Tragedi Everest 96 Dan Prabowo Subianto


Image may contain: 1 personPuncak kematian Everest 96. Suhu udaranya minus 30 derajat sementara oksigennya hanya 50% dari normal yang terus berkurang sejak ketinggian 5.400 meter sampai tinggal sepertiganya (30%) di ketinggian 8.850 meter dari permukaan laut. Dalam kondisi badai salju turun lagi hingga 14%.

Semakin tinggi mendaki, tekanan udaranya semakin rendah. Tekanan udara yang rendah membuat kandungan oksigen di udara semakin sedikit. Penurunan tekanan udara dan oksigen memicu penumpukan cairan di otak dan paru-paru. Penumpukan cairan di otak bisa mengakibatkan kehilangan kesadaran dan koma bahkan kematian sementara penumpukan cairan di paru-paru menyebabkan sesak nafas bahkan kematian.

Sangat berbahaya namun kenapa para pendaki rela mempertaruhkan nyawanya dalam lingkungan ekskrim demikian sementara badai salju siap menerjang kapan saja? Karena bagi para pendaki, itu bukan perang untuk mengalahkan alam apalagi mengagul-agulkan diri namun perjalana ziarah untuk rendah hati. Itu sebabnya penderitaan bahkan kematian dalam pendakian Everest tidak pernah dianggap sebagai malapetaka apalagi bencana. Juga mereka yang kembali dengan selamat selalu berusaha untuk mendaki lagi dan lagi.

Hari itu tanggal 10 Mei 1996, badai salju melanda lembah kematian (The Dead Zone of Everest) dan merenggut nyawa 8 pendaki. Pada tahun 2015 kisah tersebut lalu difilmkan dengan judul: Everest. Melalui film tersebut para penonton jadi tahu bahwa pendakian puncak Everest tahun 1996 hanya dilakukan pada musim pendakian oleh berbagai rombongan.

Selain dikenang oleh para penyintasnya, pendakian 10 Mei 1996 juga memantapkan solidaritas para pendaki Everest agar semakin berhati-hati dan saling mendukung. Itu sebabnya waktu menggapai puncak Everest tanggal 26 September 1996 silam, tidak mungkin Clara Sumarwati mendakinya sendirian dan mustahil dia mengaku-aku karena ada 5 orang Sherpa (pemandu) yang menjadi saksi keberhasilannya dan banyak rombongan pendaki lain yang mengamatinya dari kejauhan lewat teropong.

Pada hari itu, tanggal 26 September 1996, selain Clara Sumarwati hanya ada satu orang lain yang berhasil mencapai puncak Everest yaitu: Sherpa Gyalzen Sherpa (Loding Tamakhani – 3) dari Nepal. Dengan mengamati “Daftar Pemuncak Everest” dengan teliti dan hati-hati maka kita melihat bahwa setelah keduanya, tidak ada lagi pemuncak yang lain sampai tanggal 11 Oktober 1996 yaitu Jong-Tai Choi dan Kwang-Chal Shin, mahasiswa dari Korea Selatan. Tanya, “Kenapa?”

Pada musim pendakian ini, (September – Oktober ) tidak adanya pemuncak Everest lain dari 26 September 1996 sampai 11 Oktober 1996 membuktikan bahwa kesaksian Clara Sumarwati tidak berhasil membuat foto di puncak karena badai salju adalah fakta. Itu bukan isapan jempol belaka.Tidak adanya pemuncak lain dari 26 September 1996 sampai 11 Oktober 1996 membuktikan bahwa kesaksian Clara Sumarwati tidak berhasil membuat foto di puncak karena badai salju adalah fakta dan bukan isapan jempol belaka.

Menuduh Clara Sumarwati membual mencapai puncak Everest padahal tidak karena dia tidak memiliki foto? Kalau memang bisa mengaku-aku pastilah nama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bahkan Ratna Sarumpaet sudah tercantum di Daftar Pemuncak Everest. Ha ha ha ….

Menurut Daftar Pemuncak Everest (List of Mount Everest Climbers) Clara Sumarwati adalah orang ke 671 dan orang pertama serta wanita pertama Asia Tenggara pemuncak Everest sejak Edmund Percival Hillary tanggal 29 Mey 1953. Jumlahnya sangat langka walaupun banyak sekali yang sudah mencobanya dan gagal.

Suhu hai hai menyebutnya Tragedi Everest 1996 alias Tragedi Ulang Tahun Emas Kemerdekaan Republik Indonesia 1995 karena tujuan pendakian Clara Sumarwati ke puncak Everest 1996 adalah untuk merayakan ulang tahun emas (50 tahun) kemerdekaan Republik Indonesia 1995.

