Penciptaan Tiongkok Kuno Dan Alkitab


Hasil gambar untuk Yang maha esaAlkitab dan kitab Tiongkok kuno adalah dua kitab tertua di dunia yang masih lestari sampai hari ini. Sayangnya baik orang Kristen maupun orang Tionghoa, keduanya sama-sama malas mempelajarinya dengan teliti dan hati-hati.

Orang Kristen malas membaca Alkitab karena mereka asyik dengan pepesan kosong bapak-bapak gereja dan para sarjana teologi Kristen. Orang Tionghoa tidak membaca kitab Tiongkok kuno karena mereka sudah puas dengan dongeng dewa-dewi para penjaga hutan (Fangshi 方士) dan pendongeng hongshui. Mengenaskan.

Kenapa anda menyembah dan memberi sesajen? Karena agama Kristen mengajarkan bahwa Allah dan Yesus bukan hanya suka disembah namun menuntut untuk disembah sampai kuda gigit jari. Makin getol menyembah semakin diberkati. Konon keduanya cemburu buta dan mengancam akan balas dendam bila tidak disembah atau bila kita menyembah yang lainnya. Demikian juga sesajen, makin makin banyak akan makin diberkati.

Agama Kristen mengajarkan keberadaan dua ADA yaitu: Pencipta dan ciptaan. Pendeta Stephen Tong mengajarkan bahwa: Pencipta menciptakan ciptaannya dari NIHIL, itu sebabnya ciptaan mustahil pencipta karena ada perbedaan kualitas antara pencipta dan ciptaannya sehingga ciptaan mustahil menyatu dengan pencipta-Nya.

Maha Esa artinya tidak ada yang lain selain dirinya sendiri. Maha Besar artinya tidak ada yang lain selain dirinya sendiri. Paijo mustahil Maha Esa karena selain dirinya masih ada yang lain yaitu Paimin dan TEMPAT di mana Paimin dan Paijo muat di dalamnya. Paijo juga mustahil Yang Maha Besar karena TEMPAT di mana Paimin dan Paijo muat di dalamnya lebih besar dari pada Paijo.

Kenapa orang Tionghoa menyembah dewa-dewi? Karena dari kecil sudah diajari menyembahnya. Itu sebabnya, jarang sekali anda menemukan non Tionghoa yang pindah agama untuk menyembah dewa-dewi. Yang sering terjadi adalah, selain agamanya mereka juga menyembah dewa-dewi. Dewa-dewi mudah untuk disembah dan tidak cemburuan, itu sebabnya siapa saja bebas untuk menyembah dewa-dewi yang dianggapnya paling memberkati.

Sesungguhnya kesusilaan itu berpokok kepada Yang Maha Esa yang membagi diri-Nya menjadi Tian 天 Yang Maha Tinggi dan Di 地 Yang Maha Rendah yang menjelma sebagai Yin 陰 yang negatif dan Yang 陽 yang positif yang berubah lewat empat musim agar mengatur baik-baik arwah dan roh (Gui shen 鬼 神) supaya terarah yang turun sebagai kodrat untuk memerintah yang dihormati Tian 天 Yang Maha Tinggi. Liji VII:IV:4 – Liyun

Ada yang disebut tubuh, ada yang disebut pikiran. Ada yang disebut daging, ada pula yang disebut tulang. Ada darah, ada air. Ada kulit, ada pula yang disebut saraf. Ada kepala, ada anggota. Ada tangan, ada pula kaki. Ada mulut, ada pantat. Mana yang lebih mulia antara pantat dan mulut? Sama saja. Kenapa demikian? Karena semuanya adalah manusia dan semuanya esa.

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Kejadian 1:2-4

Kerabatku sekalian, perhatikanlah kedua ayat tersebut di atas. Yang satu adalah ayat kitab Tiongkok kuno yang lainnya ayat Alkitab Perjanjian Lama. Kalau anda pelajari dengan seksama maka nampak gamblang sekali bahwa kisah penciptaan Tiongkok kuno persis sama dengan kisah penciptaan kitab Kejadian. Yang Maha Esa (kitab Tiongkok kuno) dan Allah (Alkitab) tidak menciptakan dari NIHIL namun mengubah diri-Nya sehingga menjadi berlaksa ada.

