Tragedi Everest 96 Dan Prabowo Subianto


Image may contain: 1 personPuncak kematian Everest 96. Suhu udaranya minus 30 derajat sementara oksigennya hanya 50% dari normal yang terus berkurang sejak ketinggian 5.400 meter sampai tinggal sepertiganya (30%) di ketinggian 8.850 meter dari permukaan laut. Dalam kondisi badai salju turun lagi hingga 14%. Continue reading

Tiga Pendekar Kelas Kambing Tersesat Di Ranu Kumbolo


Gambar: Frida

Kami memutari pinggang bukit di mana jalan setapak menurun diapit tebing di sebelah kanannya dan jurang disebelah kirinya. Perlahan-lahan cahaya lampu puluhan tenda di pandai danau Ranu Kumbolo pun menghilang dari pemandangan. Tiba-tiba Mprit memberi tanda kepada Wiwik yang berjalan di depannya untuk berhenti lalu bertanya kepadaku, “Kolonel, kita turun di sini?” Saya memandang ke arah yang ditunjuknya. Cahaya senter kepala menunjukkan sebuah jalan setapak tiga jalur menukik tajam ke dasar lembah. Saya lalu mengarahkan pandangan ke jalan di depan dan mempirkirakan arahnya dengan membandingkannya dengan bebukitan di depan. “Tidak. Kita tidak memasuki Ranu Kumbolo dengan terjun ke dalam lembah namun memasuki mulut lembah yang landai. Saya yakin jalanan ini akan membawa kita ke mulut lembah Ranu Kumbolo.” Continue reading

Wisely dan Jeram Cicatih


Sejak tiga bulan yang lalu istri saya sudah bilang, dia dan teman-teman kantornya akan pergi arung jeram pada tanggal 17 Agustus 2007 dan mengajak saya untuk ikutan. Tanggal 14 Agustus, istriku kembali mengajakku untuk ikut arung jeram dengannya. Saya menanggapinya suam-suam, sebab menurutku biaya yang dibebankan terlalu tinggi, jauh di atas normal, di samping itu, air sungai pada musim kemarau ini pasti di bawah normal, arung jeram pada saat kemarau, kurang asyk. Saya memberitahu dia ancer-ancer biaya yang wajar dan menawarkan bantuan bila operator arung jeram tidak mau menurunkan harga yang mereka tetapkan. Continue reading