Allah Tritunggal Adalah Ajaran Sesat


Gambar: piperbasenji.blogspot.com

Kerabatku sekalian, saat ini saya berumur 49 tahun. Sejak sekolah minggu saat berusia 9 tahun, saya diajari bahwa doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran Alkitab. Apa yang harus saya lakukan ketika menemukan FAKTA bahwa doktrin Allah Tritunggal bukan hanya tidak diajarkan oleh Alkitab namun bertentangan dengan ajaran Alkitab? Saya memilih untuk Sacra Scriptura Sui Ipsius Interpress artinya saya  memilih untuk tidak menafsirkan Alkitab namun membiarkan Alkitab menyatakan dirinya sendiri dan mengerti ajaran Alkitab apa adanya saja. Saya memilih untuk SOLA SCRIPTURA, artinya HANYA Alkitab artinya memilih untuk meyakini ajaran Alkitab yang diajarkan Alkitab.

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Efesus 2:8-9

IMAN adalah perasaan NYAMAN meyakini sesuatu. Umat Kristen BERIMAN bahwa Allah itu Tritunggal artinya mereka MERASA nyaman meyakini bahwa Allah itu Tritunggal. Pengetahuan manusia tidak membawanya ke sorga apalagi ke neraka. Pengetahuan seseorang akan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan syarat untuk menjadi Warga Negara Indonesia. Pengetahuan manusia akan ajaran Alkitab hanya berguna baginya untuk menjalani hidup lebih mudah sebagai manusia sama seperti pengetahuannya akan NKRI hanya berguna baginya untuk menjalani hidup lebih mudah sebagai WNI.

Dengan pemahaman demikian, mustahil MEMBENCI seseorang karena pengetahuan Alkitabnya lebih banyak atau lebih sedikit dibandingkan diri saya. Juga mustahil membenci seseorang karena dia MENOLAK untuk MEYAKINI yang saya yakini dan MEMELUK yang tidak saya yakini sebagai keyakinannya. Itu sebabnya, MENGINJIL alias BERDAKWA adalah MEMBERITAKAN apa yang diyakini kepada orang lain sebagai KABAR BAIK alias dikabarkan secara baik-baik dengan HARAPAN semoga BERMANFAAT meskipun TIDAK sepakat.

Sejak purbakala umat Kristen segala denominasi mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli untuk mengungkapkan keyakinannya akan doktrin Allah Tritunggal dalam setiap misa atau kebaktian. Para teolog menuangkannya dalam konsili-konsili. Apakah hal demikian adalah JAMINAN 100% bahwa doktrin Allah Tritunggal pasti ajaran Alkitab? Tidak! Kenapa demikian? Karena umat Kristen sejati tidak pernah menjadikan konsili dan pengakuan atau keyakinan seseorang sebagai STANDAR kebenaran dan sumber pustaka. Alkitab adalah sumber pustaka dan standar kebenaran ajaran Alkitab alias ajaran Kristen.

Apabila terbukti! Doktrin Allah Tritunggal bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab. Apakah agama Kristen RUNTUH dan KEKRISTENAN luluh-lantak? Mustahil! Kenapa demikian? Karena agama Kristen adalah ajaran Alkitab, bukan doktrin Allah Tritunggal. Karena KEKRISTENAN didirikan di atas Tuhan Yesus Kristus, bukan di atas Allah Tritunggal. Karena keselamatan adalah ANUGERAH bukan PENGETAHUAN. Karena manusia diselamatkan oleh IMAN, bukan oleh PENGETAHUAN-nya.

Apabila terbukti! Doktrin Allah Tritunggal bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab, apakah itu berarti Alkitab SALAH? Mustahil! Kenapa demikian? Karena bila terbukti! Doktrin Allah Tritunggal bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab, itu HANYA berarti Doktrin Allah Tritunggal bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab. Alkitabnya sendiri TIDAK salah sebab yang terjadi bukan Alkitab SALAH namun ajaran Alkitab belum dipahami oleh generasi sebelumnya. Yang terjadi adalah ajaran Alkitab disalahpahami oleh generasi sebelumnya.

Apabila terbukti! Doktrin Allah Tritunggal bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab. Itu hanya berarti umat Kristen generasi ini dan selanjutnya MEMAHAMI ajaran Alkitab yang BELUM dipahami oleh generasi sebelumnya.

Kerabatku sekalian, nampak gamblang sekali bukan? Umat Kristen tidak perlu kuatir ketika doktrin Allah Tritunggal DIUJI dengan Alkitab sebagai STANDAR kebenaran. Para sarjana teologi Kristen tidak perlu TAKUT ketika doktrin Allah Tritunggal DIUJI dengan dengan Alkitab sebagai STANDAR kebenaran. Kenapa demikian? Karena yang BELUM diuji dan TERUJI tidak layak DIPUJI.

