Jurus Mengusap Matahari Guru Gotama


raincoatflashers.blogspot.com

Oleh karena itu, warga suku Kalama, janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu, atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi, atau sesuatu yang didesas-desuskan.

Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci; juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka; juga apa yang katanya telah direnungkan dengan saksama; juga apa yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu; atau karena ingin menghormat seorang petapa yang menjadi gurumu. Tetapi warga suku Kalama, kalau setelah diselidiki sendiri, kamu mengetahui, ‘Hal ini tidak berguna, hal ini tercela, hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaksana, hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan,’ maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. Kalama-sutta

Memberanikan diri bertanya, di dalam buku berjudul: Studi Banding Agama Kristen dan Buddha, Djoko Mulyono, Petrus Santoso dan Kristiyanto Liman menulis:

Agama Buddha tidak melandaskan ajarannya pada keimanan atau lebih tepatnya lagi, keyakinan yang membuta. Buddha lebih menekankan pada observasi atau pengamatan yang saksama. Hal ini dapat kita pahami dari Kalama-sutta:

Oleh karena itu, warga suku Kalama, janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu, atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi, atau sesuatu yang didesas-desuskan. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci; juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka; juga apa yang katanya telah direnungkan dengan saksama; juga apa yang kelihatannya pcocok dengan pandanganmu; atau karena ingin menghormat seorang petapa yang menjadi gurumu. Tetapi warga suku Kalama, kalau setelah diselidiki sendiri, kamu mengetahui, ‘Hal ini tidak berguna, hal ini tercela, hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaksana, hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan,’ maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. Kalama-sutta

Dari sini kita melihat bahwa penerimaan terhadap suatu kebenaran, hendaknya tidak secara membuta atau serampangan. Penelitian secara saksama apakah hal tersebut bermanfaat atau tidak bermanfaat perlu dilakukan sebelumnya. Apabila ternyata telah terbukti kebaikan dan manfaatnya, maka barulah kita boleh meyakininya. Keyakinan yang timbul setelah pengamatan saksama ini dinamakan saddha dalam agama Buddha.

Sehubungan dengan mukjizat, Buddha menguraikan tiga macam mukjizat kepada brahmana Sangarava (AN.III.60):

Ada tiga macam mukjizat, brahmana. Apakah yang tiga itu? Mukjizat kekuatan supranormal, mukjizat membaca pikiran, dan mukjizat pengajaran. Apa yang merupakan mukjizat kekuatan supranormal itu? Ada orang yang menikmati berbagai macam kekuatan supranormal: setelah menjadi satu, dia berubah menjadi banyak; sesudah menjadi banyak, dia berubah menjadi satu; dia muncul dan lenyap; dia pergi tak terhalang menembus benteng; menembus gunung seolah-olah melewati ruang kosong; dia menyelam masuk dan keluar dari bumi seolah-olah itu adalah air; dia berjalan di atas air tanpa tenggelam seolah-olah itu adalah tanah; dalam keadaan duduk bersila ia terbang ke udara seperti seekor burung; dengan tangannya ia menyentuh dan “mengusap” matahari dan bulan, begitu kuat dan perkasa; ia melakukan penguasaan dengan tubuhnya bahkan sejauh dunia-Brahma. Ini, Brahmana, disebut mukjizat kekuatan batin.

Apakah yang merupakan mukjizat membaca pikiran? Ada orang yang dengan sarana tanda, menyatakan: “Demikianlah pikiranmu, seperti inilah pikiranmu, demikianlah pikiranmu.” Dan betapapun banyaknya pernyataan seperti itu yang dibuatnya, semuanya memang demikian dan tidak salah. Orang lain tidak membuat pernyataan lewat sarana tanda, melainkan mendengar suara manusia, suara makhluk halus atau dewa … atau dengan mendengarkan suara getaran-getaran pemikiran seseorang … atau mental menembus arah kecenderungan mentalnya ketika dia berada di dalam keadaan meditasi yang terbebas dari pemikiran. Dan betapa pun banyaknya pernyataan yang dibuat, mereka semuanya demikian dan tidak salah. Inilah yang disebut mukjizat membaca pikiran.

Dan brahmana, apakah mukjizat pengajaran? Ada orang yang mengajarkan demikian: “Engkau seharusnya berpikir dengan cara ini dan bukan dengan cara itu! Engkau seharusnya memperhatikan ini dan bukan itu! Engkau seharusnya meninggalkan ini dan harus berdiam di dalam pencapaian itu!” Inilah yang disebut mukjizat pengajaran.

Inilah, O brahmana, tiga jenis mukjizat. Dari ketiga mukjizat ini, manakah yang tampak bagimu sebagai yang paling bagus dan paling tinggi?

Mengenai mukjizat kekuatan supranormal dan pembacaan pikiran, Guru Gotama, hanya pelakunya saja yang akan mengalami hasilnya; hasilnya hanya dimiliki oleh orang yang melakukannya. Kedua mukjizat ini, Guru Gotama, bagi saya tampak memiliki sifat tukang sulap. Tetapi mengenai mukjizat pengajaran – inilah, Guru Gotama, yang bagi saya tampak sebagai yang paling bagus dan paling tinggi di antara ketiganya.

… Tetapi apakah ada biku lain, selain Guru Gotama, yang memiliki tiga mukjizat ini? / Ya, brahmana. Para biku yang memiliki ketiga mukjizat ini tidak hanya berjumlah seratus, atau dua ratus, tiga ratus, empat ratus, atau lima ratus, tetapi bahkan lebih banyak dari jumlah itu. / Dan di manakah sekarang berdiamnya biku-biku ini, Guru Gotama? / Di dalam Sanggha biku ini juga, brahmana.

Menurut kutipan di atas, pada zaman Buddha Gotama sudah banyak biku yang memiliki ketiga jenis mukjizat tersebut. Namun menurut agama Buddha, sesungguhnya mukjizat sejati adalah transformasi dari seorang jahat menjadi baik, dan transformasi dari seorang biasa menjadi Buddha (Digha-Nikaya). Mukjizat kesaktian dan fenomena menakjubkan lainnya sangat lumrah dalam pandangan agama Buddha. Menurut agama Buddha, sekalipun tanpa adanya keyakinan pada agama apapun atau makhluk Adikuasa, seseorang juga bisa memperoleh kesaktian bila ia melatih metode tertentu dengan benar. Agama Buddha mengenal kekuatan batin yang dianggap orang awam sebagai manifestasi mukjizat, tapi bagi agama Buddha, istilah “mukjizat” dimunculkan dalam benak orang awam karena tidak memahami corak sejati dari pikiran dan alam semesta. Secara umum, dalam kitab Buddhis dikenal adanya enam kekuatan batin (abhinna) dalam pengembangan iddhi-pada. Delapan kekuatan psikokinesis (iddhi-vidha):

  1. Dari satu menjadi banyak, dari banyak menjadi satu.
  2. Dari keadaan tak terlihat menjadi terlihat, dari terlihat menjadi tak terlihat.
  3. Menembus dinding rumah, dinding kota, pegunungan, seolah-olah melewati ruang kosong.
  4. Menembus ke bawah tanah dan muncul darinya, seolah-olah melewati air.
  5. berjalan di atas air, seolah-olah di atas tanah.
  6. Terbang ke udara dalam keadaan kaki bersila, seolah-olah ia seekor burung dengan sayap.
  7. Menyentuh dan mengusap matahari dan bulan dengan tangannya.
  8. Menguasai dengan tubuhnya sejauh dunia Brahma.

Dalam literatur Buddhis, bertaburan kisah-kisah mukjizat yang dipertunjukkan oleh Buddha dan siswa-Nya. Sebagai contoh, Buddha bisa “lenyap dari tepi sungai Gangga yang satu dan muncul kembali di tepi seberang bersama dengan Sanggha biku” (Ud. 8.6).

Buddha dan murid-Nya bernama Nanda “lenyap dari hutan Jeta dan muncul di antara para dewa di surga Tavatimsa” (Ud. 3.2).

Seorang siswa Buddha “lenyap dari Aula Rumah yang atapnya berjendela di Hutan Besar dan muncul di hadapan para biku di tepi Sungai Vaggumuda” (Ud. 3.3).

Suatu kali ketika Biku Vakkali ingin bunuh diri, Buddha membaca pikirannya dan muncul di hadapannya dalam bentuk holografik, lalu menghiburnya (Apadana.II.465).

Salah satu jenis mukjizat yang diperlihatkan oleh Buddha disebut Yamaka patihariya (“penampakan ganda”). Mukjizat tersebut pertama kali diperagakan oleh Buddha pada saat bulan purnama, tahun ke-7 setelah pencerahan-Nya, di kota Savatti (Skt. Sravasti) dekat pohon Gandamba. Sebelum memperagakan mukjizat penampakan ganda, Buddha terlebih dulu menciptakan sebuah tapak jalan berpermata di udara di samping pohon Gandamba. Lalu Buddha berdiri di atas tapak jalan tersebut dan memperagakan Yamaka-patihariya yang dalam literatur Buddhis dikenal dengan istilah “mukjizat kembar”. Disebut “kembar” karena mukjizat itu terdiri atas penampakan fenomena pasangan karakter yang bertolak-belakang, misalnya tubuh bagian bawah mengeluarkan aliran air dan tubuh bagian atas mengeluarkan kobaran api, dan lalu berselang-seling. Kemudian kobaran api dan aliran air juga keluar secara berselang dari bagian kanan dan bagian kiri tubuh.

Peristiwa mukjizat kadangkala diperlihatkan dalam momen parinirwana. Sebagai contoh, menjelang mangkat, Dabba Mallaputta “bangkit naik ke udara; dan di angkasa, sementara duduk bersila, ia memasuki elemen-api, muncul dan merealisasi Nirwana Akhir” (Ud. 8.9).

