HA SHEM Sang Nama


Gambar: stereomusicconnection.com

Tidak ada orang Kristen yang menyangkal YHWH sebagai nama Tuhan. Tidak ada orang Kristen yang menentang orang yang HANYA ingin menyapa Tuhan dengan nama YHWH. Juga, tidak ada orang Kristen yang menentang orang yang tidak MAU menyapa Tuhan dengan nama Allah. Namun, orang Kristen menentang ajaran:

1.    YHWH tidak boleh diterjemahkan atau diganti
2.    Menerjemahkan YHWH berarti menghujat YHWH
3.    Menerjemahkan YHWH berarti menyembah ilah lain
4.    Menyembah Allah berarti menyembah ilah lain
5.    Menggunakan kata Allah berarti tidak tenggang rasa kepada umat Islam

Manusia Berkuasa Memberi Nama

Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Kejadian 2:19

Allah memberi KUASA kepada manusia untuk memberi nama kepada segala sesuatu. Dengan nama itulah selanjutnya segala sesuatu itu dikenal. Apakah segala sesuatu memerlukan nama? Apakah batu perlu nama? Apakah pisang perlu nama? Apakah kutu kupret perlu nama? Apakah anjing perlu nama? Saya tidak tahu! Baik batu, pisang, anjing maupun kutu kupret tidak pernah menyatakan  bahwa mereka memerlukan nama.

Manusia memerlukan nama. Manusia memerlukan nama bagi segala sesuatu agar dapat memahami dan membedakannya. Manusia memerlukan nama bagi dirinya agar orang lain dapat mengenali dan membedakannya serta menyapanya. Sang Pencipta memberi kuasa kepada manusia untuk memberi nama karena hanya manusialah yang memerlukan nama. Manusia mengamati alam lalu memberinya nama. Manusia mengamati tumbuhan lalu memberinya nama. Manusia mengamati binatang lalu memberinya nama. Sang Pencipta menyatakan diri lalu manusia memberi-Nya nama.

Memanggil Sang Pencipta

Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN. Kejadian 4:26

Adam memperanakkan Set dan Set memperanakkan Enos, saat itulah manusia mulai memanggil nama Sang Pencipta. Nama apakah yang diserukan ketika manusia memanggil Sang Pencipta?

Kapan sebuah nama menjadi sebuah nama? Sebuah nama menjadi nama ketika seseorang mulai memanggil dengan nama itu. Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus itu ESA. Mustahil Ketiga-Nya memerlukan NAMA untuk saling menyapa. Adam tidak memerlukan nama untuk Sang Pencipta, demikian juga Set. Namun, kenapa setelah Enos lahir, manusia memerlukan nama bagi Sang Pencipta? Manusia memerlukannya untuk membedakan Pencipta dari ciptaan-Nya. Mungkin pula manusia memerlukannya karena menyangka ada lebih dari satu Pencipta dan mereka perlu membedakan satu dari lainnya.  Di samping itu manusia juga membutuhkannya guna memanggil, menyembah, memohon dan menyatakan kasih kepada-Nya. Ketika Sang Pencipta menyatakan diri, manusia memberi-Nya nama. Dengan nama yang diberikan manusialah Sang Pencipta lalu menyatakan diri-Nya dan dengan NAMA itulah manusia memanggil-Nya.

Abraham Memberi-Nya Nama Baru

Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Kejadian 17:1

Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal. Kejadian 21:33

Sang Pencipta menampakkan diri kepada Abraham sebagai El Shadday (Tuhan Yang Mahakuasa), Abraham memberi-Nya nama baru, El Olam (Allah Yang Mahakekal) di Berssyeba..

Hamba Abraham Memberi-Nya Nama Baru

Lalu berkatalah ia: “TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. Kejadian 24:12

Ketika mendapat perintah untuk mencari jodoh bagi Ishak, hamba Abraham berdoa kepada Sang Pencipta. Alih-alih memanggil-Nya El Shadday atau El Elyon atau El Olam, dia justru memberi-Nya baru, Elohei Avraham (Allah Abraham). Dengan nama itulah Sang Pencipta menyatakan diri kepada Ishak.

Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu.” Kejadian 26:24

Hagar Memberi-Nya Nama Baru

Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?” Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered. Kejadian 16:14

Ketika Sang Pencipta menyatakan diri kepada Hagar di padang gurun, Hagar tidak menyapa-Nya dengan nama El Shadday atau El Elyon atau El Olam atau Elohei Avraham namun memberi-Nya nama baru, El-Roi (Dia Yang Melihat Aku). Dengan berlalunya waktu, bangsa Arab lalu mengenali El-Roi sebagai dewa air yang memberi minum Hagar dan Ismail, nenek moyang mereka. Alkitab mencatat, Sang Pencipta tidak menyatakan diri kepada bangsa Arab.

Yakub MemberiNya Nama Baru

Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Kejadian 28:13

Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya. Kejadian 35:7

Karena takut akan kemarahan Esau, Yakub pun merantau ke Padan Aran. Di dalam perjalananya suatu malam Sang Pencipta menyatakan diri kepadanya dengan nama  Elohei Avraham, Elohei Yitschak. Pagi harinya Yakub memberi-Nya nama baru, El Bethel (Allah Yang Rumah-Nya di Betel). Setelah 20 tahun mengabdi kepada Laban, Sang Pencipta kembali menyatakan diri kepada Yakub. Dengan nama apakah Dia menyatakan diri kali ini?

Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.” Kejadian 31:13

Sang pencipta menyatakan diri kepada Yakub dengan nama yang diberikan oleh Yakub kepada-Nya. Namun, Yakub justru memberi-Nya nama baru lain yaitu Pachad Yitschaq (Yang Disegani Ishak). Ketika Sang Pencipta mengubah nama Yakub menjadi Israel, maka sejak itu Sang Pencipta disapa El Elohey Yisrael (Allah Israel).

Seandainya Allah ayahku, Allah Abraham dan Yang Disegani oleh Ishak tidak menyertai aku, tentulah engkau sekarang membiarkan aku pergi dengan tangan hampa; tetapi kesengsaraanku dan jerih payahku telah diperhatikan Allah dan Ia telah menjatuhkan putusan tadi malam.” Kejadian 31:42

Musa Memberi-Nya Nama Baru

Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Keluaran 3:6

Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? — apakah yang harus kujawab kepada mereka?” Keluaran 3:13

Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” Keluaran 3:14

Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. Keluaran 3:15

Sang Pencipta menyatakan diri kepada Musa dengan nama Elohei Avraham, Elohei Yitschak, Velohei Yaakov namun Musa bertanya, “Bagaimana tentang naman-Nya?” Sang Pencipta menjawab, “Ehyeh Asyer Ehyeh artinya AKU ADALAH AKU.”  Apakah ketika mengucapkan kalimat itu Sang Pencipta sedang menyebutkan Nama-Nya? Apabila benar, bukankah nama-Nya Ehyeh Asyer Ehyeh?

Ketika Sang Pencipta menyatakan DiriNya AKULAH AKU, mungkinkah Musa menamai-Nya DIALAH DIA? Ehyeh Asyer Ehyeh artinya AKU ADALAH AKU, mungkinkah YHWH artinya DIA ADALAH DIA atau YANG ADA KARENA ADA? Kita tidak tahu.

Bangsa Israel Memberi-Nya Nama Baru

Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. Keluaran 6:2

Setelah Musa mengenalkan YHWH kepada bangsa Israel dengan nama YHWH, dari generasi ke generasi, baik raja, hakim maupun nabi terus memberi-Nya nama baru yang jumlahnya SERATUS lebih. Dengan nama-nama yang diberikan itulah Sang Pencipta menyatakan diri kepada bangsa Israel.

YHWH disebut Tetragrammaton. Dari generasi ke generasi bangsa Israel, ketika menemukan kata tersebut di dalam kitab suci, menerjemahkannya menjadi Adonai (Tuhan). Ketika membicarakan-Nya mereka menerjemahkannya dengan Adonai (Tuhan), Ha shem (Sang Nama), Adoshem (Tuhan Sang Nama), Shekinah (Yang Tinggal Di Sini), Ein Sof (Sang Kekal), Avinu Malkeinu (Bapa dan Raja Kita), Adon Olam (Tuhan Segenap Alam) dan Ha Makom (Sang Tempat).

Para Theolog Kristen dan Yudaisme umumnya sepakat bahwa YHWH tidak diketahui lagi cara mengucapkannya. Namun, beberapa Theolog mengajarkan bahwa YHWH dilafalkan Yehovah sebagian lainnya mengajarkan untuk melafalkannya Yahwe. Yehovah untuk melafalkan YHWH sudah pasti salah sebab pelafalan itu terjadi karena Theolog salah mengutip YHWH sebagai YHVH. Melafalkan YHWH dengan Yahwe itu mustahil, karena di dalam bahasa ibrani huruf W tidak pernah dilafalkan.

Roh Kudus Mengenalkan Sang Pencipta Kepada Dunia

Bangsa Israel mengenalkan Sang Pencipta kepada dunia pada abad ke 3 SM lewat penerjemahan Perjanjian Lama Septuaginta. Pada hari Pentakosta Roh Kudus mengenalkan Sang Pencipta kepada dunia.

Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: Kisah Para Rasul 2:8

Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?” Kisah Para Rasul 2:12

Alkitab mencatat, ada 16 suku bangsa yang mendengar para rasul berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Sang Pencipta. Dengan nama apakah Roh Kudus mengenalkan YHWH kepada dunia saat itu? Dengan nama apakah roh Kudus mengenalkan Sang Pencipta kepada orang Arab? Apakah dengan nama YHWH, El Shadday, Echad atau seratus lebih nama lainnya? Bila hal demikian yang terjadi, mustahil orang Arab mengenali-Nya sebagai Sang Pencipta. Roh Kudus pasti mengenalkan-Nya dengan nama El, Ilah, Ar Rabb atau Allah sehingga oran Arab mengenali-Nya. Bagaimana dengan orang Roma dan suku-suku lainnya?