Allah Banyak Tunggal?

Allah Tritunggal = Tiga Pribadi SATU hakekat. TIGA pribadi adalah BAPA dan Putera dan Roh Kudus. Ada BERAPA Roh Kudus? SATU!

dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Lukas 3:22

Setelah dibaptis oleh Yohanes pembaptis, Roh Kudus yang rupanya seperti burung merpati turun atas Yesus.

dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Kisah Para Rasul 2:3

Pada hari Pentakosta murid-murid bersaksi melihat BANYAK Roh Kudus yang rupanya seperti litah-lidah api HINGGAP pada MASING-masing orang.

Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat  yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,  Wahyu 1:4

Yohanes bersaksi tentang 7 Roh Allah yang MENYERTAI dengan kasih karunia dan damai sejahtera.

“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Wahyu 3:1

Yohanes bersaksi tentang 7 Roh Allah yang dimiliki oleh DIA (dia bukan Yohanes).

Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. Wahyu 4:5

Yohanes bersaksi tentang 7 Roh Allah yang rupanya seperti obor yang menyala.

Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Wahyu 5:6

Yohanes bersaksi tentang 7 Roh Allah yang rupanya seperti MATA.

Menurut ajaran Alkitab ada BERAPA Roh Kudus alias Roh Allah?

Minimal = 1 + BANYAK + 7

Berdasarkan FAKTA yang tercatat di dalam Alkitab maka doktrin SATU Roh Kudus adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Itu juga berarti doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan ajaran Alkitab.

TUJUH bukan jumlah namun SIMBOL yang artinya SEMPURNA. TUJUH Roh Allah bukan TUJUH pribadi Roh Allah namun artinya Roh Allah yang sempurna. Itukah apologetika teologi reformed?  Yohanes bersaksi melihat TUJUH obor. Dia tidak bersaksi melihat SATU obor yang sempurna. Yohanes bersaksi tentang TUJUH Roh Allah, bukan SATU Roh Allah yang sempurna. Yohanes bersaksi melihat TUJUH mata, bukan SATU mata yang SEMPURNA. Yohanes tidak pernah bersaksi bahwa TUJUH artinya SEMPURNA. Dia juga tidak pernah bersaksi melihat TUJUH artinya melihat yang SEMPURNA.

Roh Kudus berkuasa untuk menampakkan diri dalam berbagai wujud yaitu: Burung merpati, lidah-lidah api, obor, mata dan lain sebagainya. Itulah bukti kemahakuasaan-Nya. Itukah apologetika teologi reformed?  Itu berarti Roh Kudus menguasai ilmu 72 wujud seperti milik Sun Go Kong?

Roh Kudus berkuasa untuk menjadi SATU atau TUJUH bahkan BANYAK. Itulah bukti kemahakuasaan-Nya. Itukah apologetika teologi reformed?  Itu berarti Roh Kudus menguasai ilmu SERIBU bayangan seperti yang dimiliki oleh Naruto?

Seharusnya teologi reformed tidak mengajarkan Allah Tritunggal namun Allah BANYAK Tunggal, bukan?

Allah Tri Duo

Yesus = Satu Pribadi DUA hakekat = Pribadi + hakekat manusia + hakekat Allah

Allah Tritunggal = Tiga Pribadi Satu Hakekat = Bapa + Anak + Roh Kudus + hakekat Allah

Bila doktrin Allah Tritunggal Teologi Reformed benar, bukankah seharusnya mengajarkan:

Allah Tri Duo = Allah TIGA pribadi DUA hakekat = Bapa + Anak + Roh Kudus + hakekat Allah + hakekat manusia

Kebenaran yang tidak konsisten mustahil kebenaran sejati.

Ketika Yesus Mati Roh Kudus dan Bapa ½ mati

Yesus = SATU pribadi DUA hakekat

Ketika Yesus MATI apanya yang MATI? Yesus mati 100%

Pribadi MATI, hakekat manusia dan hakekat Allah tidak mati = 1/3 mati

Hakekat manusia MATI, pribadi dan hakekat Allah tidak mati = 1/3 mati

Pribadi dan hakekat manusia MATI, hakekat Allah tidak mati = 2/3 mati

Pribadi dan hakekat manusia MATI dan hakekat Allah, semuanya mati = 100% mati.

Allah Tritunggal = Tiga Pribadi SATU hakekat

Hakekat Allah Yesus mati = Hakekat Allah Bapa mati = hakekat Roh Kudus Mati

Pribadi Bapa tidak mati namun hakekat-Nya mati = ½ mati

Pribadi Roh Kudus tidak mati namun hakekat-Nya mati = ½ mati

Yesus Mati = Roh Kudus dan Bapa ½ mati?

