Jangan Berzinah LGBT


Image result for lgbtJangan berzinah? Itu adalah hukum ke 7 dari sepuluh hukum Taurat. Jangan berzinah, maksudnya apa? Saya tidak tahu! Maksudnya jangan mengingini isteri orang lain? Bukan, itu hukum ke 10 dari sepuluh hukum Taurat.

Apa perbedaan antara jangan berzinah dengan jangan mengingini isteri orang lain? Agama Yahudi dan Agama Kristen sama-sama bukan agama AKAL BUDI. Agama Yahudi adalah agama POKOKNYA lakukan ini dan jangan lakukan itu. Agama itu tidak mengajarkan untuk bertanya, “Kenapa tidak boleh begini? Kenapa harus melakukan ini? Apa gunanya begini dan tidak boleh begitu?”

Kalau bukan agama AKAL BUDI lalu agama Kristen itu agama apa? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, agama Kristen adalah agama AKAL-AKALAN. Ketika ditanya, “Kenapa tidak boleh begini? Kenapa harus melakukan ini? Apa gunanya begini dan tidak boleh begitu?” alih-alih menjawab, orang-orang Kristen justru AKAL-AKALAN sehingga tidak perlu menjawab pertanyaan.

Buktinya adalah, selama 2.000 tahun ini, orang-orang Kristen, khususnya para sarjana teologi Kristen nggak becus bahkan tidak pernah menjawab pertanyaan, “Apa perbedaan antara jangan berzinah dengan jangan mengingini isteri orang lain?” Kalau dipaksa untuk menjawab, paling-paling mereka akan bilang, “Hanya Roh Kudus yang mampu menjawabnya dan orang Kristen harus beriman dan minta hikmat dari Allah karena ayat Alkitab tidak boleh dipenggal-penggal namun harus dipahami seutuhnya sesuai konteksnya,” ha ha ha …

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah (moicheuo). Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah (moicheuo) dengan dia di dalam hatinya. Matius 5:27-28

Alkitab tidak mencatatnya dan Yesus pun tidak mengajarkannya dengan gamblang, itu sebabnya musstahil menyatakan Matius 5:27-28 adalah perbedaan antara jangan berzinah dengan jangan mengingini isteri orang lain. Lalu apa perbedaannya?

Jangan berzinah. Keluaran 20:14.

Jangan berzinah. Ulangan 5:18.

Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu. Imamat 20:10

Kisanak, ternyata kata Ibrani “na’aph” yang diterjemahhkan oleh LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) menjadi “berzinah” hanya tercatat dalam 3 ayat di dalam kelima kitab Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan). Di atas adalah ketiga ayat tersebut. Anda belum pernah tahu hal demikian bukan? Aneh bukan?

Bukan hanya itu, ternyata, bukan hanya para penerjemah LAI saja, namun seluruh penerjemah Alkitab dari bahasa Ibrani ke berbagai bahasa dunia telah melakukan penipuan publik sehingga para pembaca Alkitab kehilangan kesempatan untuk mengerti Imamat 20:10 dengan benar. Mana buktinya?

Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri lelaki, seperti seorang perempuan berzinah dengan sesama perempuan, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki yang berzinah itu maupun perempuan yang berzinah itu. Imamat 20:10 – terjemahan yang lebih baik

Kerabatku sekalian, di atas adalah terjemahan Imamat 20:10 yang lebih baik sehingga tidak sulit bagi anda untuk mengerti kebenarannya bukan? Anda bisa mengujinya dengan membandingkan
Terjemahan bahasa Indonesia dengan bahasa Ibrani ayat tersebut.

Bila seorang laki-laki (‘iysh – lelaki; suami) berzinah (na’aph – berzinah) dengan (‘eth – dengan) isteri (‘ishshah – perempuan; istri) orang lain (‘iysh – lelaki; suami), yakni (‘aher – yakni; seperti) berzinah (na’aph – berzinah) dengan (‘eth – dengan) isteri (‘ishshah – perempuan; istri) sesamanya (rea` – sesamanya) manusia (muwth – mati), pastilah (muwth – mati) keduanya dihukum (muwth – mati) mati (muwth – mati), baik laki-laki (na’aph – berzinah) maupun perempuan (na’aph – berzinah) yang berzinah itu (na’aph – berzinah) (na’aph – berzinah) (‘aher – yakni; seperti). Imamat 20:10

Frasa (‘ishshah – perempuan; istri) (‘iysh – lelaki; suami) artinya “istri lelaki” alias pasangan homosek.

Kenapa alih-alih menerjemahkannya dengan benar, para penerjemah LAI justru menafsirkannya alias menangkap maksud perkataan (kalimat dan sebagainya) tidak menurut apa adanya saja, melainkan diterapkan juga apa yang tersirat (dengan mengutarakan pendapatnya sendiri) menjadi, “isteri orang lain”? Saya tidak tahu.

