Sembahyang Ce It Cap Go


Ce it cap go adalah tradisi sembahyang orang Tionghoa. Ce it artinya tanggal satu sementara cap go artinya tanggal lima belas. Pada kedua hari tersebut orang-orang Tionghoa melakukan sembahyang dengan memberi sajian.

Kenapa sembahyang ce it cap go? Mandarin: chūyī 初一 shíwǔ 十五. Orang Tionghoa sembahyang setiap hari di waktu pagi dan malam. Kenapa ce it cap go lagi? Dalam sembahyang harian tidak ada sajian, namun sembahyang ce it cap go pakai sesajen. Kenapa dan siapa yang disembah?

Umumnya, orang Tionghoa mengaku menyembah, “Tian 天 alias Tuhan Yang Maha Esa dan dewa-dewi serta leluhur.” Benarkah demikian? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, “Jauh panggang dari api.”

Dayi 大一 artinya Yang Maha Esa. Tian 天 artinya Yang Maha Tinggi. Keduanya berbeda. dalam agama Tiongkok kuno, Yang Maha Esa tidak disembah dan hanya Tianzi 天子 anak yang maha tinggi alias kaisar yang boleh menyembah Tian. Rakyat jelata tidak berhak menyembah-Nya. Orang Tionghoa menyembah siapa?

Mari kita bicara tentang sembahyang ce it cap go saja. Binatang kastanya lebih rendah dibandingkan manusia, itu sebabnya mustahil manusia menyembah monyet, babi dan kerbau. Dalam bahasa Hokkien, shen (Shen 神) adalah roh yang tidak pernah menjadi manusia. Roh manusia yang sudah meninggal disebut Kui (gui 鬼) dan hanya anak sulung atau ahli waris yang boleh menyembah orang tua dan nenek moyangnya.

Harus selalu merawat orang tua. Kelima kaisar wudi 五帝 menetapkan hukumnya kemudian sanwang 三王 ketiga raja mengajarkannya. Kelima kaisar menetapkan hukumnya agar merawat dengan sepenuh jiwa qiti 氣體 tanpa diminta apalagi disuruh. Setiap orang harus mengingatnya dan menjadikannya tradisi. Ketiga raja juga menetapkan hukumnya agar merawat orang tua tanpa diminta apalagi disuruh agar hal itu menjadi Li 禮 kesusilaan dan tradisi. Liji X:2:3 – Neize

Sien (xian 仙) artinya orang yang hidup abadi alias dewa-dewi. Agama Tiongkok kuno mustahil menyembah dewa-dewi. Kenapa demikian? Karena menyembah dewa-dewi bertentangan dengan agama Tiongkok kuno yang diajarkan oleh lima kaisar (wudi 五帝) dan tiga raja (sanwang 三王).

Yang disebut dewa-dewi adalah tokoh-tokoh dongeng dan novel. Agama Tiongkok kuno adalah agama akal budi dan Li 禮 kesusilaan, itu sebabnya pantang menyembah hal-hal yang tidak ada juntrungannya.

Kalau dewa-dewa memang ada dan sakti mandraguna serta peduli dengan manusia, mustahil mereka tidak hidup di dalam masyarakat. Kalau memang sakti, kenapa harus merasuk ke dalam tubuh orang lain? Kalau memang sakti, kenapa cuman bisa meneken kertas jimat (hu)? Kenapa tidak mengoperasi penderita kanker dan mengobati korban kecelakaan lalu-lintas? Kenapa tidak memadamkan api kebakaran? Mungkinkah dewa Sun Go Kong menyembuhkan cegukan dengan satu kali elus?

Agama Tiongkok kuno? Pada hakekatnya agama Tiongkok kuno itu meliputi ajaran (jiao 教) dan perabotan keluarga (jiahuo 傢伙). Agama itu ditetapkan sebagai hukum oleh kelima kaisar (wudi 五帝) dan diajarkan oleh ketiga raja (sanwang 三王) sebagai kesusilaan (Li 禮)dan tradisi.