Hakekat Allah Yesus Mati, Pribadi Yesus mati = Hakekat Allah Roh Kudus dan Bapa Mati, Pribadi Roh Kudus dan Bapa mati.

Kalau Allah Tritunggal MATI, siapa yang bangkitkan?

Jadi sebetulnya waktu disalib itu Yesus 1/3 mati atau 2/3 mati atau Allah Tritunggal MATI?

Kenapa teologi reformed tidak pernah mengajarkan hal demikian di atas?

Tubuh dan Jiwa Bukan Hakekat dan Pribadi

Alkitab mengajarkan manusia adalah DIKOTOMI yaitu Tubuh dan jiwa. Manusia DIBENTUK dari DEBU tanah dan NAFAS Hidup. Debu TANAH menjadi TUBUH dan nafas HIDUP adalah ROH manusia. Ketika tubuh masih hidup ROH manusia disebut JIWA dan setelah tubuhnya mati, rohnya disebut ARWAH.

Alkitab mengajarkan manusia adalah TRIKOTOMI yaitu: Tubuh dan jiwa dan Roh. Manusia Trikotomi bentuk dari Manusia dikotomi (Tubuh + jiwa) dan Roh Kudus. Hal itu terjadi pada hari Pentakosta. Itu sebabnya manusia Trikotomi = Tubuh  + jiwa + roh.

Alkitab TIDAK pernah mengajarkan bahwa manusia itu dikotomi yaitu: HAKEKAT +  PRIBADI. Lalu dari mana para teolog reformed mendapatkan ajaran manusia Dikotomi = Hakekat + Pribadi, kemudian mengajarkan bahwa Yesus memiliki hakekat manusia? Dari entah berentah atau dari hongkong?

Teologi Reformed mengaku sola scriptura namun mengajarkan yang tidak diajarkan bahkan yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab? Terlalu!

Bukan Meruntuhkan Namun Menguji

Handai taulanku sekalian, apa yang harus umat Kristen lakukan menghadapi fakta-fakta tersebut di atas? Memvonis tulisan ini SAMPAH lalu membuangnya ke tong sampah dan BERLAGAK tidak pernah membacanya serta memaksa diri untuk beriman alias merasa nyaman bahwa doktrin Allah Tritunggal adalah KEBENARANA ajaran Alkitab tidak menyelesaikan masalah sama sekali. Menggali Alkitab habis-habisan untuk memahami KEBENARAN-nya. Itulah satu-satunya jalan keluar bagi kita.

NB.
Untuk membaca blog-blog tentang Allah Tritunggal yang lain, silahkan klik di SINI.

Untuk membaca blog-blog tentang Kristologi yang lain, silahkan klik di SINI.

226 thoughts on “Allah Tritunggal Adalah Ajaran Sesat

  1. hai-hai aku mau bertanya beberapa hal dalam firman Tuhan seperti yang tertulis dalam Yeremia 36:30 kenapa bertentangan dengan
    2 raja-raja 24:6.dan
    Yeremia 34:4-5 bertentangan dengan Yeremia 52:4-5.
    mohon pencerahannya.terima kasih hai-hai

  2. Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: Ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam. Yeremia 36:30

    Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: Ia tidak akan akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam. Yeremia 36:30 – Terjemahan lebih akurat

    Kemudian Yoyakim mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, maka Yoyakhin, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. 2 Raja-raja 24:6

    Silakan klik Yeremia 36:30 untuk melihat dari kata apakah frasa-frasa ini diterjemahkan?

    akan mempunyai = hayah yang artinya AKAN
    keturunan yang akan duduk = yashab yang artinya DUDUK

    Tidak ada yang BERTENTANGAN bukan? BERTENTAANGAN karena para penerjemah Alkitab MAIN TAFSIR.

    Namun demikian, dengarlah firman TUHAN, hai Zedekia, raja Yehuda, beginilah firman TUHAN mengenai engkau: engkau tidak akan mati oleh pedang! Namun demikian, dengarlah firman TUHAN, hai Zedekia, raja Yehuda, beginilah firman TUHAN mengenai engkau: engkau tidak akan mati oleh pedang! Yeremia 34:4-5

    Maka pada tahun kesembilan dari pemerintahannya, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem. Berkemahlah mereka mengepungnya dan didirikan merekalah tembok pengepungan sekelilingnya. Demikianlah kota itu terkepung sampai tahun yang kesebelas pemerintahan raja Zedekia.Yeremia 52:4-5

    Raja Babel menyuruh menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya; juga semua pemuka Yehuda disembelihnya di Ribla. Kemudian mata Zedekia dibutakannya, lalu ia dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian raja Babel membawa dia ke Babel dan menaruhnya dalam rumah hukuman sampai kepada hari matinya. Yeremia 52:10-11

    Tidak ada yang BERTENTANGAN bukan? Zedekia MATI TUA, bukan mati DIPENGGAL atau mati oleh PEDANG.

