Happy Lee Dan Para Pelintas Batas


Gambar: Elyus

Gambar: Elyus

Elyus So tinggal di Medan. Tanggal 23 Januari 2014 yang lalu dia merayakan ulang tahun ke 49 dan selamatan rumah barunya yang sekaligus dijadikannya kantor Persatuan Tunadaksa Indonesia. Merayakan ulang tahun ke 49 adalah hal biasa namun selamatan rumah baru benar-benar istimewa baginya, itu sebabnya dia merasa perlu mengundang hai hai dan Happy Lee yang tinggal di Jakarta untuk ikut serta merayakannya. Kenapa demikian? Karena itu adalah rumah pertama miliknya. Tanahnya dibeli dan rumahnya dibangun dengan uangnya sendiri hasil kerja kerasnya selama ini. Berumur 49 tahun baru punya rumah sendiri. Istimewakah? Benar. Elyus So seorang perempuan. Ketika berumur delapan bulan dia kena POLIO sehingga kedua kakinya lumpuh. Sejak itu dia tidak bisa berjalan. Continue reading

Daging Untuk Orang Miskin


Para Aktivis Larang Penjualan Daging Kelinci di Supermarket AmerikaHari kamis yang lalu aku ngerumpi dengan adik-adikku di rumah mamaku. Orang-orang kampung GIZI-nya buruk karena kurang PROTEIN sebab JARANG makan DAGING dan IKAN. Protein adalah GIZI yang paling diperlukan oleh tubuh untuk membentuk sel dan berhubungan dengan kecerdasan. Kami lalu diskusi tentang  DAGING untuk orang kampung. Salah satu adikku bersaksi tentang pengalamannya BAKSOS ke Bali. Dia juga bersaksi tentang keliling Jawa Timur untuk melihat apa yang bisa dilakukan bagi pendeta-pendeta kampung dan anggota jemaat gerejanya. Continue reading

Kita Harus MENGUJI dan Memegang Yang Baik


Gambar: dna.com

Gambar: dna.com

UJILAH dan PEGANGLAH yang BAIK. Itulah inti ajaran Kristen. HARI sabat DICIPTAKAN untuk MANUSIA bukan MANUSIA diciptakan untuk hari sabat. Artinya: SEMUA ketetapan dibuat untuk KEBAIKAN manusia BUKAN untuk MEMBUAT manusia MENDERITA. Berikut ini adalah obrolan saya dengan seseorang. Sebut saja dia TEMAN.

Teman:  Anda anti poligami?

Haihai:  ya. maksud saya, poligami boleh asal istri setuju

Teman:  Ooo Salah satunya

Haihai: maksud anda? Continue reading

Pendeta Setiawan Oetama Di Mata Seorang Tionghoa Kristen


Gambar: GKI Samanhudi

Gambar: GKI Samanhudi

Hari Jumat sekitar jam tiga sore. Di Yerusalem. Di atas bukit Golgota. Di Atas salib. Sekitar dua ribu tahun yang lalu. Ketika nyawa-Nya terancam Yesus justru berdoa, “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu yang dilakukannya.” Sok pahlawan! Sok murah hati! Dua puluh sekian tahun yang lalu, di GKI Cicurug. Beberapa orang jemaat menuntut Pdt. Setiawan Oetama minta maaf atau mereka akan meninggalkan GKI Cicurug. Aneh bin ajaib! Pdt Setiawan minta maaf yang berarti mengakui PELANGGARAN yang tidak dilakukannya. Pengecut! Takut gereja kehilangan uang persembahan! Perlu bertahun-tahun bagi saya untuk bisa memahami tindakan Pdt. Setiawan di GKI Cicurug. Perlu puluhan tahun bagi saya untuk mampu memahami tindakan Yesus di atas kayu salib. Continue reading