Sincia artinya tahun baru. Menurut kelender Tionghoa itu adalah hari ulang tahunku. Sejak kecil aku selalu merayakan ulang tahun pada hari itu. Sejak kecil, pada hari ulang tahunku, mama akan masak misua (bihun kecil) dengan telur bulat. Setiap anggota keluarga akan mendapat semangkuk misua dengan dua butir telur bulat dan bakso daging cincang. Bahkan di hari-hari termiskin dalam keluarga kami, jatah dua butir telur dan bakso daging cincang itu tetap ada dan lengkap. Continue reading
Tag Archives: Kenangan
Hari ini ulang tahunku yang ke 22
Hari ini, 13 Februari 2007 adalah ulang tahunku yang ke 22, aku merayakannya apa adanya, mentraktir Nita, Rizal, Husein, Rama dan Thomy (kelimanya bukan nama sebenarnya) makan di kantin. Continue reading
Komunitas Blogger Kristen
Saya Masih Perjaka
Saya memulai karir tampil di muka umum sejak kecil, jadi asisten penjual obat keliling di pasar, upahnya selain uang juga trik-trik sulap dan jurus-jurus bela diri, karena karir tersebut, saya nggak pernah dikompas (dimintai uang) lagi oleh preman pasar. Saya menjalankan karir itu dengan memakai topeng, agar mama tidak tahu, teman teman tidak tahu. Saya menjalani karir itu bukan karena kemauan sendiri, tetapi terpaksa menjalaninya sejak suatu hari setelah mengantarkan kueh ke toko yang memesan kue buatan mamaku, aku tertarik untuk ikut berkerumun menonton seorang tukang obat berbadan kekar dengan kumis baplang dan golok tersandang sedang memperagakan jurus-jurus bela dirinya dan sulap. tiba-tiba saja dia melotot padaku, satu-satunya china yang ikut nonton dan menarikku ke tengah lalu menghujani tubuhku dengan berkali-kali bacokan. Saya tidak sempat berteriak karena tidak menyangka apa yang akan terjadi. Anehnya, saya tidak merasa sakit sama sekali. Saya kebal. Dia lalu menyuruh saya mengedarkan obat kuat yang dijualnya. Ketika pertunjukan selasai, dia meberiku uang, Rp. 500, – cukup untuk membeli 20 mangkok bakso komplet. Continue reading
Namanya Amin Tjung
Nama saya Amin Tjung, sudah tujuh tahun saya sakit kanker. Tahun 2000 sudah sembuh, 5 tahun kemudian sakit lagi. Kali ini, secara medis kecil sekali harapannya untuk sembuh.
Itulah kalimat pembukaan dari kesaksian pendeta Ir. Amin Tjung Mdiv. MTh. Kesaksian selama 8 menit tersebut direkam. Kalimat-kalimat dalam kesaksian tersebut diucapkan dengan susah payah, rambutnya gundul, tubuhnya kurus kering, karena kanker dan kemoterapi, namun pandangan matanya sangat tenang, jernih dan teduh. Continue reading