  3. hai-hai terima kasih atas pencerahannya.tapi yg kumaksud disini Yeremia 36:30 mengatakan Yoyakim tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk diatas takhta Daud,sedangkan didalam 2 raja-raja 24:6 disebutkan “kemudian Yoyakim mendapat perhentian bersama sama dengan nenek moyangnya,maka Yoyakhin anaknya menjadi raja menggantikan dia”
    ini yang kumaksud di Yeremia dikatakan tidak akan mempunyai keturunan(anak) yang akan jadi raja sedangkan di 2 raja-raja Yoyakhin anaknya menjadi raja menggantikan Yoyakim??
    meskipun Yoyakhin hanya 3 bulan menjadi raja,itu yang membingungkan dalam pemahamanku.
    terima kasih hai-hai atas pencerahannya.Tuhan Yesus memberkati.

  4. Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: Ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam. Yeremia 36:30

    Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: Ia tidak akan akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam. Yeremia 36:30 – Terjemahan lebih akurat

    Kemudian Yoyakim mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, maka Yoyakhin, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. 2 Raja-raja 24:6

    Kisanak, ketika anda menghadapi keraguan akan ayat-ayat Alkitab, baik karena BERTENTANGAN dengan ayat lainnya maupun karena TATA bahasa indonesianya NGACO BELO, maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah MENGUJI apakah ayat tersebut telah DITERJEMAHKAN dengan akurat?

    Tentang Yerremia 36:30, LAI salah menerjemahkannya.

    Kata Yunani “hayah” yang artinya AKAN, tidak boleh ditafsirkan menjadi “akan mempunyai”.

    Kata Yunani “yashab” artinya “DUDUK” tidak boleh ditafsirkan menjadi “keturunan yang akan duduk”

    Itu sebabnya terjemahan yang lebih akurat di atas MEMBERI informasi yang berbeda. Yeremia 36:30 mencatat bahwa Yoyakim tidak akan menduduki tahta Daud. Jadi, Yeremia 36:30 SAMA sekali tidak bicara tentang KETURUNAN Yoyakim. Baca dan ujilah terjemahannya.

  5. benar2 INI bengcu mengugat ini org yg patut di doakan ATAU = ORG FASIK KERJANYA NYESATKAN ORG KRISTEN…KATEGORI PENYESAT TINGGI.! ..BENGCU MENGUGAT ==> SAYA ORG TIONGHOA DARI SUKU HAKKA YG
    SDH BERTOBAT DIBABTIS DAN PERCAYA ALLAH DLM TRITUNGGAL… NGAI HAKKA NYIN AN KIU NYIN SIM NYIN CHUI (SIONGSIN YA SHU SE NGAI CHUI) , LIANG SHE SIONG SIN THIEN SONG TI YA SHU..

  6. ALLAH TRITUNGGAL

    I. Pendahuluan

    Memahami mengenai Allah harus dimulai dari kesadaran bahwa Allah tak terbatas, melampaui akal manusia yang sangat terbatas. Jadi, bagaimana mungkin manusia bisa mempelajari dan “mengurung” Allah yang tidak terbatas di dalam akalnya yang terbatas. Akan tetapi, hal itu tidak berarti bahwa kita tidak bisa menjelaskan siapa Allah. Kita dapat mengenal Allah sebatas DIA menyatakan diri-Nya kepada manusia di dalam Firman Allah (Alkitab).

    Kemudian harus diingat bahwa ketika berbicara tentang Allah, kita berbicara mengenai hakikat Allah yang Roh adanya (Yoh 4:24), bukan materi; tidak terbatas pada ruang dan waktu (Mazmur 93:2), dan tentu tidak seperti kita, manusia yang bersifat materi (Mazmur 90: 4-6).

    II. Pewahyuan Allah Tritunggal dalam Perjanjian Lama

    Perjanjian Lama mengajarkan bahwa Allah itu Esa. “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ulangan 6:4). Mari kita membedah Ulangan 6:4 berdasarkan bahasa aslinya, Ibrani. Kata “TUHAN” berasal dari kata bhs Ibrani “YHWH”, Kata “Allah” berasal dari kata Ibrani “ELOHIM” Kata “esa” berasal dari kata Ibrani “Echad” yang artinya adalah “Satu”. Maksud satu disini adalah UNIFIED ONE -> http://www.bible.ca/trinity/trinity-oneness-unity-yachid-vs-echad.htm, sama dengan kata “satu” dari dua menjadi “satu” daging di dalam Kejadian 2:24. Kata “satu” disini mengandung arti satu kesatuan (compound unity). Keesaan dari Allah dinyatakan sebagai esensi-Nya atau keberadaan-Nya (YHWH Yg Esa), sedangkan keragaman-Nya diekspresikan dalam gelar ELOHIM (yg merupakan bentuk kata Jamak).