Lima kaisar adalah: Fuxi 伏羲, Nuwa 女媧, Shennong 神農, Huangdi 黃帝, dan Diku 帝嚳. Tiga raja itu adalah: Yao 堯, Shun 舜, dan Yu 禹. Agama Tiongkok kuno benar-benar kuno. Lebih dari 5000 tahun yang lalu sudah dianut oleh orang Tiongkok, jauh sebelum raja Yao (2356 – 2255 SM). Mereka menamainya Dao 道 artinya jalan atau Tiandao 天道 artinya Jalan Yang Maha Tinggi.

Pada tanggal satu bulan pertama, raja Shun 舜 melakukan sembahyang kepada Wenzu文祖 leluhur yang mulia. Shujing II:I:14 – Shundian

Dia melakukan silei 肆類 sembahyang empat musim kepada Shangdi 上帝 Kaisar yang di atas dan memberi sajian (yin 禋) kepada liuzong 六宗 enam nenek moyang dan waktu wang 望 bulan purnama dia mengunjungi shanchuan 山川 gunung dan sungai, dan bianyu 遍於 menyapa shen 神 roh. Shujing II:6 – Shundian

Pada bulan ke dua dilakukan inspeksi ke timur. Ketika tiba di gunung daizong raja membuat api unggun di altar gunung dan sungai Shanchuan山川 saat hari bulan purnama (yue zhengri 月 正日). Kemudian raja beraudiensi dengan para raja muda untuk mencocokkan musim dan bulan serta hari (kalender). Menyeragamkan hukum, mengkalibrasi penggaris dan timbangan. Menegaskan lima kesusilaan wuli 五禮 (ayah anak, suami istri, atasan bawahan, kakak adik, teman sahabat), lima batu kumala tanda pangkat wuyu 五玉 (gong 公, hou 侯, qing 卿, dafu 大夫, shi 士), tiga pakaian sutra sanbo 三帛 dan hadiah dua hidup ersheng 二生 dan satu mati yisi 一死. Kelima perlengkapan itu lalu dikembalikan. Pada bukan kelima dilakukan inspeksi ke Selatan. Waktu sampai di gunung Nanyue dilakukan kesusilaan seperti di gunung Daizong. Pada bulan kedelapan dilakukan inspeksi ke Barat. Setelah sampai di gunung Xiyue dilakukan seperti yang pertama kali. Pada bulan ke sebelas dilakukan inspeksi ke Utara. Sesampai di gunung Beiyue dilakukan kesusilaan seperti di barat. Begitu kembali ke ibukota segera mengembalikan Yizu 藝祖 papan leluhur khusus untuk bepergian. Shujing II:I:8 – Shundian

Berdasarkan agama Dao alias Tiandao atau agama Tiongkok kuno, tanggal satu (ce it) adalah hari untuk sembahyang Zu 祖 leluhur dan Zhong 宗, sementara tanggal 15 (cap go) atau hari purnama adalah hari menyapa (sembahyang) shen 神 roh di shanchuan 山川 gunung dan sungai.

Manusia suka makanan enak dan minuman lezat, itu sebabnya ketika menyembah leluhur dan nenek moyang, kita menyajikan makanan dan minuman. Tentu saja bukan agar sesaji itu dimakan dan diminum namun karena itulah kesusilaan untuk menghormati mereka.

Shen 神 roh tidak makan dan minum makanan manusia, itu sebabnya kita tidak menyajikan apa pun baginya. Kita juga tidak tahu, peringkatnya lebih mulia atau lebih rendah? Itu sebabnya kita tidak menghinanya juga tidak menyembahnya namun menyapanya atau memberitahu kehadirannya dengan membakar kayu.

Nah, kerabatku sekalian, anda tahu sekarang perbedaan antara sembahyang ce it dan cap go dan apa maknanya bukan? Apa yang disebut membakar kayu bakar adalah membakar hio alias dupa. Lalu apa bedanya Zu 祖 leluhur dan Zhong 宗 nenek moyang?

2 thoughts on “Sembahyang Ce It Cap Go

    • dibaca berkali2 pun takkan ada yang mengerti, hanya beng beng yang mengerti…. lantas apa artinya hanya beng beng yang mengerti? halusinasi broooo. tak jelas apa tujuan dan kesimpulannya. Beng ….. kalau 1+1 anda jawab 2 dan anda benar, bukan berarti seenak lu menyatakan 2+2=5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.