Penyembah Berhala Memberi-Nya Nama Baru

Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala. Kisah Para Rasul 17:16

Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: “Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Kisah Para Rasul 17:22

Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Kisah Para Rasul 17:23

Bangsa Romawi menyembah dewa-dewi. Selain menyembah dua belas dewa utama (Dodekatheon), mereka juga menyembah banyak sekali dewa-dewi lainnya. Kedua belas dewa utama itu adalah: Zeus (Jupiter), Hera (Juno), Poseidon (Neptune), Demeter (Ceres), Ares (Mars), Hermes (Mercury), Hephaestus (Vulcan), Aphrodite (Venus), Athena (Minerva), Apollo (Apollo), Artemis (Diana) dan Hestia (Vesta). Selain menyembah dewa-dewi yang dikenal, orang Atena juga menyembah Agnostos Theos (dewa yang tidak dikenal).

Tentang Agnostos Theos Diogenes Laertius (abad ke 3) menulis: Suatu kali penduduk Atena diserang wabah penyakit mematikan. Walaupun sudah meminta tolong kepada dewa-dewi namun bencana itu tak kunjung hilang. Seorang Filsuf yang bernama Epimenides (600SM) menganjurkan agar orang Atena membawa kawanan domba ke Areopagus lalu melepaskannya. Di setiap tempat domba-domba itu berhenti mereka harus mempersembahkan korban bagi dewa penguasa tempat itu. Minimal ada satu atau  beberapa ekor domba yang berhenti di tempat-tempat yang tidak ada dewa penguasanya. Di tempat itulah orang Atena lalu membangun altar untuk memberikan persembahan. Karena tidak ada dewa penguasanya, maka altar atau altar-altar itu tidak diberi nama. Altar atau altar-altar itulah yang kemudian dikenal sebagai altar Agnostos Theos untuk menyembah dewa yang tidak dikenal.

Diogenes Laertius adalah seorang filsuf skeptis, kisahnya sudah pasti dimaksudkan untuk mengejek orang Kristen. Walaupun kisahnya nampak masuk akal namun sama sekali tidak logis. Apabila kisahnya benar, maka tempat yang tidak ada dewa penguasa lokalnya adalah milik Zeus sang raja dewa. Altar Zeuslah yang harus didirikan dan kepada Zeuslah mereka harus mempersembahkan korban.

Agnostos Theos adalah berhala ciptaan bangsa Atena berdasarkan “wahyu” seekor domba. Kenapa Paulus sang rasul memperkenalkan Sang Pencipta dengan nama BERHALA? Ketika Sang Pencipta menyatakan diri, manusia memberi-Nya Nama. Ketika Sang Pencipta menyatakan diri kepada bangsa Atena, mereka memberi-Nya nama Agnostos Theos, itu sebabnya Paulus memperkenalkan Sang Pencipta dengan nama Agnostos Theos. Karena Paulus memperkenalkan-Nya sebagai Agnostos Theos maka Sang Pencipta pun menyatakan diri kepada orang-orang Atena dengan nama itu dan mereka mengenali-Nya dan mengikuti panggilan-Nya.

Allah Adalah Sang Pencipta

Allah adalah kata dalam bahasa Arab. Sebelum agama Islam lahir, Allah disembah oleh kaum Hanif sebagai satu-satunya Sang Pencipta. Walaupun bukan dewa yang populer, namun Allah disembah oleh para penyembah berhala sebagai satu-satunya dewa tertinggi. Orang Yahudi dan orang Kristen yang tinggal di Arab menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan yang mereka sembah. Umat Islam menyembah Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Bagi orang-orang yang tinggal di Arab, apakah dia penyembah berhala, kaum Hanif, Yahudi, Kristen maupun Islam, Allah adalah satu-satunya Sang Pencipta.

Allah Di Nusantara

Tahun 1629, Albert Corneliz Ruyl, seorang pegawai tinggi VOC berpangkat Onderkoftman, menerjemahkan Kitab Matius dari bahasa Yunani ke bahasa Melayu dan Belanda. Pada saat itu dia menerjemahkan Theos menjadi Allah. Kita tidak tahu alasan Albert Corneliz Ruyl menggunakan kata Allah, namun kita tahu, sejak itulah kata Allah digunakan oleh umat Kristen Nusantara di dalam Alkitab bahasa Indonesia. Kemungkinan besar Albert Corneliz Ruyl menggunakan kata Allah karena pada saat itu kata Allah digunakan secara luas oleh orang-orang Nusantara yang umumnya memeluk agama Islam dan kata itu dipahami artinya sebagai satu-satunya Tuhan Yang Mahaesa.

Orang Belanda mengenalkan Sang Pencipta kepada bangsa Indonesia dengan nama Tuhan alias Allah. Dari generasi ke generasi orang Indonesia memahami Allah alias Tuhan sebagai satu-satunya Pencipta sejati. Dengan nama-nama itulah Sang Pencipta menyatakan diri kepada bangsa Indonesia dari generasi ke generasi.

Allah Dan LAI

Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang berdiri tahun 1954 tetap mempertahankan kata Allah alias Tuhan di dalam Alkitab bahasa Indonesia hingga saat ini karena Allah alias Tuhan sudah menyatakan diri dengan kedua nama itu dan bangsa Indonesia sudah memanggil Sang Pencipta dengan kedua nama itu. Seluruh bangsa Indonesia memahami Tuhan alias Allah sebagai satu-satunya Pencipta sejati.

