Ioanes Rakhmat Jarang Belajar Alkitab


Sebagian mahasiswa teologi menggelari dirinya orang beriman lalu getol sekali mempelajari buku-buku teologi. Setelah lulus mereka menjuluki dirinya ortodok alias Reformed dan dipoyoki Fundamentalis. Sebagian mahasiswa teologi menjuluki dirinya rasional dan rajin sekali mempelajari buku-buku teologi. Setelah lulus mereka menjuluki dirinya Freethinker dan diejek sebagai Liberal. Kebanyakan mahasiswa teologi baik yang beriman maupun yang rasional sama-sama rajin belajar buku teologi dan menyangka nggak perlu belajar alias membaca Alkitab lagi. Setelah lulus kuliah teologi, para Fundamentalis dan Liberal pun saling menyerang. Aneh bin ajaib. Para sarjana teologi Liberal berusaha mati-matian membuktikan bahwa Alkitab adalah buku DONGENG agar dapat memahaminya secara ILMIAH sementara para sarjana teologi Fundamentalis berusaha mati-matian membuktikan bahwa Alkitab adalah firman Allah secara ILMIAH dengan DONGENG. Tentu saja keduanya sama-sama tidak mempelajari Alkitab lagi karena sudah mempelajari banyak sekali buku-buku teologi. Ioanes Rakhmat adalah sarjana teologi. Dia doktor teologi. Continue reading

Philips Joeng Menipu Lalu Berlagak Pilon


Pada mulanya saya menyangka ilmu berhitung Philips Joeng benar-benar PAYAH. Namun setelah membaca jawabannya ketika kesalahannya dinyatakan, maka saya tahu bahwa ilmu berhitungnya sehat-sehat saja. Yang tidak sehat adalah MORALNYA yang HANYA mau menang dan TIDAK mau KALAH. Yang bermasalah adalah BUDI PEKERTINYA yang menghalalkan segala CARA untuk membenarkan diri sendiri. Yang bermasalah adalah HATINYA yang pengecut yang tidak berani mengakui kesalahannya. Inilah bukti dari perilaku hina dinanya. Continue reading

Philips Joeng Menyangkal Bualannya Sendiri


Alkitab mencatat bahwa mujizat 5 roti dan 2 ikan terjadi di Tiberias, bukan di Betsaida. Catatannya sangat tegas dan gamblang sehingga mudah sekali untuk dipahami dan mustahil menyangkalnya. Namun, berkali-kali Pinokionas mengajarkan bahwa mujizat  5 roti dan 2 ikan terjadi di Betsaida. Setelah hai hai menunjukkan ayat-ayat Alkitab yang mengajarkan bahwa mujizat  itu terjadi di Tiberias, bukan di Betsaida, Pinokionas pun menyangkal bahwa dia mengajarkan mujizat 5 roti dan 2 ikan terjadi di Betsaida. Perilaku demikianlah yang saya sebut menjilat muntah sendiri alias plintat-plintut. Kenapa Pinokionas kekeh jumekeh menyangkal yang telah diajarkannya berkali-kali? Saya tidak tahu. Namun perilaku demikian benar-benar mengenaskan. Continue reading

Philip Joeng Meno Plintat-Plintut


Ke 12 murid yang diutus oleh Yesus tidak menginap karena mereka tidak membawa pakaian serep sedangkan ke 70 murid menginap karena mereka tidak dilarang untuk membawa pakaian serep. Itulah penipuan Pst Wenas alias Gyntara Yongky Wenas alias Oen Tay joeng alias Philip Wenas alias Philips Joeng kali ini. Continue reading

Philips Joeng Menipu Tentang Kata Meno


Kerabatku sekalian, KONON (pinjem kononnya mas Petrus), gelar PINOKIONAS alias Pst Wenas alias Gyntara Yongky Wenas alias Oen Tay joeng alias Philip Wenas alias Philips Joeng lebih panjang dari namanya. Dia adalah PAKAR bahasa Yunani yang biasa mengajar bahasa Yunani di kelas-kelas Sekolah Teologi. Tak bosan-bosannya dia mengaku ahli bahasa Yunani dan benar-benar memahami kata MENO sambil berkeluh kesah putus asa mengajari hai hai yang nggak tahu apa-apa tentang bahasa Yunani dan NGOTOTNYA PUN NGACO BELIAU.  Itu sebabnya ketika hai hai MENUNTUNNYA dengan sabar untuk membaca beberapa ayat Alkitab yang menggunakan kata MENO, setelah berkali-kali gagal, akhirnya PINOKIONAS berhasil membuat definisi kata MENO yang cukup baik. Continue reading