Frasa (‘aher – yakni; seperti) (na’aph – berzinah) (‘eth – dengan) (‘ishshah – perempuan; istri) (rea` – sesamanya) artinya “yakni berzinah perempuan denggan sesama perempuan,” alias pasangan lesbian.

Kenapa alih-alih menerjemahkannya dengan benar, para penerjemah LAI justru menafsirkannya? Saya tidak tahu.

Handai taulanku sekalian, karena kita sudah tahu kebenaran ketiga ayat tersebut (Keluaran 20:14, Ulangan 5:18 dan Imamat 20:10) dengan benar, itu berarti kita tidak bisa lagi menerjemahkan kata “na’aph” menjadi kata “berzinah” namun homosek dan lesbian (homles) agar kita bisa memahami ke 23 ayat lainnya yang ada di dalam Perjanjian Lama dengan benar.

Sudah waktunya bagi kita untuk menuntut para sarjana teologi Kristen untuk belajar baik-baik agar mampu mengaudit penerjemahan Alkitab LAI dengan benar agar tidak ada dusta di antara kita.

13 thoughts on “Jangan Berzinah LGBT

  1. Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri lelaki, seperti seorang perempuan berzinah dengan sesama perempuan, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki yang berzinah itu maupun perempuan yang berzinah itu. Imamat 20:10 – terjemahan yang lebih baik

    Imamat 20:13 (TB) Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.

    Ko, bukankah Imamat 20:13 bicara dgn jelas ttg homoseks ya? Laki-laki dengan laki-laki. Bila laki-laki dengan ‘isteri lelaki’ pengertiannya bisa beda ya Ko?

    • Kata “Hukum Taurat” diterjemahkan dari kata “towrah” dalam kitab Ulangan. Sedangkan kata “Towrah” sendiri diterjemahkan menjadi “Kitab Taurat”. Dari kedua kitab tersebut kita langsung tahu bahwa penerjemah kedua kitab tersebut orangnya BEDA. Kitab Yosua menggunakan istilah “Towrah Mosheh” kita langsung tahu bahwa penulis kitab tersebut beda dengan kelima Kitab sebelum kitab Yosua.

      Itulah yang disebut “JEJAK AUDIT” atau jejak penulis. Mempelajari jejak audit penerjemahan Alkitab dianggap masalah kecil, itu sebabnya saya jarang mendengar Sarjana Teologi membahasnya dalam skripsi mereka, padahal menurut saya itu perlu. Dengan cara itulah kita bisa menguji dan mengoreksi penerjemahan Alkitab agar lebih baik lagi.

      Kata Ibrani “Yada” artinya “KENAL” Penerjemah menerjemahkannya menjadi “Bersetubuh” Bagi penerjemah, tindakannya itu CERDAS sekali karena yang membaca langsung tahu bahwa itu artinya “BERSETUBUH” namun tindakan itu justru MENGHINA Musa karena nggak BECUS menggunakan KATA yang akurat untuk menulis kata “BERSETUBU” padahal Tindakan Musa itu bijaksana sekali dan tindakan penerjemah itu BODOH sekali. Itu membuat pembaca Alkitab TIDAK pernah tahu bahwa kata YADA itu artinya KENAL dan digunakan oleh Musa untuk bicara tentang BERSETUBUH.

      Itulah perbedaan MENERJEMAHKAN dan MENAFSIRKAN. Penerjemah TIDAK boleh menafsirkan. Penulis bukannya tidak tahu tentang KATA-KATA yang dipakainya namun memang memakainya dengan sengaja.

      Kata Ibrani “shakab” artinya TIduR-TiduRAN alias BERBARING. Untuk TIDUR pakai yang digunakan adalah “tardemah” Kita tahu bahwa SHAKAB juga digunakan untuk “BERSETUBUH.” Penerjemah tidak SOK TAHU menafsirkannya menjadi BERSTUBUH karena itu sebabnya kita tidak kehilangan jejak auditnya.

      SHAKAB adalah ISTILAH yang digunakan untuk BERSETUBUH dengan ISTRI yang SAH. Bersetubuh antara SUAMI ISTRI yang tidak SAH namanya ZANAH. Bagaimana dengan BERSTUBUH yang TIDAK SAH dan TIDAK antara suami dan istri? Itulah yang disebut NA’APH.

      NA’APH itu ada antara PEREMPUAN dengan perempuan namun ada pula antara LELAKI dengan LELAKI. Bukankah ZANAH itu ada MERTUA dengan MENANTU, ada pula antara LELAKI dengan istri ayahnya, ada lelaki dengan istri adiknya, dll? Itulah perbedaan Imamat 20:10 dan Imamat 20:13

      BERSETUBUH yang TIDAK sah namun ANTARA perempuan dan lelaki namanya ZANAH. Bersetuuh yang tidak sah antara lelaki dan lelaki serta perempuan dengan perempuan namanya NA’APH.

