
Raden Patah Indonesia Asli?
Anda mengklaim diri orang Indonesia asli sambil mengagul-agulkan nasionalismemu lalu mengejekku CINA bahkan CINA KAFIR dan menuduhku tidak nasionalisme? “Kisanak, seberapa asli Indonesiakah anda?”
Pada tahun 2012 Kementerian Dalam Negeri mempublikasikan keberadaan 782 kerajaan yang pernah ada di nusantara. Di antara semua kerajaan tersebut tinggal 186 kerajaan yang masih berdiri wilayahnya, istananya, budayanya maupun sistem pemerintahannya namun tidak berdaulat lagi karena sudah saling menaklukkan lalu ditaklukkan oleh Belanda dan tidak pernah merdeka lagi sampai hari ini.
Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI) adalah hasil perjuangan bangsa Indonesia, bukan warisan dari nenek moyang kita. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat karena nenek moyang kita tidak punya sumbangsih apa pun kepada NKRI karena yang diperjuangkan jaga seumur hidup mereka sudah tidak berdaulat lagi bahkan dijajah Belanda.
Itu sebabnya tolong jangan mengagul-agulkan dirimu keturunan Indonesia ASLI hanya karena nenek moyang kita pernah beranak cucu di tanah air yang kita sebut Indonesia ini. Nenek moyang kita tidak mewariskan tanah air Indonesia kepada kita sama sekali. Tanah tumpah darah Indonesia adalah hasil perjuangan BANGSA Indonesia tahun 1945.
Handai taulanku sekalian yang mengejekku CINA bahkan CINA KAFIR, kalian yang memperlakukan kami sebagai WNI keturunan yang menumpang di Indonesia padahal kami orang Indonesia, anda yang mengagul-agulkan dirimu pribumi asli, izinkan saya bertanya, “Seberapa asli Indonesiakah anda?”
Handai taulanku sekalian, “Dari 782 kerajaan di Nusantara yang pernah ada, Indonesia mana yang anda bangga-banggakan sebagai warisan nenek moyangmu sehingga orang Tionghoa tidak kebagian? Dari 186 kerajaan yang masih berdiri sampai hari ini namun tidak berdaulat lagi, NASIONALISME Indonesia mana yang kalian agul-agulkan sehingga memfitnah kami tidak nasionalis?
Kerajaan Majapahit bukan hanya milik orang Nusantara asli karena didirikan oleh Raden Wijaya tahun 1293 bersama orang-orang Hokkien yang membelot dari pasukan Mongol Kubilai Khan.
Walisongo juga disebut Sunan dan mereka bukan orang Nusantara asli. Jūn 君 (lafal: cūn) artinya pejabat penguasa. Nán 男 (lafal: nán) artinya yang dihormati orang-orang. Jūnnán 君男 (Lafal: cunan) artinya pejabat penguasa (jūn) dengan kasta bangsawan Nán.
Wèi 為 (lafal: wèi) artinya memangku. Lǐ 禮 (lafal: lǐ) artinya kesusilaan. Wèi lǐ 為禮 artinya pemangku kesusilaan adalah sebuah jabatan dari kekaisaran Tiongkok di perantauan yang bertugas untuk mengurusi orang-orang Tionghoa di perantauan. Wèi lǐ berkewajiban untuk mengajarkan dan berkuasa untuk menegakkan kesusilaan (ajaran dan tradisi serta peraturan). Wèilǐ adalah guru sekaligus hakim.
Wali disebut Jūnnán karena mereka diangkat oleh Chengho sejak tahun 1405 sebagai pejabat penguasa oleh kekaisaran Tiongkok untuk menjadi penguasa atas orang-orang Tionghoa perantauan dan diberi kasta bangsawan Nán. Pada zaman itu, dinasti Ming Yang Agung (dà míng 大明) yang berkuasa di Tiongkok (1368–1644).
Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama di Nusantasa tidak didirikan oleh orang Nusantara asli namun oleh orang Tionghoa Raden Patah alias Jin Bun (1455). Jin Bun adalah putera raja Kung Ta Bu Mi (Kertajaya) alias Prabu Brawijaya V yang menikah dengan Dewi Kiem anak babah Bantong (Ban Hong).
Jūnzhǔ 君主 (lafal: cūncǔ) artinya penguasa negeri atau raja. Apa yang terjadi ketika bangsawan Nan 男 keturunan Sunan menjadi raja negeri? Mereka menggelari dirinya Jūnzhǔhuínán 君主回男 (lafal: cūncǔhuínán) yang dalam dialek Jawa kemudian dilafalkan Susuhunan yang artinya bangsawan Nan raja negeri Islam. Susuhunan lalu disingkat menjadi Sunan.
Presiden Soekarno dan Megawati adalah keturunan Raden Patah sedangkan Gusdur keturunan Sunan Giri. Mereka bukan orang Nusantari asli namun keturunan Tionghoa.
Nah, kerabatku sekalian, mereka yang menyandang gelar Raden ternyata bukan orang Nusantara asli namun keturunan Tionghoa. Mereka adalah keturunan Suhuhunan dan Wali.
Handai taulanku sekalian, mereka yang mengaku dirinya keturunan 186 kerajaan yang masih berdiri sampai hari ini namun tidak berdaulat lagi di Indonesia, sebaiknya periksa dulu silsilah kalian baik-baik dengan teliti sebelum sembarangan menuduh orang-orang Tionghoa bukan keturunan Indonesia asli. Siapa tahu, ternyata kalian juga keturunan Tionghoa yang kalian benci dan lencehkan itu? Ha ha ha ha …
Kisanak, mari kita jujur mengakui sejarah bahwa Indonesia adalah bangsa baru yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Bersamaan dengan proklamasi itu lahir pula Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itu sebabnya, tolong jangan membodohi dirimu dengan bertindak tolol menuduh orang-orang Tionghoa bukan orang Indonesia asli karena KITA adalah Indonesia.
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, 17 Agustus 1945
Wakil-hakil bangsa Indonesia
Soekarno Hatta
Sedih sekali, jika anda memutarbalikkan fakta….!!! Tidak ada yang menyebut anda (Bengcu) dengan sebutan “CINA KAFIR”…!!!! Tapi kalau bilang anda keturunan Tionghoa serta berdarah asli Tionghoa…apakah salah….???
Apakah itu SARA…???. bukankah anda yang sedang memprovokasi “SARA”…karena mengabaikan “Putra Yang Berdarah Asli Indonesia”…??
Tapi tidak apa-apa…itulah model dan ciri khas anda (Bengcu) yang sering memutarbalikkan KEBENARAN…!!!, sedangkan Alkitab yang secara jelas menunjukkan bahwa YESUS KRISTUS adalah TUHAN,, saja anda (Bengcu) tidak akui, malah anda (Bengcu) menyatakan bahwa YESUS KRISTUS adalah BERHALA..dan bukan TUHAN…!!!
Bagaimana mungkin anda melarikan diri dari “SARA”…???
Buran…anda jangan salah sebut ya…yang “goblok” adalah “koko” anda si Beng cu…!!! banyak pendapat dan kisah fiktif diceritakan mulai dari kisah Alkitab hingga sejarah bangsa Indonesia…!!! Coba anda sampaikan kepada “koko” anda untuk memeriksakan “psikologi”nya…mungkin ia sedang “terganggu”…!!!.
Hai Buran yang bodoh…saya tidak pernah seruduk..tetapi tulisan ini dikirimkan ke saya..sebagai respon atas tulisan saya…
Jadi sebaiknya kata “goblok” layak ditujukan buat anda…!!! Lihat kronologisnya…asal komen…tapi nalar anda rendah…!!!
Orang yang menggelari dirinya “Putra Dari Ufuk Timur” itu memang kurang dua sendok otaknya. Itu sebabnya kita biarkan saja dia tetap kurang dua sendok. Ha ha a ha ha ha .. Yang penting anda mengerti dengan yang anda baca bukan? Ha ha ha ha ha ….
