
Gambar: piperbasenji.blogspot.com
Kerabatku sekalian, saat ini saya berumur 49 tahun. Sejak sekolah minggu saat berusia 9 tahun, saya diajari bahwa doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran Alkitab. Apa yang harus saya lakukan ketika menemukan FAKTA bahwa doktrin Allah Tritunggal bukan hanya tidak diajarkan oleh Alkitab namun bertentangan dengan ajaran Alkitab? Saya memilih untuk Sacra Scriptura Sui Ipsius Interpress artinya saya memilih untuk tidak menafsirkan Alkitab namun membiarkan Alkitab menyatakan dirinya sendiri dan mengerti ajaran Alkitab apa adanya saja. Saya memilih untuk SOLA SCRIPTURA, artinya HANYA Alkitab artinya memilih untuk meyakini ajaran Alkitab yang diajarkan Alkitab.
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Efesus 2:8-9
IMAN adalah perasaan NYAMAN meyakini sesuatu. Umat Kristen BERIMAN bahwa Allah itu Tritunggal artinya mereka MERASA nyaman meyakini bahwa Allah itu Tritunggal. Pengetahuan manusia tidak membawanya ke sorga apalagi ke neraka. Pengetahuan seseorang akan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan syarat untuk menjadi Warga Negara Indonesia. Pengetahuan manusia akan ajaran Alkitab hanya berguna baginya untuk menjalani hidup lebih mudah sebagai manusia sama seperti pengetahuannya akan NKRI hanya berguna baginya untuk menjalani hidup lebih mudah sebagai WNI.
Dengan pemahaman demikian, mustahil MEMBENCI seseorang karena pengetahuan Alkitabnya lebih banyak atau lebih sedikit dibandingkan diri saya. Juga mustahil membenci seseorang karena dia MENOLAK untuk MEYAKINI yang saya yakini dan MEMELUK yang tidak saya yakini sebagai keyakinannya. Itu sebabnya, MENGINJIL alias BERDAKWA adalah MEMBERITAKAN apa yang diyakini kepada orang lain sebagai KABAR BAIK alias dikabarkan secara baik-baik dengan HARAPAN semoga BERMANFAAT meskipun TIDAK sepakat.
Sejak purbakala umat Kristen segala denominasi mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli untuk mengungkapkan keyakinannya akan doktrin Allah Tritunggal dalam setiap misa atau kebaktian. Para teolog menuangkannya dalam konsili-konsili. Apakah hal demikian adalah JAMINAN 100% bahwa doktrin Allah Tritunggal pasti ajaran Alkitab? Tidak! Kenapa demikian? Karena umat Kristen sejati tidak pernah menjadikan konsili dan pengakuan atau keyakinan seseorang sebagai STANDAR kebenaran dan sumber pustaka. Alkitab adalah sumber pustaka dan standar kebenaran ajaran Alkitab alias ajaran Kristen.
Apabila terbukti! Doktrin Allah Tritunggal bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab. Apakah agama Kristen RUNTUH dan KEKRISTENAN luluh-lantak? Mustahil! Kenapa demikian? Karena agama Kristen adalah ajaran Alkitab, bukan doktrin Allah Tritunggal. Karena KEKRISTENAN didirikan di atas Tuhan Yesus Kristus, bukan di atas Allah Tritunggal. Karena keselamatan adalah ANUGERAH bukan PENGETAHUAN. Karena manusia diselamatkan oleh IMAN, bukan oleh PENGETAHUAN-nya.
Apabila terbukti! Doktrin Allah Tritunggal bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab, apakah itu berarti Alkitab SALAH? Mustahil! Kenapa demikian? Karena bila terbukti! Doktrin Allah Tritunggal bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab, itu HANYA berarti Doktrin Allah Tritunggal bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab. Alkitabnya sendiri TIDAK salah sebab yang terjadi bukan Alkitab SALAH namun ajaran Alkitab belum dipahami oleh generasi sebelumnya. Yang terjadi adalah ajaran Alkitab disalahpahami oleh generasi sebelumnya.