      • SHAKAB adalah ISTILAH yang digunakan untuk BERSETUBUH dengan ISTRI yang SAH. Bersetubuh antara SUAMI ISTRI yang tidak SAH namanya ZANAH. Bagaimana dengan BERSTUBUH yang TIDAK SAH dan TIDAK antara suami dan istri? Itulah yang disebut NA’APH

        Imamat 20:13 (TB) Bila seorang laki-laki tidur (SHAKAB) dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.

        Ko, di Imamat 20:13 ditulis laki-laki SHAKAB dengan laki-laki, ini adalah persetubuhan yg tidah sah dan tidak antara suami istri, ini harusnya pake kata NA’APH ya Ko, bukan SHAKAB? Atau terjemahan laki-laki dengan laki-laki nya yg keliru?

    • Kata Ibrani “shakab” artinya TIduR-TiduRAN alias BERBARING. Untuk TIDUR pakai yang digunakan adalah “tardemah” Kita tahu bahwa SHAKAB juga digunakan untuk “BERSETUBUH.” Penerjemah tidak SOK TAHU menafsirkannya menjadi BERSTUBUH karena itu sebabnya kita tidak kehilangan jejak auditnya.

      SHAKAB adalah ISTILAH yang digunakan untuk BERSETUBUH dengan ISTRI yang SAH. Bersetubuh antara SUAMI ISTRI yang tidak SAH namanya ZANAH. Bagaimana dengan BERSTUBUH yang TIDAK SAH dan TIDAK antara suami dan istri? Itulah yang disebut NA’APH.

      NA’APH itu ada antara PEREMPUAN dengan perempuan namun ada pula antara LELAKI dengan LELAKI. Bukankah ZANAH itu ada MERTUA dengan MENANTU, ada pula antara LELAKI dengan istri ayahnya, ada lelaki dengan istri adiknya, dll? Itulah perbedaan Imamat 20:10 dan Imamat 20:13

      BERSETUBUH yang TIDAK sah namun ANTARA perempuan dan lelaki namanya ZANAH. Bersetuuh yang tidak sah antara lelaki dan lelaki serta perempuan dengan perempuan namanya NA’APH.

  2. Hukum ke-7 itu lebih tepat “Jangan berlaku serong” atau “Jangan selingkuh” atau “Jangan mengkhianati pasangan”, BUKAN “Jangan berzinah”… itu beda!!!
    Berzinah itu perbuatan (seksual) tak bermoral, percabulan, perlontean, maniak seks, pesta seks, permesuman, dsb…
    Mengingini istri org lain itu jelas mengandung arti multiple:
    1. Iri hati/dengki
    2. Cabul/mesum
    Gitu aja bingung?

    Matius 5:27-28 itu bener gak ada yg salah!!! Moicheuo itu emang padanan kata na’aph (serong/selingkuh)… klo kamu ingin cewek org/ngebayangin ML ama cewek itu… artinya km udah berkhayal serong/selingkuh dgn cewek itu… kamu aja yg bingung hai! hahaha…

    klo mau dipanjangkan emang disitu jg mengandung kata mengingini milik org lain, yg jg melanggar hukum yg lain.
    jg bisa menjelaskan bhw org itu bukan org yg bermoral (dlm hal seksual), artinya dia itu termasuk org cabul, mesum, jalang, dsb… gitu bro!!!

    Keluaran 20:14 dan Ulangan 5:18 dan Imamat 20:10 itu menggunakan kata na’aph… padanan dlm Yunani sbg Moicheuo, harusnya dlm Indo ditulis sbg ‘selingkuh’ atau ‘serong’…

    sekali lagi terjemahan kamu itu sama ngawurnya dgn LAI hai…. hahaha!!!

    yg benar ini ya bro hai:

    na’aph = moicheuo = adultery = selingkuh/serong

    zanah = porneia = fornication = zinah/cabul/mesum/jalang

    knp LAI menerjemahkan na’aph menjadi zinah???

    jawabnya gampang om, krn zinah itu jg mencakup arti selingkuh/serong dsb… org yg suka serong/selingkuh itu artinya dia juga org yg cabul/jalang/mesum… yg juga perbuatan dosa!!!

    klo elu yg nerjemahkan na’aph menjadi homosek/lesbian itu bener2 ngaco!!!

  3. anda benar suherman . mustahil salah kalaupun salah terjemahan. tapi Allah akan mengubah hasil cetakannya menjadi benar. katanya Allah itu maha kuasa. kalo mengubah hasil cetakan aja ngak bisa apa masih layak disebut maha kuasa. Allah itu hebat. Allah sanggup mengubah cetakan salah menjadi benar malahan Allah sanggup memperbaiki mesin cetak yang rusak.

  4. oooh terjemahan yg bener itu “jika seorang lelaki berzinah dengan perempuan lelaki…” (lelaki yang berperan seperti perempuan)…

    terus kenapa yang muwth itu diterjemahkan menjadi : pastilah keduanya dihukum mati… seharusnya kalimatnya ngga cuma pakai muwth doang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.