmu. Calvin mengatakan ketakutan terhadap kematian bagi orang percaya adalah suatu kesesatan. Banyak anak Tuhan yang tidak memiliki keberanian menghadapi kematian. Inilah dilema kita. Di satu sisi kita percaya Tuhan tetapi di sisi lain kita lebih memikirkan untung rugi bagi diri kita, kenyamanan, keamanan diri sendiri sehingga kita sulit untuk hidup benar dan takut akan Tuhan. Ayub tidak demikian.
Ayub juga seorang yang kaya dan berkelimpahan. Ayub punya 10 anak, 7 anak laki-laki, 3 anak perempuan. 10 dan 7 merupakan angka kegenapan dan kesempurnaan. Harta Ayub begitu banyak, bahkan untuk ukuran zaman kita sekarang. Ayub dicatat sebagai seorang terkaya dari semua orang di sebelah Timur. Ini jarang terjadi. Banyak orang kaya hidupnya tidak takut akan Tuhan. Tidak demikian halnya dengan Ayub.
Anak-anak Ayub senang berpesta secara bergantian. Setelah berpesta Ayub memanggil anak-anaknya dan mempersembahkan korban bagi mereka. Ayub berfungsi sebagai imam bagi keluarganya. Meskipun ia kaya dan memiliki segala sesuatu, ia melakukan kewajiban sebagai kepala keluarga dengan begitu serius. Ayub takut kalau-kalau anak-anaknya berbuat dosa waktu berpesta. Waktu Ayub mempersembahkan korban bagi anak-anaknya ini bukan karena ia tahu dengan persis dosa yang dilakukan anak-anaknya itu. Ayub melakukannya untuk dosa-dosa yang tidak kelihatan, Ayub takut kalau anak-anaknya mengutuki Tuhan dalam hatinya. Mungkin Ayub mempersembahkan korban setiap hari. Ayub takut Allah dihujat oleh anak-anaknya. Ayub begitu mengasihi anak-anaknya. Hal ini kelihatan dari cara Ayub memperhatikan kerohanian anak-anaknya.
Kini kecelakaan terjadi dalam hidup Ayub. Suatu hari datanglah anak-anak Tuhan menghadap Tuhan dan juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” Kalimat dalam ayat 1 diulang semua oleh Tuhan.
(Ayat 9-11) Pertanyaan iblis adalah meragukan motivasi Ayub. Iblis beranggapan bahwa Ayub mengasihi Tuhan karena ia punya sesuatu. Jika ia tidak punya apa-apa, apakah Ayub masih takut akan Tuhan? Tuhan menyatakan bahwa Ayub adalah hamba-Nya. Hamba di sini lebih dari sekedar budak. Hamba di sini mengacu kepada ikatan perjanjian (kovenan) antara Tuhan dan Ayub dimana Allah sebagai Tuhan dan Ayub sebagai umat. Ikatan ini biasanya didahului dengan suatu sumpah. Kata ini melambangkan suatu ikatan yang begitu kuat sampai Ayub begitu mengasihi Tuhan. Tetapi setan mempertanyakan hal ini. Di sinilah kunci awal dari kesulitan Ayub. Tuhan menguji Ayub sekaligus memberinya kesempatan untuk menyatakan kemuliaan-Nya.
Tujuan hidup manusia yang utama adalah memuliakan dan menikmati Tuhan. Inilah yang dibalikkan oleh setan. Setan ingin merebut kemuliaan Tuhan. Caranya adalah dengan membuat manusia tidak lagi menikmati Tuhan. Setan tidak peduli apakah kita takut kepada dia atau tidak, yang setan inginkan adalah kita tidak takut lagi kepada Tuhan, kita tidak menikmati Tuhan. Ini yang setan lakukan terhadap Ayub dan juga kita. Masih dapatkah kita memuji Tuhan waktu kita kehilangan orang yang kita kasihi, kehilangan anak, kehilangan seluruh harta benda kita atau ditimpa sakit penyakit dan kesulitan yang hebat? Atau kutukan sudah keluar sedikit dari mulut kita? Inilah yang dicari setan.
(Ayat 8) Tuhan yang mulai bertanya kepada iblis. Kemudian kita berkata dalam hati, ‘untung saya tidak sesaleh Ayub. Jika hidup saya saleh maka akan diuji Tuhan seperti Tuhan menguji Ayub’. Inilah kejahatan kita. Mungkin hidup kita tidak saleh karena selama ini kita sudah menjadi temannya setan dan hidup seperti setan. Kej.3:15 sudah mengatakan bahwa akan ada peperangan yang terus-menerus antara keturunan perempuan dan keturunan ular. Jika kita adalah anak-anak Tuhan maka pasti kita menjadi musuh dari keturunan ular (iblis) dan terjadi peperangan. Tidak ada perang aman. Hidup Ayub tidak lancar. Tuhan ingin membuktikan bahwa Ayub betul-betul mengasihi Tuhan bukan karena berkat yang ia terima tetapi karena ia berada dalam hubungan kovenan yang tidak dapat dilepaskan.
Si penuduh itu mengatakan Ayub munafik. Pertama harta benda Ayub dihabiskan kemudian lembu sapi, kambing domba, lalu budak-budak Ayub semuanya habis. Masih belum cukup, 10 anak Ayub pun mati sekaligus dalam sekejap. Ayub, yang tadinya memiliki segala sesuatu dengan sempurna, kini ia punya apa? Hilang semua! Dari sekian banyak harta benda, budak-budak, dan 10 anak, kini tersisa 4 orang budak yang melaporkan musibah demi musibah itu kepada Ayub.
