Kita Memang Cina Sialan Turun Temurun


Aneh bin ajaib! Saat diteriaki, “CINA SIALAN LU!” Tionghoa Indonesia langsung meradang dan sakit hatinya tuh di sini padahal MEREKA sama sekali tidak tahu, “SIALAN,” artinya apa? Mereka juga tidak tahu kenapa MARAH diteriaki, “CINA LU!”?

Mustahil menemukan kata “SIALAN” dalam buku KBBI, namun ada di KBBI daring (online): Sial1 » si.al.an: orang yang sial; (yang) mendatangkan sial; (kas) untuk memaki. SIALAN adalah kata BARU yang baru coba dibakukan.

SIALAN berasal dari kata SIAL yang mendapat akhiran AN? Tentu saja bukan. Kalau demikian, dari mana kata SIALAN itu berasal? SIALAN artinya orang yang sial? Kalau benar demikian, kenapa Tionghoa meradang dan sakit hati ketika diteriaki SIALAN? Itulah bukti bahwa SIALAN pasti tidak berarti orang yang sial.

SIALAN artinya orang (yang) mendatangkan sial? Kalau benar demikian, itulah alasan kenapa Tionghoa meradang dan sakit hati saat diteriaki SIALAN. Benarkah demikian? Mustahil! Karena sebuah KATA tidak mungkin memiliki ARTI yang SALING bertentangan. Kalau SIALAN berarti orang (yang) mendatangkan sial DIA tidak mungkin juga berarti orang yang sial. Kalau begitu, sesungguhnya SIALAN artinya APA? Dan berasal dari kata bahasa apa?

Di dalam bahasa Hokkien, frasa Siasoi lang (xiūchǐ rén 羞恥 人) artinya orang yang dipermalukan sementara frasa Co Siasoi (zuò xiūchǐ 做 羞恥) artinya yang bikin malu.

Itu sebabnya kita tahu sekarang bahwa SIALAN adalah  terjemahan literal dari kata SIA LAN dari bahasa Hokkien. Dalam bahasa Hokkien, kata LANG (rén 人) juga diucapkan LAN. Secara tradisi, orang Hokkien suka MENYINGKAT frasa, itu sebabnya frasa Siasoi lang (xiūchǐ rén 羞恥 人) pun disingkat menjadi SIA LAN alias SIALAN.

Tanya kenapa? Kenapa orang Tionghoa meradang dan sakit hati saat diteriaki “CINA SIALAN LU!” bahkan “CINA SIALAN TURUN TEMURUN LU!”? Karena di NUSANTARA bahkan SETELAH Indonesia MERDEKA, orang Tionghoa selalu DIPERMALUKAN dan dan DIPAKSA menanggung MALU. Selain dijadikan KAMBING HITAM juga DIHINA sebagai BENALU di Indonesia. Orang Tionghoa juga dianggap PENAKUT bahkan PENGECUT karena selalu MANDAH diejek dan dihina bahkan DIPERAS uangnya.

Kenapa suhu hai hai bengcu rajin meneriaki orang Tionghoa, “CINA SIALAN TURUN TEMURUN LU!”? Tentu saja untuk mengingatkan orang-orang Indonesia agar jangan melupakan SEJARAH bahwa walaupun Indonesia MERDEKA tanggal 17 Agustus 1945 namun KEMERDEKAAN kita belum sempurna karena masih ada DISKRIMINASI di Indonesia.

29 thoughts on “Kita Memang Cina Sialan Turun Temurun

  1. Orang bodoh bisa diajari, namun orang BEBAL, sulit ditolong karena makin diajari dia makin NDABLEK. ha ha ha …. Yang tidak mengerti kata AZAB itu orang India bukan orang buddha. Kalau ada orang buddhis Indonesia bilang di buddha tidak ada azab itulah bukti bahwa pengetahuannya mengenaskan. Ha ha ha ha …

    Saya ajari agar anda berpengetahuan ya, karena para BIKU terlalu sibuk atau anda memang terlalu BEBAL sehingga nggak paham yang diajari oleh para Biku. ha ha ha ha ……

    Kalau KARMA anda DIBUNUH maka perlu orang yang KARMANYA membunuh. kalau tidak maka mustahil KARMA anda dibunuh itu digenapi bukan? Ha ha ha ha …. Saat seseorang melaksanakan KARMA-nya untuk MEMBUNUH anda, dia melakukannya dengan MELEDAKKAN pesawat yang anda tumpangi. Akibat pesawat itu meledak maka istri anda pun MATI. Dia MATI bukan karena karmanya namun karena KARMA anda dan KARMA peledak bom tersebut.

