Megawati Soekarnoputri Di Mata Seorang Tionghoa Kristen


Gambar: gudinnapandora.

Prabowo Subianto yang terhormat, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, izinkan saya berkata, “Dikibulin nich ye?” Sebagai Ketua Dewan Pembina Partai GERINDRA yang KECIL saja anda dikibulin, apalagi jadi presiden Republik Indonesia? Untuk masalah SEPELE saja anda CEROBOH (ceroboh atau kurang cerdas?) bagaimana dengan masalah BANGSA? Setelah DIKIBULIN politisi PDI Perjuangan alih-alih MAWAS diri dan MENGAKUI kebodohan sendiri anda justru menyalahkan orang lain? TERLALU! Prabowo Subianto yang mulia, sekali lagi, mohon maaf tanpa mengurangi rasa hormat, saya MUSTAHIL mempercayakan jabatan Presiden Republik Indonesia kepada anda. Saya tidak PERCAYA anda MAMPU memimpin Republik Indonesia. Continue reading

Kesepakatan Batutulis Di Mata Seorang Tionghoa Kristen


Image result for kesepakatan batu tulisKerabatku sekalian Kesepakatan Batutulis bukan pepesan kosong. Partai GERINDRA sudah mempublikasikannya. Disebut Kesepakatan Batutulis karena dibuat dan disepakati di Batulis Bogor. Kesepakatan Batutulis adalah cermin perilaku politikus Indonesia. Kesepakatan Batutulis menunjukkan dengan gamblang KUALIFIKASI Prabowo Subianto khususnya dan politikus Partai GERINDRA umumnya. Politikus PDI Perjuangan MENGIBULI politikus Partai GERINDRA? Terlalu! Continue reading

Milchior Kamil Di Mata Seorang Tionghoa Kristen


CALEG DPRD DKI? Dia bukan teman saya. Saya tidak kenal dia. Bahkan, bertemu dengannya pun saya tidak pernah. Pada tahun 2012, salah satu sahabatnya sejak kuliah berkata kepadanya, “Sudah saatnya kamu masuk SISTEM karena SISTEM membutuhkan banyak orang yang SUDAH TERUJI mengesampingkan KEPENTINGAN pribadi untuk MELAYANI masyarakat.” Saat itu dia bilang, “Tidak!” karena menyangka semua partai politik brengsek adanya. Sahabatnya itu menasehatinya, “Teladani Ahok, teladani Ahok, teladani Ahok, sahabatku. Cari partai NASIONALIS yang mau memberi kesempatan kepadamu.”  Tahun 2013 sahabatnya bertanya kepadanya, “Kenapa NASDEM? Nasional Demokrat?” Menatap tajam mata sahabatnya, dia berkata, “Karena Nasdem satu-satunya partai NASIONALIS yang mendaftarkanku menjadi CALEG meskipun aku tidak membayar UANG mahar.” Namanya Milchior Kamil. Caleg DPRD DKI Dapil 9 Kalideres Cengkareng Tambora Nasdem No. 11. Continue reading

Susilo Bambang Yudoyono (SBY) itu Presiden Bukan Preman


Saya hai hai, MENDUKUNG rencana Pemerintah Indonesia untuk MENGHAPUS subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) namun MENENTANG para penguasa yang MENIPU rakyat dengan memutar balik FAKTA. SUBSIDI BBM itu ibarat seorang nelayan yang menjual ikan TANGKAPANNYA ke tetangganya dengan harga Rp. 4.500,-  per Kg, padahal dia bisa menjualnya di pasar lelang dengan harga Rp. 10.000,- per Kg. Tindakan NELAYAN itu disebut menjual dengan harga DISKON Rp. 5.500,- per Kg atau SUBSIDI Rp. 5.500,- per Kg. Nelayan tersebut sama sekali TIDAK perlu MENGELUARKAN uang Rp. 5.500,- per Kg ikan yang dibeli oleh tetangganya. Namun, nelayan itu kehilangan kesempatan untuk MENDAPATKAN uang Rp. 5.500,-  per Kg ikan yang dibeli oleh tetangganya. Itu berarti ucapan “PEMERINTAH tidak punya uang untuk MEMBAYAR subsidi BBM.” Yang dikeluarkan oleh para PENGUASA adalah OMONG KOSONG alias PEPESAN KOSONG belaka. UCAPAN demikian adalah PENIPUAN karena menganggap rakyat BODOH. Continue reading

MINGGIR! Demokrat Mau Lewat!


Pemilihan Umum 9 April 2008 sudah berlalu walaupun hingga hari ini, 09 Mey 2009  penghitungan suaranya belum selesai, namun beberapa jam setelah Pemilu berlangsung, hasil perhitungan cepat (quick count) sudah dapat diketahui. GOLPUT MENANG MUTLAK! Pemilu kali ini tidak segegap-gempita pemilu-pemilu sebelumnya karena partai-partai yang bertarung tidak mengerahkan masa untuk melakukan arak-arakan keliling kota. Selama tahun 2007 hingga 2008 saya sempat mengunjungi beberapa kota di pulau Jawa dan Sumatera. Dalam perjalanan tersebut, salah satu hal yang saya amati adalah keberadaan kantor-kantor partai politik dan kegiatan mereka. Selama itu pula saya membaca berita-berita tentang partai-partai yang akan bertarung. Ketika ngobrol tentang pemilu tahun 2009 saya sering mengucapkan kata. MINGGIR! Demokrat Mau Lewat! Continue reading