Perjuangan Sut Yat Sen Dan Kristen


Faktanya, orang Tionghoa di Tiongkok dan perantauan (Amerika, Eropa, Jepang, Asia Tenggara) pada jaman Sun Yat Sen (1866 -1925) memang hidup dalam TAKHAYUL. Takhayul menyebabkan KEBODOHAN an KEMISKINAN.

Orang Tionghoa berharap dengan menyembah dan memberi sesajen kepada Sun Go Kong dan Kwan Kong serta aneka dewa dewi lainnya dan mempraktekkan HONGSHUI maka hidupnya akan penuh REJEKI. Padahal tidak. Mereka makin MISKIN dan MALAS karena kekangan TAKHAYUL.

Jangan menabur benih minggu ini nanti CIONG (sawan). Kamar anakmu harus diubah pintunya agar tidak menghalangi jalan rejekimu. Jangan merantau karena hidupmu akan menderita bila menyeberang lautan. Kamu harus memasang lilin BESAR dan dupa BESAR yang menyala selama satu bulan agar dewa-dewi senang memberkatimu tahun ini. Semua itu adalah cara DUKUN mengeruk masalah dari masyarakat yang percaya TAKHAYUL.

Dalam kondisi demikian, muncullah agama Kristen yang LEBIH BAIK di bandingkan TAKHAYUL leluhur Tiongkok karena memberi HARAPAN NYATA berupa Sekolah Kristen yang mengajarkan aneka pengetahuan dari pada sekolah Tiongkok yang hanya mengajarkan pepatah-pepatah Khonghucu namun tidak mengajarkan cara bercocok tanam dan berdagang. Para dukun HONGSHUI hanya menyebarkan TAKHAYUL dan harapan kosong sambil mengurus kocek masyarakat.

Karena PENGETAHUAN yang didapatnya dari sekolah Kristenlah maka Sun Yat Sen pun tahu bahwa penyembahan Sun Go Kong dan Kwan Kong serta dewa-dewi mengakibatkan KEBODOHAN dan KEMISKINAN. Buktinya?

Buktinya, dewa-dewi itu disembah dan diberi sesajen dengan HARAPAN memberi hidup PENG AN (selamat dan bahagia) padahal untuk menjaga ALTAR-nya yang DIRUSAK oleh Sun Yat Sen dan teman-temannya saja nggak BECUS.

Sun Yat Sen menjadi Kristen dan menaruh HARAPAN bahwa Tuhan Yesus akan memberkati dan melakukan pembaharuan. Namun benarkah demikian? Di mana Gereja dan di mana Tuhan Yesus dalam kehidupan nyata bangsa Tiongkok?

Orang-orang Kristen yang seharusnya MENGASIHI bangsa Tiongkok malah meracuni Tiongkok dengan OPIUM. Gereja memang mengajarkan cintah kasih dan ilmu pengetahuan dan ilmu KEDOKTERAN namun Gereja MEMBIARKAN orang-orang Kristen dan pemerintah-pemerintah Krtisten MEMPERBUDAK bangsa Tiongkok dan meracuni Tiongkok dengan OPIUM.

Itu sebabnya Dalam perjuangannya untuk MERDEKA, Sun yat Sen tidak bawa-bawa Tuhan Yesus dan Gereja sebagai pembaharu dan penolong bagi bangsa Tiongkok kuno.

Sun yat Sen berharap kepada MANUSIA. Dia memprovokasi orang-orang di Tiongkok untuk MERDEKA.

Dia memprovokasi orang-orang Tiongkok perantauan termasuk Nusantara untuk mendukung kemerdekaan Tiongkok dengan uang dan tenaga mereka.

Dia memprovokasi orang-orang Asing Amerika, Eropa, Rusia, Jepang untuk mendukung kemerdekaan Tiongkok.

Bahkan di akhir perjuangannya tahun 1924, Sun Yat Sen mengajarkan San Mien Cu I – Tiga Sila yang sampai hari ini menjadi DASAR pejuangan Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok:

  1. Min Tsen (Nasionalisme – Persatuan)
  2. Min Chu (Demokrasi – Kerakyatan)
  3. Min Sheng (Sosialisme – Keadilan Sosial)

Saat ini banyak orang Tionghoa Indonesia yang merasa dirinya HEBAT dengan MENUDUH Sun Yat Sen BUDAK agama Kristen karena dia beragama Kristen. Karena Kristenlah maka Sun Yat Sen MEMBUANG Kalender Imlek dengan kalender masehi? Ha ha ha … itu adalah pembohongan PUBLIK bodoh karena Kalender Masehi bukan produk Kristen, juga bukan ajaran Tuhan Yesus dan para rasulnya namun karya bangsa KAFIR Roma. Ha ha ha ….

Kalender Masehi dipakai Tiongkok karena INTERNASIONALISME bukan karena Kristen bro. Walaupun NEGARA Tiongkok menggunakan kalender MASEHI namun tidak pernah MELARANG apalagi memusnahkan kalender imlek sampai hari ini.

Sun Yat Sen adalah BUDAK dan PION Amerika yang berusaha mewujudkan keinginan Amerika di Tiongkok? Itu adalah PEMBOHONGAN Publik karena dalam perjuangannya Sun Yat Sen tidak mendapat bantuan dari PEMERINTAH Amerika sama sekali walaupun ada orang BULE yang membantu perjuangannya.

Makanya bro, wahai Tionghoa-Tionghoa Indonesia, CELIKLAH. Gunakan akal budimu untuk menguji SEJARAH. Dengan demikianlah kita bisa memahami SEJARAH untuk mengambil HIKMATNYA bagi kehidupan ini. Jangan mau ditipu oleh Kadrun Tionghoa.

4 thoughts on “Perjuangan Sut Yat Sen Dan Kristen

  1. Artikel yang bagus!

    Membuka mata kita bahwa hampir semua agama berhubungan dengan politik.
    Tujuannya cuma mengumpulkan massa sebanyak2nya, untuk menjatuhkan kekuasaan.

    Apakah saat itu sekte teratai putih masih ada ?

  2. Hahaha
    Ini lagi 1 ekor orang luci

    Mau kaya

    KERJAAAA CUK

    mau nyembah nyembah kalau idup lu cuma malas malasan ya ga bakal KAYa CUK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.