    Kalau anda bisa berpikir dengan akal budi maka anda pasti bisa menyimpulkan bahwa ajaran KARMA ONE to ONE adalah HOAX. ha ha ha …. Coba anda pikir dengan DENGKUL karrena berpikir dengan akal budi selama ini hasilnya benar-benar mengenaskan.

    Apa yang dilakukan oleh Hitler atas orang-orang Yahudi? Yang dia lakukan itu ONE to BUANYAK banget bro, bukan ONE to CIE bro. ha ha ha …

  2. Kelihatannya anda memang masih terkena sisa stroke. Baca lagi yang jelas komennya.

    Saya tidak bilang ajaran karma benar atau hoax, saya cuma bilang karma one to one.
    Ngapain juga bahas soal karma, bukan keahlian anda. Baca alkitab aja 100x lebih baru ngerti isinya hoax, malah coba2 bahas karma. wkwkw..

  3. Coba buktikan ada kata ‘azab’ dalam ajaran budha. Kalau cuma ngebacot semua orang juga bisa. Azab itu bahasa apa ? Jangan cuma nyebar hoax. Beda azab dan karma aja kagak ngerti, masih sok berlagak pintar…. wkwkwk.

  4. Di atas langit masih ada langit,

    kalau anda benar orang tionghoa, bukan
    cuma ngaku2 tionghoa, anda pasti tahu itu.
    Baca alkitab lebih dari 100x baru sadar isinya hoax aja sudah dibangga-banggakan.

    Parahnya anda, cuma belajar dari alkitab tetapi sok2an membahas agama dao dan budha. Masih jauh panggang dari api, bro!!!

    anda mengandalkan kamus di internet untuk menerjemahkan, padahal kamus internet bersifat kaku.

    Saat di kritik malah mengatakan orang bodoh, saat ditunjukkan salahnya, malah ngeles kaya bajaj, jawabannya melantur melebar ke bahasan lain.

    di internet siapa saja bisa ngaku tionghoa, kristen, dsb.

  5. ha ha ha …. Sampai hari ini, tulisan-tulisan suhu hai hai bengcu sangat disukai para pencari kebenaran. Sampai hari ini banyak orang Kristen, orang Katolik, orang Dao, orang Buddha, bahkan orang khonghucu yang berusaha untuk MENYERANG tulisan-tulisan suhu hai hai bengcu dengan segala cara, termasuk anda juga kan? Ha ha ha …. Sayangnya, belum ada tuh yang BECUS menunjukkan kesalahannya. ha ha ha ha ….

    Di atas langit masih ada langit. Namun soal tulisan suhu hai hai bengcu, blom ada tuh yang mampu menandinginya. ha ha ha … Anda umat Samkau? Mau adu ilmu pengetahuan? Ha ha ha ….

  6. Sampai hari ini banyak orang Kristen, orang Katolik, orang Dao, orang Buddha, bahkan orang khonghucu yang berusaha untuk MENYERANG tulisan-tulisan suhu hai hai bengcu dengan segala cara, termasuk anda juga kan?

    Mana bukti orang Dao dan Budha menyerang anda ? Yang saya lihat malah mereka dengan baik-baik meminta anda menunjukkan bukti tulisan anda.

    Misalnya (kalau gak salah, pakai nickname henry). Dia minta alamat kelenteng yang kata anda menyembah yesus ? jawaban anda cuma muter2 gak bisa jawab. wkwkwk.

    Lalu ditanya mana bukti ajaran budhisme mengenal azab ? sekali lagi anda cuma muter2 gak bisa jawab. wkwkw

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.