Aku pernah melakukan survey tentang para penggemar togel dan dukun jitu. Yang lucu adalah setiap dukun yang dianggap jitu, setiap harinya memberikan + 30 nomor kombinasi yang berbeda. Dari nomor-nomor ini, bila dikembangkan akan muncul ratusan bahkan ribuan kombinasi. Kalau nomor yang diberikan tembus, maka dikatakan dukunnya jitu! Kalau nomornya gagal, maka itu artinya anda tidak beruntung! Berikut ini adalah percakapan imajiner Bengcu dengan seekor ikan. Continue reading
Monthly Archives: February 2011
Khonghucu Agama Atau Kebudayaan?
Khonghucu adalah kebudayaan atau agama? Banyak orang bilang, menjadikan Khonghucu agama ibarat memaksa balon besar masuk ke kotak yang kekecilan sehingga harus dikempeskan dulu supaya muat. Continue reading
Amanat Agung Yesus Kristus
Menjadikan semua bangsa MuridNYA dan membabtis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus adalah Amanat Agung Yesus Kristus kepada gereja. Setiap orang Kristen, tanpa kecuali, wajib menggenapi Amanat Agung itu dalam dirinya, dalam generasinya. Sayang sekali, walaupun semua orang Kristen mengamini Amanat Agung Yesus Kristus, namun hanya sedikit yang benar-benar memahami maknanya, apalagi secara aktif menggenapinya. Alih-alih memberitakan Injil, kebanyakan orang Kristen generasi ini justru lebih suka menyaksikan betapa diri mereka adalah orang-orang yang diberkati. Continue reading
Kami Tidak Pacaran Lagi
Ini adalah sebuah kisah yang terjadi ketika aku masih kuliah dulu. Suatu malam minggu, aku sedang duduk ngobrol dengan beberapa orang teman di beranda rumahku sambil minum bir. Salah satu adikku yang baru pulang dari malam mingguan menghampiri kami. Mukanya kusut, nampaknya sesuatu yang tidak menyenangkan telah terjadi padanya. Continue reading
Menikmati Sandra
“Sandra (bukan nama sebenarnya) memang hitam tetapi cantik, Sandra (bukan nama sebenarnya) adalah jelita di antara wanita.” Itulah caraku menggoda Sandra (bukan nama sebenarnya), sebenarnya bukan menggoda, tetapi memujinya. Setiap kali mendengar pujianku itu, dia melotot. Anehnya, ketika melotot dia malah tambah jelita, itu sebabnya, ketika dia melotot, aku juga melotot. Dia melotot sok marah, aku melotot terpesona. Sandra (bukan nama sebenarnya) memang jago melotot. Di antara teman-teman kuliahku hanya aku satu-satunya orang yang mampu mengalahkan dia dalam adu melotot. Dan hanya aku, dia dan Tuhan yang tahu, kenapa aku selalu mengalahkannya dalam adu melotot, aku main curang. Setiap kali adu melotot, setelah sekian lama saling melotot, aku lalu menurunkan pandangan mataku satu setengah jengkal ke bawah, beberapa detik kemudian, dia pasti mengaku kalah dengan tersipu-sipu sambil mengumpat, “Dasar orang gila!” Pada saat-saat tertentu, dia benar-benar marah dan menghunjamkan kukunya yang runcing, mencengkram lenganku sampai aku meringis kesakitan dan minta ampun. Continue reading