Kenapa anda tidak merayakan Natal? Ada tiga alasan utama yang diajukan oleh orang Kristen yang tidak merayakan Natal. Pertama, Yesus Kristus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Kedua, 25 Desember adalah hari ulang tahun dewa-dewi. Ketiga, tidak ada perintah untuk merayakan Natal yang tercatat di dalam Alkitab. Continue reading
Naga Tiongkok Kuno Adalah Iblis?
Memberanikan diri bertanya; Dalam bukunya yang berjudul Imlek & Alkitab Pdt. Markus Tan menulis:
Sampai sekarang masih diragukan apakah ada orang, bahkan di jaman dulu sekalipun, yang pernah melihat phoenix yang sebenarnya. Burung yang dapat terbakar habis dan hidup lagi dari abunya ini melambangkan pengorbanan diri dan kelahiran kembali. Tindakan tersebut diulang berkali-kali sampai tercapai kesempurnaan. Phoenix juga diyakini sebagai mendatangkan perdamaian dan keharmonisan. Imlek & Alkitab hal 19 Continue reading
Kisah Penciptaan Alkitab Dalam Aksara Mandarin
The Discovery of Genesis, How The Truths of Genesis Were Found Hidden In The Chinese Language ditulis oleh C H Kang dan Ethel R Nelson dan diterbitkan pada tahun 1979. Anda dapat membacanya di sini. Continue reading
Natal Pertama
NATAL pertama berhenti kerja jalan terlunta
di tanah kelahiran tak punya uang tak ada tempat bernaung perut membusung mengemis belas kasihan
di kandang hewan saling menghangati terpaksa rela tak punya pilihan
seribu tanya senyap seribu ragu sia-sia janji indah hanya janji dingin, bau, sepi
pun tahu sia sia menangis juga luka hati muncratkan darah suamiku malang, kasihan bukankah salah bunda? sejak awal sudah terluka istriku bukan istriku harga diri benang basah inikah cinta? lelaki lemah sedunia
pun tahu pahit kukunyah juga lelaki tanpa nyalikah aku atau lelaki hati samudera? percuma memilih Continue reading
Aku Tidak Percaya Mukjizat Dan Ini Tidak Boleh Terjadi Lagi
Ketika Yesus berkata, “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” orang itu pun bangun lalu pulang. Ketika Petrus berkata kepadanya: “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu. Ketika Paulus berkata dengan suara nyaring: “Berdirilah tegak di atas kakimu!” Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari. Saya sudah bosan melihat seseorang berjalan tertatih-tatih menuju mimbar dengan tangan terayun tak terkendali lalu terbata-bata bersaksi bahwa dia telah sembuh dari lumpuhnya, sementara pengkotbah dengan tegas mengumumkan telah melakukan mujizat kesembuhan ilahi, orang lumpuh berjalan. Tidak perlu menjadi dokter untuk tahu bahwa orang itu sama sekali belum sembuh karena seluruh tubuhnya dengan jelas dan tegas menunjukkan, dampak serangan stroke padanya. Itukah mujizat kesembuhan ilahi generasi ini? Continue reading