Apabila terbukti! Doktrin Allah Tritunggal bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab. Itu hanya berarti umat Kristen generasi ini dan selanjutnya MEMAHAMI ajaran Alkitab yang BELUM dipahami oleh generasi sebelumnya.
Kerabatku sekalian, nampak gamblang sekali bukan? Umat Kristen tidak perlu kuatir ketika doktrin Allah Tritunggal DIUJI dengan Alkitab sebagai STANDAR kebenaran. Para sarjana teologi Kristen tidak perlu TAKUT ketika doktrin Allah Tritunggal DIUJI dengan dengan Alkitab sebagai STANDAR kebenaran. Kenapa demikian? Karena yang BELUM diuji dan TERUJI tidak layak DIPUJI.
Allah Banyak Tunggal?
Allah Tritunggal = Tiga Pribadi SATU hakekat. TIGA pribadi adalah BAPA dan Putera dan Roh Kudus. Ada BERAPA Roh Kudus? SATU!
dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Lukas 3:22
Setelah dibaptis oleh Yohanes pembaptis, Roh Kudus yang rupanya seperti burung merpati turun atas Yesus.
dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Kisah Para Rasul 2:3
Pada hari Pentakosta murid-murid bersaksi melihat BANYAK Roh Kudus yang rupanya seperti litah-lidah api HINGGAP pada MASING-masing orang.
Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, Wahyu 1:4
Yohanes bersaksi tentang 7 Roh Allah yang MENYERTAI dengan kasih karunia dan damai sejahtera.
“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Wahyu 3:1
Yohanes bersaksi tentang 7 Roh Allah yang dimiliki oleh DIA (dia bukan Yohanes).
Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. Wahyu 4:5
Yohanes bersaksi tentang 7 Roh Allah yang rupanya seperti obor yang menyala.
Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Wahyu 5:6
Yohanes bersaksi tentang 7 Roh Allah yang rupanya seperti MATA.
Menurut ajaran Alkitab ada BERAPA Roh Kudus alias Roh Allah?
Minimal = 1 + BANYAK + 7
Berdasarkan FAKTA yang tercatat di dalam Alkitab maka doktrin SATU Roh Kudus adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Itu juga berarti doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan ajaran Alkitab.
TUJUH bukan jumlah namun SIMBOL yang artinya SEMPURNA. TUJUH Roh Allah bukan TUJUH pribadi Roh Allah namun artinya Roh Allah yang sempurna. Itukah apologetika teologi reformed? Yohanes bersaksi melihat TUJUH obor. Dia tidak bersaksi melihat SATU obor yang sempurna. Yohanes bersaksi tentang TUJUH Roh Allah, bukan SATU Roh Allah yang sempurna. Yohanes bersaksi melihat TUJUH mata, bukan SATU mata yang SEMPURNA. Yohanes tidak pernah bersaksi bahwa TUJUH artinya SEMPURNA. Dia juga tidak pernah bersaksi melihat TUJUH artinya melihat yang SEMPURNA.
Roh Kudus berkuasa untuk menampakkan diri dalam berbagai wujud yaitu: Burung merpati, lidah-lidah api, obor, mata dan lain sebagainya. Itulah bukti kemahakuasaan-Nya. Itukah apologetika teologi reformed? Itu berarti Roh Kudus menguasai ilmu 72 wujud seperti milik Sun Go Kong?
Roh Kudus berkuasa untuk menjadi SATU atau TUJUH bahkan BANYAK. Itulah bukti kemahakuasaan-Nya. Itukah apologetika teologi reformed? Itu berarti Roh Kudus menguasai ilmu SERIBU bayangan seperti yang dimiliki oleh Naruto?
Seharusnya teologi reformed tidak mengajarkan Allah Tritunggal namun Allah BANYAK Tunggal, bukan?
