Hari ini, 31 Maret 2013, jam 13.00-15.00, GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia kembali menggelar kebaktian bagimu negeri di depan Istana. Kebaktian hari ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan Minggu Paskah. Hari Minggu Paskah adalah hari kebangkitan Yesus dari kematian setelah divonis mati oleh Mahkamah Agama Yahudi lalu disalibkan pada hari Jumat siang, Jam 12.00-15.00 oleh tentara Romawi. Continue reading
Tag Archives: Jan Calvin Pindo
Iman yang Memindahkan Gereja Yasmin

Anda tahu kopi si Borong-Borong? Benar! kopi Siborong-borong dijual oleh Starbucks Cafee dengan harga Rp. 90 sekian ribu per 250 g. Minggu lalu waktu kebaktian bagimu negeri di depan Istana saya kebagian 250 g. Oleh-oleh dari Jemaat HKBP Sitabo-tabo Si Borong-borong Tapanuli Utara yang dibawa oleh Ibu Pdt. Marcia Silaen. Saya sudah mencium wanginya dan menelitinya. Wow … benar-benar kopi Siborong-borong yang dasyat itu. Selain membawa kopi, Pdt. Marcia juga membawa UANG. Uang itu dikumpulkan oleh anggota Jemaat HKBP Sitabo-tabo untuk membantu GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia. Continue reading
Pertemuan BPMS GKI dengan Aktivis HAM dan Lintas Iman
Pertemuan anggota Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI dan para aktivis HM dan Lintas Iman di lantai 5 STT Jakarta, jl. Proklamasi No. 27 Jakarta Pusat tanggal 30 Januari 2013 telah berlangsung dengan baik. Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) Jawa Tengah dan BPMSW Jawa Timur juga mengirim anggotanya untuk hadir. Wahid institute dan LBH Jakarta dan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), GPBI, HKBP dan lain-lainnya Continue reading
GKI Pengadilan Bogor Bukan Sarang Penjahat
PENGUMUMAN
Sejak Tanggal 19 November 2012 pendeta GKI yang bernama: Royandi Tanudjaya dan Arliyanus Larosa dan Jan Calvin Pindo dan Albertus Patty dan Imanuel Kristo dengan berbagai CARA dan SARANA telah melakukan PEMBOHONGAN publik atas nama Sinode GKI dengan pernyataan: Continue reading
GKI Sudah Sesat
Kisanak, apakah “Sesuai dengan hakikatnya GKI tidak memberikan kemungkinan pemisahan diri dari kesatuan GKI.” adalah pepesan kosong belaka? Sekitar tahun 1972, saya mulai sekolah minggu di GKI Siliwangi. Tahun 1986 menjadi anggota Sidi GKI Siliwangi. Sampai hari ini tetap anggota Jemaat GKI Siliwangi. Saya akan menjadi anggota Jemaat GKI Siliwangi sampai mati. GKI menganut pemerintahan Presbiterial-Sinodal. Di sekolah minggu, belum pernah mendengar cerita tentang pemerintahan Presbiterial-Sinodal. Di kebaktian Remaja dan Pemuda pun tidak pernah mendengar kotbah tentang hal itu. Di katekisasi tidak diajari hal demikian. Dari mimbar gereja GKI belum pernah mendengar kotbah tentang itu. Tager & Talak GKI. Berapa banyak anggota GKI yang memilikinya? Berapa banyak yang membacanya apalagi membacanya dengan teliti dan hati-hati? Umumnya kita tidak membaca Tager & Talak GKI karena meyakini di dalamnya tidak ada hikmat dan bijaksana yang bisa dipelajari. Sebagian kecil dari kita percaya bahwa Tager & Talak GKI hanya perlu dibaca oleh penatua dan pendeta. Sebagian kecil yang lain yakin bahwa Tager & Talak GKI hanya perlu dibaca ketika menghadapi masalah. Tuan dan nona, tahukah anda bahwa gonjang-ganjing GKI Yasmin mustahil terjadi bila anggota-anggota GKI memahami pemerintahan GKI (Presbiterial-Sinodal) dan gemar belajar Tager & Talak GKI? Continue reading


