Khonghucu Dan Sembahyang Pahlawan Tiongkok Kuno


Khonghucu sudah lama meninggal. Yang kita miliki darinya saat ini hanya kuburannya dan ajarannya serta kitab-kitab Tiongkok kuno yang dikumpulkannya. Kenapa kita mengenangnya bahkan menyembahyanginya?

Ketika melihat orang Tionghoa menyembah Khonghucu sebagai dewa tempatnya berdoa minta berkat keselamatan dan keuangan serta kesembuhan dari berbagai penyakit, banyak teman Kristenku yang menyebutnya bodoh. Buktinya, banyak yang sembuh! Anda mau bilang apa? Teman-temanku langsung memvonis mereka sembuh karena kuasa kegelapan, bukan karena kuasa Allah..

Waktu piknik ke Taman Mini saat berumur 9 tahun, tiba-tiba perutku mules sekali, rasanya pengen berak. Saya pun diajari seorang teman Kristen agar mengantongi batu sambil berdoa kepada Yesus dengan iman, pasti sembuh. Manjur sekali. Mulesku pun hilang. Mujizat Yesus itu nyata.

Waktu di Medan, Jumat 8 Januari 2016 pagi, tiba-tiba saya kesulitan berbicara dan membaca serta konsentrasi. Karena merasa ngantuk, saya pun tidur dan bangun 10 menit kemudian. Menduga keracunan makanan, saya pun joging setengah jam agar keringatan. Saya tidak berdoa kepada Yesus minta sembuh apalagi pasang hio kepada dewa bumi. Setelah joging dan mandi, karena merasa lapar saya pun makan bihun goreng.

Minggu malam baru dapat tiket dan pulang ke Jakarta. Senin sore ketemu dokter dan diberitahu bahwa meskipun tekanan darahku normal namun dari gejalanya saya kena stroke ringan. Selasa pagi CT Scan, siangnya periksa jantung. Jantung saya baik namun faktanya saya stroke ringan. Susah untuk ngomong dan nggak bisa membaca apalagi konsentrasi.

Ada bagian otak saya yang luka artinya ada sel otak saya yang mati. Sel otak yang mati tidak bisa diganti. Namun sel otak itu ajaib, itu sebabnya ketika ada yang mati, otak lalu melatih sel otak yang lain untuk melakukan apa yang semula dilakukan sel otak yang lalu mati tersebut.

hanya ada satu cara untuk menanggulangi stroke ringan yaitu melatih sel otak baru seperti bayi melatih sel otaknya untuk melakukan berbagai hal. Tidak ada jalan pintas bagi bayi agar bisa berjalan lalu lari kecuali berlatih, demikian pula yang saya jalani akibat stroke ringan yaitu melatih sel otak saya untuk menggerakkan anggota tubuh saya untuk belajar bicara, membaca dan menulis persis seperti waktu saya kecil dulu.

Tidak mungkin membuat penderita stroke ringan sembuh karena sel otak yang mati tidak pernah sembuh. Yang bisa kita lakukan hanya melatih sel otak yang lain untuk melakukan apa yang semula dilakukan oleh sel otak mati tersebut. Faktanya semua yang katanya bisa menyembuhkan stroke ringan adalah HOAX.

Pujian metode cuci otak dr Terawan telah berhasil menyembuhkan stroke ringan adalah HOAX karena metode itu tidak membuat sel otak yang sudah mati hidup lagi. Demikin pula dengan makan Angkung yang multi vitamin. Tusuk jarum terapi sakit untuk memicu adrenalin. Chi kung, tai chi, wai tan kung, hanya olahraga biasa. Reiki, self healing, beriman melakukan mujizat, itu cuman gerak-gerak tangan biasa tanpa kekuatan sama sekali.

Pawang hujan mengklaim hujan tidak turun karena dia mengerahkan kesaktiannya menangkal hujan. Orang-orang gereja Tiberias mengklaim gerimis redah karena Pariadji berdoa dalam acara Natal tahun 2012. Hujan lalu redah karena Pariadji menghalaunya di acara Natal tahun 2015. Padahal teknologi yang dimiliki BMKG semakin canggih sehingga mereka tahu secara ilmiah bahwa hujan tidak turun bukan karena pawang hujannya sakti namun karena awan hujannya memang belum matang. Hujan redah bukan karena Pariadji punya kuasa doa namun karena awan hujannya cuman segitu. Tidak ada kesaktian juga tidak ada kuasa doa. Itu kejadian ilmiah biasa.