Melalui perubahan diri-Nya, Yang Maha Esa alias Allah memisahkan diri-Nya dari diri-Nya dan membatasi diri-Nya dari diri-Nya serta menyatukan diri-diri-Nya yang sudah dipisahkan dan dibatasi-Nya kembali. Karena hanya berubah wujud, itu sebabnya kitab kisah penciptaan Tiongkok kuno pun disebut Yijing 易經 artinya kitab perubahan.

Karena semuanya adalah Yang Maha Esa dan bagian dari Yang Maha Esa, itu sebabnya tidak ada yang mendominasi dan tidak ada pula yang paling mulia apalagi paling berkuasa. Dalam kisah penciptaan Tiongkok kuno dan kitab Kejadian, tidak ada Tuhan (tuan) dan tidak ada pula yang hamba. Semuanya adalah pencipta dan semuanya adalah ciptaan.

Tidak ada yang jahat, dan tidak ada yang baik, karena yang ada hanya ketidaksempurnaan. Menjadi tidak sempurna karena dipisahkan dan dibatasi. Menjadi tidak sempurna karena masing-masing secara naluri berusaha menggenapi kodratnya dan mempertahankan hidupnya. Anda menderita TBC bukan karena dikutuk oleh Yang Maha Esa apalagi karena didera oleh roh-roh jahat namun karena kuman TBC menggenapi kodratnya untuk berkembang biak dan tumbuh subur.

Dengan memahami kisah penciptaan yang benar maka tujuan beragama kita pun menjadi benar. Kita tidak mencari berkat apalagi mencari sorga namun mencari keharmonisan. Dengan mengerti ajaran agama yang benar maka sebagai manusia kita tidak perlu berlomba-lomba lagi untuk menyembah Yang Maha Esa apalagi saling berlagak menjadi yang paling suci untuk menyenangkan Yang Maha Kuasa.

Kenapa manusia saling berlomba untuk adu kaya dan adu kuasa? Karena sumber daya alam jumlahnya terbatas sementara keinginan manusia tidak terbatas, itu sebab manusia saling bertarung untuk memuaskan keinginannya masing-masing. Padahal, cara yang paling mudah adalah bergotong-royong menyelesaikan masalah dunia.

Itu sebabnya kita harus mengakui bahwa yang dilakukan oleh Ahok dan Djarot itu benar-benar bijaksana yaitu: Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia. Itu sebabnya keduanya ingin berkuasa bukan untuk dilayani namun untuk melayani. Keduanya ingin memimpin bukan untuk disembah namun agar diberi kuasa untuk menyebarkan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia.

8 thoughts on “Penciptaan Tiongkok Kuno Dan Alkitab

  1. Tidak ada yang jahat dan tidak ada yang baik karena yang ada hanya ketidaksempurnaan. Menjadi tidak sempurna karena dipisahkan dan dibatasi. Menjadi tidak sempurna karena masing-masing secara naluri berusaha menggenapi kodratnya dan mempertahankan hidupnya.

    Ko, karena Yang Maha Esa alias Allah memisahkan dan membatasi diri-Nya dari diri-Nya, maka apakah Allah juga menjadi tidak sempurna ya Ko? Gimana dgn Mat 5:48…’Bapamu yang di surga adalah sempurna’. Bila dosa adalah ketidaksempurnaan dan upah dosa adalah maut, berarti ketidaksempurnaan akan hilang/musnah ketika manusia mati?

    • Di dalam blog ini saya membatasinya dengan Perjanjian Lama, khususnya kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian dan ajaran Tiongkok kuno. Terus terang dengan pengetahuan di dalam kedua kitab tersebut maka ajaran Yesus dan Paulus, menjadi penggalan-penggalan alias kata-kata mutiara belaka.

      Agama tiongkok mengajarkan bahwa segala yang dilahirkan pasti akan mati. Segala yang ada akan mencapai puncaknya kemudian menurun dan mati. Itu seperti siang dan malam. Yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang terjadi ketika seseorang mati? Agama Kristen mengajarkan bahwa setelah mati manusia akan melanjutkan kehidupannya tanpa tubuh. Agama Tiongkok kuno juga mengajarkan, setelah meninggal, manusia menjadi arwah dan kembali kepada Yang maha Tinggi.