Hal pertama yang Ayub lakukan bukanlah mencari orang-orang Kasdim itu, atau menuntut arsitek yang membuat bangunan sampai rubuh menimpa anak-anaknya tetapi Ayub mengoyakkan jubahnya, mencukur kepalanya. Ini menandakan kesedihannya yang begitu dalam. Ayub jelas begitu mengasihi anak-anaknya. Jika tidak sayang untuk apa ia mempersembahkan korban bakaran setiap kali seusai pesta yang dilakukan anak-anaknya? Ayub mengoyakkan jubahnya, menangis, memasang abu di kepalanya dan mengatakan, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Bagian ini begitu kontras dengan apa yang dikatakan setan. Apa yang diinginkan setan gagal. Waktu semua diambil Ayub bukannya mengutuki Tuhan tetapi justru memuji Tuhan. Kalimat ini sulit dikatakan jika bukan oleh seorang yang punya ikatan perjanjian dengan Tuhan. Tidak gampang. Jika anak atau istri kita diambil Tuhan bagaimana? Bisakah kita memuji Tuhan? Ayub lulus tes.
Bukan berarti Ayub tidak berdosa sama sekali (bdk. 13:26; 14:16,17) tetapi seperti yang dicatat dalam ayat 5, Ayub begitu cepat membereskan dosanya di hadapan Tuhan. Ini yang menyebabkan ia dicatat sebagai orang benar. Ayub bukan super hero. Ayub adalah manusia biasa tetapi ia cepat menyelesaikan dosanya. Anaknya saja yang masih belum pasti berbuat dosa (baru kemungkinan) langsung dibereskan Ayub di hadapan Tuhan, apalagi jika ia sendiri berbuat dosa. Ini yang membuat hati Ayub begitu dekat dengan Tuhan. Calvin mengatakan orang kudus bukan orang yang tidak memiliki dosa sama sekali tetapi orang yang peka akan dosanya yang paling kecil sekalipun. Seharusnya kita memiliki hati yang peka seperti Ayub ini. Berapa banyak hidup dan kata-kata kita yang tidak memuliakan Tuhan? Cepatlah kita bertobat. Itu sebabnya Ayub tahu bahwa semua berasal dari Tuhan dan Ia berhak mengambil semuanya kembali. Kesadaran semacam ini adalah kesadaran seorang yang hatinya tidak terletak pada hartanya. Hatinya hanya terikat pada Tuhan yang memberikan harta. Jika hati kita ditaruh pada harta benda, pada orang yang kita kasihi, masihkah kita memuliakan Tuhan pada waktu semua itu diambil oleh Tuhan? Ini tujuan setan. Setan mau membuat kita tidak memuliakan dan menikmati Tuhan.
(Ayb.2:1-3) Di dalam kedaulatan Tuhan, Dialah yang menyebabkan segala sesuatu terjadi (first cause), setan adalah secondary cause (Ayb.2:4-7). Di sini bukan berarti Tuhan dapat dibujuk oleh setan. Justru bagian ini mau menyatakan bahwa semua yang dilakukan oleh iblis haruslah dengan persetujuan Allah. Setan begitu tekun mengejar Ayub supaya mengutuki Tuhan. Iblis berkata, “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” Ujian Tuhan kepada Ayub begitu besar.
(Ayat 9) Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” Dalam keadaan seperti ini, secara manusiawi perkataan istri Ayub sangat bisa dimengerti. Namun Ayub menjawab istrinya, “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Kata perempuan gila di sini lebih tepat diterjemahkan bodoh (ada hubungan dengan mereka yang menghujat nama Tuhan). Ayub mengingatkan istrinya supaya jangan berkata seperti orang yang menghujat Tuhan.
Kisah Ayub jadi peringatan bagi kita. Kekayaan, anak istri, kesehatan, semua dari Tuhan. Masihkah kita memuji Tuhan waktu semuanya ini diambil oleh Tuhan? Ayub menjaga kekudusannya di hadapan Tuhan. Dalam seluruh kitab ini tujuan setan hanya satu yaitu ia ingin membuat Ayub mengutuki Tuhan. Ayub tidak melakukannya. Betapa indahnya kerohanian seperti ini yang tidak dipengaruhi keadaan miskin atau kaya, sehat atau sakit. Penilaian Tuhan terhadap Ayub terbukti benar. Ayub masih memuliakan Tuhan. Jika kita emas murni, jika kita anak Tuhan, kita tidak perlu takut dengan api pengujian. Yakobus mengatakan ujian iman adalah penting untuk membuktikan kemurnian iman kita. Bersiap-siaplah menghadapi ujian Tuhan dan menyatakan kemuliaan-Nya. Tuhan tidak pernah salah. Kita punya pengharapan melampaui keadaan kita yang sekarang. Masihkah kita berkata, “Tuhan saya tahu ini berat, tetapi saya tidak mau mengutuki Tuhan. Aku tahu hidupku adalah untuk memuliakan Tuhan.” (Ringkasan belum diperiksa pengkotbah. VP)
Bengcu Menggugat:
Alkitab harus dipahami, tidak boleh ditafsirkan karena Alkitab ditulis untuk dipahami, bukan ditafsirkan. Memahami artinya mengerti benar. Manafsirkan artinya menangkap maksud perkataan tidak apa adanya saja namun mengutarakan pikiran sendiri atas suatu perkataan. Mengajarkan yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya MEMBUAL. Mengajarkan yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya menyesatkan. Itulah kebenarannya! Sayang sekali kebanyakan pengkotbah Kristen sudah melupakan kebenaran demikian. Itu sebabnya mereka menceritakan dongeng sebagai ajaran Alkitab. Itu sebabnya kebanyakan anggota jemaat menolak kebenaran karena kecanduan dongeng.
YHWH Bukan Elohiym
Bakti Anugrah: Suatu hari datanglah anak-anak Tuhan menghadap Tuhan dan juga Iblis.
Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah (Elohiym) menghadap TUHAN (YHWH) dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Ayub 1:6
Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. Kejadian 6:19-20
Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. Kejadian 7:2-3
YHWH bukan Elohiym. TUHAN bukan Allah. Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah namun banyak orang yang pernah bertemu dengan YHWH. Itulah bukti YHWH mustahil Elohiym. TUHAN bukan Allah.