    Di dalam Perjanjian Lama, ayat yang pertama kali menyiratkan mengenai ketritunggalan adalah dalam Kejadian 1:26:

    “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

    Selain itu, terdapat juga dalam Kejadian 3:22 dan Kejadian 11:7. Kata “Kita” merupakan bentuk jamak. Terlihat jelas bahwa sejak awal penciptaan ketiga pribadi Allah telah bekerja sama untuk menciptakan alam semesta ini. Kejadian 1:2 bahkan menegaskan peran Roh Allah dalam penciptaan bumi.

    Untuk dapat memahami ayat-ayat dari Perjanjian Lama, memerlukan pengetahuan, pemahaman dan analisa bahasa Ibrani. Dalam Kejadian 1:1, Kata yang digunakan untuk “Allah”, ditranslasikan dari bahasa Ibrani “ELOHIM”. Kata ini adalah bentuk jamak. Bentuk tunggalnya adalah EL (contohnya El Shaddai, El Roi dsb).

    Dalam bahasa Inggris hanya ada dua bentuk kata, single (tunggal) dan plural (jamak). Dalam Bahasa Ibrani ada tiga macam bentuk kata: tunggal, dual dan jamak. Dalam Bahasa Ibrani, bentuk dual digunakan untuk hal-hal yang berpasangan, seperti mata, telinga dan tangan. Kata “ELOHIM” dan kata ganti “kita” adalah dalam bentuk jamak – jelas lebih dari dua –.

    Artinya, orang Ibrani memahami dengan tepat, bahwa YHWH yang ECHAD itu adalah ELOHIM (yang Jamak) (Ul 6:4). Pemahaman mereka mengenai Allah tersebut mempunyai makna bahwa mereka tahu persis bahwa ELOHIM yang mereka sembah terdiri lebih dari satu pribadi. Itulah sebabnya, ketika membaca kitab Kejadian 1:26; 3:22; 11:7, mereka tidak heran dengan penggunaan kata “Kita” oleh Allah. Sebab mereka tahu, bahwa Allah/ELOHIM yang Esa itu terdiri lebih dari dua pribadi (tentu saja kita dalam masa Perjanjian Baru mengenalnya sebagai tiga pribadi).

    Hanya saja, pada masa Perjanjian Lama, Allah belum menyingkapkan ketiga pribadi tritunggal (Bapa, Putera dan ROH KUDUS) kepada bangsa Israel. Barulah ketika Tuhan YESUS menyatakannya dalam Matius 28:19 (..baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan ROH KUDUS), kita mengetahui dengan pasti bahwa ELOHIM yang Jamak itu ternyata terdiri dari tiga pribadi, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (YESUS KRISTUS) dan Allah ROH KUDUS.

    III. Pewahyuan Allah Tritunggal dalam Perjanjian Baru

    Matius 3:16-17 “Sesudah dibaptis, YESUS segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan’.”

    Matius 28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS,”

    2 Korintus 13:13 “Kasih karunia Tuhan YESUS KRISTUS, dan kasih Allah, dan persekutuan ROH KUDUS menyertai kamu sekalian.”

    1 Petrus 1:2 “yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada YESUS KRISTUS dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.”

    Ayat-ayat tersebut dengan baik menjelaskan bahwa Allah Tritunggal adalah tiga pribadi yang Esa. Yaitu Allah Bapa, Allah Anak (YESUS KRISTUS), Allah ROH KUDUS.

    Istilah pribadi sama sekali tidak berarti adanya perbedaan di dalam esensi. Semua pribadi pada diri Allah memiliki atribut ilahi. Bapa adalah Allah, YESUS adalah Allah, ROH KUDUS adalah Allah.

    Setiap pribadi di dalam Trinitas memiliki peran yang berbeda. Karya keselamatan dalam pengertian tertentu merupakan pekerjaan dari ketiga Pribadi Allah Tritunggal. Namun, di dalam pelaksanaannya ada peran yang berbeda yang dikerjakan oleh Bapa, Anak, dan ROH KUDUS. Bapa memprakarsai penciptaan dan penebusan; Anak menebus ciptaan; dan ROH KUDUS melahirbarukan dan menguduskan, dalam rangka mengaplikasikan penebusan kepada orang-orang percaya.