Secara umum kata Allah digunakan untuk menerjemahkan atau mengganti kata Theos (bahasa Yunani) dan El, Eloah, Elohim (bahasa Ibrani) serta Elah (bahasa Aram). Di dalam beberapa ayat kata Allah ditulis dengan huruf kecil, allah yang berarti ilah atau “allah lain” seperti di ayat berikut ini:

Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Keluaran 20:1-3

Beberapa Theolog ahli bahasa Arab menyatakan bahwa LAI tidak seharusnya menggunakan kata “allah” karena hal itu tidak ada di dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia. Allah artinya Tuhan Yang Mahaesa. Seharus LAI menggunakan kata “ilah” atau “ilah lain” untuk menyebut BERHALA atau ilah yang disembah sebagai Allah.

Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.” Keluaran 4:10

Umumnya LAI menerjemahkan YHWH menjadi “TUHAN” dan Adonai menjadi “Tuhan” namun mereka menerjemahkan Adonai YHWH menjadi “Tuhan ALLAH” seperti ayat di bawah ini:

Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.” Kejadian 15:2

Sebagian orang Kristen menganggap LAI melakukan kesalahan FATAL karena tidak konsisten dengan terjemahannya. Menurut mereka seharusnya Adonai YHWH harus diterjemahkan menjadi Tuhan TUHAN. Menurut saya selama LAI melakukannya dengan konsisten menerjemahkan Adonai YHWH menjadi Tuhan ALLAH, maka semua orang yang mempelajari Alkitab akan tahu bahwa Tuhan ALLAH adalah Adonai YHWH.

Nama Yang Dinamakan Manusia Bukan Nama Sejati

Allah Bapa dan Yesus Kristus serta Roh Kudus adalah Ketiganya Yang Esa. Karena ESA, mustahil membutuhkan nama untuk saling menyapa. Sang Pencipta tidak memiliki nama karena Ketiganya Yang Esa tidak memerlukan nama. Manusia memerlukan nama bagi Sang Pencipta agar dapat membedakan-Nya dari ciptaan-Nya. Manusia memerlukan nama bagi Sang Pencipta karena ada manusia lain yang menyembah berhala sebagai Sang Pencipta. Manusiapun lalu memberi Sang Pencipta nama berdasarkan pengenalannya. Pengenalan kepada Sang Pencipta didasarkan atas PENYATAAN diri Sang Pencipta. Dengan nama-nama yang diberikan oleh manusia Sang Pencipta lalu menyatakan diri kepada manusia.

Walaupun menyatakan diri dengan nama yang diberikan oleh manusia namun nama-nama tersebut tidak pernah membatasi penyataan diri Sang Pencipta. Tidak ada satu namapun yang SANGGUP mendefinisikan Sang Pencipta sesuai penyataan-Nya. Ketika Sang Pencipta menyatakan diri kepada seseorang dan orang tersebut merasa nama-nama Sang Pencipta yang dikenalnya tidak sesuai dengan pengenalannya atas Sang Pencipta, maka dia memberi-Nya nama baru atau melengkapi nama yang sudah ada atau menerjemahkannya agar sesuai dengan pengenalannya akan Sang Pencipta sesuai penyataan diri-Nya. Itulah yang terjadi sejak purbakala, dari generasi ke generasi. Itu sebabnya Sang Pencipta tidak memiliki nama karena tidak ada nama yang cocok bagi-Nya, itu sebabnya Dia memiliki banyak nama karena manusia yang dikasihi-Nya selalu menyatakan pengenalannya atas Sang Pencipta dalam bentuk nama. Walaupun memiliki banyak nama namun Sang Pencipta tidak memiliki nama sama sekali karena nama-nama yang dinamakan oleh manusia itu tidak SANGGUP menamai-Nya.

Sejak mencoba mengumpulkan nama-nama Sang Pencipta, saat ini dari kitab Perjanjian Lama, saya sudah mengumpulkan 3 nama yang menggunakan kata Eloah, 34 nama yang menggunakan kata Elohei atau Elohim, 33 nama yang menggunakan kata El, 9 nama yang menggunakan kata Elah, 28 nama yang menggunakan kata YHWH, 5 nama yang menggunakan kata Yah, 7 nama menggunakan kata Adonai, 90 nama lainnya serta 6 nama yang tidak tercatat di dalam Alkitab namun digunakan secara umum oleh bangsa Yahudi Perjanjian Lama sehingga total ada 215 nama. Walaupun sudah banyak nama yang saya kumpulkan namun saya tahu masih banyak nama yang belum saya kumpulkan.

Si BODOH Menyangka Dirinya Pintar

Dalam generasi ini ada sekelompok orang Kristen BODOH yang menyangka dirinya pintar. Dalam kebodohannya mereka mengira telah berlaku pintar sehingga dianugerahi pengetahuan tentang NAMA Sang Pencipta. Dengan penuh semangat mengunakan berbagai strategi dan media mereka mengagul-agulkan kebodohnya karena YAKIN bahwa itulah kepintaran mereka. Mereka tidak tahu bahwa mereka tidak tahu, itu sebabnya mereka menyangka dirinya tahu dan berlaku sok tahu karena menyangka orang lain tidak tahu. Walaupun terkadang di dalam kemarahan saya mengkhayal untuk memblender OTAK mereka satu-persatu lalu menambahkan air ke dalamnya agar ENCER, namun itu hanya khayalan semata. Walaupun prilakunya sangat menyebalkan namun seharusnya kita menaruh belas kasihan kepada mereka.