Faktanya sel otak yang telah mati tidak mungkin disembuhkan. Itu berarti sel otak yang telah mati waktu stroke ringan tidak perlu pengobatan apa pun. Mengobati orang stroke ringan sama dengan pawang hujan mengaku telah menangkal hujan dan pendeta Pariadji membual memiliki kuasa doa. Faktanya tidak ada kesaktian menanggak hujan dan tidak ada kuasa doa, dibiarin saja tidak akan turun hujan atau hujan itu reda sendiri.

Itu sebabnya kitab Tiongkok kuno sejak 3000 tahun sebelum masehi mencatat bahwa agama yang dianut oleh para kaisar Tiongkok kuno adalah agama akal budi. Para raja suci itu tidak mengarang dongeng untuk disembah. Manusia adalah makluk yang paling mulia, mustahil manusia menyembah pohon atau binatang. Yang tidak ada tidak boleh diada-adakan itu sebabnya menyembah makluk-makluk tidak ada yang diada-adakan melanggar kesusilaan. Menyembah sesama manusia harus ada aturannya.

Hanya Shengwang 聖王 Raja Suci yang berhak menetapkan tradisi Jishi 祭祀 sembahyang pahlawan. Yang berjasa kepada masyarakat ditetapkan hari pahlawannya. Yang menegakkan hukum di antara masyarakat ditetapkan hari pahlawannya. Yang meninggal karena mengemban tugas negara ditetapkan hari pahlawannya. Yang berhasil mengatasi bencana alam besar ditetapkan hari pahlawannya. Yang berhasil memadamkan pemberontakan besar ditetapkan hari pahlawannya. Dahulu Lishan shi 厲山 氏 kaum Lishan memimpin tianxia 天下 kolong langit. Bangsawan Zi 子 itu namanya Nong 農. Dia berjasa membudidayakan beratus biji-bijian. Kerajaan Xia 夏 mengakhirinya. Namun oleh kerajaan Zhou 周, apa yang telah diabaikan itu lalu diperingati lagi hari pahlawannya dengan nama Ji 稷 hari pertanian. Gonggong shi 共工 氏 kaum Gonggong memerintah jiuzhou 九州 kesembilan negeri. Bangsawan Zi 子 itu namanya Houtu 后土. Karena jasanya mempersatukan kesembilan negeri itu, maka ditetapkanlah hari pahlawannya dengan nama She 社 hari persatuan. Diku 帝嚳 mampu memetakan bintang xing 星 dan chen 辰 planet bagi masyarakat. Yao 堯 menyusun sistem hukum yang adil dan menegakkannya di antara rakyat. Shun 舜 sekuat tenaga mengajak masyarakat bekerja keras hingga meninggal di hutan. Gun 鯀 gagal mengatasi bencana banjir hingga dipenjara seumur hidupnya namun Yu 禹 puteranya mampu melanjutkan pekerjaannya. Huangdi 黃帝 mendapatkan nama harum karena membuat beratus perabotan yang mencerdaskan dan memakmurkan masyarakat. Zhuanxu 顓頊 mampu melanjutkan pekerjaan Qi 契 (menteri pendidikan Yao) dalam memajukan pendidikan masyarakat. Ming 冥 (menteri pekerjaan umum Yao) sekuat tenaga menjalankan tugasnya hingga mati tenggelam ditelan banjir. Tang 湯 sangat terkenal karena berhasil membebaskan rakyatnya dari penindasan. Wenwang 文王 memerintah dengan bijaksana. Wuwang 武王 mengerahkan bala tentaranya untuk membebaskan rakyat dari penindasan. Mereka semuanya berjasa kepada masyarakat. Ibarat matahari, bulan, bintang-bintang dan planet-planet sehingga masyarakat mendongak menatapnya dengan takjub lalu menggangguk memberi hormat. Ibarat gunung, hutan, sungai, lembah, bukit dan pegunungan tempat masyarakat dicukupkan segala kebutuhannya, itu sebabnya, mereka yang merugikan masyarakat dilarang oleh negara untuk diperingati harinya. Liji XX:9 – Jifa

Kenapa kita mengenang para pahlawan? Untuk meneladaninya. Itu sebabna, para pahlawan yang namanya tercatat di dalam kitab Jifa di atas tidak kita sembahyangi lagi karena jaraknya sudah terlalu jauh untuk diteladani.

