Bukan Melekat Namun Semua Alat Musik Memainkan Nada-Nadanya


KKetika membaca koran dan majalah atau mendengar radio bahkan menonton berita televisi tentang mayat-mayat bergelimpangan karena KELAPARAN, meskipun berkata, “KASIHAN ya!” namun anda tidak BERDUKA. Kenapa demikian?

Karena tidak ada IKATAN CINTA KASIH antara yang mati dan yang hidup

Ketika seorang handai taulan yang selama bertahun-tahun menderita KANKER shingga KESAKITAN maka anda pun berkata, “Syukurlah akhirnya dia LEPAS dari penderitaannya.” namun anda SANGAT berduka cita akibat kematiannya. Kenapa demikian?

Karena ada ikatan CINTA KASIH antara yang HIDUP dan yang MATI.

Banyak orang BODOH yang mengajarkan bahwa IKATAN cinta KASIH yang menyebabkan DUKA (SUSAH HATI) namanya KEMELEKATAN. Mereka bilang: KEMELEKATAN adalah PENILAIAN yang BERLEBIHAN atas suatu OBYEK.

Orang-orang BODOH itupun getol sekali, dengan TOLOL-nya mengajarkan bahwa MANUSIA harus MEMBEBASKAN diri dari KEMELEKATAN, agar hidupnya BAHAGIA alias mendapat PENCERAHAN. Apa yang terjadi KEMUDIAN? Yang terjadi kemudian adalah PEPESAN kosong yang dinamakan KEMELEKATAN. Banyak orang lalu berlomba MEMBICARAKAN dan BERKHAYAL melepaskan dIRI dari KEMELEKATAN. Ketika diajari bahwa PEPESAN kosong itu hanya OMONG kosong, mereka pun memilih untuk kekeh jumekeh BEBAL dan hidup TERUS dalam diskusi KOSONG tentang KEMELEKATAN sambil MENGAGUL-AGULKAN:

DKP: Agama Buddha tidak melandaskan ajarannya pada keimanan atau lebih tepatnya lagi, keyakinan yang membuta. Buddha lebih menekankan pada observasi atau pengamatan yang saksama.

Manusia adalah MAKLUK CINTA. Sebagai MAKLUK cinta, manusia perlu MENCINTAI dan perlu DICINTAI. Hanya MENCINTAI memang menjadikan BAHAGIA namun tidak CUKUP. Hanya DICINTAI memang membuat BAHAGIA namun itun tidak CUKUP. BAHAGIA baru sempurna bila MENCINTAI juga DICINTAI. Itu sebabnya dikatakan, “BAHAGIA adalah MENCINTAI dan DICINTAI pada waktu bersamaan. Itu sebabnya, guru Mozi (470-391 SM) mengajarkan:

Jika semua manusia di kolong langit (tianxia 天下)  saling mengasihi dalam waktu bersamaan (jian xiang ai 兼相愛), mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri, masih adakah yang tidak berbakti? Bila semua orang memperlakukan ayahnya, kakaknya, penguasanya seperti diri sendiri, masih adakah yang membenci dan tidak berbakti? Masih adakah yang tidak berbuat baik? Bila semua orang memperlakukan adiknya, anaknya, bawahannya seperti diri sendiri, siapa yang harus dibenci? Bila semua alasan untuk tidak berbakti dan tidak berbuat baik telah musnah, masih adakah yang mencuri dan membunuh? Bila semua orang menganggap rumah orang lain sebagai rumahnya sendiri, siapa yang akan mencuri? Bila semua orang menganggap hidup orang lain sebagai nyawanya sendiri, siapa yang akan membunuh? Maka tak ada lagi yang disebut pencuri dan pembunuh. Apakah para bangsawan masih saling mengacaukan kota dan para rajamuda masih saling menyerang negeri? Bila semua orang menganggap kota orang lain sebagai kota sendiri,  siapa yang akan mengacau? Bila semua orang menganggap negeri orang lain sebagai negeri sendiri, siapa yang akan menyerang? Mozi – Jian ai shang 4

Apa yang terjadi ketika orang yang dicintai MATI? DUKA CITA alias SUSAH HATI. apakah SUSAH HATI karena ditinggal mati adalah PENDERITAAN? mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, hanya orang-orang DUNGU yang menganggap hal demikian adalah PENDERITAAN. Hanya orang-orang DUNGU yang MENDERITA karena ditinggal MATI. Hanya orang-orang yang TIDAK bercinta kasih yang berkeluh-kesah setelah ditinggal mati. Kenapa demikian? Karena perasaan DUKA alias SUSAH HATI karena DITINGGAL mati adalah PERASAAN yang INDAH. Hanya para PECINTA ulung  yang mampu MERASAKAN dan MENIKMATI keindahannya.