Mereka menyebut diri Nasrani, beberapa orang Kristen menyebut mereka Yahweisme, saya menyebut mereka Kaum NAMAIS. Mereka YAKIN bahwa Sang Pencipta hanya memiliki satu nama yaitu YHWH. Yang lainnya adalah gelar atau sebutan karena satu-satunya nama Sang Pencipta adalah YHWH. MUSTAHIL yang mereka ajarkan benar, karena YHWH memiliki nama. YHWH memang salah satu nama Sang Pencipta namun bukan satu-satunya nama. Seperti nama Adonai, El, Eloah, Elah, Elohei atau Elohim, maka selain nama, YHWH juga gelar atau sebutan Sang Pencipta.

Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu. Keluaran 34:14

Pada waktu itu kamu akan berkata: “Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!Yesaya 12:4

Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. Zakaria 14:9

dan Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan jauh ke seberang Damsyik,” firman TUHAN, yang nama-Nya Allah semesta alam. Amos 5:27

Apabila YHWH adalah nama SEJATI Sang Pencipta, kenapa YHWH memiliki nama? YHWH nama-Nya Qanna (cemburu). YHWH nama-Nya Echad (satu-satunya). YHWH nama-Nya Sagab (Tinggi) YHWH nama-Nya Elohei Tsevaot (Allah Semesta Alam). Apabila YHWH adalah satu-satunya nama Sang Pencipta kenapa Alkitab masih mencatat DUA RATUS lebih nama setelah nama YHWH dikenalkan oleh Musa? Apabila YHWH memang nama sejati, nama dari kekal hingga kekal, nama yang bukan dinamakan oleh manusia atau dinamakan Sang Pencipta untuk manusia, kenapa setelah menyatakan diri dengan nama itu Sang Pencipta masih menyatakan diri dengan banyak sekali nama? Apabila memang nama sejati, bukankah seharusnya Sang Pencipta secara konsisten menyatakan diri dengan nama YHWH dan menyangkal semua nama lain yang diberikan oleh manusia kepada-Nya?

Allah Adalah Dewa Air Bangsa Arab

Kaum NAMAIS, orang-orang Kristen bodoh yang menyangka dirinya pintar mengajarkan bahwa YHWH tidak boleh diterjemahkan karena menerjemahkan YHWH berarti menghujat nama-Nya atau menyebut nama-Nya sembarangan. Mereka juga mengajarkan bahwa menyembah TUHAN alias Allah bukan menyembah Sang Pencipta, karena Sang Pencipta nama-Nya YHWH. Tuhan alias Allah adalah ilah lain.

Walaupun mengaku Kristen, sesungguhnya mereka Politeis. Walaupun mengaku penyembah Sang Pencipta, sesungguhnya mereka penyembah Iblis dan roh-roh jahat. Alkitab mengajarkan bahwa ilah lain tidak memiliki nyawa dan roh serta kuasa. Orang-orang bodoh itu mengajarkan bahwa ilah lain itu hidup dan berkuasa walaupun tidak sedasyat Sang Pencipta. Alkitab mengajarkan bahwa Iblis dan roh-roh jahat tidak memiliki kuasa untuk menjadi atau menyamar sebagai ilah lain. Orang-orang bebal itu, dengan kisah-kisah bualan kekeh-jumekeh mempertahankan keyakinan mereka bahwa Iblis dan roh-roh jahat berkuasa untuk menjadi ilah. Mereka memang bodoh karena lebih mempercayai bualan dukun dan pengkotbah alam roh dari pada Alkitab.

Walaupun paling berkuasa namun YHWH hanya salah satu dari ilah-ilah yang yang ada, itu sebabnya Dia pun takluk pada HUKUM yang DITETAPKAN oleh orang-orang BODOH itu. Hukum itu adalah: Ilah-ilah memperkenalkan diri kepada manusia dengan namanya masing-masing. Ketika seseorang membuat berhala dan menyembahnya maka berhala itu langsung menjadi ilah lain dan semua manusia, ilah-ilah lain termasuk YHWH harus mengakuinya sebagai ilah sampai kekal. Ilah yang namanya disebut oleh manusia ketika menyembah adalah ilah yang mendapatkan KEMULIAAN.

Mereka mengajarkan. Sang Pencipta nama-Nya YHWH. Allah adalah nama Tuhan orang Islam. Sebelum agama Islam lahir, Allah adalah nama Dewa air yang disembah oleh bangsa Arab sebelum agama Islam lahir. Dewa air adalah Dewa yang menolong nenek moyang bangsa Arab di padang gurun. Meskipun menyembah Sang Pencipta di Gereja, namun bila yang anda sebut adalah nama Allah, itu berarti anda menyembah ilah yang namanya Allah.

Alkitab mencatat, suatu hari nenek moyang bangsa Arab, yang merasa tertindas oleh istri suaminya melarikan diri ke padang gurun. Ketika meratap sendirian dan putus asa dekat sebuah mata air di padang gurun. Dia mendengar suara yang selain menghiburnya juga berjanji akan memberkati keturunannya agar menjadi bangsa yang besar. Nenek moyang bangsa Arab itu menghormati suara itu dengan memberi-Nya nama El-Roi yang artinya “Dia Yang Membesuk Aku” dan menamakan sumur itu Lahai-Roi. Dia lalu kembali ke rumah suaminya dan hidup dalam penindasan istri tuannya (Kejadian 16:6-15).