Kejadian 6:19-20 adalah firman Allah kepada Nuh sedangkan Kejadian 7:2-3 adalah firman TUHAN. Itulah BUKTI bahwa YHWH bukan Elohiym. Keduanya tidak ESA itu sebabnya firman-Nya berbeda.
Ev. Bakti Anugerah bukan satu-satunya teolog yang tidak tahu bahwa YHWH bukan Allah.
Kebanyakan teolog reformed tidak tahu kebenaran demikian karena mereka tidak belajar Alkitab dengan cara yang benar itu sebabnya tidak memahaminya dengan benar.
Tidak perlu membedakan TUHAN dan Allah karena ketiga-Nya ESA? Bila demikian maka mengajarkan Allah Bapa mati disalib lalu mati sama benarnya dengan mengajarkan Yesus mati disalib sampai mati?
Tidak Ada Perjanjian TUHAN dan Ayub
Bakti Anugrah: Ayub mungkin merupakan tokoh yang paling tua bahkan mungkin sebelum Abraham. Jadi sebelum Allah mengikat perjanjian dengan Abraham dalam Kejadian 15, Allah telah menyatakan Diri-Nya kepada Ayub.
Bakti Anugrah: Tuhan menyatakan bahwa Ayub adalah hamba-Nya. Hamba di sini lebih dari sekedar budak. Hamba di sini mengacu kepada ikatan perjanjian (kovenan) antara Tuhan dan Ayub di mana Allah sebagai Tuhan dan Ayub sebagai umat. Ikatan ini biasanya didahului dengan suatu sumpah. Kata ini melambangkan suatu ikatan yang begitu kuat sampai Ayub begitu mengasihi Tuhan.
Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN (YHWH) menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa (El Shadday), hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak. Kejadian 17:1-2
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Ayub 42:5
Allah alias Elohiym alias El Elyown tidak mengikat perjanjian dengan Abraham. Yang mengikat perjanjian dengan Abraham adalah El Shadday alias YHWH alias TUHAN.
Ayub 42:5 di atas adalah bukti bahwa YHWH tidak membuat perjanjian dengan Ayub, itu sebabnya Ayub mengaku hanya mendengar tentang-Nya dari kata orang. Tidak ada satu ayat alkitab pun yang mencatat kisah YHWH membuat perjanjian dengan Ayub. Ajaran YHWH membuat perjanjian dengan Ayub benar-benar ngaco-belo!
Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: “Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.” Ayub 1:17
datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.” Ayub 1:15
TUHAN menyuruh gerombolan-gerombolan Kasdim, gerombolan-gerombolan Aram, gerombolan-gerombolan Moab dan gerombolan-gerombolan bani Amon melawan Yoyakim; Ia menyuruh mereka melawan Yehuda untuk membinasakannya sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan para hamba-Nya, yaitu para nabi. 2 Raja-raja 25:4
Keturunan Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan Dedan. 1 Tawarikh 1:32
Ketika ketiga sahabat Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka datanglah mereka dari tempatnya masing-masing, yakni: Elifas, orang Teman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat untuk mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia. Ayub 2:11
Inilah keturunan Esau, bapa orang Edom, di pegunungan Seir. Nama anak-anaknya ialah: Elifas, anak Ada isteri Esau; Rehuel, anak Basmat h isteri Esau. Anak-anak Elifas ialah Teman, Omar, Zefo, Gaetam dan Kenas. Kejadian 36:9-11
Ayub hidup sebelum Abraham? Mustahil! Kenapa demikian? Karena Suku Kasdim dan Syeba serta Suah baru ada setelah Abraham. Bangsa Shyeba dan Suah adalah keturunan Abraham dari Ketura. Bangsa Teman adalah keturunan Esau. Ajaran Ayub hidup sebelum Abraham benar-benar ngaco-belo!
Angka Kegenapan Dan Kesempurnaan
Bakti Anugrah: 10 dan 7 merupakan angka kegenapan dan kesempurnaan
Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan bahwa angka 10 dan 7 merupakan angka kegenapan dan kesempurnaan. Bila demikian, dari mana Ev. Bakti Anugerah mendapatkan ajaran demikian? Dari hongkong kali?
Hedonisme Kristen
Bakti Anugrah: Tujuan hidup manusia yang utama adalah memuliakan dan menikmati Tuhan.
John Piper menyebut dirinya Hedonis Kristen alias orang Kristen yang memuja dan mengejar kenikmatan. Lebih lanjut dia mengajarkan bahwa: Tujuan utama Allah adalah memuliakan Allah dan menikmati diri-Nya sendiri selama-lamanya. Tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah dengan menikmati Dia selamanya.
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah dunia (erets) dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:28
Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mencatat ajaran John Piper. Kejadian 1:28 menyatakan bahwa tujuan utama manusia adalah beranakcucu, menaklukkan dunia dan berkuasa atas segala makluk. Dari mana John Piper mendapatkan ajarannya? Dari hongkong kali?
Mengajarkan yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya membual. Mengajarkan yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya menyesatkan.
YHWH dan Bakti Anugerah Sama-sama Membual
Bakti Anugerah: Di sini bukan berarti Tuhan dapat dibujuk oleh setan. Justru bagian ini mau menyatakan bahwa semua yang dilakukan oleh iblis haruslah dengan persetujuan Allah. Setan begitu tekun mengejar Ayub supaya mengutuki Tuhan.
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? 1:9
Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. 1:10
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” Ayub 1:11
Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN. Ayub 1:12
Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” Ayub 2:3
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Ayub 2:4
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” Ayub 2:5
Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” Ayub 2:6
Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya. Ayub 2:7
Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas. Ayub 42:11
Kisah Ayub sangat gamblang, itu sebabnya mudah sekali memahaminya. Ketika YHWH mengagul-agulkan kesalehan dan kejujuran Ayub, Iblis menyatakan Ayub yang belum TERUJI tidak layak dipuji. Iblis lalu menggoda YHWH untuk mencobai Ayub. YHWH lalu menyatakan memberi kuasa kepada Iblis untuk mencelakai Ayub, namun, YHWH kemudian mengaku bahwa Dialah mencelakai Ayub tanpa alasan karena termakan BUJUKAN Iblis. Pengakuan YHWH adalah bukti bahwa Iblis TIDAK mencelakai Ayub sama sekali.
