Tata Usaha Negara RI Plintat-Plintut


Mahkamah Agung Republik Indonesia menerbitkan Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung yang isinya MENOLAK PERMOHONAN PENINJAUAN KEMBALI Kepala Dinas Tata Kota Dan Pertamanan Kota Bogor. Itu berarti Putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yaitu Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta yang MENGUATKAN Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung, benar-benar KEBELET untuk DILAKSANAKAN. Namun sayang, seribu kali sayang. TATA USAHA NEGARA Kesatuan Republik Indonesia PLINTAT PLINTUT. Continue reading

GKI Yasmin Tidak Melanggar Tata Gereja


Beberapa bunglon GKI yang menyangka dirinya BUAYA menghasut jemaat GKI untuk menentang bahkan menekan Majelis Jemaat GKI untuk MELARANG Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa yang dilakukan oleh GKI Yasmin di depan Istana. Apa tujuan GKI Yasmin mengadakan Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa di depan Istana setiap dua minggu sekali? MENGGUGAH pemerintah pusat dan pemerintah kota serta pemerintah daerah untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan MENAATI dan MENEGAKKAN hukum NKRI. Pemerintah seharusnya memberi teladan kepada rakyat untuk menaati HUKUM, bukannya memberi contoh melanggar hukum dengan semana-mena. MENGGUGAH kesadaran berbangsa dan bernegara seluruh bangsa Indonesia dengan ikut serta secara aktif MENEGAKKAN hukum dengan MENAATI hukum dan ikut serta MENGGUGAH pemerintah untuk MENAATI HUKUM dan menjalankan fungsinya sebagai PENEGAK hukum dengan MENEGAKKAN HUKUM Negara Kesatuan Republik Indonesia. Continue reading

Bunglon GKI Mau Voting Relokasi Gereja Yasmin


Kami Beribadah di sini karena Gereja kami DISEGEL TANPA ALASAN oleh PEMKOT Bogor. Pemerintah seharusnya MENEGAKKAN hukum. PENGUASA seharusnya menjadi TELADAN dalam MENAATI hukum. ilustrasi: http://tulisanfatih.wordpress.com

Saya mendengar suara burung yang bercerita tentang beberapa BUNGLON GKI yang menyangka dirinya BUAYA hanya karena telah di utus oleh gerejanya untuk MELAKUKAN beberapa pekerjaan  dan untuk membedakan yang satu dengan yang lainnya, mereka pun diberi gelar alias JABATAN. Menyangka diri bijaksana padahal TOLOL. Mengagul-agulkan diri pahlawan padahal MENGKHIANATI jamaat. Mengaku diri gembala namun melakukan PREMANISME kepada jemaat. Setelah puas MENGHASUT mereka pun MENEKAN Majelis JEMAAT melakukan VOTING agar GKI Yasmin menerima usulan RELOKASI dari Walikota Bogor. Karena rapat Majelis Jemaat nggak QUORUM, maka BUAYA-BUAYA sialan itu pun NGACIR dan berjanji akan datang lagi sambil tak lupa menghasut dan menekan Jemaat yang setiap minggu URUNAN untuk MEMBAYAR gaji mereka untuk MEMATUHI kehendak mereka. Aneh bin Ajaib. BUNGLON GKI menyangka dirinya BUAYA lalu mendikte MAJIKAN yang MENGGAJI mereka? MENGENASKAN! Continue reading

Ioanes Rakhmat Jarang Belajar Alkitab


Sebagian mahasiswa teologi menggelari dirinya orang beriman lalu getol sekali mempelajari buku-buku teologi. Setelah lulus mereka menjuluki dirinya ortodok alias Reformed dan dipoyoki Fundamentalis. Sebagian mahasiswa teologi menjuluki dirinya rasional dan rajin sekali mempelajari buku-buku teologi. Setelah lulus mereka menjuluki dirinya Freethinker dan diejek sebagai Liberal. Kebanyakan mahasiswa teologi baik yang beriman maupun yang rasional sama-sama rajin belajar buku teologi dan menyangka nggak perlu belajar alias membaca Alkitab lagi. Setelah lulus kuliah teologi, para Fundamentalis dan Liberal pun saling menyerang. Aneh bin ajaib. Para sarjana teologi Liberal berusaha mati-matian membuktikan bahwa Alkitab adalah buku DONGENG agar dapat memahaminya secara ILMIAH sementara para sarjana teologi Fundamentalis berusaha mati-matian membuktikan bahwa Alkitab adalah firman Allah secara ILMIAH dengan DONGENG. Tentu saja keduanya sama-sama tidak mempelajari Alkitab lagi karena sudah mempelajari banyak sekali buku-buku teologi. Ioanes Rakhmat adalah sarjana teologi. Dia doktor teologi. Continue reading