Allah Tri Duo
Yesus = Satu Pribadi DUA hakekat = Pribadi + hakekat manusia + hakekat Allah
Allah Tritunggal = Tiga Pribadi Satu Hakekat = Bapa + Anak + Roh Kudus + hakekat Allah
Bila doktrin Allah Tritunggal Teologi Reformed benar, bukankah seharusnya mengajarkan:
Allah Tri Duo = Allah TIGA pribadi DUA hakekat = Bapa + Anak + Roh Kudus + hakekat Allah + hakekat manusia
Kebenaran yang tidak konsisten mustahil kebenaran sejati.
Ketika Yesus Mati Roh Kudus dan Bapa ½ mati
Yesus = SATU pribadi DUA hakekat
Ketika Yesus MATI apanya yang MATI? Yesus mati 100%
Pribadi MATI, hakekat manusia dan hakekat Allah tidak mati = 1/3 mati
Hakekat manusia MATI, pribadi dan hakekat Allah tidak mati = 1/3 mati
Pribadi dan hakekat manusia MATI, hakekat Allah tidak mati = 2/3 mati
Pribadi dan hakekat manusia MATI dan hakekat Allah, semuanya mati = 100% mati.
Allah Tritunggal = Tiga Pribadi SATU hakekat
Hakekat Allah Yesus mati = Hakekat Allah Bapa mati = hakekat Roh Kudus Mati
Pribadi Bapa tidak mati namun hakekat-Nya mati = ½ mati
Pribadi Roh Kudus tidak mati namun hakekat-Nya mati = ½ mati
Yesus Mati = Roh Kudus dan Bapa ½ mati?
Hakekat Allah Yesus Mati, Pribadi Yesus mati = Hakekat Allah Roh Kudus dan Bapa Mati, Pribadi Roh Kudus dan Bapa mati.
Kalau Allah Tritunggal MATI, siapa yang bangkitkan?
Jadi sebetulnya waktu disalib itu Yesus 1/3 mati atau 2/3 mati atau Allah Tritunggal MATI?
Kenapa teologi reformed tidak pernah mengajarkan hal demikian di atas?
Tubuh dan Jiwa Bukan Hakekat dan Pribadi
Alkitab mengajarkan manusia adalah DIKOTOMI yaitu Tubuh dan jiwa. Manusia DIBENTUK dari DEBU tanah dan NAFAS Hidup. Debu TANAH menjadi TUBUH dan nafas HIDUP adalah ROH manusia. Ketika tubuh masih hidup ROH manusia disebut JIWA dan setelah tubuhnya mati, rohnya disebut ARWAH.
Alkitab mengajarkan manusia adalah TRIKOTOMI yaitu: Tubuh dan jiwa dan Roh. Manusia Trikotomi bentuk dari Manusia dikotomi (Tubuh + jiwa) dan Roh Kudus. Hal itu terjadi pada hari Pentakosta. Itu sebabnya manusia Trikotomi = Tubuh + jiwa + roh.
Alkitab TIDAK pernah mengajarkan bahwa manusia itu dikotomi yaitu: HAKEKAT + PRIBADI. Lalu dari mana para teolog reformed mendapatkan ajaran manusia Dikotomi = Hakekat + Pribadi, kemudian mengajarkan bahwa Yesus memiliki hakekat manusia? Dari entah berentah atau dari hongkong?
Teologi Reformed mengaku sola scriptura namun mengajarkan yang tidak diajarkan bahkan yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab? Terlalu!
Bukan Meruntuhkan Namun Menguji
Handai taulanku sekalian, apa yang harus umat Kristen lakukan menghadapi fakta-fakta tersebut di atas? Memvonis tulisan ini SAMPAH lalu membuangnya ke tong sampah dan BERLAGAK tidak pernah membacanya serta memaksa diri untuk beriman alias merasa nyaman bahwa doktrin Allah Tritunggal adalah KEBENARANA ajaran Alkitab tidak menyelesaikan masalah sama sekali. Menggali Alkitab habis-habisan untuk memahami KEBENARAN-nya. Itulah satu-satunya jalan keluar bagi kita.