Bila yang mencelakai Ayub adalah YHWH, kenapa Dia menyatakan memberi kuasa kepada Iblis? Bila memberi kuasa kepada Iblis untuk mencelakai Ayub, kenapa YHWH mengaku diri-Nya yang mencelakai Ayub?
Biarkan pembual terus membual sampai menyangkal bualannya sendiri. YHWH berlagak memberi kuasa kepada Iblis agar anak-anak Allah menyangka iblislah yang mencelakai Ayub? YHWH lalu menyangkal bualannya dengan MENGAKU diri-Nya mencelakai Ayub tanpa alasan karena terbujuk oleh Iblis?
Mungkinkah pada saat YHWH berkata, “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya,” dan “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” Dia hanya mengucapkannya padahal Allah alias Elohiym yang berkata-kata? Seperti keledai Bileam berkata-kata namun YHWH yang bicara? Bila hal demikian yang terjadi, itu berarti Allah yang tidak kelihatan BERBICARA melalui YHWH. YHWH mendapatkan kuasa untuk mencelakai Ayub dari Allah.
Di Perjanjian Lama, tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mencatat kisah Iblis BEREBUT kemuliaan dengan YHWH. Yang tercatat adalah YHWH minta bangsa Yahudi menyembah-Nya sebagai satu-satunya Allah. Juga tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mencatat kisah Iblis tekun mengejar Ayub supaya mengutuki Tuhan.
Keturunan Perempuan VS Keturunan Ular
Bakti Anugrah: Mungkin hidup kita tidak saleh karena selama ini kita sudah menjadi temannya setan dan hidup seperti setan. Kejadian 3:15 sudah mengatakan bahwa akan ada peperangan yang terus-menerus antara keturunan perempuan dan keturunan ular. Jika kita adalah anak-anak Tuhan maka pasti kita menjadi musuh dari keturunan ular (iblis) dan terjadi peperangan.
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kejadian 3:15
Yang tercatat dalam Kejadian 3:15 adalah permusuhan antara keturunan perempuan dan keturunan ULAR. Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mencatat tentang anak-anak TUHAN pasti menjadi musuh dari keturunan ular (iblis) dan terjadi peperangan. Bila demikian, dari mana Bakti Anugerah mendapatkan ajaran demikian? Dari hongkong kali?
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; Ibrani 2:14
Iblis alias Satan sudah dimusnahkan! Bila demikian, kenapa Ev. Bakti Anugerah mengajarkan tentang menjadi temannya setan dan hidup seperti setan? Karena dia tidak belajar Alkitab baik-baik bukan mungkin karena dia sudah menukar kebenaran ajaran Alkitab dengan dongeng?
NB.
Untuk membaca blog-blog lain yang berhubungan dengan GRII, silahkan klik di SINI
Untuk membaca blog-blog tentang YHWH yang lain, silahkan klik di SINI.
Nancy Indrawati: Lalu bisa tidak jawab pertanyaan saya…. Anda terus mengatakan kalau yang Yesus takuti itu takut mati. Jika Yesus takut akan kematian, masa sih? Kalah donk sama orang-orang yang berani menjadi martir? Bahkan Paulus bisa lebih baik daripada Yesus donk, karena Paulus jelas berani untuk mati untuk memberitakan Injil. 😀
FAKTANYA adalah alkitab mencatat bahwa Yesus TAKUT mati, bukan TAKUT KECOA. Yesus TAKUT disalib sampai MATI. Paulus memang mengaku BERANI mati untuk memebritakan Injil namun alkitab mencatat dia DITURUNKAN dari tembok untuk MELARIKAN diri.
Nancy Indrawati: Geli saya…. Anda bilang, ” BERANAK CUCU, menaklukkan dunia dan berkuasa atas makluk hidup bukan PERINTAH namun AMANAT. Ada Yang tidak BISA menggenapinya meskipun MAU, itulah yang DISEBUT dengan DOSA = TIDAK sempurna. ” -> berarti kalau misalnya saya bisa beranak cucu, menaklukan dunia, dan berkuasa atas makhluk hidup, saya menjadi sempurna tanpa dosa? 😀 Berarti orang yang mandul / impoten, orang yang berdosa ?
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan (Asah) manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Kejadian 1:26
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup 4 . Kejadian 2:7
nggak dikilik-kilik kok geli sich? Nona, Alalh Bapa mengajak kedua anak-Nya yaitu TERANG dan GELAP alias Elohim dan YHWH untuk MENJADIKAN alias MEMPERANAKKAN alias ASAH manusia, namun sayang kedua anak-Nya JUSTRU MEMBENTU (yatsar) manusia dari debu tanah. Itu sebabnya manusia BERDOSA alias TIDAK SEMPURNA. kenapa demikian? karena TIDAK DIPERANAKKAN sesuai kehendak Allah BAPA namun DIBENTUK dari debu tanah.
Nancy Indrawati: Sekali lagi, amanat UTAMA Tuhan kepada manusia, bukan untuk beranak pinak. Yesus sendiri tidak mengajarkan kepada manusia HARUS beranak cucu. Adakah ?
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. ” Kejadian 1:28
nona, anda boleh membual apa saja namun msutahil mengubah FAKTA yang tercatat di dalam Alkitab. Bacalah kisah penciptaan dan pahami saja yang tertulis. untuk apa Yesus MENGAJARKAN yang SUDAH diajarkan Allah? bukankah Yesus MENGAKU dirinya hanya melakukan KEHENDAK Bapa-Nya? bukankah Yesus mengajarkan untuk melakukan kehendak Bapanya? Bapa-Nya mau manusia beranak cucu …… bla bla bla ….
