Agama Dao Adalah Agama Takhayul, Siapa Saja Berkuasa Menahbiskan Dewa Dewi  


Umat Dao mengakui agamanya takhayul? Saya tidak tahu. KBBI: Takhayul adalah (sesuatu yang) hanya ada dalam khayal belaka; Kepercayaan kepada sesuatu yang dianggap ada atau sakti, namun sebenarnya tidak ada atau tidak sakti.

Para penganut agama Tionghoa percaya bahwa semua orang bisa kerasukan namun dewa-dewi hanya merasuki orang-orang pilihannya. Di dalam bahasa Hokkien, Tang (tóng 童) artinya anak kecil dan Ki (jī 乩) artinya peramal. Tangki (tóngjī 童乩) artinya anak kecil peramal. Tangsin (tóngshēn 童身) artinya anak perjaka. Tangki adalah orang yang mengkhususkan diri untuk dirasuki dewa-dewi. Melalui Tangki dewa-dewi berbicara kepada manusia.

Di dalam agama Dao, siapa saja bisa mengangkat siapa saja bahkan apa saja untuk menjadi dewa dewi. Di dalam agama Dao, buku apa saja bisa dimuliakan sebagai kitab suci oleh siapa saja. Itu sebabnya jumlah dewa-dewi agama Dao dan kitab suci agama Dao tidak terhitung lagi jumlahnya saat ini.

Di kampung kami ada dewa yang namanya Tuan. Diceritakan bahwa dia adalah orang bule penjaga pintu kereta api yang mati kelindes kereta. Saat itu, para pengusaha muda di kampung kami, termasuk ayahku sedang ketagihan kasino. Orang-orang tua di kampung kami marah besar karena dewa yang biasanya kepadanya masyarakat kampung kami BERTANYA saat menghadapi KERAGUAN BESAR, bukan hanya ditanyai nomor buntut namun diajak berjudi ke kasino.

Papaku bilang, dewa dewi yang ada di kasino hebat sekali. “Begitu masuk pintu kasino, dewa kampung kita yang kami ajak langsung keluar dari tubuh Tangki (sang dukun). Itu sebabnya kami kalah habis-habisan.”  

Dalam perjalan mobil pulang dari kasino ke kampung kami, saat di pintu perlintasan kereta api, tiba-tiba Tangki (dukun) kampung kita kerasukan arwah orang Pekmo (bulu putih – bule). “Dia berbahasa apa?” tanyaku kepada papaku. “Aku berusaha berbahasa Inggris kepadanya karena di sekolah Tionghoa kita hanya diajari bahasa Inggris, tidak diajari bahasa Belanda. Namun kemudian ternyata arwah itu cukup lancar berbahasa Melayu. Sejak itulah kampung kita punya dewa baru, namanya Tuan.”     

Awalnya Pdt Dr Stephen Tong sama sekali tidak tahu. Dia diberitahu oleh mahasiswanya yang orang Malaysia bahwa karena mengganggap Pdt Dr Stephen Tong hebat, itu sebabnya, ayahnya yang adalah pemimpin Kelenteng pun menahbiskan Pdt Dr Stephen Tong menjadi dewa agama Dao. Ternyata, cukup banyak umat yang menyembah dewa Stephen Tong.

Apakah Tuhan Yesus disembah sebagai dewa Dao di Kelenteng? Tentu saja. Saya sudah menemukan banyak altar dan rupang Tuhan Yesus di Kelenteng. Dari bekas abunya kita bisa menyimpulkan bahwa Tuhan Yesus termasuk dewa yang laris manis.

Sānguó yǎnyì 三國 演義 (Novel Tiga Negara) adalah novel karya Luo Guanzhong 羅貫中 (1330-1400) yang hidup pada jaman dinasti Ming yang mendapat inspirasi dari catatan sejarahwan Chengzuo 陳壽 (233 – 297).

Perjalanan ke Barat (xī yóujì 西遊記) adalah novel karya Wu chengen 吳承恩 (1500–1582) yang hidup jaman dinasti Ming yang mendapat inspirasi dari catatan perjalanan rahib Xuánzàng 玄奘 (602- 664) pada jaman dinasti Tang.