      Agama Yahudi alias Perjanjian Lama sama sekali tidak mengajarkan tentang kehidupan setelah kematian. Imam=imam memang mengajarkan adanyha kehidupan setelah kematian, namun itu bukan ajaran Perjanjian Lama namun ditambakan kemudian. Yang kekeh jumekeh memahami Perjanjian Lama apa adanya adalah kaum Farisi. Sesungguhnya, walaupun menganggap enteng orang Farisi, sebenarnya yesus sendiri sering diejek oleh orang-orang Farisi dan gak mampu menjawabnya kecuali dengan mengucapkan pribahasa indah namun tanpa makna dalam PErjanjian Lama..

  2. tambahan dikit Ko…

    kenapa memisahkan dan membatasi itu melahirkan ketidaksempurnaan? apakah ketidaksempurnaan manusia bersumber dari proses memisahkan dan membatasi ya Ko?

    • Perjanjian Lama mengajarkan bahwa pada awalnya manusia itu SENDIRIAN. Sendirian menjadikannya kesepian. Lalu manusia itu pun dipisahkan menjadi lelaki dan perempuan. Apa yang terjadi? Pemisahan dan pembatasan MENYELESAIKAN masalah KESEPIAN namun hal itu justru menimbulkan PERMUSAHAN karena Yang satu mau ini sementara yang lain mau itu. Itu sebabnya APA itu SEMPURNA dan TIDAK SEMPURNA? Itu sebabnya agama Tiongkok kuno tidak mengagungkan KESEMPURNAAN namun HARMONIS atau KESELARASAN.

      Suami isti itu tidak sempurna. Mustahil keduanya menjadi SATU TUBUH. anda bisa bayangkan kalau suami istri DIIKAT menjadi SATU? mereka bisa saja menjadi SATU tubuh alias kebar siam namun itu justru membuat mereka makin menyakiti. Satu-satunya jalan adalah keduanya BELAJAR hidup HARMONIS. Ketika yang satu WARAS biarlah dia mengalah. MENGARAS bukan berarti menjadikan yang lain jadi TUAN namun mencari CARA lain agar keduanya bisa HARMONIS.

      Saya suka belajar dan berpikir. Istri saya tidak suka belajar dan berpikir. dalam segala hal saya selalu sistematis dan terencana, istri saya justru sebaliknya. Itu sebabnya mustahil saya tukar pikiran dengan iis tentang teologi dan ajaran Tiongkok kuno. kalau dipaksakan, dia paling bilang, “Nggak ada kerjaan,” Waktu muda, kami ribut siapa yang benar dan siapa yang salah. Namun kemudian kami belajar agar, untuk hal-hal yang membentuk SINERGI kami kejar, untuk hal-hal yang membentuk PEMISAHAN dan PERMUSUHAN kami saling TEPASELIRA dan tidak MEMAKSA yang lain untuk MENDUKUNG.

      Misalnya, Kalau lagi seirama kami hadir bersama di depan istana namun bila tidak sejalan, saya tidak akan MEMAKSANYA untuk mendukung. Itulah yang disebut harmonis.

  3. Orang Kristen malas membaca Alkitab karena mereka asyik dengan pepesan kosong bapak-bapak gereja dan para sarjana teologi Kristen

    Klaim di atas gak sepenuhnya benar, banyak kok yang rajin baca Alkitab sekaligus juga pelahap buku teologi. Alasannya adalah para teolog telah lebih dahulu “menyelusuri jalan” untuk memahami Alkitab. Itu sebab hampir tidak ada ada pembaca yang menelan mentah mentah semua buku teologi tersebut namun mengunyah, membandingkan dan menyimpulkan.
    Bukankah baca tulisan di blog ini jg sama, jika tulisan para teolog itu pepesan kosong, blog ini jg termasuk pepesan kosong juga kan? Buat apa dibaca, baca Alkitab aja jangan baca blog ini wkwkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.