Bagaimana Kapur Barus Dari Sumatera Bisa Membalsem Mumi Firaun Amenhotep I Dari Mesir Tahun 1506 SM?


Ada mayat yang menjadi mumi karena proses alamiah udara panas, udara kering, lumpur, es, dan lain-lain. Ada pula mayat yang menjadi mumi karena sengaja diawetkan. Amenhotep I adalah mumi awetan tertua yang pernah ditemukan hingga saat ini. Dia adalah Firaun kedua dinasti ke-18 Mesir yang memerintah 1526 SM-1506 SM.

Para ahli kimia telah melakukan penelitian seksama dan menemukan fakta bahwa zat yang dipakai untuk mengawetkan mumi Amenhotep I adalah kapur barus.

Beberapa tahun yang lalu, saat membantu sahabatku meneliti sejarah minyak atsiri, saya menemukan fakta bahwa yang disebut kapur barus adalah getah pohon barus. Pohon Barus hanya hidup di hutan kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumetara. Ternyata Musa yang hidup tahun 1527 SM – 1407 SM menggunakan kayu manis, kemenyan dan kayu gaharu yang hanya ada di Sumatera untuk menyembah YHWH.

Kerabatku sekalian, bagaimana kapur barus yang hanya ada di Kota Barus Tapanuli bisa melanglang buana ke Mesir untuk membalsem mayat Amenhotep I yang wafat tahun 1506 SM? Bagaimana pula kayu manis, kemenyan dan kayu gaharu digunakan untuk sembahyang di Bait Allah 1527 SM? Mustahil barang-barang tersebut dikirim lewat santet bukan?

Untuk menjelajah samudera, diperlukan kapal yang kuat menahan gelombang bahkan badai. Juga diperlukan kain layar yang kuat menghadapi angin dan tidak mudah lapuk diterpa matahari dan air asin. Lebih lanjut, diperlukan teknologi perbintangan untuk memandu arah.

Siapakah yang punya teknologi pelayaran samudera demikian pada jaman Musa dan Amenhotep I? Tentu saja bangsa Tiongkok. Orang-orang Hokkien di Tiongkok selatan adalah para pelaut kawakan. Kaisar Yáo 堯) yang hidup tahun 2356 SM – 2255 SM di Tiongkok utara adalah seorang ahli perbintangan dan penemu kalender imlek, kalender matahari dan bulan.

Apabila kita mempelajari kehidupan masa lalu almarhum kaisar Yao maka dikatakan bahwa dia berjasa melakukan pembaruan: Orangnya rendah hati, cerdas, berbudaya, bijaksana, sabar, sopan, rendah hati dan terkenal di keempat permukaan (sìbiǎo 四表) serta diteladani kalangan atas dan bawa. Shujing I:I:1 – Yaodian

Berdasarkan catatan di dalam kitab sejarah (shūjīng 書經) kita bisa menarik kesimpulan bahwa pada jaman kaisar Yao (2356 SM – 2255 SM) bangsa Tiongkok kuno belum menjelajah samudera, itu sebabnya istilah keempat lautan (sìhǎi 四海) belum pernah disebut-sebut. Untuk menyebut kolong langit, yang digunakan adalah istilah keempat permukaan (sìbiǎo 四表).

Bila kita belajar tentang raja kuno Yu agung, maka dikatakan bahwa kebudayaannya dan kecerdasannya menyebar ke empat lautan (sìhǎi 四海), setia dan taat kepada almarhum kaisar. Shujing II:II:1 – Dayu mo

Beberapa tahun kemudian setelah kaisar Yao, pada zaman kaisar Yu (dìyáo 帝堯) tahun (2200 SM – 2100 SM) bangsa Tiongkok kuno baru berhasil menjelajah samudera. Itu sebabnya mereka mulai menggunakan istilah keempat lautan (sìhǎi 四海) untuk seluruh dunia alias kolong langit.

Langit memberkahi umat manusia di bawah, ada yang dijadikan penguasa, ada yang dijadikan anak buah agar bahu membahu dengan kaisar yang di atas mengayomi empat mata angin (sìfāng 四方). Jahat atau baik, aku mana berani menyimpang dari kehendak-Nya? Shujing V:I:7 – Taishi

Langit mengasihi masyarakat, apa yang menjadi kehendak masyarakat, pasti langit penuhi. Bantulah aku yang seorang ini untuk membersihkan keempat lautan (sìhǎi 四海), inilah waktu yang tepat, tidak mungkin salah. Shujing V:I:11 – Tai Shi

Pada jaman dinasti Shang (1600SM-1046SM) istilah keempat permukaan (sìbiǎo 四表) tidak pernah dipakai lagi. Untuk menyebut kolong langit alias seluruh dunia mereka menggunakan istilah keempat lautan (sìhǎi 四海) dan istilah keempat penjuru angin (sìfāng 四方) dipakai karena Tiongkok sudah menggunakan teknolgi kompas.

Kerabatku sekalian, selama ini kita menyangka bahwa perpindahan penduduk dunia terjadi lewat jalan kaki. Namun sejarah justru membuktikan bahwa jalan yang tidak dijalani langsung berubah menjadi hutan dalam hitungan bulan. Sekarang kita tahu tentang jalan laut dari Tiongkok Selatan, ke Nusantara lanjut ke India terus ke Timur Tengah lalu ke Afrika.

22 thoughts on “Bagaimana Kapur Barus Dari Sumatera Bisa Membalsem Mumi Firaun Amenhotep I Dari Mesir Tahun 1506 SM?

  1. Kapur barusnya pasti beli dari shopee dengan ongkir gratis.
    memang mantap shopee….

  2. LAPOR bengcu KE POLISI ❗❗❗❗

    POLISI TANGKAP bengcu ❗❗❗❗

    CURSED BENGCU DEAD PUNISH TO HELL FOREVER❗❗❗❗
    ❗❗❗❗
    bengcu jahat bohong fitnah dosa ke neraka ❗❗❗❗
    ❗❗❗❗
    bengcu pembohong pemfitnah ❗❗❗❗
    ❗❗❗❗
    babi anjing bengcu jahat tidak baik ❗❗❗❗
    ❗❗❗❗
    bengcu buat dosa pasti di hukum ke neraka ❗❗❗❗
    ❗❗❗❗
    CURSED BENGCU DEAD PUNISH TO HELL FOREVER❗❗❗❗
    ❗❗❗❗
    bengcu jahat bohong fitnah dosa ke neraka ❗❗❗❗
    ❗❗❗❗

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.