Nancy Indrawati: Tetapi Yesus terus mengingatkan tentang Kerajaan Allah, HARUS percaya, bertobat, memikul salib, menjalani hidup dengan harapan kepada-Nya, pemberitaan Injil dan Firman Tuhan yang benar.
Yesus mengajarkan untuk MEMIKUL Salib? ho ho ho ho …. KAPAN anda MEMIKUL salib ya? ha ha ha ha ….. Perjanjian Baru tidak mencatat kissah murid Yesus MEMIKUL salib sama sekali. ha ha ha ha …….
Nancy Indrawati, anda membandingkan rasa takut para martir dan rasa takut Yesus akan kematian…? he..he….baik Yesus maupun martir sama-sama takut kali mbak…. coba deh tanya ke psikolog or survey sendiri, benarkah martir gak punya rasa takut mati….? cuma bedanya ngaku/jujur/DITULIS/DICERITAIN dan tidak aja, harusnya anda bangga karena Tuhan Yesus anda itu jujur ngaku takut, tapi walau takut Dia tetep gak mangkir alias gak kabur dari tugas Nya. anda juga harusnya bangga karena alkitab anda juga jujur mencatatnya…
anda tahu apa yg dilupakan oleh kebanyakan penginjil…? rasionalitas…!! alkitab risional, tegas dan konsisten. alkitab menganut sistem yg tidak dianut oleh kitab-kitab lain, yaitu minimal dua saksi baru sah, jadi setiap kejadian yg di catat itu bukan hasil BUALAN/IMAJINASI belaka…. silahkan anda selidiki kalau gak percaya..
pelajari apa beda-sama anda dg Yesus mbak…, misal:
1. anda berasal dari sperma+sel telur, Yesus tidak.
2. anda dikandung dari rahim ibu anda saja, Yesus dikandung dari rahim Roh kudus yg di kandung dlm rahim maria.
3. apa bedanya menjadi manusia dan menjadi daging.
4. Yesus lapar, yesus makan, yesus minum – anda juga
5. waktu kecil/balita anda belajar pakai kolor dan pakai sepatu sendiri ..? – kemarin saya dpt kakao talk dari Yesus, Dia pun dulu waktu kecil/balita belajar pakai kolor dan sepatu sendiri.
6. etc…
salam…
pak bengcu dan bezero
kalo bapak berdua meyakini apa yg tertulis di Alkitab harus diterjemahkan seperti itu, tidak boleh di tafsirkan
jadi Yesus ketakutan terhadap apa? saya udah bolak balik Alkitab tapi tak ada ayat yg menulis “Yesus takut mati” atau “Yesus takut menghadapi kematianNya”
Alkitab hanya menulis Ia ketakutan, ketakutan terhadap cawan dalam hal ini.
jadi menurut bapak, Yesus takut terhadap cawan, dlm hal ini tempat air untuk minum yg terbuat dari kayu maupun logam?
saya yakin pak bengcu dan pak bezero tidak takut terhadap cawan, jadi sebaiknya pak bengcu membuat agama saja bengcuism ato bezeroism ato apa lah
dan kalau Yesus takut terhadap kematian, saya yakin para pahlawan kita bisa jadi Tuhan, toh mereka saja tidak takut kepada kematian, bahkan Amrozi aja bisa jadi Tuhan
coba tunjukan kepada saya yang tertulis di dalam Alkitab, Yesus takut terhadap apa, itu saja.. inget, seperti yg selalu bapak katakan, “dimana ayatnya”
terima kasih
@keith, anggap saja anda benar. Yesus TAKUT pada CAWAN. Beres kan? ha ha ha ha ….
hai hai bengcu:
Mana ayat alkitab yang mengajarkan KETAKUTAN Yesus beda dengan ketakutan manusia ya? Kenapa penulis Injil nggak NULIS tentang hal demikian bahkan bikian CATATAN KAKI “ketakutan Yesus BEDA dengan ketakutan KITA!”
-> Lho, kalau Anda sendiri, kenapa bisa menuliskan Yesus takut dengan kematian? Adakah di Alkitab ditulis Yesus takut akan kematian? 😀
Kitab Lukas 22:41-44 :
22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
22:42 “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”
22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
Dimana Yesus bilang dia takut akan kematian?
Dia minta cawan diambil dari pada Dia. Dia takut sama cawan? Apakah ada cawan disitu?
Malaikat kemudian muncul, lalu dia sangat ketakutan. Berarti dia takut sama malaikat?
Lebih mati akal siapa ya? Yesus jelas tidak mungkin takut sama cawan. Tidak mungkin takut juga sama malaikat. Adakah Yesus bilang Dia takut akan kematian? DIMANA?
Tidak masuk akal. Dari sejak awal Dia sudah tahu kalau memang harus mati.
Jika anda berkehendak, baca http://www.sabda.org/sabdaweb/biblical/note/?c=26&v=39
Markus 10:33 ; kata-Nya: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,
10:34 dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.”
Ia sudah tahu kalau Ia akan bangkit. Bisakah takut akan sesuatu yang bisa Ia menangkan?
Misalnya anda tahu bisa menang akan kecoak, akankah anda masih takut sama kecoak?
Membaca Alkitab memang tidak semudah yang anda pelajari, ko. 😀
+++
hai hai bengcu:
Jadi DOSA itu apa ya?
-> kurang lebih sudah saya jelaskan di sebelumnya. Dosa itu tidak hanya melakukan kejahatan. Jika hidup terpisah dari Tuhan, itu juga dosa. (Yakobus 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.)
Jika hidup tidak seturut dengan kehendak Tuhan, itu juga dosa. Bahkan jika kita tahu apa yang benar, tapi tidak melakukannya, itu juga sudah dosa (Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.)
Point dari dosa adalah meleset dari kehendak maunya Tuhan, bukan hanya sekedar melanggar perintah Tuhan. Bahkan ada kisah ironis,
Uza di 2 Samuel 6 mati hanya karena memegang tabut perjanjian yang mau jatuh.
