Misteri Hari Makan Onde Tiongkok Kuno


Asal Usul Festival Dong Zhi (Makan Onde) | Sang Musafir

Hari ini adalah hari yang siangnya terpendek dalam satu tahun. Hari ini selalu jatuh pada tanggal yang sama, 22 Desember (21 Desember di tahun kabisat). Orang Tionghoa memperingatinya sebagai hari makan onde atau hari makan pangsit atau hari tambah usia.

Orang Hokkien menyebut hari yang siangnya terpendek dalam satu tahun ini, “Tongcoi (dōngzhì 冬至), artinya puncak musim dingin.” Mereka merayakannya dengan makan onde dan setelah makan, mereka pun mengklaim usianya sudah tambah satu tahun. Itu sebabnya mereka menyebutnya hari tambah usia.

Umumnya orang Tionghoa Indonesia penganut agama Tiongkok kuno sudah tidak memahami ajaran agamanya lagi namun mereka tetap setia menjalani hari-hari besar sembahyangnya dengan ikhlas dan saleh. Bila ditanya, “Apa agamamu?” mereka menjawab, “Pai shin (Bǎishén 神 – artinya penyembah roh),”

Saat ini, banyak Tionghoa Indonesia yang mengaku budayawan Tiongkok kuno namun sayangnya, alih-alih mengajar mereka justru membual. Yang mereka sebut budaya Tiongkok itu tidak lebih dari dongeng-dongeng yang dikutip dari media sosial belaka? Benar-benar mengenaskan.

Kenapa saya masuk Kristen? Karena waktu kelas 3 SMP dulu, saya diiming-imingi, kalau masuk Kristen maka saya PASTI menjalani kehidupan yang berkelimpahan dan semua doa saya PASTI dikabulkan dan setelah mati PASTI masuk sorga dan ANCAMAN kalau tidak masuk Kristen maka saya PASTI terkutuk karena selain tidak ada hujan juga panennya PASTI dirusak hama belalang dan setelah mati PASTI masuk neraka dan disiksa sampai selamanya. Saya juga diberitahu bahwa manusia mustahil JADI baik itu sebabnya saya diiming-imingi bahwa Roh Kuduslah yang akan MENGUBAH diri saya jadi orang baik.

Faktanya, saya masuk Kristen karena iming-iming dan ancaman. Saya menjalankan syariat Kristen karena iming-iming dan ancaman.

Sampai jaman Bengcu (mèngzǐ 孟子 – 372–289 SM), di dalam kitab-kitab Tiongkok kuno, saya tidak pernah menemukan adanya ajaran penyembahan kepada suatu oknum gila hormat yang merayu manusia untuk menyembah-Nya dengan iming-iming berkat dan mengancam pasti mengutuk mereka yang tidak mau menyembah-Nya.

Jiāo 教 bukan Jiào 教. Aksaranya sama namun ucapannya berbeda, artinya pun berbeda. Jiāo 教 artinya ajaran sementara Jiào 教 artinya agama. Yang ada di Tiongkok kuno adalah Jiāo 教 – ajaran. Yang diimport dari manca negara adalah Jiào 教 – agama.

Menurut analisa saya, masuknya berbagai agama import ke Tiongkok memaksa guru Tiongkok untuk membuat istilah baru yaitu Jiào 教 – agama dengan mengambil kata Jiāo 教 – ajaran yang sudah ada sebelumnya.

Hari tahun baru dinasti Xia (xià夏) adalah hari pertama musim semi. Hari tahun baru dinasti Yin atau Shang (yīn 殷 atau shāng 商) adalah hari terakhir musim dingin. Hari tahun baru dinasti Zhou (zhōu 周) adalah hari siang terpendek dalam setahun.

Karena dinasti Han (hàn 漢) menggunakan kalender dinasti Xia dan sejak itu semua dinasti bahkan sampai hari ini Tiongkok tetap menggunakan kalender dinasti Xia. Itu sebabnya hari tahun baru Imlek adalah hari pertama musim semi.