NB.
Untuk membaca blog-blog tentang Allah Tritunggal yang lain, silahkan klik di SINI.
Untuk membaca blog-blog tentang Kristologi yang lain, silahkan klik di SINI.
Tentu saja hai hai lebih DASYAT. Yesus nggak bisa main internet.
Jadi definisi dari “DASYAT” itu “bisa main internet”? Anda sombong sekali padahal otak anda jg tidak seberapa. Tapi saya rasa anda hanya akan membalas (kalaupun anda membalas) dgn celotehan kosong, yang hanya akan membuat anda terlihat konyol.
hai hai memang sombong namun dia benar-benar BERISI.
“benar-benar BERISI”? Itu kan hanya opini anda saja. Dengan mengakui bahwa anda “sombong”, kredibilitas anda sudah jatuh. Anda selalu berbicara mengenai Sola Scriptura, dan anda selalu “menguji” berbagai macam hal yang berhubungan dengan keKristenan melalui standar alkitab, dimana jika ditemukan ketidaksesuaian antara alkitab dan sesuatu yang anda uji itu, anda akan menggugat dan menguraikan ayat-ayat alkitab berikut dengan penjelasan dan gugatan anda. Tetapi apa yang membuat anda yakin kalau apa yang ditulis oleh alkitab itu mutlak sebagai kebenaran? Mengapa anda tidak menguji hal-hal yang ditulis oleh alkitab? Sola Scriptura itu hanya aksiom anda saja. Dengan kata lain, begini argumen anda: “saya asumsikan bahwa alkitab adalah kebenaran. dengan asumsi ini, berikut adalah gugatan2 saya beserta ayat2 yang menopang gugatan2 saya.” Tetapi tidakkah anda sadar kelemahan dari argumen tersebut? Gugatan2 anda hanya akan tervalidasi jika asumsi anda tentang alkitab itu benar. Saya tidak mengatakan kalau yang ditulis oleh alkitab itu benar atau salah. Tetapi saya tidak pernah melihat anda menguji alkitab, dan selama anda tidak menguji kebenaran alkitab, argumen2 anda tidaklah 100% mutlak. Sekarang pertanyaannya, bagaimana anda bisa menguji alkitab? Tentu ada beberapa cara untuk menguji kebenaran alkitab tetapi tentunya anda tidak bisa menguji kebenaran alkitab hanya dengan menggunakan ayat2 alkitab. Jadi saya TANTANG anda disini untuk menguji fondasi dari seluruh argumen anda. Ujilah Sola Scriptura yang anda gunakan sebagai standard dari segala argumen anda!
Anda MENANTANG saya menguji fonadai dari seluruh argumen hai hai? ha ha ha ha … TAK U U ya! Ha ha ha ha …
Dengan kata lain, anda menyerah kalah karena anda tidak berani untuk menguji alkitab yang anda jadikan fondasi atas apologetika anda.
Ilustrasinya seperti berikut.
Andi: Anda tahu tidak kalau bentuk bumi itu kotak.
Budi: Hah, anda sudah gila ya. Bumi itu bulat. Atas dasar atau standard apa anda mengatakan kalau bumi itu kotak?
Andi: Atas dasar buku C. Karena C mengatakan bahwa bumi itu kotak, maka bentuk bumi itu pasti kotak dan mustahil bulat. Semua hal tentang kebumian harus diuji oleh standard dari buku C. Jika bertentangan, maka itu pasti salah.
Budi: Lah tapi apa yang membuat anda berpikir kalau apa yang ditulis oleh buku C itu adalah kebenaran? Bagaimana jika buku C salah?
Andi: Buku C mustahil salah. Buku C pasti benar.
Budi: Apakah anda sudah mengujinya?