Apa yang dirasakan seseorang ketika orang yang dicintainya MATI? CINTA KASIH! Itu bukan SUSAH HATI namun CINTA KASIH. CINTA yang MURNI tanpa PAMRIH. Dia sudah MATI. Aku baru TAHU, aku benar-benar MENCINTAINYA. Aku baru TAHU, SEDALAM inilah aku MENYAYANGINYA. Aku baru TAHU, SEDASYAT inilah cinta kasihku padanya. Sangat MURNI dan tanpa PAMRIH. Aku baru TAHU, betapa DALAM, dan MURNI serta DASYATNYa cinta kasihnya padaku selama ini. Aku baru TAHU setelah TAHU tidak akan MENIKMATI cinta kasihnya lagi. Aku baru tahu setelah dia MATI. Selanjutnya para PECINTA ulung pun hidup dengan KENANGAN. Hidup dengan KENANGAN, bukan karena CINTA telah hilang. JUGA bukan hidup dengan MENGINGAT-INGAT cinta di masa lalu. Hidup dalam KENANGAN karena yang DICINTAI dan yang MENCINTAI tidak saling BERTEMU lagi. CINTA-nya sendiri TIDAK pernah HILANG. Itulah CINTA tanpa PAMRIH. CINTA karena MENCINTAI. CINTA karena DICINTAI. Hanya CINTA. Tak ada yang lainnya. Hanya cinta. Itulah yang kunamakan KENANGAN CINTA.

Kenapa SUSAH HATI ketika seseorang MATI? Karena TIDAK mencintainya namun MENGASIHANI diri sendiri. DIA sudah MATI! Dia TIDAK akan MEMBUATKU (MAKE) bahagia lagi. KASIHAN sekali kau, oh DIRIKU, dia TIDAK akan membuatmu (MAKE) bahagia lagi. Apa yang selanjutnya TERJADi? Aku MENANGISI hari-hariku dengan KELUH KESAH karena dia TIDAK membuatku BAHAGIA lagi. Aku MENGASIHANI diriku karena yang selalu membuatku senang tidak ada lagi. Dia Sudah MATI. Aku tidak punya CINTA namun masih banyak PAMRIH. Tidak ada CINTA hanya PAMRIH. Itulah SUSAH HATI karena ditinggal MATI.

Bukan MELEPASKAN diri dari KEMELEKATAN namun MEMBIARKAN semua ALAT MUSIK memainkan NADA-NADA-nya lalu mencari CARA untuk membantu semua NADA itu bersolek membentuk SINERGI dalam HARMONI. Itulah yang diajarkan oleh sahabatku Paulus Mintarga kepadaku melalui Rempah Rumah Karya.

Merry,
Aku kangen

Catatan:
DKP: Djoko Mulyono, Petrus Santoso dan Kristiyanto Liman , Studi Banding Agama Kristen dan Buddha.

Rempah Rumah Karya adalah sebuah rumah yang dibangun dengan mendengarkan MATERIAL berbicara.

9 thoughts on “Bukan Melekat Namun Semua Alat Musik Memainkan Nada-Nadanya

  1. @ Antara Ikatan Cinta Kasih dan Bahagia

    Manusia adalah MAKLUK CINTA, perlu MENCINTAI dan DICINTAI. Itulah yg menjadikan manusia BAHAGIA. Itu pula yg menyebabkan adanya IKATAN CINTA KASIH antar manusia. Itu adalah KODRAT. Itu sebabnya manusia tidak mungkin MAMPU membebaskan diri dari IKATAN CINTA KASIH dan TANPA ikatan cinta kasih gak mungkin manusia BAHAGIA. Itu sebabnya melepaskan diri dari IKATAN CINTA KASIH agar BAHAGIA adalah pepesan kosong.

    Begitu maksudnya ya Ko atau gimana?

    • @mama nia, anda benar! Manusia itu iBARAT gitar. PERASAAN manusia itu ibarat SENAR-SENARNYA. Kita haru MENYETEM setiap senar itu agar mengeluarkan NADA yang PAS. Kemudian memainkannya sehingga muncullah LAGUNYA. TIDAK memainkan semuanya mustahil muncul lagu yang indah. Manusia umumnya MENOLAK rasa SEDIH padahal RASA SEDIH itu ada KEINDAHANNYA sendiri. Saya ambil CONTOH, tentang almarhum adik saya Merry. Rasa RINDU kepada Merry ada keindahannya tersendiri. “RASA rindu TANPA kesempatan untuk BERTEMU” memang terdengar SUMBANG namun “RASA rindu tanda BERHARAP (menuntut) untuk ketemu” adalah RASA RINDU yang sangat halus dan MURNI. indah sekali. Oleh karena itu, nona, kia TIDAK HARUS menolak PERASAAN ini dan ITU sebab yang HARUS kita lakukan adalah MENEMUKAN nadanya lalu MEMAduKANNYA dngan nada-nada yang lain agar terdengar musiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.