Di Seberang Langit Biru


Rasa sedih ketika ditinggalkan orang yang disayangi tidak ditentukan oleh tujuan orang itu pergi dan apa yang dikatakannya ketika mau pergi. Kesedihan itu muncul begitu saja di hati, itu sebabnya dikatakan bahwa kesedihan adalah masalah hati, bukan akal. Manusia dengan akal dapat mengendalikan rasa sedih namun tidak dapat mencegahnya muncul atau mengenyahkannya.

Ketika ditinggal mati oleh orang yang disayangi, semua orang merasa sedih. Kesedihan ditinggal mati orang yang disayangi sangat unik dan berbeda dengan kesedihan-kesedihan lainnya. Ketika ditinggal mati orang yang disayangi, tidak muncul perasaan marah, dikhianati, ditolak, direndahkan, dihina. Alasan almarhum meninggalkan kita bukan karena tidak membutuhkan kita lagi, tidak mencintai kita lagi atau menemukan seseorang atau sesuatu yang lebih berharga, menemukan cinta lain yang lebih indah, tetapi semata hanya karena waktunya sudah tiba. Continue reading

Mejeng Di Kampus Yosua


Setelah berjabat tangan, kami ngobrol, seolah kami telah saling mengenal sejak 1000 tahun yang lalu. Kami ngobrol dan terus ngobrol …

Karena takut dengan adik kelas Josua, maka saya mengajak seorang teman, namanya BJ.

Jam 14.48 sampai di kampus Josua, kampusnya keren, nggak kalah megah dibanding dengan tower-tower lain sepanjang Jalan Sudirman. Kami parkir di samping Gedung B, gedung yang peresmiannya dilakukan oleh Almarhum Paus Yohanes Paulus II. Bila anda berkunjung, maka anda masih dapat melihat kursi yang digunakan oleh Beliau ketika berkunjung ke Kampus josua. Sungguh menimbulkan rasa cemburu. Continue reading