Bahkan dalam sutra-sutra Mahayana, seperti Avatamsaka-sutra, Vimalakirti-nirdesa-sutra, dan Surangama-sutra, kekuatan supranatural yang dimiliki oleh Buddha dan Bodhisattwa tingkat tinggi mencakup penguasaan atas dimensi ruang dan waktu. Misalnya dikatakan bahwa Buddha dapat menaruh ke ujung rambut satu milyar dunia semesta, lengkap dengan isinya (Sutra Pencapaian Kebuddhaan oleh Bhadra – sutra 21 Maharatnakuta). Sutra tersebut menyatakan bila seseorang mengetahui bahwa segala fenomena adalah seperti magis dan ilusi, maka ia mampu memunculkan secara magis tubuh sebanyak sepuluh milyar Buddha. Sifat keilusian dari fenomena yang membuat mukjizat bisa terjadi di dunia.

Seorang Bodhisattwa dapat meraih kekuatan untuk melakukan mukjizat bila ia mencapai empat hal yakni, merasa ringan di tubuh, merasa ringan di pikiran, tidak melekat pada apa pun, dan menganggap empat unsur (tanah, air, api, angin) seperti ruang kosong (Sutra Pembicaraan tentang Kefasihan Lidah yang Gesit, sutra 33 dari Maharatnakuta).

Bengcu Menjawab:

Mengucapkan slogan: “Agama Buddha tidak melandaskan ajarannya pada keimanan atau lebih tepatnya lagi, keyakinan yang membuta. Buddha lebih menekankan pada observasi atau pengamatan yang saksama.” memang mudah. Itu sebabnya Djoko Mulyono, Petrus Santoso dan Kristiyanto Liman menuliskannya dengan gagah perkasa. Mengucapkannya namun tidak menjalaninya dalam kehidupan nyata? Maka slogan AKBAR pun menjadi  ABAL-ABAL. Itu namanya PANDAI berteriak namun PAYAH bertindak. Orang-orang demikian disebut MUNAFIK. Lain di KATA lain di LAKU. Plintat-Plintut! Mencla-Mencle! Berjanggut namun tidak berjubah.

Kebenaran Plintat Plintut Mustahil Kebenaran Sejati

DPK: Mengenai mukjizat kekuatan supranormal dan pembacaan pikiran, Guru Gotama, hanya pelakunya saja yang akan mengalami hasilnya; hasilnya hanya dimiliki oleh orang yang melakukannya.

DPK: kali ketika Biku Vakkali ingin bunuh diri, Buddha membaca pikirannya dan muncul di hadapannya dalam bentuk holografik, lalu menghiburnya (Apadana.II.465).

Ajaran siapakah yang dikutip oleh Djoko Mulyono, Petrus Santoso dan Kristiyanto Liman di atas? KONON, katanya itu ajaran Guru Gotama alias Budha Gotama. Siapakah pelaku membaca pikiran dalam kisah tersebut? Budha. Siapa yang mengalami hasilnya? Biku Vakkali yang hendak bunuh diri. Siap yang memiliki hasilnya? Biku Vakkali yang hendak bunuh diri. Apakah Biku Vakkali mempraktekkan pembacaan pikiran? TIDAK! Bukankah itu berarti Biku Vakkali mendapatkan HASIL padahal Budha yang melakukan?

Biarkan PEMBUAL terus membual sampai MENYANGKAL bualannya sendiri! Itulah salah satu teknik yang selama ini hai hai gunakan untuk menguji kesaksian mujizat yang terjadi di masa lalu atau kebenaran suatu ajaran. Kita mencari tahu, apakah kesaksiannya MENYANGKAL kesaksiannya? Karena menemukan FAKTA di mana kesaksiannya MENYANGKAL kesaksiannya, maka kita pun menarik kesimpulan tanpa tedeng aling-aling bahwa Sang Budha MEMBUAL tentang KEKUATAN membaca pikiran yang dimilikinya. Karna KEBENARAN yang TIDAK konsisten MUSTAHIL kebenaran sejati!

Kisah Menguliti Jurus Mengusap Matahari

Konon, katanya, menurut Guru Gotama, selain dirinya, ada 500 orang lebih yang memiliki 8 kekuatan supranormal di bawah ini.

  1. Dari satu menjadi banyak, dari banyak menjadi satu.
  2. Dari keadaan tak terlihat menjadi terlihat, dari terlihat menjadi tak terlihat.
  3. Menembus dinding rumah, dinding kota, pegunungan, seolah-olah melewati ruang kosong.
  4. Menembus ke bawah tanah dan muncul darinya, seolah-olah melewati air.
  5. berjalan di atas air, seolah-olah di atas tanah.
  6. Terbang ke udara dalam keadaan kaki bersila, seolah-olah ia seekor burung dengan sayap.
  7. Menyentuh dan mengusap matahari dan bulan dengan tangannya.
  8. Menguasai dengan tubuhnya sejauh dunia Brahma.

Apakah yang dikatakan oleh Guru Gotama tentang kekuatan supranormal benar?May! Maybe Yes, Maybe no! Kita harus mengujinya agar tahu kebenarannya. Bukankah yang mengajarkannya adalah Buddha Gotama alias Buddha Gotama, itu sebabnya MUSTAHIL tidak benar? Benar! Namun, bukankah Djoko Mulyono, Petrus Santoso dan Kristiyanto Liman mengajarkan bahwa Agama Buddha tidak melandaskan ajarannya pada keimanan atau lebih tepatnya lagi, keyakinan yang membuta. Buddha lebih menekankan pada observasi atau pengamatan yang saksama? Bukankah Kalama-sutta mengajarkan seperti di bawah ini?

Oleh karena itu, warga suku Kalama, janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu, atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi, atau sesuatu yang didesas-desuskan. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci; juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka; juga apa yang katanya telah direnungkan dengan saksama; juga apa yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu; atau karena ingin menghormat seorang petapa yang menjadi gurumu. Tetapi warga suku Kalama, kalau setelah diselidiki sendiri, kamu mengetahui, ‘Hal ini tidak berguna, hal ini tercela, hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaksana, hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan,’ maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. Kalama-sutta

Bagaimana kita mengujinya sedangkan yang dikatakan oleh Guru Gotama itu sudah terjadi sekitar 2500 tahun yang lalu? Kisah masa lalu bisa diuji. Kita hanya bisa menguji kisah-kisah masa lalu dengan menganalisa ceritanya yang diwarisi saat ini. Ada kisah masa lalu yang mustahil diuji karena informasi yang tersedia tidak cukup. Namun, banyak kisah masa lalu yang bisa diuji secara ilmiah karena menyediakan informasi yang cukup. Ketika menguji kesaksian MUJIZAT kita sama sekali tidak menguji apakah kejadian tersebut ilmiah atau tidak? Masuk akal atau tidak. Tujuan utama menguji kesaksian MUJIZAT yang terjadi di masa lalu adalah membuktikan apakah kesaksian tersebut adalah kisah NYATA atau omong kosong belaka berdasarkan informasi yang tersedia. Mari kita menguji apa yang diajarkan oleh Guru Gotama.

1.    Dari satu menjadi banyak, dari banyak menjadi satu.

Kita tidak menguji ke 1 di atas karena informasi yang dimiliki tidak cukup untuk mengujinya.

2.    Dari keadaan tak terlihat menjadi terlihat, dari terlihat menjadi tak terlihat.

Kisah ke 2 tersebut di atas pun tidak diuji karena informasi yang tersedia tidak cukup.

3.    Menembus dinding rumah, dinding kota, pegunungan, seolah-olah melewati ruang kosong.

Tentang kisah ke 3, dikatakan MENEMBUS dinding, artinya dinding yang ditembus tidak berlobang. Tetap ada dan tidak berubah ketika ditembus. Disebut SEOLAH-OLAH ruang kosong artinya baik dinding maupun gunung yang ditembus sama sekali TIDAK kosong. Masalahnya adalah guru Gotama sama sekali tidak menjelaskan bagaimana cara dia menembus gunung atau pegunungan? Dia jalan kaki? Lari? Merayap? Merangkak? Berenang atau Terbang? Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menembus sebuah gunung? Satu menit? Satu jam? Satu hari? Satu minggu? Satu bulan? Bayangkan saja anda ada di Puncak lalu menembus gunung Gede sehingg muncul di Sukabumi.  Karena gunung yang ditembus hanya SEOLAH-OLAH kosong namun tidak kosong sama sekali, maka pertanyaannya adalah, BAGAIMANA dia BERNAFAS sedangkan kita tahu di dalam tanah dan batu tidak ada OKSIGEN seperti di atas tanah.

4.    Menembus ke bawah tanah dan muncul darinya, seolah-olah melewati air.

Mengenai kisah ke 4, sama seperti menembus gunung, pertanyaannya adalah bagaimana cara Guru Gotama bernafas selama di dalam tanah? Umumnya manusia normal akan mati sesak bila tidak bernafas selama 3 menit. Rekor dunia tahan nafas di dalam air yang tercatat dalam Guines Book of Record adalah 22.22 menit. Tom Sietas puasa selama 5 jam untuk memperlambat metabolisme tubuhnya. Dia lalu memenuhi paru-parunya yang 20% lebih besar dari normal dengan oksigen murni. Meskipun banyak guru Yoga yang mengaku mampu menahan nafas selama berjam-jam bahkan berhari-hari namun tidak ada satu pun yang lolos ketika diuji secara ilmiah. Guru Gotama sama sekali tidak bercerita tentang kekuatan supranormal menahan nafas.

