Mozi Mengeritik Penguburan Tiongkok Kuno


Mozi Biography - Life of Chinese Philosopher

Apa yang mendatangkan kemakmuran di kolong langit? Apa yang menolak bencana di kolong langit? Apa yang membuat negara dan keluarga serta beratus marga tidak damai sejahtera? Sejak purbakala hingga hari ini, sama sekali tidak ada pengetahuan tentang hal demikian.

Dari mana kita tahu bahwa yang kita ketahui itu benar? Saat ini, di kolong langit, para shi士sarjana dan junzi君子susilawan sama-sama mempertanyakan dengan sungguh-sungguh, “Apakah tradisi Houzang 厚葬penguburan yang mewah dan Jiusang 久喪perkabungan yang lama di Tiongkok membawa kemakmuran atau justru mendatangkan bencana?”

Tentang hal itu, guru Mozi berkata, “Aku sudah melakukan penelidian dengan seksama. Sampai hari ini, tidak ada hukum yang mengharuskan penguburan harus mewah dan perkabungan harus lama meskipun hal itu selalu dilakukan oleh negara dan rumah tangga.

Bagi raja, pangeran dan pembesar, inilah tradisi perkabungannya. Dikatakan: Peti mati harus rangkap dua yaitu peti mati luar dan peti mati dalam. Penguburan harus mewah. Pakaian dan jubah harus banyak. Buku-buku, lukisan dan sulaman harus aneka macam. Pusara dan makamnya harus besar dan luas.

Demi melayani seorang rakyat jelata yang mati, harus menguras gudang harta keluarga. Demi melayani seorang  rajamuda yang mati, harus menghentikan seluruh roda pemerintahan.

Emas, batu giok, batu permata dan mutiara digunakan untuk mempercantik tubuhnya. Pakaian-pakaian sutra untuk berbagai acara dan musim. Kereta-kereta dan kuda-kuda untuk berbagai medan berbeda juga berbagai jenis tenda. Bejana, genderang, meja kecil, meja panjang dan mangkok, tidak boleh pilih-pilih. Tombak, pedang, hiasan bulu, panji-panji, kereta tempur, baju jirah, sarung tangan, semuanya dikuburkan secara lengkap.

Untuk melayani Tianzi 天子disertakan shaxun 殺殉martir (orang hidup yang dikubur hidup-hidup untuk melayani orang mati) yang terdiri dari beberapa ratus pelayan dan puluhan jandanya. Untuk jenderal dan menteri disertakan shaxun yang terdiri dari beberapa puluh pelayan dan jandanya beberapa orang.


Mengenai perkabungan apa yang diharuskan oleh ajaran ini? Disebutkan: Menangislah dengan sedu-sedan tidak terkendali seperti suara orang uzur. Kenakan pakaian kabung rami dan ikat kepala putih. Air mata dan ingus tidak boleh diseka. Tinggallah di gubuk dan tidurlah di atas tikar dengan bantal tanah.


Berusaha untuk tidak makan agar nampak kelaparan. Tanggalkan pakaiannya agar nampak kedinginan. Matanya dipicingkan seolah takut melihat sinar. wajahnya gelap dan pucat pasi. Telinganya nampak seolah agak tuli. Tangan dan kakinya seolah tak bertenaga dan sulit untuk digerakkan.

Juga dikatakan: Jika ilmuwan masyhur berkabung, dia harus dibantu ketika hendak berdiri dan harus menggunakan tongkat waktu berjalan.

Semuanya dilakukan hingga genap tiga tahun. Hukum demikian, ajaran demikian, dijadikan sebagai Dao 道jalan. Itu sebabnya mengharuskan raja, pangeran dan pembesar untuk menaatinya.

Tidak boleh pergi ke pengadilan, ke kantor lima pelayanan publik dan ke enam kantor pemerintahan. Tidak boleh memerintah pekerja di sawah dan kebun, tidak boleh menghitung hasil panen dan memasukkannya ke lumbung.

Juga harus mewajibkan para petani untuk menaatinya. Demi menaatinya, tentu saja tidak boleh pergi dan pulang malam-malam untuk mengurusi sawah dan kebun serta pekerjaan lainnya.

Juga harus mengharuskan beratus tukang menaatinya. Karena menaatinya, tentu saja tidak boleh memperbaiki perahu, kereta serta perlatan lainnya.

Juga harus mengharuskan para istri menaatinya. Karena menaatinya, tentu saja tidak boleh bangun pagi-pagi dan tidur larut malam untuk menenun kain dan menjahit pakaian.

Demi Houzang 厚葬penguburan yang mewah, banyak harta yang ikut dikuburkan. Demi Jiusang 久喪perkabungan yang lama, banyak pantangan yang harus ditaati dan banyak sembahyang yang harus dijalankan.

Harta yang telah terkumpul harus dikuburkan sementara hasil yang seharusnya bisa didapat kemudian harus ditunda karena menaati pantangan.

Mencari kemakmuran dengan cara demikian ibarat melarang orang bercocok tanam namun menuntut panen. Dengan ajaran demikian, mustahil meningkatkan kemakmuran.” Mozi – Jiezang xia 4

Tersebut di atas adalah ajaran Mozi 墨子 ( 470-391 SM) yang lahir pada tahun Khonghucu wafat (551-470 SM). Ajarannya sangat populer di kalangan rakyat jelata mengeritik tradisi berkabung dan pantang yang diagul-agulkan Khonghucu. Mozi mengajari Tiongkok agar TETAP beragama dengan akal budi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.