Siapa yang berhak menetapkan pahlawan? Menurut ajaran Tingkok kuno, Tianzi 天子 anak yang maha tinggi alias kaisar alias presiden. Bolehkah orang Tionghoa menyembahyangi para pahlawan Indonesia? Tentu saja. Bukankah Indonesia sudah nenetapkan 10 November sebagai hari pahlawan?

Bolehkah menyembahyangi laksamana Chengho? Tidak boleh. Kenapa demikian? Karena hanya Tianzi 天子 alias kaisar alias presiden yang boleh menetapkan pahlawan. Chengho tidak pernah dimuliakan sebagai pahlawan oleh penguasa mana pun. Itu sebabnya menyembahyangi chengho sebagai pahlawan melanggar kesusilaan.

Bolehkah menyembahyangi Khonghucu? Boleh! Beberapa Kaisar sudah menetapkannya sebagai pahlawan yaitu: Kaisar dinasti Han, Han Ping Di menggelarinya Cheng Xuan Ni Gong – Pangeran Ni Yang Sempurna dan Cerah Bathin. Tahun 492 gelar itu diubah menjadi Wen Sheng Ni Fu – Yang Mulia Bapak Ni Nabi Yang Menyeluruh Sempurna. Kaisar pertama Dinasti Man-Chu, Shun Zhi, pada tahun 1645 mengubah belar itu menjadi: Da Cheng Zhi Sheng, Wen Xuan Xian Shi Kong Zi – Kongzi Guru Purba Yang Cerah Menyeluruh, Nabi Agung Yang Besar Sempurna. Namun, 12 tahun kemudian gelar itu disingkat menjadi Zhi Sheng Xian Shi Kong Zi – Kongzi Guru Purba Nabi Agung.

Kerabatku sekalian, ketahuilah bahwa tindakan umat Khonghucu Indonesia melakukan Jishi 祭祀 sembahyang pahlawan Khonghucu, bukan pepesan kosong. Tindakan itu sesuai dengan kesusilaan Tiongkok kuno. Itu sebabnya walaupun sebagai orang Kristen namun sebagai orang Tionghoa sejati saya tidak pantang menyalakan hio untuk pai pai menghormati Khonghucu.

5 thoughts on “Khonghucu Dan Sembahyang Pahlawan Tiongkok Kuno

  1. om haihai boleh saya diberi tahu hio dalam tradisi tionghoa berguna utk apa?
    terimakasih om sebelumnya

    • Orang Tionghoa kuno tahu melihat dirinya sendiri. Dia juga lalu melihat lingkungannya. Dia lalu mengelompokkannya. Ada lima kelompok yaitu: Tanah, air, tanaman, binatang, manusia.Dia sebut itu lima unsur. Dari mengamati manusia yang lahir, tumbuh, lalu mati. Dia menarik kesimpulan bahwa manusia ada Tubuhnya juga ada rohnya. Dia lalu menarik kesimpulan bahwa Roh manusia yang sudah mati itu disebut GUI 鬼.

      Lalu dia menyimpulkan lagi bahwa ada roh-roh di dunia ini yang TIDAK pernah menjadi manusia. Roh-roh yang tidak pernah menjadi manusia itulah yang disebut SHEN 神.

      Manusia itu saling berinteraksi. Ada jauh dekat hubungan kekeluargaannya. Kalau hubungan kekeluargaannya sudah jauh kita pun tidak akrab lagi. Begitu juga hubungan kita dengan leluhur kita. Kalau tidak saling kenal waktu hidup, tidak mungkin saling kenal setelah mati. Itu sebabnya maksimal, raja hanya menyembahyangi leluhurnya yang kelima.

      Karena orang-orang yang kita sembahyangi itu pernah jadi manusia, itu sebabnya kita tahu dia tahu makanan dan minuman yang enak. Itu sebabnya ketika menyambahyanginya kita sajikan makanan dan minuman. Tentu saja kita tahu mereka tidak bisa makan, namun itu namanya ETIKA kalau kita menawari mereka makanan dan minuman. Karena makanan dan minuman itu BUKAN mereka tapi untuk kita, itu sebabnya yang kita sajikan adalah makanan yang kita SUKA. Itu sebabnya, menyajikan itu bukan menyembah apalagi memberi mereka makan, namun BASA-BASA menawarkan waktu kita MAKAN.