Kalaupun Guru Gotama memang bisa menyelam ke dalam tanah, maka dapat dipastikan bahwa dia tidak pernah menyelam terlalu dalam. Itu sebabnya dia tidak pernah bercerita tentang keberadaan danau di dalam tanah (lapisan air), lumpur panas di dalam tanah (magma) apalagi bercerita tentang ruang hampa yang penuh gas dan danau air hitam yang dipenuhi minyak.

5.    berjalan di atas air, seolah-olah di atas tanah.

Kita tidak menguji kisah ke 5 di atas karena informasi yang tersedia kurang memadai.

6.    Terbang ke udara dalam keadaan kaki bersila, seolah-olah ia seekor burung dengan sayap.

Kita juga tidak menguji kisah ke 6 tersebut di atas karena datanya kurang. Namun bila terbang cukup tinggi, Guru Gotama pasti bercerita tentang tiba-tiba sesak nafas, bukan? Dia juga pasti bercerita tentang suhu udara yang makin dingin ketika dia terbang makin tinggi.

7.    Menyentuh dan mengusap matahari dan bulan dengan tangannya.

Ini baru kisah ke 7. Apa yang ada di dalam kepala seorang lelaki dewasa normal dan baik hati serta saleh yang hidup 500 tahun sebelum masehi ketika menatap matahari?

Apakah lelaki itu tahu bahwa bumi adalah sebuah bola dengan diameter 12.756 Km?

Mungkinkah dia tahu bumi berputar pada porosnya dengan kecepatan sekitar 1.674Km/jam?

Mungkinkah lelaki itu tahu bahwa bumi mengelilingi matahari pada lintasannya dengan kecepatan sekitar 10.722 Km/jam?

Apakah lelaki itu tahu bahwa luar angkasa itu dingin sekali, konon, minus 273 derajat dinginnya?

Apakah lelaki itu tahu bahwa jarak dari bumi ke matahari sekitar 149,6 juta Km?

Mungkinkah lelaki itu tahu bahwa matahari bisa memuat 1,3 juta buah bumi?

Tahukah dia bahwa matahari itu panas sekali, sekitar 15 juta derajat Celsius?

Apakah lelaki baik hati itu tahu bahwa matahari sama sekali tidak padat namun cair seperti api?

Andai kata lelaki baik hati dan saleh itu tahu semua informasi tentang bumi dan matahari tersebut di atas, mustahil dia menyembunyikan pengetahuannya dari orang-orang sekampungnya bukan? Namun mustahil lelaki SALEH dan BAIK hati itu tidak tahu semua informasi tentang matahari dan bumi tersebut di atas bukan? Kenapa demikian? Karena dia SUDAH pernah MENGUSAP matahari dengan TANGANNYA. Lelaki itu namanya Sidharta Gautama. Gelarnya Sang Buddha. Menurutnya, bukan hanya dirinya namun ada lebih dari 500 orang lainnya yang juga pernah MENGUSAP matahari. Kisanak, izinkan hai hai menyanyi:

YAK YAK O
YAK YAK O
YAK YAK O

Kisanak, bagaimana cara lelaki baik hati yang saleh itu mengusap matahari? Dia mengulurkan tangannya yang memanjang dan terus memanjang sampai ke matahari? Atau dia duduk bersila kemudian terbang ke udara sampai ke matahati seperti seekor burung yang bersayap? Atau biarkan PEMBUAL terus MEMBUAL sampai MENYANGKAL bualannya sendiri? Ha ha ha ha ….

Bagaimana dengan jurus mengusap bulan? Ha ha ha ha …. Setelah membaca kisah menguliti jurus mengusap matahari mustahil nggak mampu menguliti jurus mengusap bulan, helai demi helai seperti menguliti bawang bombai, bukan. Ha ha ha …….

8.    Menguasai dengan tubuhnya sejauh dunia Brahma.

Ah ….. Kisanak, hai hai kehilangan semangat untuk menguji lagi. Jadi biarkan kisah ke 8 tersebut tidak diuji.

Kisah Menguliti Ilmu Membaca Pikiran

Menurut Guru Gotama, Ilmu membaca pikiran terdiri dari 4 jurus yaitu:

1.    Sarana tanda
2.    Mendengar suara manusia dan dewa
3.    Mendengar getaran pikiran
4.    Mental menembus arah kecenderungan mental

Informasi yang ada tentang jurus Sarana Tanda, Mendengar suara manusia dan dewa serta Mental menembus arah kecenderungan mental tidak cukup bagi kita untuk melakukan pengujian. Itu sebabnya kita hanya menguji jurus Mendengar getaran pikiran.

Kadang-kadang kita tahu apa yang akan dikatakan seseorang sebelum dia mengucapkannya. Sering sekali orang lain sudah tahu padahal kita baru memikirkannya. Kenapa demikian? Sebagian orang percaya hal itu terjadi karena otak memancarkan gelombang pikiran dan mampu menangkap gelombang pikiran orang lain seperti radio dua arah atau handy talky. Bila demikian, kenapa kemampuan membaca pikiran orang lain dan mengirim pikiran kepada orang lain hanya terjadi kadang-kadang?

Karena semua orang memancarkan gelombang pikirannya dengan kekuatan yang hampir sama pada frekuensi yang sama, maka gelombang otak yang ada di udara pun berjejal dan saling menghambat. Apabila berlatih dengan tekun maka seseorang akan lebih peka menangkap dan membedakan gelombang-gelombang pikiran yang ada di udara. Dengan cara demikianlah dia membaca pikiran orang lain. Dengan ketekunan yang sama dia akan mampu memancarkan gelombang yang jauh lebih kuat dari orang-orang lainnya kepada orang yang dikehendakinya. Dengan cara itulah dia mengirim berita langsung ke pikiran orang lain. Kemampuan membaca pikiran orang lain dan mengirim berita langsung ke pikiran orang lain disebut Telepati. Di dalam dunia perdukunan Indonesia, kemampuan demikian dinamakan ilmu Merogoh Sukma atau Menembus Sukma. Itulah yang diajarkan oleh guru Gotama sebagai: Mendengar getaran pikiran orang.

Menguliti Jurus Mujizat Pengajaran

Perilaku seseorang ditentukan oleh pikirannya. Gelombang radio yang kuat akan menenggelamkan gelombang radio yang lemah sehingga yang terdengar hanya gelombang radio yang kuat. Pikiran yang kuat bisa menenggelamkan pikiran yang lemah sehingga yang terdeteksi hanya pikiran yang kuat. Hipnotis adalah mengendalikan seseorang dengan memancarkan pikiran yang kuat untuk menenggelamkan pikirannya sehingga dia menganggap pikiran yang kuat itu sebagai pikirannya sendiri. Kemampuan Hipnotis diperoleh dengan melatih kekuatan pikiran dan kemauan. Di dalam dunia perdukunan Indonesia, Hipnotis dikenal dengan nama Gendam dan Sirep. Itulah yang disebut Mujizat Pengajaran oleh Guru Gotama.

Saya telah bertemu dengan banyak Budhis yang mengajarkan bahwa Jurus membaca pikiran alias telepati dan jurus mujizat pengajaran alias hipnotis telah terbukti secara ilmiah kebenarannya oleh para ilmuwan. Para ilmuwan telah menemukan fakta bahwa otak memang memancarkan gelombang listrik yang frekuensinya bisa diukur dengan akurat menggunakan mesin.

Kerabatku sekalian, para ilmuwan memang mengajarkan bahwa otak memancarkan gelombang listrik dan gelombang listrik tersebut bisa dideteksi dengan alat. Namun, apabila yang diajarkan oleh Guru Gotama itu benar dan GETARAN pikiran yang dimaksudkannya adalah gelombang otak yang selama ini dideteksi oleh para ilmuwan, maka para ilmuwan pasti bisa membedakan dengan tepat, gelombang otak seseorang ketika dia memikirkan kata “TOLOL LU!” dan “GOBLOK SIA!” Namun, sayang sekali para ilmuwan sama sekali belum mampu melakukan hal demikian. Di samping itu, tanpa kontak mustahil mendeteksi gelombang otak. Itu berarti gelombang otak sama sekali tidak seperti gelombang radio yang merambat lewat udara.

Agama di masa mendatang adalah agama kosmik. Agama tersebut  seharusnya melampaui (transcend) konsep Tuhan yang bersifat pribadi (personal God) dan menghindari dogma-dogma teologi. Dengan mencakup bidang alam dan spiritual, agama itu harus didasari pada makna agama yang lahir dari pengalaman terhadap segala fenomena, natural, dan spiritual, dan penyatuan yang bermakna. Buddhisme menjawab deskripsi ini. Bila ada agama yang dapat mengatasi kebutuhan pengetahuan modern, agama tersebut adalah agama Buddha. Albert Eistein.

Saya sering sekali bertemu dengan Budhis yang bilang kutipan di atas adalah ucapan Albert Eistein di konferensi Science and Religion – Princeton – New Jersey –  Mei, 19 1939. Banyak handai taulan yang lalu bertanya, benarkah Albert Einsten mengucapkan paragraf tersebut di atas? Jawabannya adalah: Albert Einsten TIDAK pernah mengucapkan paragraf tersebut di atas SEUMUR hidupnya. Bila demikian dari mana para BUDDHIS tahu bahwa kutipan di atas adalah UCAPAN Albert Einstein? Tentu saja dari OTAK Albert Einsten. Mereka MENDENGAR getaran PIKIRAN Albert Einsten lalu mengutipnya. Itu sebabnya Albert Einsten TIDAK pernah mengucapkan kutipan tersebut. Kenapa demikian? Karena SUDAH keduluan para Buddhis. Ha ha ha ha ha ha …

Kesimpulan:

DKP: Mukjizat kesaktian dan fenomena menakjubkan lainnya sangat lumrah dalam pandangan agama Buddha. Menurut agama Buddha, sekalipun tanpa adanya keyakinan pada agama apapun atau makhluk Adikuasa, seseorang juga bisa memperoleh kesaktian bila ia melatih metode tertentu dengan benar.