Andi: Menguji buku C? TAK U U ya! Ha ha ha ha …
Selama ini anda selalu menantang orang2 untuk memberitahu kesalahan anda. Disini saya akan memberitahu kesalahan anda. Anda dengan gampangnya berkata bahwa ajaran ini sesat, hal itu mustahil terjadi, dll; dan anda menggunakan alkitab sebagai senjata untuk menyerang hal2 tersebut. Tetapi anda sama sekali tidak pernah menjelaskan mengapa alkitab itu pasti benar.
Dengan melihat sikap anda, jika ada orang yang ingin tahu lebih banyak tentang keKristenan, dan orang itu berdiskusi dengan anda dan bertanya, “Mengapa saya harus percaya Tuhan Yesus untuk bisa selamat?”. Anda akan menjawab “Coba kamu lihat ayat ini, ini dan ini (sambil membuka alkitab dan menjelaskan)”. Orang itu lalu melanjutkan, “Ohh, jadi alkitab yang bilang begitu. Tapi Pak Hai Hai tahu darimana kalau yang ditulis oleh alkitab itu benar? Apakah Pak Hai Hai pernah mengujinya?” Anda akan menjawab, “Anda ingin saya menguji fondasi dari seluruh argumen2 ayat2 saya? Tak U U ya! Ha ha ha ha…”
Dari yang saya lihat sejauh ini, saya bisa menyimpulkan:
1. Anda merasa kalau diri anda lebih dasyat daripada Yesus karena anda mengklaim bahwa Yesus tidak bisa internetan.
2. Anda mengakui dengan terang2an kalau anda itu sombong.
3. Menurut anda, menguji kebenaran alkitab itu “TAK U U ya! Ha ha ha ha”.
Anda sering mengatakan bahwa orang lain itu TOLOL dan sebagainya, dan dengan berkata begitu, implikasinya adalah: anda itu tidak tolol. Tetapi yang saya lihat justru sebaliknya. Anda itu tidak ada bedanya dengan Andi di ilustrasi saya di atas.
Kisanak, bila ada orang yang bertanya kepada hai hai, “Mengapa saya harus percaya Tuhan Yesus untuk bisa selamat?”. maka selama ini hai hai akan menjawab dia, “Karena orang-orang Kristen SUDAH MENIPU anda.” ha ha ha ha ha …
Jawaban yang sangat bodoh. Dengan anda menjawab “Karena orang-orang Kristen SUDAH MENIPU anda.”, anda telah berasumsi bahwa orang tersebut sudah pernah bertemu dan berdiskusi dengan orang Kristen. Bisa saja orang tersebut tahu tentang Yesus dan keselamatan dari secara tidak sengaja membaca alkitab.
Andaipun orang itu mendengar tentang Yesus dan keselamatan dari orang2 Kristen. Apa yang membuat anda berpikir kalau orang2 Kristen tersebut SUDAH MENIPU? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, arti dari kata “menipu” adalah “berbuat atau berkata yang tidak jujur”. Perlu digarisbawahi, “tidak jujur” itu berbeda dengan “tidak benar”.
Saya akan memberikan ilustrasi yang sederhana. Ada seorang anak kecil bernama Dodi yang sedari kecil sudah diajarkan bahwa 1+1=3. Dodi pun beranjak dewasa dan menikah, dan Dodi mempunyai anak. Dodi mengajarkan kepada anaknya bahwa 1+1=3. Wktu anak itu sekolah, ibu gurunya mengajarkan bahwa 1+1=2. Anak Dodi protes, “kata ayah saya 1+1=3 kok!” Anak Dodi jelas salah. Dodi juga jelas salah. Tapi apakah itu berarti Dodi “SUDAH MENIPU” anaknya? Tentu tidak. Dodi memang salah tetapi dia tidak menipu. Mungkin saja Dodi itu ditipu oleh orang yang mengajarkan 1+1=3. Tetapi apakah itu berarti Dodi sendiri adalah penipu dalam hal 1+1=3? Tidak! Dodi hanya salah tapi dia bukan penipu dalam hal ini.