      Jadi, di dunia ini ada dua JENIS ROH yaitu: Gui yaitu arwah alias manusia yang sudah mati. Shen roh-roh yang tidak pernah hidup menjadi manusia. Kita kan tidak tahu apa yang dilakukan oleh Gui dan shen yaitu Guishen di dunia itu. Karena tidak tahu itu sebabnya kita TIDAK sok tahu namun JUGA tidak boleh BELAGAK pilon. Dalam hal demikianlah kita melakukan sembahyang GUISHEN. Di gunung-gunung Tinggi dan sungai-sungai besar.

      Kenapa kita sembahyang di tempat-tempat itu? Karena di tempat-tempat itulah kita sering MERASA GENTAR dan MERASAKAN adalah KEBERADAAN makluk-makluk yang tidak kelihatan itu. Bagaimana cara kita menyembahyangi mereka? Dengan MEMBAKAR kayu. Dengan membakar KAYU maka kita MEMBERITAHU keberadaan kita kepada makluk-makluk HALUS tersebut lewat ASAP. ASAP dan bau asap adalah cara kita menunjukkan keberadaan kita dan menunjukkan bahwa kita tidak berniat jahat kepada mereka.

      Orang-orang Tiongkok kuno lalu belajar, bahwa ada kayu-kayu tertentu WANGI sekali ketika dibakar. Itu sebabnya mereka pun lalu MEMILIH kayu-kayu harum itu untuk dibakar. Dengan pengalaman, mereka tahu bahwa ada kayu tertentu yang walaupun kecil SUDAH wangi sekali. Lalu muncullah yang disebut HIO yaitu DUPA atau KAYU dupa atau KAYU wangi atau batang wangi.

      Apakah ketika menyalakan dupa atau batang wangi atau hio di altar Khonghucu, saya sedang BERHUBUNGAN dengan Khonghucu? Ha ha ha … tentu saja TIDAK. Saya dan khonghucu tidak saling KENAL dan TIDAK saling ADA juga tidak SALING melihat tidak saling MERASA. Lalu kenapa saya menyembahyanginya? Karena saya mengaguminya dan mengagumi karyanya dan meneladaninya. Jadi yang terjadi bukan saya MENGAGUNGKAN khonghucu namun MERENDAHKAN diri. Jadi dalam hal ini bukan Khonghucu yang menjadi OBYEK penyembahan saya namun saya MENJADIKAN altar ini untuk MERENDAHKAN diri.

      Di dalam ilmu bela diri Tiongkok dan jepang serta Korea, ada yang disebut DOJO alias ruang latihan. Di dojo kita memberi HORMAT, itu bukan karena kita sedang menyembah DOJO namun sedang MERENDAHKAN diri agar jangan BLAGU. Di dojo kita saling memberi hormat? Itu bukan yang RENDAH tingkatkannya menghormat kepada yang TINGGI tingkatannya namun SEMUANYA saling MERENDAHKAN diri. Ketika membungkuk itu kita tidak menghormati yang lain namun sedang MERENDAHKAN diri.

      Namun sayang, ajaran Tiongkok yang agung itu sudah tidak dipahami lagi oleh geneerasi ini. ajaran yang agung itu sudah diputar sedemikian rupa menjadi ajaran nggak karu-karuan. Menjadi ajaran TAHYUL untuk ngalap berkat.

      • ok om terimakasih atas penjelasannya, saya minta ijin bertanya hal ini pada om haihai: … karena tidak saling KENAL tidak saling ADA dan tidak saling MELIHAT atau tidak saling MERASA, lalu mengapa kita harus menunjukan eksistensi kita denga ASAP ?
        mohon beri saya petunjuk memahami dunia roh (GUISHEN) disekitar (jika (GUISHEN)itu ada
        terimakasih om sebelumnya

        • SiMBOL!

          GUISHEN. Kita MERASA itu ADA. Kita menyangka itu ADA. Kita pikir itu ADA. Apa yang dilakukan oleh orang-orang Tionghoa kuno itu? MEMBINA diri agar TIDAK menyalahinya namun TIDAK tahu bagaimana TIDAK menyalahinya. Makanya membakar KAYU. Itulha cara raja tiongkok kuno mengajarkan bahwa ada yang kita tidak TAHU makanya kita sebut GUISHEN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.