Meng xianzi (mèng xiànzǐ孟 獻子) berkata, “Tanggal satu bulan satu (zhèngyuè 正月) ini adalah titik balik matahari (rìzhì 日至 – 22/21 Desember), pada hari itu dilakukan sembahyang kaisar di atas (shàngdì 上帝). Pada bulan ketujuh titik balik matahari (rìzhì 日至 – 20-22 Juni) dilakukan sembahyang leluhur (zǔ 祖).” Bulan ketujuh sembahyang Di (dì 禘 – lima tahun sekali). Xianzi (xiànzǐ 獻子) melaksanakannya. Liji XVIII:IIB:24 – Zaji

Yang saya kutip di atas tercatat di dalam kitab Liji (lǐjì 禮記 – kitab kesusilaan). Meng xianzi adalah Menteri negeri Lu (Lǔguó 魯國) yang hidup sejaman dengan Khonghucu. Itu sebabnya dia menyatakan bahwa hari terpendek tahun itu adalah tanggal satu bulan satu. Itu karena kalender yang berlaku pada jaman itu adalah kalender dinasti Zhou (zhōu 周). Makanya hari tahun barunya adalah hari siang terpendek dalam setahun.

Karena hari terpendek dalam setahun pernah menjadi hari tahun baru dinasti Zhou, itu sebabnya sampai hari ini, hari itu tetap dikenang sebagai hari tambah usia.

Walaupun orangnya sudah mati namun tetap merasa akrab dengan keberadaannya dan ingin berinteraksi dengannya, itu sebabnya bangsa Tiongkok kuno percaya bahwa gui (guǐ鬼) alias arwah orang mati itu ada.

Walaupun tidak pernah melihatnya dan tidak pernah berinteraksi dengannya namun merasa akrab dengan keberadaannya di tempat-tempat sepi, di tempat-tempat eksotis, gunung-gunung tinggi, tebing-tebing eksotis, sungai-sungai besar dan lain-lainnya manusia merasa akrab dengan keberadaannya, itu sebabnya percaya bahwa shen (shén 神) alias roh yang tidak pernah menjadi manusia itu ada.

Walaupun tidak pernah melihatnya dan tidak pernah berinteraksi dengannya serta tidak pernah merasa akrab dengannya namun setelah memikirkannya maka berkesimpulan dia ada maka bangsa Tiongkok kuno pun percaya bahwa langit bumi (tiāndì天地), kaisar di atas (shàngdì上帝), ekosistem (shèjì社稷) itu ada.

Kenapa orang Kristen menyembah Allah Tritungga? Karena ketiganya MENUNTUT penyembahan sebagai yang paling mulia, paling berkuasa, paling bisa alias paling sakti. Menyembah yang lain selain menyembah Allah Tritunggal namanya berzinah.

Siapa yang disembah dalam agama Tiongkok kuno? Pada hakekatnya, di dalam agama Tiongkok kuno, tidak ada yang gila hormat dan tidak ada yang menuntut penyembahan, makanya tidak ada penyembahan sama sekali dalam agama Tiongkok kuno.

Bukankah agama Tiongkok kuno mengajarkan untuk memnyembah langit dan bumi (tiāndì天地)? Benar. Namun langit dan bumi tidak pernah menuntut penyembahan kepada manusia apalagi mengancam akan menyiksa mereka yang tidak menyembahnya.

Sembahyang langit dan bumi adalah CARA yang dibuat oleh Kaisar untuk mengajari alias MELATIH manusia bahwa manusia perlu BERAKAR dan BERSYUKUR.

Secara naluri manusia pasti bertanya, “dari mana aku berasal?” Aku berasal dari ayah bunda. Dari mana aya bunda berasal? …… begitu diberi jawaban, “Dari langit dan bumi,” maka manusia pun merasa puas. Itulah yang disebut BERAKAR.

Secara naluri manusia pasti bersyukur. Kepada siapa rasa syukur itu harus dipanjatkan? Kepada ayah bunda. Kepada guruku. Kepada presidenku. Namun kepada siapakah ayah bunda, guruku, presidenku itu bersyukur? Bila tidak menemukan jawabannya maka manusia akan terus bertanya dan mencari tahu. Makanya kaisar Tiongkok kuno mengajarkan agar bersyukur saja kepada shèjì社稷. Siapakah Sheji itu? Dalam bahasa Hokkien, disebut She i, seiring berlalunya waktu pun disebut SRI oleh orang-orang Nusantara. Orang-orang Tiongkok bersyukur kepada She i alias SRI.

13 thoughts on “Misteri Hari Makan Onde Tiongkok Kuno

  1. Tunjukkan? Anda cari saja ayatnya bro.

    Yesus mengaku dia adalah ANAK Yang Maha Tinggi. Dia mengaku telah diberi kuasa di langit dan di bumi. Tentang Roh Kudus, dia sebut Yang Keluar Dari Bapa.

