Ketika ngerumpi dengan teman-temannya, tiba-tiba hai hai bermimpi. Di dalam mimpinya itu Bengcu ditugasi Yang Mahatinggi untuk menghakimi seorang pahlawan jihad dan seorang pahlawan martir. Konon keduanya naik banding karena merasa amal baktinya sebagai jihad dan martir tidak dihargai sebagaimana mestinya. Di dunia keduanya dihormati dan dipuja sebagai pahlawan iman yang mati sahid bagi agamanya masing-masing. Inilah yang teringat oleh hai hai ketika mimpinya berlalu. Continue reading
Penciptaan Manusia Belum Selesai
208