    IV. Allah Bapa

    Allah sebagai Bapa yang memelihara, yang memberikan kasih seorang Bapa Sejati yang sangat mesra, begitu penyayang dan begitu tertib penuh ketegasan (disiplin). Bapa Sorgawi tidak pernah sama dengan para bapa (bapak-bapak atau para ayah) dunia ini dalam hal kasih dan karakter yang tidak dapat terbandingi dengan kasih dan karakter Bapa Sorgawi.

    Allah sebagai Bapa Sorgawi merupakan Bapa yang sempurna dari segala bapa (bapak-bapak atau para ayah) dunia ini yang adalah gambaran dan rupa (duplikat dan bayangan) dari Sang Bapa Sorgawi yang murni.

    Bapa adalah Sumber utama atau Penyebab utama dari:

    a) Alam semesta (1 Korintus 8:6)

    b) Keselamatan (Yohanes 3:16-17)

    c) Pekerjaan YESUS sebagai manusia (Yohanes 5:17; 14:10).

    Bapa adalah Allah:

    * Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” (Yohanes 6:27).

    * Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan YESUS KRISTUS (Roma 1:7).

    * Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan YESUS KRISTUS. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu (1 Tesalonika 1:1).

    * Yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada YESUS KRISTUS dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu (1 Petrus 1:2).

    * Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (2 Petrus 1:17; bandingkan Matius 3:16-17).

    * Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari YESUS KRISTUS, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih (2 Yohanes 1:3).

    Bapa (Kepribadian Bapa) tidaklah lebih tinggi daripada Anak ataupun juga dengan ROH KUDUS.

    V. Allah Anak (Tuhan YESUS KRISTUS)

    Allah Anak merupakan pribadi kedua dalam Tritunggal. Ia adalah firman (logos) Allah yang menjadi manusia dan memakai nama YESUS (Ibrani: Yeshua; Yunani: Iesous; Inggris: JESUS) Yohanes 1:1-14. Kasih-Nya yang besar akan dunia ini membuat-Nya rela datang ke dalam dunia, melakukan karya penyelamatan, merendahkan diri sampai mati di kayu salib, dikuburkan, lalu bangkit pada hari yang ketiga, naik ke sorga dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan mati.

    Ia adalah teladan iman sejati dan sumber kehidupan bagi orang percaya. Firman Allah telah menunjukkan kasih-Nya yang terbesar dengan menjadi Anak yang mati di kayu salib. YESUS memberikan hidup-Nya agar semua yang percaya kepada-Nya bisa menjadi anak Allah (Yohanes 1:12). Tanpa syarat dan aturan yang susah, cukup dengan percaya akan berita Injil dan menerima YESUS sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi (Roma 10:9-10).

    Anak adalah Allah:

    * Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1:1, 14).

    * Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! (Roma 9:5).

    * Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran [Ibrani 1:8].

    * Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan (Kolose 2:9).

    * Pengakuan Tomas, “Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yohanes 20:28).

    Anak (Kepribadian Anak) tidaklah lebih tinggi/rendah daripada Bapa dan ROH KUDUS.

    VI. Allah ROH KUDUS

    Roh Allah sebagai Pembimbing, Pendamping, Penolong, Penyerta, dan Penghibur yang tidak terlihat, namun berdiam di dalam hati setiap manusia yang mengaku bahwa YESUS KRISTUS adalah Tuhan dan hidup di dalam-Nya (1 Korintus 3:16).

    ROH KUDUS bukanlah tenaga aktif. ROH KUDUS bukanlah kebijaksanaan (pikiran) tertinggi dari seluruh alam jagad kosmik. ROH KUDUS bukanlah manusia tokoh pendiri suatu agama baru. ROH KUDUS tidak pernah berbau hal yang mistik. Memang benar bahwa Allah itu maha kuasa, tetapi ROH KUDUS itu bukan sekedar kuasa atau kekuatan, tetapi ROH KUDUS adalah Allah, sebab Allah itu Roh.

    Dengan demikian ROH KUDUS adalah Pribadi Allah itu sendiri dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Allah. Kepribadian ROH KUDUS tidak pernah lebih rendah daripada Bapa maupun Anak.

    ROH KUDUS adalah Allah:

    * Berdusta kepada ROH KUDUS = berdusta kepada Allah (KPR 5:3-4; bandingkan dgn 1 Kor 6:19-20).

    * ROH KUDUS digambarkan sebagai memiliki sifat dan melakukan pekerjaan Allah (Yohanes 16:8-11).

    * ROH KUDUS dinyatakan sederajat dengan Allah (Matius 28:19; 2 Korintus 13:13; 1 Petrus 1:2).

