Unknown's avatar

About hai hai bengcu

Hanya seorang Tionghoa Kristen.

Daud Tony Menjawab


Santi dan teman-teman sekalian, saya sudah menerima jawaban dari Ev. Daud Tony atas email yang saya kirim. Berikut ini saya copy paste email tersebut supaya anda semua dapat membaca email tersebut apa adanya. Warna tulisan merah adalah jawaban darinya, saya tidak mengubahnya sama sekali. Dengan diterimanya email ini, maka itu berarti saya sudah menjalankan himbauan dari teman-teman semua, agar memberi kesempatan kepada penulis buku-buku yang kita uji isinya untuk memberi tanggapan. Continue reading

Apologetika


Apologetika adalah ilmu dan seni memberitakan Injil kepada orang yang menyerang Injil.Walaupun banyak orang Kristen yang melakukan apologet, namun hanya sedikit yang melakukannya dengan benar. Salah memahami makna apologet akan menjelma dalam kesalahan melakukan apologet itu sendiri. Walaupun banyak yang merasa terpanggil untuk menjadi apologetor, namun hanya sedikit yang benar-benar memiliki karakter seorang apologetor. Karakter pribadi yang buruk akan menjelma dalam apologet yang membabibuta. Apakah apologetika itu? Apa tujuan apologet? Bagaimana berapologet yang benar? Bagaimana menjadi seorang apologetor yang baik? Continue reading

Mengumpat Alias Memaki


foto: funny-pictures-blog.com

Para wanita jarang mengumpat, namun mereka suka latah. Nampaknya mengumpat adalah ciri khas laki-laki. Ada berbagai umpatan di dunia ini, bahkan masing-masing daerah biasanya memiliki umpatan khasnya sendiri dan berbagai suku juga memiliki kata umpatannya masing-masing. Umumnya dari cara mengumpat seseorang saya dapat mengetahui dari mana orang tersebut berasal. Umumnya orang mengumpat dengan nama-nama binatang, sebagian lainnya mengumpat dengan nama anggota tubuh, sebagian lainnya mengumpat silsilah orang, yang lainnya mengumpat dengan istilah profesi dan ada juga yang mengumpat dengan kata-kata bersetubuh, lainnya mengumpat dengan menyumpahi orang dan banyak lagi bentuk umpatan lainnya. Continue reading

Bila Suami Selingkuh


Empat belas tahun yang lalu, setelah acara kebaktian keluarga di rumah salah satu jemaat, seorang wanita datang mengadu. Suami yang baru dinikahinya setahun yang lalu ketahuan selingkuh. Dia bertanya kepada jemaat yang merupakan sahabat dan handai taulannya, apa yang harus dilakukannya? Saat itu saya belum menikah, bahkan belum merencanakan untuk menikah sama sekali. Ketika orang-orang memaksa saya untuk urun rembuk, saya menasehati wanita itu untuk membina diri, mengikuti kursus pengembangan diri misalnya. Wanita itu pergi sambil bersungut-sungut, anggota jemaat lainnya memakiku “goblok!”. Sejak itu, wanita itu tidak pernah bertanya padaku lagi walaupun berkali-kali suaminya ketahuan selingkuh. Continue reading