Ini sama seperti orang Kristen. Mungkin yang diajarkan oleh orang Kristen salah, tetapi apakah itu membuat orang Kristen menjadi penipu? Mungkin iya kalau dia benar2 berbohong untuk menyesatkan, tetapi kalau dia tidak tahu bahwa dirinya salah dan dia tidak ada maksud untuk menyesatkan, orang itu sama sekali bukan penipu.
Anda hanya bisa tertawa tidak jelas padahal argumen anda semuanya kosong.
Kisanak, yang BODOH itu anda. Alkitab tidak mengajarkan, “harus percaya Tuhan Yesus untuk bisa selamat” Itu sebabnya yang bertanya “Mengapa saya harus percaya Tuhan Yesus untuk bisa selamat?” kepada hai hai PASTI telah ditipu orang Kristen.
PENIPU artinya PENGECOH alias orang yang MENGATAKAN hal BOHONG sebagai hal BENAR. Anda TOLOL sekali itu sebabnya menganggap PENIPUAN ditentukan oleh MOTIVASI padahal PENIPUAN adalah TINDAKAN MENGATAKAN hal BOHONG sebagai hal BENAR, bukan MOTIVASI untuk MENGATAKAN hal BOHONG sebagai hal BENAR.
Anda SMS ucok bertanya tentang jalan Daan Mogot. Ucok menunjukkan ARAH. Anda mengikuti petunjuk Ucok, ternyata yang anda jalani adalah Jalan Fatmawati. Meskipun TIDAK melakukannya dengan SENGAJA namun anda TERSESAT, goblok. Bagaimana bila anda lalu memberi tahu SUPIR anda? kalian BERDUA tersesat dan meskipun tidak sengaja namun anda adalah PENYESAT bagi supir anda, TOLOL! Kenapa demikian? karena andalah yang MENYESATKAN supir anda, TOLOL!
hai hai bengcu
on 11/02/2014 at 1:11 am said:
0 0 Rate This
Kisanak, yang BODOH itu anda. Alkitab tidak mengajarkan, “harus percaya Tuhan Yesus untuk bisa selamat” Itu sebabnya yang bertanya “Mengapa saya harus percaya Tuhan Yesus untuk bisa selamat?” kepada hai hai PASTI telah ditipu orang Kristen.
PENIPU artinya PENGECOH alias orang yang MENGATAKAN hal BOHONG sebagai hal BENAR. Anda TOLOL sekali itu sebabnya menganggap PENIPUAN ditentukan oleh MOTIVASI padahal PENIPUAN adalah TINDAKAN MENGATAKAN hal BOHONG sebagai hal BENAR, bukan MOTIVASI untuk MENGATAKAN hal BOHONG sebagai hal BENAR.
Anda SMS ucok bertanya tentang jalan Daan Mogot. Ucok menunjukkan ARAH. Anda mengikuti petunjuk Ucok, ternyata yang anda jalani adalah Jalan Fatmawati. Meskipun TIDAK melakukannya dengan SENGAJA namun anda TERSESAT, goblok. Bagaimana bila anda lalu memberi tahu SUPIR anda? kalian BERDUA tersesat dan meskipun tidak sengaja namun anda adalah PENYESAT bagi supir anda, TOLOL! Kenapa demikian? karena andalah yang MENYESATKAN supir anda, TOLOL!
——————————————————————————————————————————————————–
Ya, saya setuju dengan beberapa hal yang anda tulis (akan saya jabarkan). Tetapi, saya ulangi lagi, kebanyakan dari yang anda tulis dalam membalas komentar saya itu hanya celotehan kosong (akan saya jabarkan juga).
Ya, saya setuju dengan anda bahwa “orang yang MENGATAKAN hal BOHONG sebagai hal BENAR” adalah penipu. Namun, orang yang mengatakan hal salah itu belum tentu penipu. Kalau orang itu mempunyai motivasi untuk berbohong, barulah bisa dikatakan kalau dia itu penipu. Namun, kalau dia tidak tahu kalau dia salah dan tidak mempunyai motivasi untuk berbohong, orang itu bukanlah penipu atau pembohong, orang itu hanya salah. Yang dikatakan oleh orang itu adalah hal salah, bukan hal BOHONG. Kita harus bisa membedakan antara hal salah dan hal bohong. Hal bohong itu pasti hal salah, tapi hal salah belum tentu hal bohong (sama seperti: kue itu pasti makanan, tetapi makanan belum tentu kue. Masih belum jelas juga?).