    * ROH KUDUS disebut juga sebagai Roh Allah, Roh KRISTUS (Roma 8:9).

    * ROH KUDUS terlibat di dalam penciptaan alam semesta (Kej 1:2).

    Buku Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia menjelaskan bahwa Allah itu Esa adanya, dan Allah yang Esa itu menyatakan dirinya kepada manusia sebagai Bapa, Anak dan Roh. Ada tiga pribadi, ketiganya adalah Allah yang satu/esa (hlm 40-41).

    VII. Sejarah lahirnya ajaran Tritunggal

    Pengajaran (doktrin) mengenai “Allah Tritunggal” merupakan pokok penting dalam iman Kristen. Istilah Tritunggal/Trinitas bukan menjelaskan relasi dari tiga Allah, tetapi Allah yang Esa dalam tiga Pribadi [tiga Oknum].

    Ketika mempelajari topik ini perlu diingat bahwa kata “Tritunggal/ Trinitas” tidak digunakan dalam Alkitab. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan ketritunggalan Allah, yaitu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan. Haruslah dimengerti bahwa ini TIDAK berarti ada tiga Allah. Tritunggal berarti satu Allah yang Esa terdiri dari tiga Pribadi.

    Tidak ada salahnya menggunakan istilah Tritunggal atau Trinitas walaupun istilah ini tidak ditemukan dalam Alkitab. Lebih gampang mengucapkan “Tritunggal” atau “Trinitas” daripada mengatakan “Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan.” Contoh: kata “paman/om” juga tidak ada dalam Alkitab, walaupun kita tahu bahwa dalam Alkitab ada banyak paman. Esau adalah paman dari Yehuda dan saudara-saudaranya.

    Kata Trinitas (bhs latin) dipergunakan sebagai usaha untuk menjelaskan kepenuhan dari Allah, baik dalam hal keesaan-Nya maupun dalam hal keragaman-Nya. Bapa Gereja Tertullianus (220 AD), ia adalah yang mula pertama mencetuskan ide, gagasan dan dengan tepat mendasarkan doktrin Trinitas dari ayat Matius 28:19. Dia menjabarkannya dalam suatu doktrin yang berbunyi:

    ‘una substantia tres personae’, “satu substansi/hakekat tiga pribadi”.
    Pengajarannya tsb kemudian di-SAHKAN sebagai dogma Gereja pada tahun 325 M dalam Konsili Nicea.

    Matius 28:19 berbunyi:

    * LAI: Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS.

    * NIV: Therefore go and make disciples of all nations, baptizing them in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit.

    * Teks asli dlm bhs Yunani: poreuthentes oun mathκteusate panta ta ethnκ baptizontes autous eis to onoma tou patros kai tou huiou kai tou hagiou pneumatos).

    Dalam sastra bahasa Yunani, ONOMA merupakan bentuk “tunggal”. Berbeda dengan ONOMATA yang adalah “jamak”. Keesaan Allah/monoteisme jelas sekali dalam kata-kata Tuhan YESUS, “baptislah mereka dalam nama ‘ONOMA’ (single). YESUS tidak berkata baptislah mereka dalam “nama-nama” ‘ONOMATA’ (plural). Penggunaan “onoma” yang adalah bentuk tunggal untuk menjelaskan Bapa, Anak dan ROH KUDUS menjadi dasar dari pengajaran beliau mengenai pokok trinitas/tritunggal.

    Kosa kata:

    Tritunggal (Bhs Indonesia); Trinitas (Bhs Latin);Trinity (Bhs Inggris).

    Ketiga kata tersebut mempunyai arti yang sama.

    Mengapa Tertullianus memberikan pengajaran tentang trinitas/tritunggal? Hal itu tidak lain sebagai upaya apologetika (pembelaan iman) yang dilakukannya terhadap banyaknya ajaran-ajaran yang menyimpang di dalam Kekristenan berkaitan dengan hakikat Allah.

    Ajaran-ajaran tersebut telah membuat kebingungan di kalangan umat Tuhan (sejak abad 2-3 M), sehingga Tertullianus berinisiatif untuk menggali kebenaran Firman Tuhan yang tertulis dalam Matius 28:19. Mengapa ayat tersebut yang menjadi fokus? Karena dalam ayat itulah, Tuhan YESUS mengajarkan gereja tentang tritunggal Allah (Bapa, Anak dan ROH KUDUS).

    Ajaran apa sajakah yang telah membuat kekacauan di kalangan orang percaya? Lihat pembahasan di bawah ini.

