Tingginya 172cm sedangkan beratnya 60kg, sebagai seorang lelaki tubuhnya tidak kekar dan wajahnya pun tidak tampan. Ketika berjalan langkah kakinya ringan namun mantap menapak bumi, tubuhnya tegak dengan dada sedikit busung dan perut rata, dia nampak langsing dan sehat namun tidak istimewa. Di mall baru itu dia melangkah sendirian, santai namun tidak malas, waspada tanpa prasangka, hal itu nampak dari bahunya yang rileks dan ayunan tangannya yang ringan. Wajahnya yang tidak tampan nampak berseri, bibirnya yang tipis terkatup damai pandangan matanya penuh percaya diri dan cerdas serta memancarkan perasaan bahagia dan puas. Dia melangkah lepas seolah orang paling bahagia di kolong langit ini. Walau beberapa kali dahinya kerkerut sedikit ketika berpapasan dengan orang, namun apa yang dia pikirkan hanya dia yang tahu sebab tidak nampak sama sekali pada mimik wajahnya. Di sungai telaga dunia persilatan dia dikenal dengan nama pendekar Kelana Sinting alias hai hai (dengan huruf kecil). Continue reading
Category Archives: Sastra
Natal Pertama
NATAL pertama berhenti kerja jalan terlunta
di tanah kelahiran tak punya uang tak ada tempat bernaung perut membusung mengemis belas kasihan
di kandang hewan saling menghangati terpaksa rela tak punya pilihan
seribu tanya senyap seribu ragu sia-sia janji indah hanya janji dingin, bau, sepi
pun tahu sia sia menangis juga luka hati muncratkan darah suamiku malang, kasihan bukankah salah bunda? sejak awal sudah terluka istriku bukan istriku harga diri benang basah inikah cinta? lelaki lemah sedunia
pun tahu pahit kukunyah juga lelaki tanpa nyalikah aku atau lelaki hati samudera? percuma memilih Continue reading
Saya Masih Perjaka
Saya memulai karir tampil di muka umum sejak kecil, jadi asisten penjual obat keliling di pasar, upahnya selain uang juga trik-trik sulap dan jurus-jurus bela diri, karena karir tersebut, saya nggak pernah dikompas (dimintai uang) lagi oleh preman pasar. Saya menjalankan karir itu dengan memakai topeng, agar mama tidak tahu, teman teman tidak tahu. Saya menjalani karir itu bukan karena kemauan sendiri, tetapi terpaksa menjalaninya sejak suatu hari setelah mengantarkan kueh ke toko yang memesan kue buatan mamaku, aku tertarik untuk ikut berkerumun menonton seorang tukang obat berbadan kekar dengan kumis baplang dan golok tersandang sedang memperagakan jurus-jurus bela dirinya dan sulap. tiba-tiba saja dia melotot padaku, satu-satunya china yang ikut nonton dan menarikku ke tengah lalu menghujani tubuhku dengan berkali-kali bacokan. Saya tidak sempat berteriak karena tidak menyangka apa yang akan terjadi. Anehnya, saya tidak merasa sakit sama sekali. Saya kebal. Dia lalu menyuruh saya mengedarkan obat kuat yang dijualnya. Ketika pertunjukan selasai, dia meberiku uang, Rp. 500, – cukup untuk membeli 20 mangkok bakso komplet. Continue reading
Musa Adalah Elohim
Suatu hari, Bengcu pergi ke rumah duka melayat ayah salah satu teman Tionghuanya yang meninggal. Di sana dia bertemu dengan Ikan, adik temannya yang telah memeluk agama Kristen. Ketika upacara perkabungan menurut tradisi Tionghua sedang berlangsung, Ikan ngobrol dengan teman-teman sesama Kristennya. Mungkin karena rasa duka yang tak tertanggungkan, maka Ikan tidak mampu mengendalikan kesusilaannya. Dia lalu berkata kepada teman-teman Kristennya, betapa sia-sia dan tidak masuk akalnya upacara perkabungan yang dilakukan oleh keluarganya. Baginya itu adalah penyembahan arwah orang mati. Terjadilah diskusi antara Ikan dan teman-teman Kristennya, yang menurut Bengcu melanggar kesusilaan. Tiba-tiba naluri jail Bengcu bangkit, dia lalu menyatakan, bahwa Ikan dan teman-teman Kristennya juga menyembah arwah orang mati. Berikut ini adalah tanya jawab antara keduanya. Continue reading
Dukun Togel VS Pengkotbah Alam Roh
Aku pernah melakukan survey tentang para penggemar togel dan dukun jitu. Yang lucu adalah setiap dukun yang dianggap jitu, setiap harinya memberikan + 30 nomor kombinasi yang berbeda. Dari nomor-nomor ini, bila dikembangkan akan muncul ratusan bahkan ribuan kombinasi. Kalau nomor yang diberikan tembus, maka dikatakan dukunnya jitu! Kalau nomornya gagal, maka itu artinya anda tidak beruntung! Berikut ini adalah percakapan imajiner Bengcu dengan seekor ikan. Continue reading