Fēngshén yǎnyì 封神 演義 (Novel Penyematan Pangkat Berbagai Roh) adalah novel karya Xǔ zhònglín 許 仲琳 (1567-1620) pada jaman dinasti Ming berdasarkan inspirasi kisah peperangan jatuhnya dinasti Shang 商 (1600 SM-1046 SM) dan bangkitnya dinasti Zhou 周 (1045 SM–256 SM) yang tercatat di dalam kitab sejarah (shūjīng 書經).

Kerabatku sekalian, ketiga novel tersebut di atas telah dimuliakan umat Dao menjadi kitab suci dan banyak tokoh-tokoh di dalam ketiga novel tersebut telah dinobatkan dan disembah sebagai dewa dewi. Dewa-dewi umat Dao terbagi menjadi: Orang suci (shèngrén 聖人), manusia abadi (xiānrén 仙人), Roh berwujud manusia (shénrén 神人), bintang (xīng 星), siluman (jīng 精), dll.

Pada tahun 471, Lù xiūjìng 陸修靜 (Dinasti Liúsòng 劉宋 – 420-479) menginventarisasi kitab Dao (dàozàng 道藏), hasilnya 1.228 gulungan.

Pada jaman kaisar Táng xuánzōng 唐 玄宗 berkuasa (712 – 756), pada tahun 748, keluarga kaisar mengklaim memiliki semua kitab suci Dao, namun tidak tercatat jumlahnya.

Saat kaisar Sòng zhēnzōng 宋真宗 (997 – 1022), atas perintah Kaisar, Zhang Junfang 張 君房 menghitung jumlah dan judul kitab-kitab Dao. Antologi kitab Dao itu diberi judul: Yunji qiqian 雲笈 七籤. Tercatat bahwa tahun 1016 kitab Dao berjumlah 4.565 gulungan.

Saat dinasti Ming berkuasa tahun 1444, kitab Dao jumlahnya 5.300 gulungan. Berapa jumlah kitab Dao saat ini? Tidak ada yang tahu. Berapa jumlah dewa Dao saat ini? Tidak ada yang tahu.

Umumnya, para penganut agama Tionghoa dan penganut cung cung cap tidak mempertanyakan asal-usul dewa dewi yang disembahnya. Kalau pun diberitahu bahwa dewa yang disembahnya nggak ketahuan asal usulnya, misalnya dewa Tuan di kampung kami, mereka tidak peduli. Kenapa demikian? Karena itulah kehebatan pengaruh agama Tiongkok kuno. Kita akan mempelajarinya pelan-pelan, langkah demi langkah.

41 thoughts on “Agama Dao Adalah Agama Takhayul, Siapa Saja Berkuasa Menahbiskan Dewa Dewi  

  1. Guru (zǐ 子) berkata, “Jangan menyembah (jì 祭) arwah (guǐ 鬼), itu namanya menjilat (chǎn諂 ). Tahu kebenaran (Yì義) namun tidak mengamalkannya itu tidak berguna (wúyǒng 無勇). Lunyu 2:24 – Weizheng

    Tersebut di atas adalah ucapan Khonghucu. Tentu saja ajaran Khonghucu itu bukan ajaran BARU, dia hanya MELANJUTKAN apa yang diajarkan oleh Kelima Kaisar dan Ketiga Raja.

    Apa itu KELENTENG? Kelenteng adalah KANTOR resmi pemerintah DINASTI Tiongkok. Itu sebabnya pemerintah menunjukkan KEDAULATANNYA di kantor itu dengan LUKISAN dan PATUNG NAGA. Naga adalah simbol KAISAR. Hanya KAISAR yang boleh pakai SIMBOL naga. Itu sebabnya lambbang-lambang NAGA adalah kantor resmi dinasti.

    Kenapa kantor-kantor itu disebut KELENTENG? “Ke leng teng” dalam bahasa Hokkien artinya “Naga di ATAS ATAP-nya”

    Kalau kita lihat kelenteng-kelentang yang ada di Nusantara yang ada ke leng tengnya, maka itu adalah peninggalan SAMPO KONG. Itu bukan RUMAH ibadah namun GEDUNG pemerintahan dinasti Ming yang mengurusi orang-orang Tionghoa perantauan. Kelenteng bukan hanya ada di Nusantara, bahkan ada di Amerika. Itu didirikan oleh dinasti Qing.

    Kenapa ada altar sembahyangnya? Gedung-gedung pemerintahan dinasti memang ada ALTAR sembahyangnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.