Kurang lebih Lima belas tahun setelah hari itu, nenek moyang bangsa Arab dengan anaknya diusir dari istana suaminya. Mereka lalu mengembara di padang gurun Bersyeba. Dia benar-benar putus asa ketika air di kirbatnya habis sementara anaknya lemas karena kecapean dan kehausan. Dia tahu anaknya akan mati namun tidak tega melihatnya mati. Itu sebabnya dia lalu membaringkan anaknya di bawah semak dan duduk jauh-jauh di bawah semak lainnya untuk menunggui anaknya mati. Dia menangis putus asa, namun siapa yang akan menolongnya di padang gurun sepi itu?

Dalam putus asanya, nenek moyang bangsa Arab mendengar suara yang pernah menghiburnya kira-kira lima belas tahun sebelumnya. Suara itu menyuruhnya merawat anaknya dan tiba-tiba saja dia melihat sebuah sumur dengan air berlimpah di dekat situ. Tergopoh-gopoh dia mengisi kirbatnya dan memberi minum anaknya. Ibu dan anak itu selamat karena El-Roi menepati janji-Nya memberkati nenek moyang bangsa Arab dan anaknya serta keturunan anaknya (Kejadian 21:9-21).

Walaupun Alkitab tidak mencatatnya, namun tidak sulit bagi kita untuk menyimpulkan bahwa sejak itulah bangsa Arab menyembah Dewa Air, Dewa yang menyelamatkan nenek moyang bangsa Arab dan memberkati bangsa Arab sehingga menjadi bangsa yang besar.

Menerjemahkan Nama Sang Pencipta

Menerjemah adalah menyalin atau memindahkan dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Menafsir adalah mengartikan atau menangkap maksud perkataan atau kalimat tidak menurut apa adanya saja melainkan juga apa yang tersirat dengan mengutarakan pendapatnya sendiri. Pada hakekatnya, menerjemahkan adalah menafsirkan ke dalam bahasa lain sementara menafsirkan adalah menerjemahkan ke dalam bahasa yang sama.

Apakah nama boleh diterjemahkan? Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang melarang juga tidak ada satu hukum pun di dunia ini yang melarang penerjemahan nama. Anda bebas menerjemahkan George Walker Bush menjadi Petani Pejalan Semak. Anda juga bebas menerjemahkan Soeharto menjadi Richie Rich. Selama anda melakukannya dengan konsisten dan memberi informasi yang cukup, maka semua orang yang membaca kisah Petani Pejalan Semak akan tahu bahwa di Amerika dia dikenal dengan nama George Walker Bush. Demikian pula, semua pembaca di Amerika akan tahu bahwa di Indonesia Richie Rich dikenal dengan nama Soeharto.

Menafsirkan dan menerjemahkan nama Sang Pencipta? Bangsa Israel melakukannya, Yesus Kristus melakukannya, Roh Kudus melakukannya begitupun rasul Paulus. Kenapa orang Belanda yang memberitakan Injil di Indonesia tidak boleh melakukannya? LAI tidak boleh melestarikannya? Orang Kristen Indonesia tidak boleh memahaminya?

Untuk membaca blog-blog tentang YHWH yang lain, silahkan klik di SINI.

11 thoughts on “HA SHEM Sang Nama

  1. Dear Hai-Hai, sebelumnya, mohon maaf jika Saudara tidak berkenan dengan komen saya. Saya mungkin memang bukan seorang Kristen, tapi saya menyampaikan komen ini murni karena hendak berbagi dengan Anda dalam sisi intelektual. Juga bukan karena saya seorang Muslim dalam pengertian-nya saat ini. Hanya seorang pencari kebenaran, serta seorang penganut Jalan Spiritual yang berusaha memelihara Sabbath dengan membaca Kitab-kitab-NYA, termasuk Alkitab. Juga tidak bermaksud untuk berdebat, karena saya yakin perbedaan pendapat adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari sebagai manusia. Karena itu saya merasa apa yang Anda tulis tentang sejarah nama “Allah” mungkin mengandung kebenaran juga, tetapi mungkin hanya separuh saja dari suatu kebenaran itu sendiri. Karena itu saya hendak mengembalikan nama-nama-NYA, seperti halnya Anda, kepada Alkitab sendiri supaya ia berbicara kepada kita. Sekali lagi maaf. Salam damai selalu.

