
Gambar: detik.com
PEMILU Legislatif sudah berjalan tanggal 09 April 2014 yang lalu. Hasil hitung cepat sudah keluar. Meskipun menjadi JUARA namun suara PDIP kurang dari 20% itu sebabnya nggak bisa mengusung capres (calon presiden) dan cawapres (calon wakil presiden) sendiri. Dalam konferensi pers di kantor Jokowi 4 (four) Presiden 09 April 2014 Jokowi menyatakan dirinya memegang hak preogatif untuk nenentukan cawapres. KOALISI atau GAGAL jadi calon presiden! Itulah pilihannya. Jokowi pemimpin sejati atau AMBISI? Tidak sulit untuk mengujinya. Inilah caranya. Continue reading
ma berjanji memimpin DKI selama lima tahun. Jokowi sebagai gubernur dan Ahok sebagai wakil gubernur. Kalau pencapresan Jokowi menjadikannya mencla-mencle maka menjadi Gubernur DKI karena Jokowi menjadi presiden pasti menjadikan Ahok plintat plintut di mata Prabowo. Kalau pencapresan Jokowi menjadikannya pembohong maka menjadi Gubernur DKI karena Jokowi menjadi presiden pasti menjadikan Ahok pembual di mata Prabowo. Kalau pencapresan Jokowi karena PDI Perjuangan memenuhi keinginan orang banyak menjadikan Jokowi BONEKA maka tindakan Partai Gerindra mewakafkan Ahok tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik Gerindra dan tidak menjadi juru kampanye partai pasti menjadikan Ahok WAYANG di tangan Prabowo. 

Kerabatku sekalian Kesepakatan Batutulis bukan pepesan kosong. Partai GERINDRA sudah mempublikasikannya. Disebut Kesepakatan Batutulis karena dibuat dan disepakati di Batulis Bogor. Kesepakatan Batutulis adalah cermin perilaku politikus Indonesia. Kesepakatan Batutulis menunjukkan dengan gamblang KUALIFIKASI Prabowo Subianto khususnya dan politikus Partai GERINDRA umumnya. Politikus PDI Perjuangan MENGIBULI politikus Partai GERINDRA? Terlalu!