Anda tahu kambing bandot? Waktu kecil saya paling suka mempermainkan anjing bandot. Kita biarkan dia NYERUDUK lalu kita ngeles dan biarkan kepalanya membencur pohon pisang. Kalau pak Haji lagi nggak ada, kita biarkan dia nyeruduk tembok. Lucu dech melihat dia kleyengan. Namun dasar kambing bandot? dia merasa dirinya HEBAT karena sudah nyeruduk KENCENG sekali. ha ha ha ha …
Hai Beng cu…sudah habis bahankah anda..terkait isi Alkitab…!!! Apakah anda sedang mempelajari Alkitab berisi Sejarah Chinese anda…???……anda tidak konsisten dengan “HANYA BELAJAR DARI ALKITAB”…??? Ganti Blog anda jika akan membahas Nasionalisme Indonesia… atau ingin membahas Nasionalisme Tionghoa…saya sarankan anda mengganti Slogan anda tersebut…sehingga tidak terkesan “bodoh”…!!!
Bukan pintar jika “bermain dengan anjing bandot” justru otak anda (beng cu) yang tertular terkontaminasi dengan “anjing bandot” yang belum tervaksinasi itu…!!! lihatlah hasilnya pada anda penuh kebodohan dan memutarbalikkan fakta…!!! Anda sangat cocok menjadi suhu bagi para kambing bandot dan anjing bandot yang ber “penyakit”…!!!
Sedih ya…!!!Orang bodoh tidak bisa lari dari aslinya…!!! belum tajam analisa anda…wajarlah hanya 8 semester terdidik.. nilai matematika tekniknya jelek…, alat ukurnya sangat jelas.
Sedih sekali…!!! anda patut dikasihani…, tak apalah…”yang penting anda bisa menulis, walaupun kacau isi tulisannya..!!!”
Terima kasih tetap diucapkan bagi anda untuk memperkaya banyaknya tulisan-tulisan yang tidak bermutu.
Dan saya anggap hanya “iseng-iseng” untuk mengisi waktu…seperti sedang bermain “game” saja…tak ada untungnya…hanya untuk menghabiskan waktu saja…tidak ada yang “berkualitas” dari semua tulisan anda.
Seharusnya anda bersyukur sekali…karena masih ada yang mengasihani anda…!!!
Kalian berdua sedang mempermasalahkan apa ? Indonesia tidak butuh orang-orang seperti kalian berdua. Kalian mencari pembenaran sendiri, sibuk berbangga dengan keturunan kalian. Sampai akhirnya akan selalu menjadi bangsa kelas dua karena berputar-putar ditempat saja, saat bangsa lain sudah berlari maju.
Jangan kalian cari perbedaan, tapi mari kita cari semangat yang harmonis. Indonesia bangsa yang majemuk. Masing-masing bersinergi membangun negeri ini, dan jangan ada sekelompok orang yang merasa paling berhak. Karena tidak ada lagi suku, ras dan agama saat kita berbicara Indonesia. Siapapun keturunanmu, saat kau lahir di Indonesia, itulah jati dirimu. Bersatu dalam perbedaan, seperti yang telah diamanatkan para pendiri bangsa ini.
Ya..sudahlah…lanjutkan pemahaman dan tulisan anda biar jadi konsumsi golongan anda dan mereka-mereka yang “nalar-nya” kosong…atau mungkin hanya satu sendok seperti anda…!!!
Setuju sekali “cumakicaukacau”….!!!
Herannya si beng cu menggunakan dasar bahwa golongan Tionghoa yang mendirikan kerajaan Demak dan Majapahit…!!! kok bertentangan dengan sejarah Indonesia yang sah….!!! lebih parah lagi Bung Karno adalah keturunan cina…wow…hebat “stigma” ini.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah”…demikian kata Bapak Bangsa Indonesia.
“Bangsa akan hancur, jika ada golongan tertentu yang ingin memutarbalikkan fakta sejarah”…demikian kata PUTRA DARI UFUK TIMUR.