Disebut TRAGEDI karena atas prestasinya menggapai puncak Everest Clara Sumarwati dianugrahi bintang jasa Nararya dari pemerintah (Presiden Soeharto) Indonesia namun ketika salah satu prajurit Kopasus, Asmujiono berhasil mencapai puncak Everest pada tanggal 26 April 1997, entah siapa yang memulainya bahkan entah siapa aktor intelektualnya, ujuk-ujuk Clara dikriminalisasi dengan tuduhan menipu dunia dengan mengaku-aku mencapai puncak Everest padahal tidak.

Syukur kepada Allah! Sekarang kita tahu, kenapa Clara Sumarwati dikriminalisasi? Pernyataan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera di acara Mata Najwa, Rabu (10/10) sangat tegas dan gamblang.

“Prabowo sudah membuktikan kualitasnya, 26 April 1997 ketika tidak ada seorang pun dari Asia Tenggara yang mampu menaklukkan Everest, Prabowo dan tim Kopassus-nya mampu menaklukkan gunung tertinggi di dunia. Itu ciri khas kepemimpinan utama. Prabowo punya kemampuan membereskan banyak masalah,” ucap Mardani Ali dengan berapi-api.

Ternyata, Clara Sumarwati dikriminalisasi dan difitnah agar Prabowo dan tim Kopassus-nya bisa menjadi orang Asia Tenggara pertama yang mampu menaklukkan puncak tertinggi di dunia, Everest? Sayangnya usaha tersebut gagal total karena sampai hari ini, Clara Sumarwati tetap diakui dunia sebagai pemuncak Everest pertama Asia Tenggara.

Bagaimana sekarang? Kita benarkan saja pembohongan publik bahwa Prabowo dan tim Kopassus-nya adalah pemuncak Everest pertama Asia Tenggara dan terus mengkriminalisasi Clara Sumarwati sampai kuda gigit jari? Mengharapkan agar menteri pemuda dan olahraga segera minta maaf kepada Clara Sumarwati dan merehabilitasi nama baiknya yang dicemarkan selama ini? Atau kita berharap agar Presiden Jokowi berbelaskasihan kepada Clara Sumarwati?

#TragediEverest96
#PrabowoDanPuncakEverest
# ClaraSumarwatiDanEverest

13 thoughts on “Tragedi Everest 96 Dan Prabowo Subianto

  1. Kalau gue punya bini cantik tapi bandel gak mau memasukan kaos oblong nya ke dalam celana atau rok, gue ceraikan!!!!

  2. oh… baru tahu saya ada cerita seperti ini
    makasih om utk infonya.
    luar biasa tim telolet yg satu ini sukanya bikin hoax dan nyeruduk kesana kemari
    hahaha…

    • Iya, memang kalau jadi suami harus tegas!!! Isteri muda bandel harus diberi pelajaran!! Gak mau pake kaos oblong dengan benar ya ancam ceraikan!!!

  3. Korea Utara adalah negara Dajjal Yang Anti Kaos Oblong!!! Kim Jong Un sudah gak waras, masa cewek cantik di suruh pake jas, bukan nya pake kaos oblong.

  4. Cewek-cewek Tionghoa Buddhist dan Tionghoa Katolik pada cantik-cantik ya bengcu… Apalagi kalo pake kaos oblong 🤭

    • Kalo cewek cantik pake kemeja atau kaos kerah atau jas itu gak cocok!!! Bikin jelek penampilan, gak enak di pandang!!! Pake daster juga jadi jelek, kayak udah tua…

    • Kim Jong Un juga Licik!! 😡😡, Pura2 bae2in si Moon Jae-in dan Donald Trump, dasar Gog dan Magog tuh si Korut Kim Jong Un!!! 😡😡😡😡, Negara Anti Kaos Oblong Tuh Negara Iblis!!! Iblis / Setan / Jin / Roh Jahat / Hantu / Dedemit / Satan / Roh Halus / Roh Najis Paling Gak Suka Sama Cewek Yang Pake Kaos Oblong Dengan Benar!!! Lucifer Bajingan Licik!!!! 😠😠😠😠

      • Lucifer itu cewek atau cowok? Atau banci? Mohon konfirmasinya suhu hai hai yant pintar 😏😏

  5. Setengah pake helikopter setengah lagi mendaki puncak everest. Walaupun mencapai puncak gunung ngak ada hebatnya karena startnya bukan dari kaki gunung tapi ditengah-tengah antara kaki gunung dan puncak gunung.
    50% pake helikopter.
    50% mendaki gunung.
    Tim prabowo mencapai puncak everest tapi hanya 50% alias tidak 100% murni. apa hebatnya kita juga bisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.