Dan dalam ilustrasi anda, sekali lagi saya setuju dengan anda, memang sayalah yang menyebabkan supir saya tersesat. Tetapi apakah supir saya tersesat karena saya menipu dia? Tentu tidak. Supir saya tersesat karena saya mengatakan hal salah, bukan hal bohong.
Kalau ada rekan anda yang bertanya kepada anda, “hari ini hari apa ya?” lalu anda jawab “hari Senin”, padahal anda salah, sebenarnya hari ini adalah hari Rabu (misalnya). Apakah itu membuat anda menjadi penipu? Mungkin iya, mungkin tidak. Kalau anda memang mempunyai motivasi untuk membohongi atau menipu rekan anda, berarti anda memang penipu, karena anda telah “MENGATAKAN hal BOHONG sebagai hal BENAR”. Tetapi kalau anda tidak mempunyai motivasi untuk membohongi rekan anda dan anda menjawab “hari Senin” secara tidak sengaja, itu hanya berarti jawaban anda salah, tetapi anda bukan penipu, dan yang anda katakan adalah hal salah, bukan hal BOHONG.
Sama seperti anak sekolah yang menjawab pilihan yang salah waktu ulangan. Dia menjawab A, padahal jawaban yang benar adalah B. Apakah berarti anak ini sudah menjadi penipu? Tentu tidak. Anak ini memamg salah jawabannya tetapi dia bukan penipu dalam hal ini. Jawaban anak ini adalah hal salah, bukan hal BOHONG.
Dan lagi, anda berkata, kalau ada orang yang bertanya kepada anda, “memangnya harus percaya Yesus ya supaya selamat”, anda berkata bahwa anda akan menjawab bahwa orang tersebut PASTI telah ditipu oleh orang Kristen. Alasan anda: alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa untuk selamat, harus percaya kepada Yesus. Andai pun anda benar (alkitab tidak mengajarkan bahwa untuk selamat, harus percaya Yesus), apa yang membuat anda berpikir kalau orang itu sudah ditipu oleh orang Kristen? Ada lebih dari satu kemungkinan, misalnya:
1. Mungkin saja orang itu membaca sendiri dari alkitab dan salah menafsirkannya. Dan mungkin saja orang ini bahkan belum pernah bertemu dengan orang Kristen. Bagaimana seseorang bisa ditipu oleh orang Kristen kalau dia bahkan belum pernah bertemu dengan orang Kristen??
2. Mungkin saja orang itu ditipu oleh orang Buddha yang jahat, yang memang berniat untuk menipu orang itu.
3. Mungkin saja orang itu diberitahu oleh orang Kristen yang salah menafsirkan alkitab. Dalam hal ini, orang Kristen itu telah memberitakan hal salah, tetapi dia bukan penipu.
3. Atau seperti yang anda katakan, mungkin saja orang itu memang ditipu oleh orang Kristen.
Tetapi “ditipu oleh orang Kristen” hanyalah satu dari berbagai kemungkinan yang menyebabkan orang itu berpikir bahwa “harus percaya Yesus supaya selamat”. Itu bukan sesuatu yang PASTI. Dengan anda memberitahu kepada orang itu bahwa dia ditipu oleh orang Kristen, mungkin saja anda benar, tetapi mungkin juga anda salah. Tidak ada kePASTIan disini.
Saya modifikasi ilustrasi saya untuk mengikuti anda:
Wati : Mengapa saya harus percaya Yesus untuk selamat?
Anda: Anda telah ditipu oleh orang Kristen!
Wati: Hah? Kenapa begitu?
Anda: Alkitab tidak pernah mengajarkan “harus percaya Yesus untuk selamat”!