    The Name of Allah in the Hebrew Bible

    The name of Allah does not always shine
    From Bible pages like the new-made wine,
    Except of course in Arabic translation,
    Where Alohim is Allah for sensation.
    The Bible much prefers the cognate to
    Allahumma, that’s Alohim, and YHWH.
    The Hebrew aleph-lamedh-he appears
    As name for God in Bibles without tears,
    And that’s not to mention the Chaldee rate
    Of calling God in Scripture Allah great.
    The Torah in just one passage relates
    That lovely name of God within its gates. (Deuteronomy 32:15,17).
    But Nehemiah also shows the light
    Of Allah streaming in the people’s sight
    After captivity in Babylon,
    When Allah’s faith once more came in to dawn. (Nehemiah 9:17).
    In the same verse the prophet shows the word
    Of grace and mercy, rahuum, to be stirred.
    Three times the Psalmist mentions Allah too
    And shows the name a valid one in view.
    The first thing David says, a warning sound
    To both the Jew and Christian come around,
    That Allah will destroy both root and ground
    Of those who forget Allah and none can
    Deliver them, not even Christ the son
    Of David once their ranting has begun. (Psalm 50:22)
    Let Protestant and Catholic beware
    Of setting aside Allah from the fair,
    For such a way leads straight to hell-fire’s lair.
    The second thing that David would command
    Is that the very God of Jacob’s stand
    Is called Allah. So Allah’s no name grand
    Of heathen idol, as sweet Christians claim
    To their wickedness and eternal shame. (Psalm 114:7)
    David’s third word is that Allah will slay
    The wicked, and so He goes from their way. (Psalm 139:19)
    Allah rejects the bloodthirsty man here,
    And so I know that Muslims who appear
    In violence are not Allah’s in kind,
    But are the wicked, hopelessly born blind.
    If David’s witness does not suffice here,
    Then I take Solomon speaking in ear. (Proverbs 30:5)
    “Every word of Allah is pure, and He
    Is a shield for the ones whose trust” to be
    In Him is sure and faithful in decree.
    I pray my trust in God remain before
    The weight of heresy I find in store
    In every faith established upon gore.
    Instead I come to Allah’s sure word now
    And find a purer voice here where I bow.
    Above all other passages I find
    Isaiah’s hopeful proclamation signed
    With Allah’s oneness is the greater word,
    Despite its abuse by the Christian herd. (Isaiah 44:6)
    In this verse YHWH’s called king, redeemer too.
    I here report the story of false Jew
    I met in a church called with a false hue
    A messianic congregation’s crew.
    He claimed that since YHWH was both Israel’s king
    And his redeemer, that shows a clear thing,
    That YHWH is not one being here but two,
    The one who died upon a cross to save
    The world from sin and an eternal grave,
    The other the sweet Father up above
    Who looked down on His son in helpless love.
    How can the eye and heart be ever blind?
    The very text itself gainsays the kind.
    God says that He is first and last and so
    There is no god but He, none fast or slow.
    So few times do the Hebrew Scriptures call
    God Allah in the vasty Scriptures’ hall,
    Except for Job, who likes that word more than
    Any other name under the sky’s span.
    As soon as he begins to speak, he tells
    The world the name of Allah without spells. (Job 3:4)
    He knows Allah is sovereign in all things,
    And so he praises Allah in his stings. (Job 3:23)
    Eliphaz Temanite regards the name
    Of Allah as the one of greatest fame. (Job 4:9)
    He rightly points out that a man cannot
    Be more just than Allah in human plot.
    So when a man complains his fate is rot,
    He is rebelling against divine spot. (Job 4:17)
    He also shows that blessings fall upon
    The one that Allah smites from dawn to dawn
    Correcting him from sinful ways outdrawn. (Job 5:17)
    Job speaks again of Allah who strikes him
    With terrors in array against him grim. (Job 6:4)
    He begs Allah to let him die in grief,
    Since Allah does not bring him to relief. (Job 6:8,9)
    The Arab Bildad does not choose the word
    That Christians now attribute to that herd,
    But Job goes on to wish that he had heard
    The reason for the things that had occurred
    From Allah’s own lips told to his belief. (Job 9:13; 10;2)
    Unlike Bildad, Zohar takes on his lips
    The name of Allah to defend his slips
    In accusation against a just man,
    A perfect one according to God’s plan. (Job 11:5,6,7)
    Job mocks the wisdom of Zohar who shows
    God cannot be searched out for human woes,
    To say Allah is abused by such rows. (Job 12:4)
    Job points out that the ones who will blaspheme
    Allah’s name sometimes prosper with the cream. (Job 12:6)
    Indeed that’s true today, where Muslim’s take
    The name of Allah for violent stake,
    And Christians despise Allah as a god
    Drawn out of a more pagan sort of clod.
    It’s true in five or six passages here
    That word, like Alohim, comes to appear
    In reference to false gods and such undear. (Daniel 11:37-39; Habbakuk 1:11)
    And yet Habbakuk knows Allah, it’s clear. (Habbakuk 3:3)
    Eliphaz throws the accusation back
    On Job, as though his knowledge too were slack. (Job 15:8)
    Job only answers with his tears to say
    To Allah that he hoped to plead his way. (Job 16:20,21)
    Though Allah has brought down on Job such pain,
    Job places confidence through sun and rain
    On Allah and the resurrection’s gain,
    The day when all creation shall return
    Before Allah’s face for the things they earn. (Job 19:6,22,26)
    Job’s friends who do not know these things rely
    On supposition under a clear sky,
    While Allah’s rod does not come down to fly
    Upon them, but Allah lays up the book
    Of their iniquity, and then shall look
    On them for their reward with fire and hook. (Job 21:9,19)
    Eliphaz once more begs Job to repent
    So he can stand before Allah unrent. (Job 22:12,26)
    But Job knows that the evil plague is not
    The proof of wickedness that he had wrought.
    The plague is proof that Allah’s sovereign still,
    And Job gives no doubt to the neighbour’s will. (Job 24:12)
    Job holds his righteousness fast in the way
    While Allah’s spirit is his breath in sway
    That he might call on Allah’s name each day. (Job 27:3,5,8,10)
    And yet a suffering man reserves the right
    To weep upon his grief from night to night,
    Though Allah’s hand is always free of spite. (Job 29:2,4)
    The plaint is justified, since Allah knows
    All things the universe presents in rows,
    And whether righteousness of a man grows. (Job 31:2,6)
    Elihu disagrees, hopes Allah’s great
    Beyond the reach of human thought and state.
    Man need not understand but only pray,
    And Allah will bring down the better day. (Job 33:12,26)
    Elihu’s wrath falls down on other three
    As well as on Job when he will make free
    To justify the sovereignty of God
    By claiming Job is wrong upon the sod.
    He says “None says ‘Where’s Allah my
    Maker, who gives night songs to fly.’” (Job 35:10)
    So the brave young man comes to speak
    For Allah’s sake, as though He’s weak. (Job 36:2; 37:15,22)
    Though Allah sets Job up to answer Him,
    He does not condemn what he said in trim,
    But rather condemns those accusing him.
    Though Allah’s great and sovereign, evil times
    Are not results of suffering men for crimes. (Job 39:17)
    Allah Himself uses the name Allah
    To speak to Job and bow him down in awe. (Job 40:2,9,19)
    That’s only the Hebrew, the Chaldee tongue
    When used in Scriptures Nehemiah’s sung
    And Daniel too when he was old and young
    Refer to Allah more times on the rung,
    And more than three-score ten times show Him fair
    Who is YHWH, Alohim and Allah there.
    In ignorance men say that God is not
    Allah, in wisdom every Christian sought
    Who speaks the Arabic tongue knows it’s true
    That God’s name is Allah in the church too.
    Within the Hebrew portion and the brew
    Twelve verses outside Job call God Allah,
    And that’s an end to rule of human claw.