DKP: Agama Buddha mengenal kekuatan batin yang dianggap orang awam sebagai manifestasi mukjizat, tapi bagi agama Buddha, istilah “mukjizat” dimunculkan dalam benak orang awam karena tidak memahami corak sejati dari pikiran dan alam semesta.

Ha ha ha ha ha ha ….. Kerabatku sekalian, bagaimana? Anda sudah memahami ALAM semesta bukan? Itu berarti anda BUKAN orang AWAM lagi. Oleh karena itu anda PASTI memahami CORAK SEJATUI dari pikiran lelaki baik hati yang SALEH itu ketika bersaksi dirinya punya JURUS MENGUSAP MATAHARI, bukan? Ha ha ha ha ha …. Itu bukan MUJIZAT namun MAU JILAT alias MENCARI pujian dengan MENCURI kebajikan. Ha ha ha ha … Itu sebabnya hai hai suka sekali pada IMAN BUDDHA yang tidak melandaskan ajarannya pada keimanan atau lebih tepatnya lagi, keyakinan yang membuta. Buddha lebih menekankan pada observasi atau pengamatan yang saksama.

DKP = Djoko Mulyono, Petrus Santoso dan Kristiyanto Liman

42 thoughts on “Jurus Mengusap Matahari Guru Gotama

  1. Al-Qur`an Membongkar Kesesatan Kristen
    On 25 December 2011, in Umum, by Nashruddin Syarief

    Kristen, atau disebut al-Qur`an dengan Nashrani, adalah salah satu agama di samping Yahudi, yang sering disoroti kesesatannya oleh al-Qur`an. Itu disebabkan mereka ahlul-kitab (pemeluk agama yang semula diajarkan kitab Allah swt) atau utul-kitab (pernah diberi kitab wahyu) yang kemudian menyimpang karena mengubah kitab tersebut dan merusak ajarannya. Sepantasnya, mereka menjadi dua penganut agama yang lebih dahulu beriman kepada Nabi Muhammad saw, tetapi nyatanya menjadi dua penganut agama yang paling sering menentang Nabi Muhammad saw, sampai sekarang.

    Kristen sering disebut secara bersamaan dengan Yahudi sebagai ahlul-kitab karena memang pada faktanya mereka menyepakati satu kitab yang sama, yakni lembaran-lembaran kitab yang diyakini sebagai Taurah atau Hebrew Bible atau Perjanjian Lama. Bedanya dengan Yahudi, Kristen kemudian meyakini adanya Perjanjian Baru yang diberikan Tuhan mereka kepada Yesus (mencakup Injil Markus, Matius, Lukas, Yohanes, dan surat-surat Paulus, Yakobus, Petrus, Yohanes, dan Yudas yang diyakini diilhami oleh Yesus), sementara Yahudi tidak.

    Penamaan Kristen itu sendiri dinisbatkan kepada Kristus, terjemahan Yunani dari “Almasih” yang berarti orang yang dipilih oleh Tuhan sebagai penyelamat sekaligus kemudian menjadi Tuhan. Sementara Nashrani (jamak: Nashara), menurut Imam Ibn Katsir, berasal dari kata nashara; menolong. Nama itu disematkan kepada mereka dikarenakan budaya saling tolong menolong di antara mereka, atau kesiapan mereka untuk menjadi penolong (anshar) Nabi ‘Isa as. Ada juga yang berpendapat bahwa Nashrani berasal dari kata Nashirah (Nazaret), tempat Nabi ‘Isa as dan para pengikutnya tinggal menetap dan menyebarkan ajarannya (Tafsir Ibn Katsir QS. Al-Baqarah [2] : 62).

    Untuk mengetahui lebih lengkap bagaimana doktrin dan ajaran Kristen hari ini—yang disebut oleh al-Qur`an sudah ikhtilaf dari Islam atau kufur—berikut ini penulis sajikan dialog penulis dengan seorang pendeta berinisial “H” bergelar magister teologi dari Princeton, USA (M.Th., serupa dengan M.Ag dari UIN). Dialog ini berlangsung tahun 2008 silam melaui email, pertanyaan dicetak tebal dari penulis, sementara jawaban tidak dicetak tebal dari pendeta “H”.

    Siapa sebenarnya Allah dalam ajaran Kristen. Bagaimana hubungannya dengan Yesus dan Roh Kudus?

    Bersumber Alkitab; Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Allah adalah pencipta langit dan bumi serta segala isinya termasuk manusia. Yesus adalah penyataan Allah dalam diri manusia (Yohanes 1:18). Roh Kudus adalah penyataan Allah dalam Roh. Segala jabatan yang diberikan kepada Allah Bapa, juga diberikan kepada Putra (Yesus) dan Roh Kudus.

    Konsep Trinitas dinilai bermasalah. Menjelaskan 3 dalam 1 dan 1 dalam 3 dinilai terlalu membingungkan. Sebagian pihak menyitirnya sebagai saduran dari agama-agama pagan. Dan di internal Kristen sendiri hal tersebut bukannya tanpa kontroversi dan penolakan substansial?

    Dalam Alkitab banyak sekali ayat-ayat yang menunjukkan hal itu, bahwa ke’tritunggal’an itu ada sejak awal penciptaan (Kejadian 1:1-2; Yohanes 1:1). Ketiganya esa dan ada dari kekal sampai kekal (Alfa & Omega dan Awal & Akhir, Wahyu 1:8,17;2:8;21:622:13). Bila ada yang menganggap hal itu adalah saduran dari agama pagan, dapatkah kita memikirkan adanya ke’tritunggalan’ dalam pribadi Allah sejak penciptaan lalu dalam perkembangan agama-agama dalam Yudaisme dan Kristen wahyu itu terjaga namun dalam agama-agama pagan gambaran itu kabur menjadi ‘trimurti’? Mayoritas kalangan Kristen menerima ke’tritunggal’an Allah sekalipun ada sekte-sekte seperti Saksi-Saksi Yehuwa dan Kristen Tauhid yang menolaknya.

    Dalam beberapa naskah bible klasik ditemukan ayat yang menegaskan bahwa Tuhan Kristen itu Tunggal. Termasuk di dalam Ulangan 6 : 4 yang berbunyi, “Dengarlah hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa.”?

    Ayat Ulangan 6:4 biasa disebut Shema (bhs. Ibrani, yang artinya Aqidah) tentang ke’Esa’an Allah (bhs Ibrani: Echad). Sekalipun ada yang mengartikan ‘Echad’ sebagai ‘tunggal,’ Echad juga merupakan kesatuan yang terpadu berbagai pihak. ‘Echad’ memiliki beberapa arti, bisa menyebut tunggal (sendirian) tetapi juga ‘kesatuan, semua bersama.” Dalam ‘Penciptaan’ Echad digunakan untuk menunjukkan keaslian atau kesatuan masa datang yang terpecah. Arti kata ‘echad’ juga berarti ‘kesatuan daging’ antara suami isteri (one flesh, Kejadian 2:24), dan juga ‘kesatuan umat’ antara dua suku yang bergabung (one people, Kejadian 11:6;34:16,22). Kedua penggunaan ‘echad’ ini mengandung pengertian kesatuan yang jamak. Dalam Perjanjian Lama, Echad belum digunakan sebagai istilah teologis, karena itu tidak bisa digunakan dalam hubungan dengan monotheisme.

    Mengenai kedudukan Yesus sebagai “putra” dan “sabda Allah”, bagaimana mengompromikan hal ini?

    Baik label ‘putra’ maupun ‘sabda,’ keduanya merupakan perlambangan. Putra menunjukkan semacam hubungan Bapa-Anak sedangkan Firman menunjukkan kalam yang keluar dari Allah. Keduanya saling melengkapi: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1).

    “Kisah penyaliban” Yesus sendiri dinilai bermasalah dan sangat mengganggu dalam bangunan Iman Kristen?

    Mungkin bagi kekristenan liberal kisah penyaliban Yesus dinilai bermasalah dan sangat mengganggu dalam bangunan Iman Kristen, namun bagi kekristenan konservatif penyaliban adalah fakta sejarah yang memiliki makna penebusan yang luar biasa sebagai ganti dosa manusia. Data-data sejarah termasuk karya Josephus menyebut mengenai peristiwa penyaliban, kematian dan kebangkitan Yesus, dan berdasarkan kebangkitan itulah terjadi kesaksian umat Kristen kemana-mana. Misi Kristen bertumpu pada penyaliban, kematian dan kebangkitan Yesus (1Korntus 15). Kotbah pertama Petrus di hari Pentakosta justru memberitakan kabar baik penyaliban, kematian dan kebangkitan Yesus (Kisah 2:29-33). Tidak ada penyaliban, kematian dan kebangkitan Yesus, tidak akan ada misi Kristen ke seluruh dunia.

    Beberapa naskah bible menyatakan bahwa Yesus adalah nabi, seperti halnya Muhammad, dan bukan Tuhan?

    Dalam pengertian Alkitab Perjanjian Lama dan Baru, Yesus sebagai penyataan Allah telah menjalankan tiga tugas yang ada dalam Perjanjian Lama, yaitu sebagai Nabi, Imam dan Raja. Namun disamping Yesus juga Allah (Yohanes 1:1), Yesus juga mengaku dirinya sebagai Tuhan: “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi, jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu.” (Yoh.13:13-14).