Wati: Tetapi saya tidak pernah bertemu dengan orang Kristen, bagaimana mungkin saya ditipu oleh orang yang bahkan saya belum pernah temui?
Anda: (Oh iya betul juga ya). Lah kalau begitu siapa yang mengajarkan itu kepada anda?
Wati: Kmrn saya membaca dari alkitab.
Anda: Itu artinya anda salah menafsirkan alkitab!
Wati: Ohh begitu ya. Jadi kalau begitu bagaimana caranya supaya saya mengerti tentang keselamatan?
Anda: Baca saja blog saya atau saya bisa jelaskan satu per satu kalau anda mau. Tetapi blog saya dan penjelasan saya mungkin belum lengkap. Saya pun masih terus belajar. Maka itu anda bisa juga mencari jawabannya dari alkitab. Semua rahasia tentang keselamatan ada disana. Tetapi anda tidak boleh salah menafsirkan.
… (Wati pun membaca blog anda tentang keselamatan dengan seksama sebagai langkah awal. Wati juga mulai mempelajari alkitab)
Wati: Saya sudah membaca blog anda. Isi blog anda sangat detail ya. Dan semua argumen anda itu berdasarkan alkitab.
Anda; Iya tentu saja. Itu Sola Scriptura namanya.
Wati: Ohh begitu. Tapi saya punya pertanyaan lain. Memangnya apa yang membuat anda yakin bahwa alkitab itu benar?
Anda: Alkitab mustahil salah. Alkitab pasti benar.
Wati: Mengapa begitu? Anda sudah pernah mengujinya?
Anda: Anda menyuruh saya untuk menguji alkitab? Tak U U ya! Ha ha ha ha…
Wati: Hmmm…Kemarin ada yang bilang kepada saya kalau bentuk bumi itu kotak.
Anda: Siapa? Dia sudah gila ya? Bumi itu bulat!
Wati: Teman saya, Andi namanya.
Anda: Atas dasar apa dia berkata bahwa bumi itu kotak?
Wati: Dia bilang atas dasar buku C. Semua hal yang berhubungan dengan kebumian harus diuji oleh buku C. Kalau tidak sesuai, pasti salah. Karena buku C berkata bahwa bumi kotak, berarti bumi itu pasti kotak dan tidak bulat. Begitu katanya.
Anda: Dasar TOLOL si Andi itu. Memangnya apa yang membuat dia yakin bahwa buku C itu pasti benar? Memangnya dia sudah mengujinya? TOLOL! Goblok!
Wati: Saya juga bingung. Saya sudah tanyakan kepada dia, apakah dia sudah menguji buku C, tapi dia hanya menjawab, “menguji buku C? Tak U U ya! ha ha ha ha”. persis seperti anda barusan.
Anda: TOLOL! Goblok!
Wati: (mengambil cermin dan mengarahkannya ke hadapan anda)
Anda menggunakan kata TOLOL dan goblok kepada saya, padahal dari cara anda menjawab saya, yang terlihat adalah sebaliknya. Sampai sekarang pun anda masih belum bisa atau belum berani menjawab: Apa yang membuat anda yakin kalau semua yang ditulis alkitab itu adalah kebenaran? Anda tidak pernah menguji kebenaran alkitab. Untuk apa saya (atau orang lain) mendengarkan anda kalau anda hanya bisa mempertahankan isi dari alkitab, tetapi anda tidak berani mempertahankan kebenaran dari alkitab tersebut? Selama anda belum membuktikan bahwa alkitab itu pasti benar, semua yang anda tulis tentang isi dari alkitab itu tidak ada kredibilitasnya sama sekali. Dan anda tidak bisa menggunakan kata “PASTI” atau “MUSTAHIL” dalam menggali alkitab tersebut. Anda saja tidak bisa membuktikan kalau yang ditulis oleh alkitab itu pasti benar, apa yang membuat anda berpikir kalau isinya pasti benar dan tidak mungkin salah?