Konon, dahulu kala di Tiongkok kuno, tiga orang cendekiawan piknik ke tengah danau naik sampan. Setelah sampai di tengah danau, ternyata sampan mereka bocor. Cendekiawan pertama bilang, mereka harus segera menambal sampan agar tidak tenggelam. Yang dikatakannya benar. Cendekiawan kedua berkata, mereka harus segera menguras air yang menggenang agar tidak tenggelam. Yang dikatakannya masuk akal. Cendekiawan ketiga menyatakan, mereka harus segera mendayung sampannya ke tepi agar tidak tenggelam. Pernyataannya betul. (di dalam hati saya bilang, pendeta GKI pasti sibuk berdoa syafaat agar tidak tenggelam). Ketiga cendekiawan itu pun terlibat dalam perdebatan seru untuk mepertahankan pendapatnya masing-masing. Ketiganya pun mati tenggelam. Continue reading
Category Archives: Perjuangan GKI Yasmin
Perayaan Paskah 2013 Di Depan Istana Dan Surat Dari Amerika
Hari ini, 31 Maret 2013, jam 13.00-15.00, GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia kembali menggelar kebaktian bagimu negeri di depan Istana. Kebaktian hari ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan Minggu Paskah. Hari Minggu Paskah adalah hari kebangkitan Yesus dari kematian setelah divonis mati oleh Mahkamah Agama Yahudi lalu disalibkan pada hari Jumat siang, Jam 12.00-15.00 oleh tentara Romawi. Continue reading
Bengcu Menggugat Senjata ke 13 Pendekar Tiongkok Kuno
Senjata ke 13 pendekar Tiongkok kuno adalah suling bambu. Bukan sembarang suling bambu, namun yang benar-benar teruji dan dipuji. Ada dua jenis suling Tionghoa. Yang saat ditiup memanjang ke samping namanya Dizi 笛子. Yang menjulur ke bawah waktu ditiup namanya Xiao 簫. Keistimewaan Dizi adalah sebuah lobang (mokong 膜孔)yang ditutup dengan selaput (dimo 笛膜) sehingga menimbulkan vibrasi ketika ditiup. Yang biasa digunakan sebagai dimo adalah selaput bagian dalam bambu. Selaput salak dan bawang juga bisa digunakan meskipun mudah rusak bahkan suling Batak menggunakan menggunakan kertas rokok atau selotip, meskipun kualitas vibrasinya lebih jelek. Yang terbaik adalah dimo dari selaput bambu. Continue reading
Iman yang Memindahkan Gereja Yasmin

Anda tahu kopi si Borong-Borong? Benar! kopi Siborong-borong dijual oleh Starbucks Cafee dengan harga Rp. 90 sekian ribu per 250 g. Minggu lalu waktu kebaktian bagimu negeri di depan Istana saya kebagian 250 g. Oleh-oleh dari Jemaat HKBP Sitabo-tabo Si Borong-borong Tapanuli Utara yang dibawa oleh Ibu Pdt. Marcia Silaen. Saya sudah mencium wanginya dan menelitinya. Wow … benar-benar kopi Siborong-borong yang dasyat itu. Selain membawa kopi, Pdt. Marcia juga membawa UANG. Uang itu dikumpulkan oleh anggota Jemaat HKBP Sitabo-tabo untuk membantu GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia. Continue reading
GKI Sudah Sesat
Kisanak, apakah “Sesuai dengan hakikatnya GKI tidak memberikan kemungkinan pemisahan diri dari kesatuan GKI.” adalah pepesan kosong belaka? Sekitar tahun 1972, saya mulai sekolah minggu di GKI Siliwangi. Tahun 1986 menjadi anggota Sidi GKI Siliwangi. Sampai hari ini tetap anggota Jemaat GKI Siliwangi. Saya akan menjadi anggota Jemaat GKI Siliwangi sampai mati. GKI menganut pemerintahan Presbiterial-Sinodal. Di sekolah minggu, belum pernah mendengar cerita tentang pemerintahan Presbiterial-Sinodal. Di kebaktian Remaja dan Pemuda pun tidak pernah mendengar kotbah tentang hal itu. Di katekisasi tidak diajari hal demikian. Dari mimbar gereja GKI belum pernah mendengar kotbah tentang itu. Tager & Talak GKI. Berapa banyak anggota GKI yang memilikinya? Berapa banyak yang membacanya apalagi membacanya dengan teliti dan hati-hati? Umumnya kita tidak membaca Tager & Talak GKI karena meyakini di dalamnya tidak ada hikmat dan bijaksana yang bisa dipelajari. Sebagian kecil dari kita percaya bahwa Tager & Talak GKI hanya perlu dibaca oleh penatua dan pendeta. Sebagian kecil yang lain yakin bahwa Tager & Talak GKI hanya perlu dibaca ketika menghadapi masalah. Tuan dan nona, tahukah anda bahwa gonjang-ganjing GKI Yasmin mustahil terjadi bila anggota-anggota GKI memahami pemerintahan GKI (Presbiterial-Sinodal) dan gemar belajar Tager & Talak GKI? Continue reading