    Dalam Perjanjian Baru dengan mudah dan banyak sekali bisa dijumpai pernyataan bahwa ‘Yesus Adalah Tuhan’ (Yohanes 20:28), jadi dalam Perjanjian Baru yang umumnya ditulis pada abad pertama, Yesus sudah dipercaya sebagai ‘Tuhan’ karena itu anggapan bahwa ‘Yesus diangkat sebagai Tuhan dalam Konsili Nicea (325)’ menunjukkan bahwa Alkitab Perjanjian Baru belum dibaca dengan benar.

    Paulus adalah seseorang yang tidak sezaman dan tidak pernah bertemu Yesus, dan ajaran-ajarannya banyak bertentangan dengan para pengikut Yesus awal di Yerussalem. Tapi kemudian ia menjadi semacam Rasul bagi Kristen. Apakah ada teks khusus dalam kitab suci tentang penunjukan Paulus tersebut, yang berasal dari sabda Yesus atau Tuhan sendiri—bukan dari Paulus—? Dan bagaimana bapak menjelaskan tentang Kristen Pauline/Paulus yang saat ini berkembang?

    Rasul Paulus pernah bertemu dengan Yesus dan mendapat tugas khusus sebagai rasul, dan ini dicatat dalam Kisah Para Rasul yang bukan ditulis oleh Paulus: “Dalam perjalanan ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kau aniaya itu…. Tetapi firman Tuhan kepadanya (Ananias): “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.” … “Saulus saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” (Kisah Para Rasul 9:3-17).

    Dalam teologia liberal memang surat-surat rasul Paulus dilepaskan dari konteks Injil seakan-akan berdiri sendiri, namun bagi umat Kristen yang tulus dan membaca Alkitab Perjanjian Baru secara utuh, tidak dibedakan antara teologi Injil dan teologi Paulus, karena keduanya tumpang-tindih dan saling melengkapi.

    Ajaran-ajaran Paulus ini kemudian dikukuhkan oleh Konsili-konsili. Dan hal ini bukan berarti kosong dari pertentangan. Beberapa pengkritik menilai bahwa hal tersebut tidak terlepas dari geopolitik yang mendominasi pada saat itu. Jelasnya doktrin-doktrin agama Kristen lebih kental politiknya, daripada murni agamanya. Penjelasan bapak?

    Perlu disadari bahwa umat Kristen sudah memiliki Alkitab yang keseluruhannya ditulis pada abad pertama, dan pada saat itu kitab-kitab Perjanjian Baru sudah ditulis lengkap dan sudah beredar luas di kalangan Kristen pada masa dimana banyak saksi-mata (yang menyaksikan pelayanan Yesus) masih hidup. Konsili pertama diadakan di Nicea (tahun 325) berurusan dengan pengajaran Arius yang menolak berita Alkitab bahwa ‘Yesus itu Tuhan,’ jadi konsili bukan mengukuhkan ajaran Paulus, tetapi mengukuhkan pengajaran Alkitab. Teori politik memang didengungkan oleh para pengikut ‘Jesus Seminar’ namun perlu disadari bahwa kekristenan dan ajaran-ajarannya justru lahir dari suasana yang sebaliknya yaitu mereka dikejar-kejar, dianiaya, bahkan dimakankan singa di Colleseum (lihat gambaran dalam film Quo Vadis), namun iman Kristen terus bangkit sejalan dengan Tuhan Yesus yang bangkit yang mereka yakini dan beritakan.

    Bibel dinilai tidak ada yang otentik. Alasannya, tidak kurang dari 5000 naskah Bibel klasik yang ada di Vatikan satu sama lainnya berbeda bahkan bertentangan. Bahkan Hebrew Bibel lebih parah lagi, riwayat penulisannya tidak diketahui. Bagaimana warga Kristen mengimani kitab tersebut sebagai benar-benar sabda Tuhan?

    Semua kitab suci (tidak terkecuali Al-Quran) hadir dalam tradisi oral sebelum dituliskan, dan dalam hal kitab suci Kristen, tradisi oral itu kemudian dituliskan dengan disaksikan oleh banyak saksi mata yang masih hidup yang dapat mengimani dan mengkoreksi tulisan itu. Pernyataan yang menyebut bahwa di Vatikan ada 5000 naskah Bible yang satu sama lain berbeda bahkan bertentangan adalah tuduhan yang dilebih-lebihkan oleh mereka yang tidak mempercayai Alkitab sebagai firman Allah. Mereka yang percaya mengerti Alkitab dan menyadari kelemahan manusia dalam proses salin-menyalin, dan perbedaan penafsiran tertentu tidak mengurangi kebenaran Alkitab sebagai firman Allah. Bagaimana umat Kristen mengimani Alkitab sebagai sabda Tuhan? Dengan Iman dan kesaksian Roh Kudus!

    Efek yang kemudian timbul adalah hermeneutika. Apakah bapak menyetujui metodologi penafsiran tersebut? Kalau tidak, metode penafsiran seperti apa yang bapak gunakan?

    Hermeneutika adalah keniscayaan, artinya semua naskah sastra harus dimengerti secara hermeneutis, sebab tulisan manusia itu harus dimengerti dari latar belakang bahasa, budaya, sejarah, maupun tujuan menulis dan dalam konteks apa tulisan itu berada. Umat Kristen mempercayai Alkitab sebagai firman Allah bukan dalam pengertian semua ayatnya diturunkan dari sorga, tetapi firman yang ditulis dengan ilham Roh Kudus (2Timotius 3:15-16), untuk inilah diperlukan hermeneutika untuk mengerti apa sebenarnya berita benar dibalik keterbatasan manusia dengan sastranya itu. Namun bagi umat Kristen, hermeneutika harus didasarkan hukmat yang berasal dari Allah bukan hikmat yang berasal dari akal manusia, sebab hasilnya akan berbeda sekali.

    Kritikan al-Qur`an

    Di zaman al-Qur`an turun, agama Kristen sudah menjadi Kristen Pauline, yang mendasarkan banyak ajarannya pada surat-surat Paulus, dengan doktrin-doktrin ajaran sebagaimana diuraikan dalam dialog di atas. Maka dari itu, tidak heran kalau kemudian al-Qur`an banyak memvonis “kufur” kepada Kristen di zaman turunnya al-Qur`an tersebut, dan itu terus berlaku sampai sekarang. Dalam hal ini kita tidak perlu terjebak pada dikotomi kebenaran “subjektif-objektif”. Dalam artian, kita dipandang tidak ilmiah jika menilai Kristen kufur dari kacamata Islam/al-Qur`an, sebab itu subjektif. Kebenaran yang objektif itu adalah menilai Kristen dari kacamata orang Kristen itu sendiri. Jika ini yang diyakini, maka kita termasuk orang-orang yang tidak mengerti konsep haq dan bathil. Haq itu dari Allah swt, sudah diturunkan-Nya melalui al-Qur`an dan hadits, bukan dari “subjektif-objektif”.

    Dalam dialog di atas, terdapat dua tema pokok yang menjadi dasar dari ajaran Kristen, yaitu:

    Pertama, ketuhanan Yesus putra Allah sekaligus firman Allah. Yesus [Yunani]/Jesus [Inggris]/Joshua [Ibrani]/‘Isa [Arab], oleh al-Qur`an dengan tegas dinyatakan ibn Maryam; putra Maryam, bukan putra Allah swt, sebab Allah swt ahad, as-shamad, lam yalid wa lam yulad.

    Para pendeta Kristen Najran memang pernah mempersoalkan ayat-ayat tentang ‘Isa ibn Maryam yang disebutkan al-Qur`an sebagai kalimah-Nya dan ruh-Nya yang langsung ditiupkan pada Maryam (QS. An-Nisa` [4] : 171). Menurut mereka ini menjadi dalil yang kuat bahwa antara ‘Isa (Yesus) dengan Allah satu zat; ‘Isa bagian dari Allah dan Allah bagian dari ‘Isa. Meskipun tidak pernah ditemukan tafsir langsung dari Nabi saw tentang maksud ‘Isa ibn Maryam kalimah Allah dan ruh-Nya, dan itu menurut Ibn Katsir menjadi indikator bahwa ayat tersebut mutasyabihat, tetapi sudah menjadi prinsip ajaran Islam bahwa yang jadi standar ajaran itu ayat muhkam, bukan mutasyabihat. Dalam hal ini, sudah muhkam bahwa Allah swt Esa/Ahad, tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Jelas sebuah kekufuran yang menilai Allah berputra dan kemudian putranya tersebut jadi Tuhan (QS. An-Nisa` [4] : 171, QS. Al-Ma`idah [5] : 17, 72-77). Tentang ‘Isa, QS. Az-Zukhruf [43] : 59 dengan jelas menyebutnya sebagai hamba Allah swt bukan anak Allah swt, dan tentang penciptaannya tidak jauh beda dengan penciptaan Adam, diciptakan dari tanah lalu diputuskan “kun” maka jadi (QS. Ali ‘Imran [3] 59. Rujuk penjelasan Ibn Katsir dalam Tafsir Ibn Katsir QS. Ali ‘Imran [3] : 7).

    Tentang penyaliban Yesus yang menjadi dasar ajaran Kristen juga dibantah oleh al-Qur`an pernah terjadi. Yang benar Yesus/’Isa as diangkat oleh Allah swt ke langit, dan kelak sebelum kiamat akan turun ke bumi untuk meluruskan penyimpangan Kristen dan membunuh al-Masih Dajjal (QS. An-Nisa` [4] : 157-159 dan penafsirannya dalam Tafsir Ibn Katsir). Secara bukti ilmiah kesejarahan, sebagaimana diakui pendeta “H” di atas hanya ditemukan pada karya Josephus yang tidak sezaman dengan Yesus. Maka dari itu pas kalau kemudian al-Qur`an menyebutnya hanya berdasar zhann; praduga.