    Jadi siapakah ketiga Maha Tinggi yang diagul-agulkan Yesus? Itu sebabnya saya katakan, Umat Kristen menyembah Allah Tritunggal karena ketiganya menuntut untuk disembah sebagai yang maha tinggi.

  2. Maaf om jujur saya makin bingung…

    Yg pertama tentang ini :

    Yesus mengaku dia adalah ANAK Yang Maha Tinggi. Dia mengaku telah diberi kuasa di langit dan di bumi. Tentang Roh Kudus, dia sebut Yang Keluar Dari Bapa.

    ( Hal Ini memang benar kan om?apanya yg salah? )

    Yg kedua tentang ini :

    Jadi siapakah ketiga Maha Tinggi yang diagul-agulkan Yesus? Itu sebabnya saya katakan, Umat Kristen menyembah Allah Tritunggal karena ketiganya menuntut untuk disembah sebagai yang maha tinggi.

    Sepemahaman saya tidak ada yg menuntut untuk disembah..
    Semua perintahNya dapat disimpulkan dalam Hukum yg utama dan terutama yaitu kasihilah TUHAN dan sesama seperti mengasihi diri sendiri

    Bagaimana cara manusia mengasihi sesama?? Dengan menolong, berbagi, berbuat baik, tidak melakukan kejahatan dll

    Lalu bagaimana cara manusia mengasihi Tuhan yg ga kasat mata??
    Dengan menyembah, berdoa, memuji dll

    Apakah Tuhan menuntut??saya rasa tidak, buktinya manusia diberi kehendak bebas..

    Mengenai siapakah Allah tritunggal? Menurut pemahaman saya adalah :
    ( Maaf kalau salah tolong dibetulkan )
    1. TUHAN yg dipanggil Bapa oleh Tuhan Yesus
    2. Tuhan Yesus sendiri
    3. Roh kudus yg menjadi satu dengan Tuhan Yesus lalu dicurahkan ke dunia saat Tuhan Yesus naik kesurga.

    Lalu yang ketiga adalah :

    Kalau saya membaca tulisan2 om banyak hal yg om bilang cerita hoax..
    Lalu apa yg menjadi dasar untuk om tetap menjadi seorang kristen sampai sekarang??

    Katakanlah benar semua itu hoax, lalu kenapa om tidak membeberkan “kebenaran” yg om yakini secara gamblang?bukan hanya menunjukan hoax2 saja

    Btw sebenernya saya menikmati tulisan2 om yg lain, tapi saya seringkali tidak mengerti dengan maksud om.. he5

    Trimakasih om sebelumnya.. btw happy anniversary ya om 🙂

  3. Thanks ucapannya.

    Saya anggota GKI. Sekolah minggu sejak kelas 2 SD. Pernah kuliah teologi. Sudah membaca Alkitab dari Kejadian sampai wahyu lebih dari 100 kali lebih. Tahun 1981 saya maju waktu Pdt Stephen Tong menantang saya untuk belajar alkitab baik-baik dan setelah mengerti lalu mengajarkannya.

    Itulah jalan hidup saya. Belajar Alkitab dan mengajarkan yang saya pahami.

    Sejak beberapa tahun yang lalu saya mengajak sesama orang Kristen agar sama-sama mempelajari Alkitab dan mengajarkan kebenarannya kepada masyarakat. Kalau kita keroyok, maka kita akan selesai dalam waktu cepat. Namun tidak ada yang mau. Itu sebabnya saya hanya menulis semampu saja.

    Untuk apa saya menulis? Untuk memberitahu dunia dan anak cucuku nantinya bahwa Inilah yang telah aku pelajari dan tulis. Kalau aku mati hari ini, lanjutkan apa yang telah aku lakukan. Jaga tulisan-tulisanku untuk menemukan orang yang mau mempelajarinya dan terus menggalinya.

    Kalau diberi umur panjang, mungkin akhirnya aku mampu menulis suatu rangkuman kalau tidak, biarkan saja apa yang aku telah tulis untuk menemukan orang yang tepat baginya.

    Joehan, jalanku masih jauh, itu sebabnya aku belum menulis kesimpulannya. Aku hanya menggugat alias menggoncang, dan kita lihat apa jadinya nanti.

    Kenapa aku terus menulis? Karena aku tidak mencarinya. Aku membaca Alkitab dan muncullah kesimpulannya. Aku tuliskan dan unggah. Bukan ketagihan namun aku dibukakan, sehingga tidak punya alasan untuk tidak menuliskannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.