6:4 Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu.
6:5 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.
6:6 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.
6:7 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.
Jika kita melihat dari kacamata manusia, apakah adil? Wong Uza berkehendak baik, daripada jatuh kan itu tabut. Tapi itu tidak seturut dengan kehendak Tuhan, karena tidak sembarang orang boleh memegang tabut perjanjian itu.
+++
hai hai bengcu:
Mana ayat Alkitab yang mencatat AWAL mula DOSA saat Adam dan Hawa tidak MENURUT perintah Tuhan?
-> Kejadian 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
***
Kejadian 3:11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
Tuhan sudah melarang Adam dan Hawa untuk tidak memakan buah pengetahuan. Apakah Adam dan Hawa MENURUTI perintah-Nya? Tidak.
hai hai bengcu: Pembuangan Adam dan HAwa dari taman Eden = TERPUTUSNYA hubungan baik antara Tuhan dan manusia? KALAU terputus kenapa TUHAN masih bisa BERFIRMAN ya? ha ha ha ha apa bedanya HUBUNGAN sebelum makan buah pengetahuan dan sesudahnya ya?
TUHAN MENIPU Adam dengan bilang makan buah pengetahuan PASTI MATI. Adam tidak mati sama sekali setelah makan buah pengetahuan. Hubungan baik dengan MENIPU? ha ha ha …
Ko Bengcu punya anak?
Jika anak ko Bengcu tidak menuruti perintah Ko Bengcu, gimana? Bisa percaya 100% lagi kepada dia?
Manusia itu seperti anak-anak-Nya bagi Tuhan. Memang setelah pembuangan dari Taman Eden, Tuhan masih menyertai umat manusia. Tapi umat manusia tidak lagi ada bersama-sama berkumpul dengan Tuhan. Justru dengan paradoks ini “KALAU terputus kenapa TUHAN masih bisa BERFIRMAN ya?” menunjukkan kalau Tuhan punya belas kasih kepada manusia, meskipun manusia sudah mengkhianati Dia, Dia masih mau mengasihani manusia. Meskipun tetap harus ada hukuman atas ketidakturutan manusia kepada-Nya.
Kalau Ko Bengcu tanya apa bedanya hubungan antara sebelum dan sesudah makan, ya jelas ada.
Adam dan Hawa yang tadinya hidup damai bersama Tuhan, setelah makan buah itu, ada kutukan-kutukan yang Tuhan berikan. Baca Kitab Kejadian lebih hati-hati lagi, ko…
Tuhan tidak menipu dengan bilang makan buah pengetahuan PASTI MATI. Tapi apakah pasti mati itu pasti detik itu juga mati? Tapi ada dalam proses menuju kematian. Kita juga pasti mati. Apakah saya ketika tidak menuruti perintah Tuhan, mati detik ini juga? Tidak. Tapi tentu saya ada di dalam proses menuju kematian, baik pasti mati secara fisik, dan rohani.
+++
hai hai bengcu:
Tuhan alias YHWH berkuasa di alam kematian? ha ha ha ha …. mana ayatnya nona? ha ha ha … apa yang anda maksudkan dngan ALAM kematian ya?
-> Roma 5:21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk HIDUP YANG KEKAL, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Roma 6 : 9: “Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.”
+++
hai hai bengcu:
Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, orang DUNGU pun tahu kalau yang disebut MATI adalah MATI. yang MATI namun bisa BANGKIT itu namanya ZOMBIE, hanya ada di Film. Yang mati bisa BANGKIT itu namanya pembohongan publik dengan pura-pura MATI. Orang kristen BODOH pun tahu bahwa Alktitab MENGAJARKAN bahwa Yesus DIBANGKITKAN, bukan BANGKIT sendiri dari kematian alias BISA bangskit dari kematian.
Ha ha ha ha … anda pasti bukan orang DUNGU dan bukan orang BODOH itu sebabnya MEYAKINI dan MENGAJARKAN Yesus BISA BANGKIT dari kematian. ha ha ha …..
-> HAHAHA Ko Bengcu ini memang lucu :D.
Ada tiga orang yang dibangkitkan Tuhan Yesus dari kematiannya, yaitu: anak perempuan dari Yairus (Markus 5 : 22, 23, 41, 42), anak janda di Nain (Lukas 7 : 12 – 15) dan Lazarus (Yohanes 11 : 17 – 43). Tetapi Tuhan Yesus membuktikan kuasa kebangkitan-Nya itu juga pada diri-Nya sendiri. Ia menunjukkan bahwa Ia memiliki kuasa kebangkitan dan berkuasa atas nyawa-Nya sendiri.
Anda pasti bukan orang DUNGU dan bukan orang BODOH untuk tahu kalau hanya TUHAN yang bisa membangkitkan orang mati, kan? 😀
Iya, saya tahu, memang bukan hanya Yesus yang bisa membangkitkan orang mati.
Ada Elia, di 1 Raja-Raja 17:20 Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?”
17:21 Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya.”
17:22 TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.
Ada Elisa, di 2 Raja-Raja 4:32 Dan ketika Elisa masuk ke rumah, ternyata anak itu sudah mati dan terbaring di atas tempat tidurnya.
4:33 Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN.
Ada Petrus, di Kisah Para Rasul 9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.
Tapi coba lihat perbedaannya dengan kebangkitan yang dilakukan Yesus.
Orang-orang itu berdoa meminta terlebih dahulu kepada Tuhan, lalu Tuhan berkenan karena sesuai dengan kehendak-Nya, lalu ada kebangkitan.
Tapi Yesus di Markus 5:41 (Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,”* yang berarti: /”Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”)
5:42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
Yesus LANGSUNG memberikan DIRECT ORDER.
Yesus di Lukas 7:12
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
Yesus memberikan DIRECT ORDER.
Yesus membangkitkan Lazarus, di Yohanes 11:23 Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.”