    Kedua, kedudukan Bibel/Alkitab. Dari dialog di atas, bisa terlihat bahwa pendeta “H” menyadari betul bahwa Alkitab ditulis oleh manusia dan tidak jauh beda dengan karya sastra lainnya, sehingga perlu menggunakan hermeneutika (sebuah metode penafsiran yang mempertimbangkan latar belakang psikologis, biologis, dan sosiologis penulis juga penerima tulisan). Meskipun pendeta “H” berdalih bahwa Alkitab ditulis atas ilham roh kudus, tetap saja tidak bisa disembunyikan bahwa perbedaan antara satu sama lainnya adalah sebuah fakta yang tidak mungkin untuk dikompromikan mana Alkitab yang asli langsung dari Tuhan. Terlebih pada faktanya baik Injil yang ditulis Markus, Matius, Lukas, ataupun Yohanes, semuanya berbahasa Yunani, padahal Yesus/’Isa bukan orang Yunani dan tidak berbahasa Yunani. Pengakuan bahwa Injil tersebut ditulis di masa Yesus dan murid-muridnya masih hidup, terbantahkan dengan fakta bahwa Injil itu pada kenyataannya berbeda-beda isi dan kandungan ajarannya. Kalau memang ditulis di masa Yesus semestinya hanya satu versi seperti al-Qur`an. Apalagi jika yang dimaksud Alkitab itu juga adalah surat-surat Paulus dan koleganya yang tentu semakin memperjelas campur tangan manusia dalam pemalsuan agama Nabi ‘Isa as, meski diklaim bahwa itu berdasarkan titah Nabi ‘Isa as/Yesus.

    Al-Qur`an jelas saja mengkritisi habis kesesatan mereka dalam hal ini melalui berbagai ayatnya. Menurut al-Qur`an mereka sengaja melakukan tahrif; pengubahan ayat-ayat kitab Allah (QS. Al-Baqarah [2] : 75, an-Nisa` [4] : 46, al-Ma`idah [5] : 13 dan 41). Dengan tegas al-Qur`an juga menyinggung bahwa kitab mereka tidak lebih dari sebuah karya sastra yang ditulis oleh mereka sendiri, bukan betul-betul merupakan wahyu Allah swt (QS. Al-Baqarah [2] : 79).

    Ini menjadi sebuah dasar argumentasi yang kuat bahwa apa yang dikemukakan oleh Kristen tentang doktrin agama dan itu mereka rujukkan pada Alkitab mereka (baik Perjanjian Lama [yang juga dipakai Yahudi] atau Perjanjian Baru), tidak bisa dipandang sebagai sebuah kebenaran, sebab Alkitabnya sendiri sudah jauh dari kebenaran.

    Al-Qur`an memang menyinggung tidak semuanya dari penganut Kristen ini yang kemudian enjoy dalam kekufuran mereka. Ada beberapa di antara mereka yang ketika mendengar ajaran Islam, kemudian beriman kepada Nabi Muhammad saw sebab meyakini bahwa itu adalah di antara yang diajarkan kitab mereka (QS. Ali ‘Imran [3] : 113-115, 199, al-Ma`idah [5] : 82-85). Artinya, meskipun Alkitab mereka sudah diubah, tetap saja masih ada celah-celah dari Alkitab tersebut yang memungkinkan orang-orang Kristen mendapatkan kejelasan kebenaran terkait agama Allah swt. Di antara mereka adalah Kaisar Heraklius dari Bizantium (tetapi ia kemudian tetap memilih kufur), Negus/Najasyi dari Habsyi/Ethiopia, Pendeta Waraqah dari Makkah yang wafat beberapa saat sesudah Nabi pulang dari gua Hira, Buhairah dari Syam, dan beberapa pendeta Kristen lainnya.

    Hal ini juga yang kemudian diserukan al-Qur`an kepada penganut Kristen sebagai kalimah sawa`; kesamaan dasar ajaran antara Islam, Kristen, dan Yahudi, meski dua agama terakhir lebih banyak yang tidak mengakuinya. Kalimah sawa’ itu sendiri sebagaimana dijelaskan QS. Ali ‘Imran [3] : 64 adalah pengakuan akan kemahatunggalan Allah swt, menjauhi syirik dan tidak kultus individu sampai tingkat menuhankan. Kalimat sawa` lainnya, sebagaimana dijelaskan dalam ayat sebelumnya (QS. Ali ‘Imran [3] : 81) adalah keimanan terhadap semua rasul dan kitab yang dikirimkan oleh Allah swt, termasuk di antaranya Muhammad saw yang disebutkan al-Qur`an terlalu jelas untuk ditolak keberadaannya [al-bayyinah] (Lihat juga QS. Al-Baqarah [2] : 146-147, al-A’raf [7] : 157 dan al-Bayyinah [98] : 1-8). Artinya, bagi pengaut Kristen yang mau membuka mata dan hatinya, dasar-dasar ajaran agama itu sebenarnya masih ada dalam Alkitab mereka, meski sudah sangat samar, dan itu sebenarnya cukup untuk menjadi bekal segera beralih agama pada Islam.

    Jika semua fakta kebenaran yang diajukan al-Qur`an ini masih diragukan atau dibantah, al-Qur`an mengajarkan kepada umat Islam untuk langsung menantang mereka yang meragukan tersebut mubahalah; saling mendo’akan laknat kepada siapa yang berbohong terhadap Allah swt, untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah. Jika itu harus ditempuh oleh umat Islam, jangan selangkah pun mundur ke belakang, sebab Islam jelas ada dalam kebenaran: “Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.” (QS. Ali ‘Imran [3] : 61). Nashruddin Syarief

  2. pada seatu keempatan dikelas pak guru memberi pertanyaan kepada para muridnya.

    bapak guru :siapa bintang porno terkenal jaman kerajaan romawi ha yo siapa yang bisa menjawab?

    murid:saya tahu pak jawabannya.

    bapak guru:ya pintar kamu kalau begitu jawabannya apa?

    murid: jawabanya adalah tuan yesus pak guru.

    bapak guru: 100 buat kamu.

    bapak guru: karena tuan yesus adalah seorang bintang porno terkenal didunia makanya para umatnya sekarang di amerika banyak umatnya yang menjadi bintang porno.kalian harus tahu tuan yesus pernah berzinah dengan seorang wanita yang namaya kalo nggak salah magdalena.

  3. tuan yesus adalah icon pornografi internasioanal yang paling abadi.makanya sekarang dia menjadi kerak neraka saat ini.

  4. Apakah anda bisa membuktikan kalo cerita2 yang ada di Alkitab itu bukan dongeng? Contoh cerita kitab Kejadian! Apakah anda bisa buktikan kalo Musa itu bukan tokoh fiktif?

      • Moses Story is just a Fiction

        Para Arkeolog telah menghabiskan banyak energi dan sumber daya yang sangat besar untuk mencari bukti yang mendukung di Mesir dan situs-situs kuno lainnya berkaitan dengan Kitab Keluaran tetapi mereka tidak bisa menemukan satu pun referensi berkaitan dengan kisah Keluaran Yahudi di mana pun kecuali di dalam Perjanjian Lama. Para Arkeolog menyisir gurun Sinai untuk mencari bukti migrasi massal orang Israel. Tidak ada satu pun bukti arkeologi bahwa terjadi migrasi besar tersebut.

        Menurut Perjanjian Lama dalam Kitab Keluaran: 38:26. . . yang berumur dua puluh tahun atau lebih, jumlah orang Israel dilaporkan 603.550 orang. Sedangkan dalam Kitab Bilangan 26:51 Jumlah orang Israel dilaporkan 601.730 orang. Ini adalah jumlah pria Israel berusia dua puluh atau lebih, belum termasuk perempuan dan anak-anak.

        Seharusnya ada banyak bukti peninggalan dari orang-orang Israel yang tinggal di gurun Sinai selama empat puluh tahun. Harus ada beberapa pecahan tembikar, sejumlah tulang hewan , makam manusia, sisa2 sampah manusia, dan sebagainya. Tetapi tidak ada bukti migrasi besar seperti itu!

        http://www.thetruthshall.com/MosesStory.htm

        • @jesus hates you, ha ha ha ha …. Seharusnya, para arkeolog itu MEMBACA Alkitab dulu dengan TELII dan hati-hati sebelum gentayangan menggali. haha ha ha … Alkitab mencatat dengan TEGAS dan GAMBLANG kok, kenapa TIDAK ada peninggalan dari bangsa Israel yang gentayangan di padang gurun.

          • No Proof or Evidence of Exodus: Christian Apologetic

            No direct archaeological evidence has been found for Abraham, Isaac, Jacob, the 400-plus years in Egypt, or the Israelites’ miraculous exodus from slavery. No physical trace has been found of 40 years in the Sinai wilderness, and nothing outside of the bible shows Moses existed. The exodus cannot be treated as history because there is no support for it except the bible. The authors of Exodus would have been familiar with Egyptian conditions if the book had been written in Egypt, and exodus first appeared when the Ptolemies in the third century BC translated the scriptures into Greek for the library of Alexandria. The exodus was then composed from a Persian account of Jews being Egyptian slaves because Canaan had been an Egyptian colony for centuries. Israelite settlements showed no Egyptian culture in their archaeological remains. They were uniform with those of the Canaanites, so they were not immigrants from Egypt but native Canaanites. A reply to Christians who seek to justify the biblical exodus.