    VIII. Ajaran-ajaran yang Keliru Berkaitan dengan Tritunggal

    Dalam sejarah gereja Tuhan yang telah berusia dua ribu tahun, topik trinitas telah menjadi pokok yang paling sering diperdebatkan. Berbagai penafsiran mengenai hal itu telah mewarnai perjalanan sejarah gereja. Ada beberapa penafsiran yang dikategorikan “menyimpang” dan karenanya kemudian ditolak dalam konsili (pertemuan besar seluruh pemimpin gereja pada abad-abad permulaan) gereja.

    Beberapa ajaran yang dikategorikan “menyimpang” itu adalah:

    1. Sabellianisme (Modalisme Successif)
    Ajaran yang mengatakan bahwa Allah itu esa dan terdiri dari satu pribadi dengan tiga nama. Diajarkan oleh Sabellius (kira-kira th 260). Ia mengajarkan: sebagai pencipta dan pemberi hukum Allah disebut Bapa; Ketika berinkarnasi menjadi manusia Ia disebut Anak; sebagai penyerta dan penolong ia disebut ROH KUDUS.

    Ajarannya itu menyangkali perbedaan Pribadi-pribadi yang ada di dalam keesaan Allah, dan menyatakan bahwa Bapa, Anak, dan ROH KUDUS hanyalah merupakan tiga cara Allah di dalam mengekspresikan diri-Nya. Analogi yang dipakai adalah seorang pria, bisa memerankan 3 pribadi sekaligus dalam ketunggalannya. Dia adalah suami, bapak juga anak. Dalam konsili Nicea (325 M) ajaran ini telah ditolak gereja.

    2. Arianisme
    Menekankan keesaan Allah dan bahwa tidak ada yang seperti Dia. Hanya Bapa saja adalah Allah. YESUS adalah makhluk sempurna. Walaupun Dia diciptakan, Dia berbeda dari makhluk yang lain. YESUS boleh disebut sebagai Allah, tetapi keilahian-Nya adalah sesuatu yang diberikan Allah kepada-Nya. Sebagai Allah YESUS setingkat di bawah Allah Bapa. Penganut masa kini: Saksi Yehovah.

    3. Tritheisme
    Di pihak lain, tritheisme mengungkapkan pernyataan yang salah, yaitu ada tiga keberadaan yang menjadi Allah.

    IX. Fenomena Tritunggal

    Pengertian untuk mendalami ke-Tritunggalan Allah akan sulit dijelaskan pada seseorang, bila orang tersebut tidak mengalami ke-Tritunggalan Allah. Tentunya pengalaman ke-tritunggalan Allah ini hanya dapat dilakukan oleh ROH KUDUS dalam kasih karunia Bapa Sorgawi, setelah menerima Tuhan YESUS KRISTUS sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi dan hidup di dalam kasih dan iman kepada-Nya.

    Masalah yang sering timbul adalah pada orang yang berbeda keyakinan iman, karena konsep Allah dalam paradigma mereka pasti berbeda dengan paradigma iman Kristen. Itulah sebabnya, seringkali konsep Kristen mengenai Allah Tritunggal kerap menjadi bahan perdebatan dan serangan dari pihak-pihak lain.

    Tidak hanya sampai di situ, di dalam kalangan Kristiani sendiri, pemahaman mengenai Allah Tritunggal sangatlah beragam, sehingga terkadang antar sesama umat Tuhan terjadi perbedaan pandangan mengenai Allah Tritunggal. Akan tetapi bagaimanapun juga doktrin ini adalah dasar dari iman Kristen

    Ajaran mengenai Allah Tritunggal adalah ajaran yang Alkitabiah dan terbukti, baik secara historis (Bangsa Israel, Gereja mula-mula), maupun biblikal (studi kata dan telaah teologis) dan pada dasarnya realistis. Menjelaskan Allah Tritunggal dengan menggunakan analogi-analogi (Matahari, manusia, es dsb) sangatlah terbatas dan tidak tepat untuk memggambarkan mengenai Allah Tritunggal. Oleh sebab itu, penggunaan analogi-analogi tersebut sebaiknya dihindari.

    X. Kesimpulan

    * TUHAN Allah itu satu (esa), dan bukan tiga Allah, atau tiga Tuhan, atau tiga Tuhan Allah. Tuhan itu satu, Allah itu satu. YHWH itu ELOHIM kita. YHWH itu Esa (Ulangan 6:4).

    * TUHAN Allah (YHWH ELOHIM) yang esa itu menyatakan dirinya kepada manusia dalam tiga pribadi yang sehakekat, sederajat, setingkat, yaitu Allah Bapa, Allah Anak dan Allah ROH KUDUS.

    * Allah Tritunggal adalah jati diri Allah yang hakiki, melebihi pemahaman dan pengertian kita, namun merupakan pernyataan yang jelas, karena tertulis dalam Alkitab.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.