11:24 Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.”
11:25 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
+
11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”
= DIRECT ORDER , Yesus tidak meminta, tapi mengucap syukur. Perintah membangkitkan Lazarus adalah untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa memang Dia adalah Anak Tuhan yang diutus.
Kalau menurut Anda, Yesus dibangkitkan, SIAPA YANG MENDOAKAN YESUS supaya bangkit?
Bahkan semua pengikut-Nya tadinya tidak percaya kalau Dia bisa bangkit, mereka menguburkan Dia. Tidak ada yang mendoakan DIA supaya bangkit. Tapi Yesus bisa bangkit sendiri tanpa didoakan. Hayo loh….
+++
hai hai bengcu:
Sayang sekali ayat yang anda KUTIP sama sekali tidak mengajarkan Yesus nggak TAKUT MATI tuh. ha ha ha ha ….. Memangnya Bapanya kemana waktu MENINGGALKAN yesus? ke hongkong ya? ha ha ha …..
-> Sayang banget ko bengcu tidak mengerti.
Lha emang menurut Ko Bengcu, ketika Yesus berkata seperti itu, kenapa?
Kenapa Yesus berkata, mengapa Engkau meninggalkan aku?
+++
hai hai bengcu
on July 7, 2013 at 2:47 am said:
FAKTANYA adalah alkitab mencatat bahwa Yesus TAKUT mati, bukan TAKUT KECOA. Yesus TAKUT disalib sampai MATI.
-> DIMANA ayat yang Yesus bilang dia takut disalib sampai mati?
hai hai bengcu:
Paulus memang mengaku BERANI mati untuk memebritakan Injil namun alkitab mencatat dia DITURUNKAN dari tembok untuk MELARIKAN diri.
-> ini ambil cerita dimana ? Kisah Para Rasul 9 ?
Mbok ya baca alkitab itu jangan setengah-setengah. Coba baca lagi seluruh ayatnya.
Disitu Paulus, masih sebagai SAULUS, ayat-ayat awal masih menjadi musuh dari Tuhan, dia hendak membunuh murid-murid Tuhan. Kemudian atas kehendak Tuhan yang ingin memakai dia, dia dibutakan. Ditobatkan, dan dengan melalui Ananias, Tuhan berkata di 9:15 : Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
SAULUS yang tadinya musuh TUHAN, memerangi bahkan membunuh anak-anak Tuhan, secara instan berubah drastis menjadi alat Tuhan.
Masalahnya ada di ayat 21 : Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: “Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?”
9:22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.
9:23 Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus.
9:24 Tetapi maksud jahat itu diketahui oleh Saulus. Siang malam orang-orang Yahudi mengawal semua pintu gerbang kota, supaya dapat membunuh dia.
9:25 Sungguhpun demikian pada suatu malam murid-muridnya mengambilnya dan menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang.
Orang Yahudi hendak membunuh Saulus, karena tidak percaya kepada dia. Karena Saulus pengaruhnya semakin besar, dan membingungkan orang-orang Yahudi akan sikapnya yang 180 derajat berubah total akan orang Kristen. Orang yang tadinya berkobar-kobar membunuh banyak orang Kristen, kok sekarang tiba-tiba jadi Kristen. Sungguh mengagetkan.
Paulus kabur BUKAN KARENA DIA TAKUT DISALIB. Tapi karena supaya tidak dibunuh atas maksud jahat, ALASAN YANG TIDAK BENAR.
Adakah di ayat itu dituliskan Saulus kabur karena takut? TIDAK.
Makanya, pahami kisah tidak sepotong-sepotong ya ko….
+++
Ko Bengcu, anda belum menjawab pertanyaan saya.
Jika Anda bersikeras ngomong kalau AMANAT UTAMA manusia adalah untuk beranak cucu, lalu bagaimana dengan orang-orang yang tidak bisa punya anak?
Orang-orang mandul? Orang-orang impoten? Orang-orang yang mati di usia muda? Orang-orang yang dibunuh oleh hewan liar? Orang-orang yang cacat?
Mereka orang berdosa? Lalu orang-orang yang bisa punya anak, mereka bukan orang berdosa?
Adakah ayat yang menegaskan jika untuk selamat, anda harus beranak cucu?
Jangan hanya berpatok pada kitab Kejadian, karena panduan manusia tidak hanya di Kitab Kejadian.
Yesus tidak mengulangi amanat beranak cucu, karena itu bukan yang utama dalam pekerjaan Tuhan.
+++
hai hai bengcu : Yesus mengajarkan untuk MEMIKUL Salib? ho ho ho ho …. KAPAN anda MEMIKUL salib ya? ha ha ha ha ….. Perjanjian Baru tidak mencatat kissah murid Yesus MEMIKUL salib sama sekali. ha ha ha ha …….
-> Matius 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
-> Matius 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
-> Lukas 14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
-> Markus 8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Koko baca Perjanjian Baru versi apa sih? Jelas-jelas ada bagian mengatakan tentang memikul salib.
Salib yang dipikul bukan secara harafiah Salib kayu yang dipakai untuk Yesus dan 2 penjahat itu, ko.
Apakah kita sekarang memikul salib dan mati secara disalib? Bukan.
Apakah Yesus hanya berkata tentang jaman itu? Tidak lah.
Sebagai contoh, Yakobus di Kisah Para Rasul 12:2 Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.
Yohanes, menurut catatan gereja, tidak mati secara disalib. Mati tua di pembuangan.
Matius, mati sebagai martir terbunuh oleh pedang.
Bartolomeus, dicambuk sampai mati.
Dan masih ada lainnya yang mati bukan karena disalib. Petrus yang disalibkan, itu juga salibnya terbalik. Andreas disalibkan, itu juga salibnya bukan seperti salib yang dipanggul Yesus.
Memang Alkitab tidak mendokumentasikan semua peristiwa ini. Hanya 2 rasul yang dicatat kematiannya.
Itu pun juga bukan melalui salib.