            Tidak ada bukti arkeologi langsung yang telah ditemukan terkait Abraham, Ishak, Yakub, masa 400 tahun lebih di Mesir, atau eksodus ajaib bangsa Israel dari perbudakan. Tidak ada jejak fisik yang telah ditemukan selama masa 40 tahun di padang gurun Sinai, dan tidak ada bukti di luar Alkitab yang menunjukkan bahwa Musa itu ada. Kitab Keluaran tidak dapat diperlakukan sebagai sejarah karena tidak ada dukungan untuk itu kecuali hanya ada didalam Alkitab. Para penulis kitab Keluaran tentu sudah tidak asing dengan kondisi orang Mesir jika kitab tersebut ditulis di Mesir, dan kitab Keluaran pertama kali muncul ketika dinasti Ptolemaic di abad ketiga SM menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Yunani untuk perpustakaan Alexandria. Kitab Keluaran tersebut kemudian disusun dari catatan orang Yahudi yang menjadi budak orang Mesir karena Kanaan pernah menjadi koloni Mesir selama berabad-abad. Permukiman orang Israel tidak menunjukkan budaya Mesir di sisa-sisa arkeologi mereka. Mereka seragam dengan orang-orang Kanaan, sehingga mereka bukan imigran dari Mesir tetapi asli orang Kanaan. Sebuah jawaban bagi orang Kristen yang berusaha untuk membenarkan kitab Keluaran.

            http://www.askwhy.co.uk/truth/350Exodus.php

            • jesus hates you: Kitab Keluaran tidak dapat diperlakukan sebagai sejarah karena tidak ada dukungan untuk itu kecuali hanya ada didalam Alkitab.

              kisanak, anda pikir anda SIAPA sehingga merasa punya KUASA? ha ha ha ha ha ha …..MEMANGNYA anda SUDAH menemukan BERAPA banyak BUKTI atas pernyataan anda di atas? ha ha ha ha … Hanya membaca SATU atau DUA blog anda pun menjadi PAKAR sejarah? ha ha ha ha …..

              mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, kisanak, saat ini saya masih MENULIS dengan Alkitab sebagai standar kebenaran dan SUMBER pustaka. Suatu saat nanti saya akan menulis tentang SEJARAH Israel dan MEMBONGKAR kesalahan-kesalahan tentang sejarah Israel Made In para Science Fiction alias FIKSI Ilmiah yang anda beri linknya. Namun tidak sekarang.

              Sebagai nasehat, kenapa anda TIDAK MENGUJI apa yang anda BACA secara Ilmiah untuk tahu apakah yang anda BACA itu memang SCiENCE atau SCIENCE Fiction? ha ha ha ha …

              • http://wiki.answers.com/Q/Is_there_evidence_of_Israelite_slavery_in_Egypt

                Is there evidence of Israelite slavery in Egypt?

                There is no evidence at all. There are no inscriptions from the relevant period that ever mentioned the Israelites. Although the ancient Egyptians kept extraordinarily detailed records of their daily lives, including all kinds of contracts and transactions, they never mentioned a race of slaves in their midst, even over a supposed period of 430 years. This omission is all the more surprising if we literally accept the number of Hebrew slaves claimed by the Book of Exodus – 600,000 fighting men, equivalent to 2.5 million men, women and children, or two thirds of the Egyptian population at the time. At a time when average life expectancy was around 50 years, the Israelites were said to live for 120 to 137 years. The Egyptians could be expected to want to know the secret of almost eternal youth, yet nothing was ever written about slaves who lived to such great ages. No Egyptian wrote of the great plagues of Moses and the loss of the slaves was never mentioned even though, if true, this would have had a devastating impact on the Egyptian economy, no doubt making many contracts unenforceable. Conversely, there is no reference in the Bible to the Egyptian dominion over Canaan, an omission that by itself strongly suggests that the biblical record is not historic.

                There is no archaeological evidence of large-scale Hebrew presence in Egypt, nor of the 40 year sojourn in the desert, nor of the conquest of Canaan. Even if the band of fleeing Hebrews had been much smaller than claimed, they would still have left some evidence behind. Archaeologists say they have found occasional camp-site evidence from previous centuries as well as from later periods, but nothing from the Exodus.

                Apakah ada bukti perbudakan orang Israel di Mesir?

                Tidak ada bukti sama sekali. Tidak ada catatan dari periode yang relevan yang pernah menyebutkan orang Israel. Meskipun orang Mesir kuno menyimpan catatan yang sangat detail tentang kehidupan sehari-hari mereka, termasuk semua jenis kontrak dan transaksi, mereka tidak pernah menyebutkan ras budak di tengah-tengah mereka, bahkan selama periode yang diperkirakan yaitu 430 tahun. Tidak dicantumkannya perihal tersebut bahkan lebih mencengangkan lagi jika kita secara harfiah menerima bahwa jumlah budak Yahudi seperti yang diklaim oleh Kitab Keluaran adalah sebanyak 600.000 prajurit laki-laki, setara dengan 2,5 juta laki-laki, perempuan dan anak-anak, atau dua pertiga dari jumlah penduduk Mesir pada saat itu. Pada saat tingkat harapan hidup rata-rata sekitar 50 tahun, orang Israel dikatakan mempunyai tingkat usia 120-137 tahun. Orang Mesir bisa diperkirakan ingin mengetahui rahasia awet muda yang hampir abadi, namun tidak pernah tercatat tentang para budak yang hidup sampai usia yang begitu panjang. Tidak ada satu orang Mesir pun yang menulis tentang wabah besar Musa dan juga hilangnya para budak tidak pernah disebutkan meskipun, jika benar, ini akan berdampak buruk pada perekonomian orang Mesir, tidak diragukan lagi membuat banyak pekerjaan tidak dapat dilaksanakan. Sebaliknya, tidak adanya referensi di dalam Alkitab yang menyebutkan tentang kekuasaan orang Mesir atas Kanaan, ini merupakan sebuah kelalaian yang dengan sendirinya sangat menunjukkan bahwa catatan yang ada di Alkitab itu bukan lah sejarah.

                Tidak ada bukti arkeologi kehadiran orang Yahudi dalam skala besar di Mesir, maupun selama masa 40 tahun tinggal di padang pasir, dan juga tentang penaklukan Kanaan. Bahkan jika orang Yahudi yang melarikan diri jauh lebih kecil jumlahnya dari yang diklaim, mereka masih akan tetap meninggalkan beberapa bukti dibelakang. Para arkeolog mengatakan bahwa mereka sesekali telah menemukan bukti situs kemah dari abad2 sebelumnya serta dari periode sesudahnya, tapi tidak ada bukti situs dari kisah yang ada di Kitab Keluaran.

                • @jesus hates you, tidak ada tulisan tentang orang Israel di Mesir hanya MEMBUKTIKAN tidak ada tulisan tentang orang Israel di Mesir. Mustahil menjadikannya BUKTI yang tertulis di Alkitab bukan kisah nyata. Tidak ada penemuan Arkeologi tentang Israel di padang gurun hanya BUKTI para Arkeolog TIdak menemukan sisa peradaban bangsa Israel di padang gurun. Mustahil menjadikannya BUKTI yang tercatat di dalam Alkitab salah. SEBeNARNYA semua ILMUWAN mengetahui kebenaran demikian. Itu sebabnya yang MENENTANG kebenaran demikian PASTI bukan Ilmuwan.

                  Memangnya ada orang Mesir yang MENULIS tidak ada orang Israel di MEsir? Memangnya ada orang MEsir yang MENULIS tidak terjadi 10 bencana di Mesir? Memangnya ada orang Mesir yang menulis tidak ada Yusuf di Mesir? Bila anda PERCAYA tidak ada orang Isrel di MEsir karena TIDAK ada orang MESIR yang menulisnya kenapa anda PERCAYA tidak ada orang Israel di Mesir padahal TIDAK ada orang Mesir yang MENULIS demikian?

                  bila anda PERCAYA tidak ada penemuan Arkeologi tentang pengembaraan bangsa Israel di padang gurun adalah BUKTI bangsa Israel tidak pernah ada di Padan Gurun, kenapa anda percaya bangsa Israel tidak pernah ada di padang Gurun padahal TIDAK ada penemuan Arkeologi tentang hal demikian?

                  Kisanak, APLE to APLE! itu namanya ADIL!

                  • http://hubpages.com/forum/topic/57101

                    Was Moses a myth?

                    I enjoy researching subjects and I tend to read a lot of stuff that some might find boring, but I can’t find independent evidence of the existence of Moses outside of a few chapters in the Bible and the tradition of his existence.

                    Egyptian history has no reference to the seven plagues including the killing of their firstborn and no record of a slave revolt and the army being lost in pursuit.

                    So does anyone have any evidence anywhere that Moses is more than just a myth?

                    …, tapi saya tidak bisa menemukan bukti independen dari keberadaan Musa di luar dari beberapa bab dalam Alkitab dan tradisi tentang keberadaannya.

                    Sejarah orang Mesir tidak memiliki referensi tentang ke tujuh malapetaka termasuk pembunuhan anak sulung mereka dan tidak ada catatan pemberontakan budak dan tentara yang hilang dalam pengejaran.

                    Jadi adakah seseorang yang memiliki bukti dimana saja bahwa Musa adalah lebih dari sekedar sebuah mitos?

                    • jesus hates you: …, tapi saya tidak bisa menemukan bukti independen dari keberadaan Musa di luar dari beberapa bab dalam Alkitab dan tradisi tentang keberadaannya.

                      TIDAK BISA? emang gua pikirin? Nanti kalau SUDAH bisa kasih tahu saya ya. Kalau belum BISA ya harus rajin-rajin belajar.

