Sejarah Toa Pe Kong


No automatic alt text available.Sejak purbakala sampai hari ini tidak ada Toa Pe Kong di Tiongkok. Karena tidak ada penyembahan Toa Pe Kong di sana, lalu bagaimana mengakuinya tradisi warisan leluhur orang Tionghoa? Toa Pe Kong dari Hongkong?

Toa Pe Kong bahasa mandarinnya Dà bó gōng 大 伯 公 bukan? Mengarang dongeng Toa Pe Kong dulunya bernama Hok Tek Ceng Sin, seorang raja yang adil dan bijaksana di Tiongkok? Kenapa ngggak sekalian cerita bahwa Toa Pe Kong sudah ikut program pembauran dan jadi mualaf serta ganti nama jadi Hokmad Aly Cengciripit Sintomy Soeharto dan punya SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia) bahkan ikut penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) hingga punya seritifat P4 waktu jaman Soeharto? Enak jaman ku tho?

Sesungguhnya kita sudah tahu sekarang, bagaimana cuan (untung) dan kenapa liau (rugi)? Hari ini, ilmu pengetahuan sudah demikian lengkap dan ilmiah sehingga kita tahu kenapa Hoki (fúqi 福氣) nasib baik dan kenapa Soisiau (zāoshòu 遭受) nasib malang?

3.000 tahun sebelum masehi, orang Tiongkok sudah tahu kenapa bulir padi yang sama jumlahnya dari goni yang sama dari gudang kerajaan menghasilkan panen yang berbeda antara dua orang petani yang bekerja sama kerasnya di sawah mereka yang bersebelahan? Hongsui (Fēngshuǐ 風水) angin dan air.

Namun sayang sekali, alih-alih mengajarkan cara memanfaatkan angin dan air untuk tanaman padi, para dukun Hongsui justru menipu masyarakat bahwa yang perlu perlu dilakukannya agar panennya berlimpah adalah merenovasi rumahnya: Rumahnya harus hadap ke mana? Pintunya harus sebelah mana? Cat rumahnya mesti warna apa? Meja kursinya harus model apa? Pergi ke sawahnya harus jam berapa dan hari apa?

Wahai orang bodoh, irigasi yang jeleklah yang membuat padimu tidak mau bertunas, bukan arah hadap rumahmu. Kurang pupuklah yang membuat pohon padimu tidak mau tinggi, bukan sisi pintu kamarmu. Gulma (tanaman jahat) yang membuat padimu tidak berisi, bukan warna cat rumahmu. Hama padi yang merusak panenmu, bukan model meja kursimu. Malas yang membuat sawahmu tidak terurus, bukan jam berapa dan hari apa kamu boleh bekerja.

Orang-orang Tionghoa Jambi berbahasa Hokkien. Di Jambi anda akan merasa heran waktu bertemu dengan orang-orang yang memanggil seseorang Toa Pe (Dà bó 大 伯) artinya paman besar, padahal tidak ada ikatan keluarga dengannya. Kenapa begitu? Karena Toa Pe artinya BOS. Untuk dihormati sebagai BOS alias Toa Pe, dia harus kaya raya dan dihormti.

Belanda mendarat di Banten tahun 1596. Kongsi VOC Belanda baru dibentuk pada tahun 1602. Pada tahun 1911, VOC berkedudukan di Maluku, belum di Batavia. Gubernur Jendral VOC, Pieter Both-lah yang menyuruh anak buahnya yang bernama Jan Pieterszoon Coen untuk membeli lada ke Banten. Di situlah Pieterszoon melihat sepak terjang hartawan bernama Souw Beng Kong lalu mengajaknya untuk bekerja sama membangun Jayakarta.

Tentu saja tawaran demikian ditolaknya mentah-mentah. Bahkan setelah Pieterszoon berhasil merebut Jayakarta pada tahun 1619, Souw Beng Kong tetap menolaknya karena baginya, cara dagang VOC licik dan menyengsarakan masyarakat Tionghoa dan pribumi.

Setelah Jan Pieterszoon Coen menunjukan itikad baiknya selama bertahun-tahun, barulah Souw Beng Kong bersedia membantunya membangun Batavia. Jan Pieterszoon Coen lalu mendirikan LSM (Lembaga Sosiar Masyarakat) bernama Gōng Guǎn 公館 yang memiliki otonomi khusus untuk menangani masalah masyarakat Tionghoa alias mengurus administasi kependudukan orang Tionghoa (kedatangan, kelahiran, kematian, perselisihan, tata ibadah dan perayaan agama).

Souw Beng Kong adalah Toa Pe karena dia adalah orang kaya yang dihormati di antara masyarakat Cina Batavia. Dia adalah Gōng Guǎn alias penguasa otonomi masyarakat Cina Batavia menurut Belanda. Itu sebabnya Souw Beng Kong dijuluki: Toa Pe Gōng Guǎn alias Toa Pe Gōng.

Alih-alih belajar SEJARAH dengan teliti dan hati-hati, Tionghoa itu justru saling membual tentang dewa Tao Pe Kong? Toa Pe Kong dari hongkong? Kelenteng jidat lu peyang?

#ToaPeKong #SouwBengKong #TionghoaKristenIndonesia

One thought on “Sejarah Toa Pe Kong

  1. Bro , ngomong jangan suka” gini , gue kristen , tapi tidak setuju dengan artikel ini , makasih !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.