Apakah mereka bukan murid Yesus ? Mereka tetap murid Yesus kan, meskipun tidak memikul salib secara harafiah seperti Yesus.
Sebagai anak Tuhan yang masih hidup di dunia ini, salib kita adalah penyangkalan diri dari dosa, hidup seturut dengan kehendak-Nya, dan mengikut-Nya.
Koko sebagai orang Kristen kok tidak memahami ini ya?
berarti anda gak bisa menjelaskan kan?
dan anda lebih hebat dari Yesus karena tidak takut cawan, saya tunggu agama yg didirikan anda, bengcuism dan sebelum anda kotbah sebaiknya anda bilang “hai hai luyaaa!!” beres kan? ha ha ha ha….
@ BeZero4Truth
on July 8, 2013 at 12:56 am said:
Nancy Indrawati, anda membandingkan rasa takut para martir dan rasa takut Yesus akan kematian…? he..he….baik Yesus maupun martir sama-sama takut kali mbak…. coba deh tanya ke psikolog or survey sendiri, benarkah martir gak punya rasa takut mati….? cuma bedanya ngaku/jujur/DITULIS/DICERITAIN dan tidak aja, harusnya anda bangga karena Tuhan Yesus anda itu jujur ngaku takut, tapi walau takut Dia tetep gak mangkir alias gak kabur dari tugas Nya. anda juga harusnya bangga karena alkitab anda juga jujur mencatatnya…
-> Lho IYA, SAYA BANGGA mempunyai Tuhan Yesus. 😀 Tidak ada Tuhan di agama-agama lain yang mau dengan rendah hati melayani kami manusia berdosa yang sangat tidak layak.
Saya bangga menjadi Kristen, karena Tuhan Yesus begitu berbelas kasih hingga mau disalibkan demi menanggung dosa manusia.
Ini masalahnya kan kalian ngotot ngomong kalau Yesus itu takut akan kematian, yang mana tidak benar sama sekali. Ketakutan Yesus tidak pernah dicatat kalau Dia takut akan kematian.
+++
@ BeZero4Truth
anda tahu apa yg dilupakan oleh kebanyakan penginjil…? rasionalitas…!! alkitab risional, tegas dan konsisten. alkitab menganut sistem yg tidak dianut oleh kitab-kitab lain, yaitu minimal dua saksi baru sah, jadi setiap kejadian yg di catat itu bukan hasil BUALAN/IMAJINASI belaka…. silahkan anda selidiki kalau gak percaya..
-> emang yang ngomong alkitab itu bualan/imajinasi itu siapa? (-_-“) please deh, saya ga pernah bilang begitu.
Justru lebih tidak rasional kalau anda ngotot bilang Yesus takut akan kematian, wong dia bisa mengalahkan kematian kok. Again, yang mati akal siapa ya? Saya, atau anda?
@ BeZero4Truth
pelajari apa beda-sama anda dg Yesus mbak…, misal:
1. anda berasal dari sperma+sel telur, Yesus tidak. -> Iya saya tahu, karena memang Dia HARUS KUDUS.
2. anda dikandung dari rahim ibu anda saja, Yesus dikandung dari rahim Roh kudus yg di kandung dlm rahim maria. -> Iya saya tahu,
3. apa bedanya menjadi manusia dan menjadi daging.
4. Yesus lapar, yesus makan, yesus minum – anda juga
5. waktu kecil/balita anda belajar pakai kolor dan pakai sepatu sendiri ..? – kemarin saya dpt kakao talk dari Yesus, Dia pun dulu waktu kecil/balita belajar pakai kolor dan sepatu sendiri.
6. etc…
Apakah anda ingin mengatakan kalau Yesus hanya manusia?
Meskipun dia menjadi manusia dan menjadi daging, tidak mengurangi kekudusan Dia sebagai Tuhan.
Belajar lagi ya mas….
salam…
keith,
Matius 26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”
saya yakin anda cukup pintar untuk tahu apa yg Yesus maksud dg cawan.
Nancy Indrawati, nampak nya anda gak paham dg komentar saya, baca pelan2 mbak, jgn ngebut ntar nabrak lho…
siapa anda sehingga anda mengharuskan Yesus itu harus begini dan harus begitu, gak boleh begini dan harus begitu sesuai pemahaman/harapan anda…?
baiklah, saya akan sedikit lagi bermurah hati pada anda, berikut saya copas kan tulisan tuan SAMUEL FRANKLIN dari blog nya, mudah2an berguna buat anda.
Samuel Franklin menulis:
Yesus bukan Allah
Yesus bukan Allah. Orang yang menyatakan Yesus itu Allah adalah sesat. Yesus jelas menyatakan bahwa Allah adalah BapaNya. Karena itu Yesus dan Allah adalah dua pribadi yang berbeda. Yesus adalah Anak Allah dan Allah adalah Bapa Yesus.
Lalu bagaimana dengan ayat ini?
Yohanes 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ayat diatas bukan menyatakan bahwa Yesus itu Allah. Ayat diatas menyatakan bahwa Yesus itu setara dengan Allah. Sewaktu Yesus belum menjadi manusia dan masih dalam rupa Firman maka Dia itu setara dengan Allah. Hal ini di jelaskan lebih lanjut dalam ayat berikut:
Filipi 2:5-7
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Yesus itu setara dengan Allah tapi dia bukan Allah. Hal ini sebenarnya adalah pengajaran Firman yang mendasar.
Saya terpaksa menulis hal ini karena ada seseorang yang sesat dan memalukan berkeliaran di situs SabdaSpace. Dia dengan gagah beraninya berkata, “Kalau kamu tidak mengakui Yesus itu Allah maka kamu itu sesat”. Ampun deh. Benar-benar orang yang sesat dan memalukan.
saya tau Yesus takut akan “cawan” itu dan sy juga tahu apa arti cawan itu
yg tidak cukup pintar adalah orang2 yg menganggap cawan itu adl kematian