                      Alkitab mencatat 7000 kata YHWH. suatu hari seorang Arkeolog menemukan sebuah BATU dengan tulisan mirip-mirip YHWH. entah siapa yang memulainya lalau MUNCULLAH ajaran bahwa YHWH adalah nama DEWA yang disembah oleh bangsa Kanaan lalu DIAMBIL Alih oleh bangsa Israel. Orang-orang DUNGU lalu bilang Ajaran demikian BENAR karena ADA BUKTI sejarahnya. apa bukti sejarahnya? Yaitu sebuah batu dengan tulisan mirip-mirip YHWH. kisanak, yang demikian BUKAN ilmu pengetahuan namun FIKSI ilmiah alias Science fiction.

                      Para penulis alkitab SUDAH membusuk jadi tanah. Para pelaku yang tercatat di dalam Alkitab juga sudah membusuk menjadi tanah semuanya. Alkitab mencatat hanya Yesus yang TIDAK membusuk menjadi tanah namun naik ke sorga. di Perjanjian Lama, Musa dan Elia juga tidak MATI. ALKITAB! Hanya itu yang kita MILIKI saat ini.

                      Banyak orang Kristen MENGAGUL-AGULKAN diri PERCAYA Yesus. Benarkah mereka percaya kepada Yesus? MUSTAHIL! kenapa demikian? Karena TIDAK ada satu orang pun yang PERNAH bertemu Yesus dalam generasi ini. Anda MUSTAHIL percaya yang tidak anda KENAL! Terjadi adalah orang-orang Kristen itu PERCAYA pada Alkitab. Alkitab itu mengajarkan Bahwa Yesus adalah bla bla bla dan Yesus mengajarkan bla bla bla …….

                      Anda DATANG kepada hai hai dan BILANG bahwa anda MAU percaya Alkitab KALAU ada Arkeolog yang BILANG Alkitab itu BENAR. Di samping itu anda JUGA ingin agar hai hai dan SEMUA orang yang membaca tulisan anda TIDAK PERCAYA Alkitab karena tidak ada Arkeolog yang BILANG Alkitab benar. Ha ha ha ha ha … NGACA dulu dong kisanak, anda pikir anda SIAPA sehingga hai hai dan para PEMBACA harus percaya kepada anda? ha ha ha ha ha …..

                      Alkitab adalah KITAB PELAJARAN. bila anda TIDAK mau atau TIDAK mempercayainya, itu masalah anda. Anda TIDAK perlu MENCARI-CARI ALASAN untuk membela DIRI karena TIDAK ada orang yang MASUK penjara gara-gara nggak percaya Alkitab, dalam generasi ini. ha ha ha ha ….

  5. Buat kalian semua (termasuk BENGCU) , ga usah mengurusi Dan menghakimi agama lain..
    Jalan kan Saja agama yg kalian jalani dengan tulus Dan ikhlas..
    Tidak Ada yg kalian dapatkan Dari menghakimi Dan menghina agama lain..
    Ngerti?

    • @VinZ, pinjem kalimat Arya, DEMI TUHAN saya nggak pernah MENGURUSI agama LAIN. Saya hanya MENGUJI dan MEMBERITAHU hasil pengujian saya kepada SESAMA umat Manusia bahwa kisah Guru Gotama MENGUSAP matahari BUKAN kisah NYATA namun PEPESAN kosong belaka. Anda MERASA agama anda TERHINA karena hai hai MENGUNGKAPKAN kebenaran? ha ha ha ha ha ….. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, EMANG GUA PIKIRIN? ha ha ha ha …

  6. http://www.nytimes.com/2007/04/03/world/africa/03exodus.html?_r=1

    North Sinai Journal
    Did the Red Sea Part? No Evidence, Archaeologists Say

    That prompted a reporter to ask about the Exodus, and if the new evidence was linked in any way to the story of Passover. The archaeological discoveries roughly coincided with the timing of the Israelites’ biblical flight from Egypt and the 40 years of wandering the desert in search of the Promised Land.

    “Really, it’s a myth,” Dr. Hawass said of the story of the Exodus, as he stood at the foot of a wall built during what is called the New Kingdom.

    “If they get upset, I don’t care,” Dr. Hawass said. “This is my career as an archaeologist. I should tell them the truth. If the people are upset, that is not my problem.”

    “Sometimes as archaeologists we have to say that never happened because there is no historical evidence,” Dr. Hawass said, as he led the journalists across a rutted field of stiff and rocky sand.

    Recently, diggers found evidence of lava from a volcano in the Mediterranean Sea that erupted in 1500 B.C. and is believed to have killed 35,000 people and wiped out villages in Egypt, Palestine and the Arabian Peninsula, officials here said. The same diggers found evidence of a military fort with four rectangular towers, now considered the oldest fort on the Horus military road.

    But nothing was showing up that might help prove the Old Testament story of Moses and the Israelites fleeing Egypt, or wandering in the desert. Dr. Hawass said he was not surprised, given the lack of archaeological evidence to date. But even scientists can find room to hold on to beliefs.

    Apakah Laut Merah Terbelah? Tidak ada bukti, Kata Arkeolog

    Yang mendorong wartawan untuk bertanya tentang Kitab Keluaran, dan jika bukti baru terkait dengan cara apapun dengan kisah Paskah. Penemuan arkeologi yang kurang lebih bertepatan dengan waktu pelarian orang-orang Israel dari Mesir seperti yang dikisahkan dalam Alkitab dan masa 40 tahun mengembara di padang gurun untuk mencari Tanah Perjanjian.

    “Sungguh, itu adalah sebuah mitos,” kata Dr. Hawass tentang kisah Keluaran, saat ia berdiri di kaki dinding yang dibangun selama apa yang disebut sebagai Kerajaan Baru.

    “Jika mereka marah, aku tidak peduli,” kata Dr. Hawass. “Ini adalah karir saya sebagai seorang arkeolog. Saya harus memberitahu mereka kebenaran. Jika orang-orang marah, itu bukan masalah saya. ”

    “Kadang-kadang sebagai arkeolog kita harus mengatakan bahwa tidak pernah terjadi karena tidak ada bukti sejarah,” kata Dr. Hawass, saat dia memimpin para wartawan menyeberangi lapangan bekas lintasan roda yang berpasir keras dan berbatu.

    Baru-baru ini, penggali menemukan bukti lava dari gunung berapi di Laut Mediterania yang meletus pada tahun 1500 SM dan diyakini telah menewaskan 35.000 orang dan menyapu habis desa-desa di Mesir, Palestina dan Semenanjung Arab, kata para pejabat di sini. Para penggali yang sama menemukan bukti sebuah benteng militer dengan empat menara persegi panjang, sekarang dianggap benteng tertua di jalan militer Horus.

    Tapi tidak ada yang muncul yang mungkin bisa membantu membuktikan kisah Musa di Perjanjian Lama dan orang-orang Israel yang melarikan diri dari Mesir, atau yang mengembara di padang gurun. Dr. Hawass mengatakan bahwa dia tidak terkejut, mengingat kurangnya bukti arkeologi hingga saat ini. Tetapi bahkan para ilmuwan dapat menemukan ruang untuk berpegang pada keyakinan mereka.

    • jesus hates you: Apakah Laut Merah Terbelah? Tidak ada bukti, Kata Arkeolog

      Bukti apa yang diinginkan oleh Arkeolog? Kereta-kereta perang bangsa Mesir dengan TULISAN orang Mesir, “kami TENGGELAM di sni karena MUSA membelah Laut MErah dengan tongkatnya.” ha ha ha ha ha …

      • http://globalfire.tv/nj/03en/religion/moses.htm

        The Five Books of Moses are fiction. Moses never existed. The Exodus never took place and Abraham never lived. The entire story about Jewishness is an invention: “Fiction Moses. Amongst archeologists it is nowadays regarded as certain that Moses never existed. … Niels Peter Lemche, Danish Old Testament researcher, emphasized that Abraham never lived. Nor did Isaak and Jacob ever exist.

        Lima Kitab Musa adalah fiksi. Musa tidak pernah ada. Kisah Keluaran tidak pernah terjadi dan Abraham tidak pernah hidup. Seluruh cerita tentang Yahudi adalah sebuah rekaan: “Cerita fiksi Musa. Di antara para arkeolog pada saat ini meyakini bahwa Musa tidak pernah ada. … Niels Peter Lemche, orang Denmark peneliti Perjanjian Lama, menekankan bahwa Abraham tidak pernah hidup. Demikian pula Issak dan Jacob tidak pernah ada.

        • @jesus hates you, Karena anda menganggap Alkitab adalah FIKSI, saya mau bilang apa lagi, kisanak? Ha ha ha ha …. Apakah Abraham Ishak dan Yakub adalah manusia atau tokoh dongeng, sama sekali tidak menjadi masalah sebab yang kita miliki saat ini HANYA Alkitab. Tidak ada gunanya untuk membuktikan Mereka manusia nyata atau tokoh dongeng belaka sebab mustahil mengujinya. ha ha ha .. Nggak ada orang Mesir yang menulis mereka ada bukan? Juga tidak ada orang Mesir yang menulis bahwa mereka tidak ada.

          • Hahaha… Ternyata modal anda cuma iman doang. Anda sama sekali tidak bisa membuktikan kebenaran Alkitab. Anda tidak mampu untuk membuktikan kalo kisah2 yang ada di Alkitab itu bukan dongeng.

            • @jesus hates you, saya tidak perlu membuktikan apa pun kisanak. Anda MINTA hai hai MEMBUKTIKAN kisah-kisah dalam Alkitab bukan DONGENG dengan BUALAN Arkeolog sebagai STANDAR kebenaran? Dengan TEMUAN Arkeologi sebagai STANDAR kebenaran? ha ha ha ha ha …… Gusdur bukan manusia SEJATI sebab TIDAK ada temuan arkeologi tentang Gusdur kan? ha ha ha ha ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.