    (The Beloved and I, vol. 5, NJV, page 4-9).

    • ChenChen, terima kasih untuk komentar anda. Saya akan menjadikannya bahan untuk dipelajari dengan hati-hati. Pemahaman saya akan ajaran Alkitab baru seujung kuku, masih butuh banyak waktu untuk belajar dan memahaminya. Saya bersyukur pemahaman itu semakin hari semakin gamblang.

      Kasihilah Tuhan Allahmu dengan:

      1. Segenap hatimu
      2. Segenap jiwamu
      3. Segenap akal budimu

      Walaupun banyak yang mengajarkan bahwa kita harus mengasihi dengan SEGENAP IMAN dan tidak boleh MENGGUNAKAN AKAL, namun Alkitab justru mengajarkan hal sebaliknya. Sama sekali tidak ada PERINTAH untuk mengasihi dengan SEGENAP imanmu.

      Menjadi orang orang seperti kita, pencari kebenaran, dalam generasi ini memang tidak mudah. Namun saya yakin, kita bahu membahu maka cepat atau lambat kita akan menemukannya.

      • Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.(1 kor.13:10), …ketika seorang Nicolaus Copernicus ketika mengajukan teori heliosentris juga dikecam oleh para penganut teori geosentris…maju terus koh hai sampai kebenaran sejati dan yg sempurna itu muncul ..thanks

  2. Mau tanya nich ? Apa Kebenaran sejati itu ? Kebenaran itu apa ?

    Kebenaran adalah : Sesuatu yg tidak dapat di ragukan sebab tidak melenceng.

    Kebenaran sejati adalah : yaitu : Yg Utama.

    Akulah Jalan kebenaran dan Hidup.

    Akulah Yg Utama dan Terutama.

    Jd, siapa yg mengikut Aku, Kebenaran ada dalam dirinya.

    Jd, Kebenaran ada di dalam diri orang yg mengikut Yesus.

    Arti dari kata mengikut Yesus adalah :
    Yaitu, pada zaman itu, Ia menyuruh orang mengikut Dia, supaya orang yg mengikut Dia dapat mengetahui Kebenaran yg ada di dalam diri-Nya, dari cara hidup-Nya Ia menerangi mereka semua yg mengikut Dia.
    supaya orang-orang yg mengikut Dia dapat mengetahui Kebenaran yg ada di dalam diri-Nya. Yaitu cara hidup-Nya.

    Jd tolong jelaskan kepada saye, sebenarnye, Kebenaran macam apekah gerangan yg encek-encek tuan cari ?hingge cari ke pelosok-pelosok tetapi belom jugak jumpe ?

    • @dth7, Anjing adalah anjing. Tidak peduli apa pun yang dilakukannya untuk menjadi manusia, anjing tetap anjing. untuk menjadi manusia Anjing harus dilahirkan kembali sebagai manusia.

    • Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Keluaran 20:7

      Pembohongan publik orang kristen yang bahkan banyak dipercaya oleh orang Yahudi adalah orang Yahudi KETAKUTAN itu sebabnya TIDAK berani mengucapkan kata YAHWEH sehingga akhirnya tidak tahu caramengucapkan kata YHWH. Bukan tidak boleh MENYEBUT namun tidak boleh disebut dengan SIA-SIA alias TIDAK boleh disebut TANPA alasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.